
Kepergian Eva yang sangat terburu-buru dilihat oleh Mbok Yem yang kala itu berada di dapur, Mbok yem sedikit bingung dan curiga kenapa, istri kedua dari dokter Rendra buru-buru pergi dari Rumah, meskipun Dokter Rendra sudah memberikan talak Dan menggusirnya Akan tetapi, Mbok Yem masih merasa curiga, karena gadis seperti Eva menurut hati Mbok Yem tidaklah mungkin dengan sukarela pergi begitu saja, pasti ada sesuatu yang sedang dia kerjakan ataupun rencanakan karena seorang gadis seperti Eva yang tega merampas kebahagiaan kakak kandungnya sendiri tidaklah akan mudah menyerah begitu saja.
Rasa penasaran yang ada di dalam hati Mbok Yem membuat Mbok Yem ingin keluar dan mengikuti ke mana Eva pergi akan tetapi Mbok Yem tidak mungkin pergi dengan begitu saja tanpa meminta izin kepada tuan Rumah, untuk itu Mbok Yem segera pergi ke kamar Rendra.
"Tok
" Tok..
"Tok..
" Masuk, " sebuah suara yang mengizinkan Mbok Yem untuk masuk.
"Maaf. Nyonya Besar, saya Mau minta izin keluar sebentar, tadi Sumi menelpon saya untuk segera pulang katanya ada tetangga yang habis melahirkan dan saya diminta untuk membantu-bantu sebentar, Apakah Den Rendra mengizinkan saya untuk keluar Rumah, Mungkin saya akan pulang sedikit larut malam. "
Rendra mengeryitkan dahinya merasa heran dengan permintaan Mbok Yem yang tiba-tiba kepadanya, karena Rendra sangat mengenal Mbok Yem tidak pernah meminta izin untuk keluar rumah terlebih hanya untuk melihat atau membantu salah satu tetangganya yang sedang ada hajatan, akan tetapi rasa penasaran dan rasa ingin tahu Rendra tepis mungkin Mbok Yem memang kali ini sedang dibutuhkan oleh salah satu tetangganya.
"Baiklah, Mbok. silahkan pergi tapi hati hati jika sampai larut Mbok yem bisa pulang ke sini besok pagi, "
"Trima kasih Den, Nyonya besar saya permisi dulu maaf belum bisa menjamu kedatangan Nyonya besar. "
"Tidak apa apa pergilah Mbok. "
bergegas Mbok Yem keluar dari dalam kamar Rendra.
Kembali di dalam kamar Rendra Bersama sang Mama duduk saling berhadapan karena sang Mama sangat penasaran dan ingin tahu penyebab kenapa Rendra putranya sampai melakukan dan menyakiti istri pertamanya dengan menikah lagi maka Rendra tidak memiliki cara lain selain berkata jujur dan pada akhirnya Rendra mengucapkan segala sesuatu yang menjadi beban pikirannya hingga membuat dirinya khilaf dengan menerima dan menikahi adik dari Vanessa.
Sang Mama sedikit terkejut mendengar perkataan dari putranya jika wanita yang menjadi istri kedua dari Rendra ternyata adik dari Vanessa, yang mana kala pernikahan saat itu Mama Rendra tidak melihatnya dan tidak mengetahui dikarenakan adik Vanessa kala itu sedang melanjutkan studi di luar negeri.
Mama Vanessa menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak menyangka seorang adik tega merampas suami kakaknya tapi bagaimanapun juga kamu juga sangat bersalah Kenapa pula kamu menikahinya. "
"Rendra minta maaf Ma. Rendra khilaf dan menyesal, "
__ADS_1
"Ya, sudah kalau begitu besok kita Akan temui Vanessa Smoga dengan bujukkan Mama Nesa bisa luluh dan Mau menerimamu kembali, "
"Trima kasih, Ma. " Rendra tersenyum bahagia karena merasa mendapatkan angin segar dimana Rendra sangat yakin Vanessa tidak akan pernah bisa menolak keinginan dari mamanya yang mana anda sangat mengenal Vanessa tidak akan tega melihat mamanya memohon kepadanya .
Merasa masalah sudah terpecahkan sang mama memilih pergi ke kamarnya Yang mana sudah di sediakan di kamar tamu utama yang mana kamar itu hanya untuk Papa dan Mama Rendra ketika mereka datang berkunjung, dengan sedikit berjalan tergesa gesa karena ingin segera beristirahat agar besok bisa segara bertemu dengan menantunya.
Di sisi lain Eva yang sudah pandai mengemudikan mobil membawa satu mobil berwarna merah menuju Alamat yang sudah di catatnya di dalam ponsel hpnya.
Sekitar dua jam lamanya Eva mengemudikan mobil Akhirnya sampai di sebuah perkampungan di mana di tempat itulah Alamat Vanesa berada.
Eva medengus kesal sambil memicingkan kedua bola matanya.
"Mbak Nesa tinggal di tempat seperti ini, iih kampungan banget tapi ini memang cocok untuknya, pasti Mbak Nesa tidak punya uang untuk menyewa Rumah yang bagus kasian dan malang sekali Nasib mu, rasain deh, tapi kalau Aju biarkan disini gawat juga Besok Mas Rendra dan Mama galaknya Akan kesini, tidak mereka tidak boleh ketemu, Aku harus cepat. "
Eva segera memarkirkan mobil berwarna merah di sebuah halaman Rumah orang yang cukup memiliki pekarangan luas, Kenudian Eva berjalan kaki mendekati sebuah Rumah bercat biru, yang mana Rumah itu Eva ketahui milik Vanesa dimana Eva mendapatkan info dari salah satu ask kecil yang sedang bermain di sekitar tempat itu.
Ketika semua di rasa beres Eva melangkah dengan cepat mendekati salah satu Rumah bercat biru.
"Mau kemana Istri muda Den Rendra itu, kenapa pergi ke perkampungan begini, Apa yang dia cari atau siapa yang akan non Eva temui, aku harus mengikutinya dan harus selalu waspada agar tidak sampai ketahuan jika aku mengikutinya dari belakang,
sementara Eva yang sudah berada di depan pintu rumah bercat biru segera mencari tombol untuk bel rumah, karena tidak menemukan akhirnya Eva memutuskan untuk mengetuk pintu,
"Tok.
" Tok..
"tok..
Eva mengetuk pintu dengan cukup keras, tak lama kenudian terdengar suara pintu pun dibuka dari dalam.
perlahan-lahan pintu pun mulai terbuka dan ketika pintu itu terbuka dengan cukup lebar tampak seorang wanita yang sedang membukakan pintu sangat terkejut dan terkesiap melihat Siapa yang berdiri di depannya.
"Eva.. kau? "
__ADS_1
"Kenapa, kaget melihatku apa kabar kakakku yang cantik Bagaimana keadaanmu Aku tidak menyangka Jika kamu Ternyata tinggal di tempat seperti ini, oh ya Aku lupa Mana mungkin kamu memiliki uang untuk bisa beli rumah yang besar jadi Aku rasa Rumah ini juga cukup Cocok untukmu, " crocos Eva yang mana membuat Vanessa sedikit berasa geram akan tetapi dengan sekuat tenaga Vanessa berusaha untuk menahannya agar dia tidak tersulut emosi.
"Mau apa kau kesini? "
Tampa menunggu persetujuan Eva langsung masuk ke dalam kemudian berdiri sambil melihat-lihat keadaan yang ada di dalam rumah itu Vanessa mengikuti di belakangnya,.
" mau apa kau ke sini? " tanya Vanessa untuk yang kedua kali.
" sebenarnya rumahmu Ini sudah cukup Cocok untukmu akan tetapi kamu harus mencari rumah yang lain karena aku tidak mau kamu berada di tempat ini, "
"Apa maksudmu? "
"Aku Mau Mbak Nesa cepat pergi dari Rumah ini, "
Vanessa tersenyum miring ketika mendengar Eva menyuruhnya pergi dari tempat itu.
"Untuk apa Aku mendengarkanmu,
" Oh, jadi Mbak Nesa tidak mau pergi dari tempat ini munafik ,Katanya sudah tidak mencintai Mas Rendra tapi dengan diam-diam Masih berhubungan dengan Mas Rendra bahkan Mbak Nesa menunggu Mas Rendra untuk selalu datang ke sini kan, asal Mbak Nesa tahu gara-gara Mbak Nesa, Mas Rendra, sudah mengusirku dia udah memberikan talak kepadaku semua gara-gara Mbak Nesa, Aku tidak menyangka Mbak Nesa sangat mementingkan diri Mbak Nesa sendiri tidak mementingkan perasaanku keadaanku, Mbak Nesa suka kan melihat Aku menderita, "
"Eva, kamu itu ngomong apa? "
"Aku tidak mau tau, Bagaimana caranya Aku hanya mau saat ini juga Mbak Nesa segera pergi dari rumah ini, jika Mbak Nesa masih memiliki perasaan iba kepadaku karena kehadiran Mbak Nesa hanya membuat hati Mas Rendra selalu menyakitiku, "
"Tapi Va..!
" Stop Bernegousasi, Aku tidak mau tau jika Mbak Nesa ingin Aku bahagia maka cepat pergi dari Rumah ini, karena di sini Mas Rendra bisa datang kapan saja dan Mas Rendra akan semakin menyakitiku dan membenciku karena Mbak Nesa selalu membuat hatinya terganggu, '
"Tapi Aku mau pergi kemana? "
" Mana Aku tahu itu urusanmu dan Aku mau saat ini juga Mbak Nesa pergi dari rumah ini itupun jika Mbak Nesa perduli pada nasibku karena jika Mbak Nesa tidak ada di sini maka sudah pasti Mas Rendra akan mencintaiku Oh ya ini Aku Ada uang dan perhiasan pakai untuk mencari tempat tinggal lain dan jangan pernah menampakkan dirinya pada Mas Rendra biarkan kami hidup tenang dan bahagia. "Eva segera melangkah ke pintu setelah menylesaikan perkataannya dia yakin Vanesa akan menggikuti semua keingginannya.
Eva pergi dengan senyum penuh kemenangan, sementra Vanesa tersenyum kecut penuh kebingunggan. .
__ADS_1