BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab.27.BERHARAP


__ADS_3

Sementara Taksi yang di tumpangi Vanesa sudah sampai di depan sebuah Rumah sakit besar yang mana di tempat itulah dirinya bekerja sebagai seorang perawat, yang mana Boss dari Rumah sakit adalah suaminya sendiri.


Setelah membayar uang kepada tukang sopir taksi dan meminta agar uang kembalian yang masih ada tidak usah di Kembali kan, membuat sang sopir mengucapkan trimakasih dan rasa syukur karena pagi-pagi sudah mendapatkan Rejeki.


Vanesa turun dari dalam mobil taksi dan berjalan menuju ke arah kantor, yang mana jarak antara jalan raya dan Rumah sakit milik Suaminya cuma berjarak sekitar 100 meter saja.


Vanesa masih bingung dan memikirkan sikap dari Eva yang terlihat sangat Aneh dan membingungkan, awalnya ketika dia mau memberikan uang kiriman tambah sebesar 20 juta terdengar suaranya ceria dan beberapa menit kemudian berubah menjadi dingin dan acuh yang akhirnya tidak berminat lagi untuk mendapatkan kiriman uang darinya.


Vanesa yang berjalan dengan melamun tidak menyadari jika semenjak dia turun dari dalam mobil taksi sudah ada sepasang mata yang menggawasi nya dari kejauhan dan ketika Vanesa hendak masuk halaman Rumah sakit dengan cepat sebuah tangan menariknya.


Sepasang mata yang melihat hal itu wajahnya berubah menjadi merah padam, buru-buru dia turun dari dalam mobil dan hendak menolong Vanesa tapi sayangnya sosok itu kurang cepat sehingga Vanesa sudah di bawa laki-laki yang tidak bisa dikenali dengan jelas wajahnya masuk ke dalam mobil.


Melihat hal itu sosok laki-laki yang sedari tadi mengawasi dengan cepat Naik ke mobilnya dan mengejar mobil yang membawa Vanesa pergi.


"Sial, siapa laki-laki kurang ajar itu, awas saja jika ketahuan akan Aku hajar kau enak saja bawa kabur istri orang," sungut laki-laki yang sejak pagi sebenarya sudah menunggu kedatangan Vanesa.


Nasib apes dan lagi sial mungkin itulah yang tepat untuk dikatakan padanya, dia yang menunggu orang lain yang membawa. Sosok laki-laki yang tak lain adalah Bara mengumpat habis-habisan di dalam mobil, bahkan karena terlalu kesal Bara tanpa sadar memukul stir mobilnya meskipun akibat dari semua itu tangannya sendiri yang merasakan sakit.


Dalam keadaan marah dan emosi Bara yang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa menggikuti mobil yang telah berani membawa lari gadis pujaan nya, tiba-tiba ponsel Bara Berdering.


Dengan malas Bara menerima panggilan telepon.


"Halo,"


"Boss ini sudah pukul sepuluh pagi, ini waktu nya Boss untuk menghadiri meeting pagi ini, semua sudah menunggu kehadiran Boss sekarang Boss ada dimana, kenapa belum datang."


"Berisik, batalkan meting untuk pagi ini, tunda untuk Minggu depan,"seru Bara dengan suara keras, sangat terlihat jelas jika dirinya sedang tidak suka.


"Tapi, Boss..!


"Jalankan saja perintah mu atau kalau kamu membantah akan Aku pecat."


"Baik, Boss,"

__ADS_1


Bara mematikan ponsel hp ya kemudian melemparkan ke samping.


"Sial, kemana mobil putih itu pergi ini gara-gara telpon tadi, Aku jadi kehilangan jejak nya, mungkin belok kiri Aku coba saja ke kiri jika tidak ada Aku kembali lagi dari pada tidak menemukan mereka jangan-jangan orang yang membawa Vanesa itu adalah orang jahat Aku harus cepat menolong nya, kurang ajar sekali orang itu."Sungut Bara kesal.


Disisi lain Vanesa yang ditarik masuk kedalam mobil mengumpat kesal pada orang yang telah menariknya, kedua bola matanya menatap tajam bahkan tangan halus nya terangkat tinggi siap mendarat tepat pada sasaran, dimana organ itu sedang mengemudikan mobil dengan santai.


"Kamu benar-benar keterlaluan Sky, apa-apaan kamu membawaku pergi, mana tidak memberitahu lebih dulu bikin orang kaget, kalau Aku punya penyakit jantung mau lo tanggungjawab."crocos Vanesa dengan wajah merah padam karena kesal.


"Aduh, Nes, lembut sedikit sama suami bisa tidak sih dan itu tangan ngapain Lo angkat tinggi begitu mau melakukan kdrt padaku,"Ucap Sky sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Haiss pakai Acara lebay ngedipin mata juga, memangnya dia pikir dia siapa menarik apa, tampang kayak Mr Bin berlagak seperti Shah Rukh Khan, bener bener ketinggian nih anak PD nya."Gumam Vanesa dalam hati."Ya, habisnya kamu nyebelin dan apa tadi kamu bilang Suami, enak saja ngomong sembarangan."grutu Vanesa sambil menurunkan tangannya dia takut juga jika beneran nampar trus Sky tidak trima dan membawanya ke kantor poolisi urusan akan menjadi kacau dan panjang.


"Siapa yang ngomong sembarangan kan kita sudah Nikah?


"Stop bicara, itu bukan pernikahan tapi kamu menjebakku dan membuat Aku terpaksa menerima semuanya."sinis Vanesa kesal


"Mungkin saat ini kamu bisa bilang terpaksa tapi Nanti kamu juga akan mensyukuri nya."ucap Sky dengan nada santai.


"Sky, Stop. Aku mau kamu bawa kemana, saat ini Aku harus bekerja, jangan macam-macam deh cepat putar balik dan antar kembali Aku ke tempat kerja ku."


Vanesa mengeryitkan dahinya ketika Sky memarkirkan mobil dan mengajaknya keluar dari dalam mobil.


"Untuk apa kita kesini?"


Sky menatap wajah Vanesa dengan tatapan mata jenaka.


"Nonton bioskop, tentu saja makan Nes, kalau bertanya itu jangan yang aneh-aneh deh, sudah jelas makan lah, ayo cepat Aku sudah lapar."ucap Sky sambil menarik tangan Vanesa untuk di gandeng nya masuk.


"Hei, lepas kita bukan muhrim,"


"Iya-iya, pegang dikit saja pelit." huuuf Sungut Sky yang sedikit kesal tapi juga gemas melihat wanita yang disampingnya tidak pernah berubah, padahal secara fisik Sky termasuk laki-laki yang cukup Tampan, cukup kaya dan cukup banyak pengemar wanitanya, akan tetapi di hadapan Vanesa semua seakan akan tidak ada tidak memiliki nilai apapun selain nilai buruk.


Sky mengajak Vanesa untuk duduk di tempat paling ujung yang mana terlihat sepi dan lebih Romantis bila dibandingkan dengan tempat tempat lain. Sky langsung mendudukkan bokongnya ke atas kursi.

__ADS_1


"Nes kamu yang pesan, Aku tunggu disini."


"Apa? enak saja Aku yang pesan kamu kan yang mengajakku kesini."


"Aku tidak tau selera mu, jadi kamu saja yang pesan kamu bisa memilih makanan apapun yang kamu suka,"


Vanesa tersenyum mencibir sedangkan Sky meneguk ludahnya menghadapi sikap Vanesa yang begitu dingin satu orang wanita yang sangat di cintai Mamanya dan menjadi pilihan Mamanya, hingga rela menjadikan sakit sebagai alasan agar bisa membuat hatinya Vanesa menjadi tersentuh hingga mau melakukan pernikahan pura-pura demi kesembuhan sang Mama.


"Aku sudah kenyang tadi juga Aku sudah makan bersama Suamiku, jadi tidak usah repot-repot memesankan makanan untuk ku." ucap Vanesa menjelaskan yang mana justru membuat Sky tertawa terbahak-bahak.


Sky yang tertawa lebar hingga membuat Vanesa mendelik menatapnya membuat Sky menutup mulutnya meskipun masih dengan tertawa yang tidak lagi keras yang mana volume suara tawanya bisa di dengar oleh seluruh pengunjung Restoran.


"Kenapa tertawa apa ada yang lucu?" atau kamu berpikir Aku sedang berbohong Aku tidak bohong Aku tadi sudah sarapan pagi dengan Suamiku."


"Ya-ya Aku percaya, Nes Aku tidak meragukan ucapanmu Aku tau betul kamu wanita yang jujur."


"Lalu? kenapa kamu justru menertawakan Aku apanya yang lucu,"tanya Vanesa dengan tatapan mata yang tajam menatap pada Sky yang bibinya masih menyunggingkan sebuah senyuman sisa dari gelak tawanya yang keras.


"Bagaimana Aku tidak tertawa dan bagaimana mungkin kamu bisa membanggakan sarapan pagi dengan Suamimu jika yang kamu makan cuma mie instan paling juga cuma di tambah satu telur ceplok, apa istimewanya makan seperti itu."


"Sky...!" teriak Vanesa secara spontan sungguh Vanesa tidak mengerti bagaimana mahkluk yang ada di depannya bisa tau jika dirinya dan sang Suami cuma makan mie rebus dengan satu telur ceplok.


"Sssst, jangan berteriak Nanti semua orang akan berpikir Negatif, baiklah Aku yang akan pesan makanan, kamu mau di pesankan apa?"


"Tidak usah, Aku tidak lapar,"sinus Vanesa kesal ingin bertanya bagaimana Sky bisa tau jika dirinya cuma makan mie rebus akan tetapi rasa malu dan gengsi membuat dirinya memilih diam.


"Baiklah, akan Aku pesankan makanan kesukaanku saja, sekali kali kamu juga harus makan dengan suamimu ini," Cletuk Sky sambil bangkit berdiri.


"Sky..bisa tidak kamu berbicara yang benar jangan ngadai deh dan cepetan Aku bisa kena marah kalau datang telat."


"Astaga, Suami Boss sendiri masak masih di marahi juga jika telat,"cibir Sky sambil Tersenyum.


"Sky, kamu makan sendiri dan lebih baik Aku pergi dengan Naik taksi," ucap Vanesa seraya bangkit dari tempat duduknya dan hendak melangkah pergi, tapi belum dua langkah tangan Sky sudah menahannya.

__ADS_1


"jangan marah, maafkan Aku, temani Aku makan sebentar saja," pinta Sky yang kini tidak lagi dengan tertawa karena dia khawatir Vanesa semakin kesal padanya.


Dengan berat hati Akhinya Vanesa mau kembali duduk dan Sky segera memesan makanan, sengaja Sky memesan makanan kesukaan Vanesa agar gadis yang ada di depannya mau ikut makan dan benar saja, Vanesa yang tadinya tidak mau akhinya tergoda untuk ikut makan meskipun dengan porsi yang tidak begitu besar karena sesungguhnya Vanesa hanya ingin menikmati lauknya saja, ikan bakar kecap benar benar membuat nya tergoda, yang akhirnya Vanesa ikut makan, Sky tersenyum senang melihat istri pura-pura nya juga ikut menikmati makan bahkan menemaninya, jujur di dasar hatinnya yang paling dalam berharap semoga suatu saat Vanesa bisa menjadi istri yang sesungguhnya.


__ADS_2