
Rendra yang panik karena Vanessa belum juga membuka pintu akhirnya berniat untuk menggedor pintu kamar mandi akan tetapi ketika Rendra sudah membuat gerakan Akan mengedor pintu tiba tiba Vanesa membuka pintu.
Rendra langsung merengkuh dan membantu sang istri untuk keluar tapi dengan kasar dan dingin Vanesa menepis dan menolaknya.
"Tidak Perlu Aku bisa sendiri. " sinis Vanesa menolak bantuan dari Rendra.
Rendra menatap Vanessa dengan tetapan cemas.
"Kamu sakit Nes, coba Aku priksa. "
"Tidak Perlu Aku baik baik saja apalagi jika kamu bisa cepat pergi, sakit ku pasti hilang. "
Rendra mendelik mendengar perkataan dari Vanessa yang sangat menjengkelkan hatinya.
Rendra menarik napas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar.
"Aku tidak Akan pergi sebelum aku memeriksa dirimu aku yakin kamu tidak sedang baik-baik saja Ayolah jangan menjadi sangat egois Jika ternyata dugaanku benar kalau terjadi sesuatu dengan bayiku bagaimana, "
"Bayi apaan tidak Ada bayi di dalam perutku, Aku hanya kena mag, "
"Ok, baiklah kalau begitu kamu cepat makan biar tidak kena mag. "
"Itu urusanku, pergilah jangan mengagguku, "
lagi lagi Rendra menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar.
"Dasar keras Kepala, " sungut Rendra yang juga mulai ikut kesal dengan sikap Vanesa.
karena mengusir Rendra dari rumah tidak berhasil di mana Rendra juga memiliki sifat yang sangat keras kepala, dia tidak akan pernah mau melakukan sesuatu yang dia tidak mau Akhirnya Vanessa masuk ke dalam kamar mengambil tas kecil kemudian di slempangkan di pundaknya kemudian melangkah pergi.
__ADS_1
"Nes, kamu mau kemana? " teriak Rendra sedikit panik karena Vanessa berjalan menuju ke pintu dengan cepat Rendra meraih tangan Vanessa.
"Lepaskan tanganku jangan pegang pegang. "
"Isssh Aku ini suamimu, kamu Nes. "
" Bukankah kamu tidak mau pergi ya sudah kalau begitu Aku yang pergi, "sinis Vanesa.
" Tapi, Nes. "
Vanessa tidak menghiraukan ucapan dan teriakan dari Rendra Vanessa mengibaskan tangan Rendra dengan sangat kasar kemudian mulai membuka pintu.
ketika pintu dibuka Vanessa sedikit terkejut karena di depan pintu sudah berdiri Robi dengan tatapan mata yang penuh dengandengan tanda tanya.
"Nesa, Rendra. Ada apa ini, Kenapa wajah kalian terlihat sangat tegang apa yang terjadi dengan kalian tanya Robi pada rendara dan Vanessa.
" bawa bos kamu pergi dari sini Rob aku sangat, muak, melihatnya. "
" saran kamu itu konyol Rob Apa mungkin aku harus selalu bertahan dan berpura-pura, Aku ini suaminya Dia mengusirku selalu Aku tidak tahan dengan itu dan....
"Cukup...! jangan bicara lagilagi, Nes kami minta maaf Rendra orangnya memang croboh Aku Akan membawanya pergi. "
"Aku tidak mau pulang Rob, bukankah Aku memberimu tugas melihat keadaan di Rumah sakit dan di kantor ngapain kanu justru ke sini, "
"Sudah itu kita bicarakan Nanti Ayo pulang, " tanpa menunggu jawaban dari Rendra Robi segera menarik tubuh Rendra keluar dari rumah kemudian dengan cepat mendorong roti masuk ke dalam mobil.
"Diam dan jangan keluar dari mobil Aku Ada hal yang lebih penting dari semua ini, "
"Tapi Nesa bisa pergi lagi, "
__ADS_1
"Diamlah Aku yang akan mengatur semuanya. " seru Robi yang kemudian langsung Mengunci pintu mobil kemudian berjalan masuk ke dalam rumah menemui Vanessa yang masih berdiri tertegun di ruang tamu.
"Nes Kami pergi dulu dan ingat Jaga kesehatan kamu, jangan terlambat untuk makan dan satu lagi jangan berniat untuk pergi pindah dari Rumah ini, karena jika kamu lakukan maka hari itu juga Aku pastikan Rendra Akan membuang wanita yang Ada di dalam Rumah nya, dan Aku rasa kamu juga mengenal wanita itu kan haha kesehatan kamu Aku pergi dulu. "
setelah mengucapkan itu Robi pamit undur diri Vanessa yang mendengarkan semua perkataan Robi hanya mampu berdiri Diam Terpaku di tempat yang mana hatinya menjadi sangat resah dan serba salah karena apa yang dikatakan Robi semuanya benar, jika sampai dia nekat untuk pindah dari rumah itu maka Rendra bisa bersikap nekat untuk segera membuang Eva yang mana bagaimanapun juga Eva adalah saudaranya dan tidak mungkin Vanessa tega melihat penderitaan Eva terlebih kedua orang tua Eva pernah berjasa kepadanya.
melihat Vanessa terdiam Robi tersenyum puaas karena dia menyadari dan mengerti jika Vanessa membenarkan ucapannya, meskipun Robi tidak mengetahui Siapa wanita yang ada di dalam rumah Rendra, akan tetapi Robi bisa memahami jika wanita yang ada di dalam rumah Rendra juga sangat dikenal oleh Vanessa, terbukti Vanessa tidak melakukan perlawanan apapun untuk mempertahankan kehidupan rumah tangganya bahkan sangat terlihat jika Vanessa memilih untuk mengalah.
"Ingat pesanku ya, kalau begitu Aku pamit pulang dulu Java dirimu baik baik. " seru Robi yang kemudian melangkah menuju Mobil hitamnya.
di dalam mobil Robi segera melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi yang mana roti sengaja mempercepat lajunya agar cepat menjauh dari rumah Vanessa.
ketika Robi sudah sampai di jalan raya Robi memperlambat laju kendaraannya kemudian dengan perlahan menoleh ke samping kemudian berbicara kepada Rendra.
" Aku akan antar kamu ke rumah sakit hari ini juga, "
" ke rumah sakit ngapain, Bukankah kamu tadi bilang kita akan pulang, "tanya Rendra tidak mengerti, "
" Kamu benar kita memang akan pulang tetapi Aku sengaja mengantar kamu ke Rumah sakit kamu ambil peralatan medis mu aku mau hari ini juga kamu periksa istri kamu yang ada di Rumah karena Aku yakin istrimu tidak hamil, wanita itu hanyalah wanita jahat yang sedang berpura-pura untuk mengelabui dirimu. "
" jangan sembarangan kalau ngomong kamu Aku tahu kamu tidak suka dengan istri keduaku tapi jangan seperti ini caranya, Istriku itu benar-benar hamil Kenapa kamu selalu menuduh dan berniat menyakitinya atau jangan-jangan Aku tidak ada di Rumah kamu pergi ke Rumah, kamu apakan istriku, "geram Rendra yang mana tangannya mulai mencengkram krah baju Robi yang kala itu Robi melajukan Mobil nya, akhirnya menghentikan laju kendaraannya secara mendadak.
" Ciiiittt,..!
" woi ini Jalan Raya Ren jangan macam-macam kamu kamu tidak percaya padaku terserah Jika kamu tidak percaya maka Buktikanlah aku hanya meminta kamu ambil peralatan medismu periksa istrimu sekarang juga tidak perlu menyuruh orang lain periksa sendiri bukan kamu seorang dokter, kecuali kamu dan wanita itu memang sedang bersekongkol untuk menyakiti Vanessa jangan-jangan Kalian ada kerjasama. "
" Kamu itu ngomong apa sih Rob, Jangan sembarangan menuduh Baiklah kita buktikan Apakah aku yang salah atau kamu yang salah, " seru Rendra pada akhirnya.
" begitu baru bagus jadi kita akan sama-sama tahu karena yang curiga istrimu tidak hamil bulan hanya Aku, tapi Mbok Yem juga curiga mana ada wanita hamil makan buah nanas sampai 2 buah jangankan habis dua buah makan satu potong buah nanas saja dia sudah keguguran tapi istrimu bagaimana, dia berbeda dan masih baik baik saja kan itu artinya pasti ada rahasia yang tersembunyi di balik semua itu hanya kamu saja yang bodoh. "
__ADS_1
"Robi....! "cukup kita lihat saja Nanti hasilnya dan jika kamu salah dugaan kamu tidak benar maka Aku mau kamu meminta maaf pada istriku apa kamu mau Berjanji. "
"Siap, Aku terima tantanganmu, " sinis Robi yang mana langsung kembali Mengemudikan Mobil nya.