BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab. 76.PERGI


__ADS_3

Tidak seperti biasanya ketika menjelang pagi Eva bangun lebih awal daripada pagi-pagi sebelumnya Yang mana kali ini entah apa yang membuat Eva begitu rajin sehingga dia langsung masuk ke dalam dapur dan membuatkan masakan untuk semua orang yang ada di rumah.


Eva menyiapkan sarapan pagi untuk Rendra Vanessa dan dirinya semua sudah terhidang di atas meja dengan menu yang cukup beragam di mana Eva memang memiliki keahlian dalam memasak, dibandingkan dengan Vanesa yang tidak memiliki keahlian sama sekali dalam memasak meskipun menjadi seorang anak pungut dari keluarganya Eva, Vanesa hidup selalu dalam kasih sayang yang sangat lebih sehingga kedua orang tuanya angkatnya tidak pernah mengizinkan Vanesa untuk bekerja bahkan mencuci piring ataupun hanya untuk menyapu terkadang sang Ayah dan ibu melarang Hal itulah yang membuat Eva terkadang sangat iri dan sangat merasa Ayahnya memanjakan Vanesa dengan sangat berlebihan dibandingkan dengan dirinya.


bahkan suatu ketika dikala Eva dan Vanesa sedang berseteru terlibat satu permasalahan ketika masih remaja sang ayah cenderung membela Vanesa daripada membela Eva hal itu yang membuat Eva semakin membenci Vanesa terlebih ketika mengetahui Vanesa hanyalah seorang anak pungut akan tetapi diperlakukan bagaikan seorang putri raja di dalam keluarganya.


setelah menyiapkan semuanya Eva duduk dengan manis menunggu kedatangan Rendra dan Vanesa di ruang makan meskipun yang ditunggu lama.


Pagi itu Vanesa lebih dulu bagun dan masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya Setelah semua selesai dan siap Vanessa berniat untuk pergi ke dapur Menyiapkan makan dirinya tapi ketika Vanesa hendak melangkah pergi Rendra menghentikannya


"Tunggu Nes, seru Rendra ketika Vanessa hendak pergi akhirnya Vanessa menghentikan langkah kakinya kemudian menoleh ke belakang


"Ada apa?


mendengar pertanyaan Vanessa rendara mengeryitkan dahinya kemudian berjalan mendekati sang istri.


"Ada yang kamu lupakan ucap Rendra kepada Vanesa.


"Apa itu? "


"Haiis Rendra mencebik kesal, karena Vanesa bicara sangat sedikit Dan siingkat bahakan Rendra merasaakan jika Vsnesa menjaga jarak dengannya.


"Sambutan selamat pagi untuk ku Mana? " Rendra bertanya dengan senyum di bibir Rendra berusaha menepis semua prasangka Negative yang diam diam muncul di dalam hatinya karena perubahan sikap istrinya yang tidak lagi seperti biasa.


"O, iya. Selamat pagi Mas, Aku pergi ke dapur dulu untuk masak. "ucap Vanesa yang tidak memperdulikan raut Wajah Rendra yang mendelik Dan Menatapnya lekat lekat dengan satu tatapan tidak percaya.


Rendra mendelik Dan menggelengkan kepalanya, mendengar perkataan dari Vanesa.


" Huuff, cuma seperti itu, rupanya Nesa masih marah pada ku, buktinya sikapnya begitu dingin Dan ucapan selamat pagi model apaan tuh, ciuuman untuk ucapan selamat pagi tidak Ada, Aku harus lebih perhatian agar Nesa mengerti Dan percaya meskipun Eva menjadi istriku Aku akan buat Nesa yakin dan percaya jika cintamu hanya untuk dirinya lebih baik Aku cepat berganti baju Dan cepat pergi ke ruang makan agar Aku bisa makan masakannya meskipun pasti Nesa bikinin Aku sarapan mie rebus lagi." lirih Rendra sambil senyum sendiri, dia juga heran Vanesa abak nomor satu tapi tidak bisa masak apapun slain mie rebus sayur bening Dan ikan goreng, untuk goreng Adam saja Nesa tidak bisa buktinya Ayamnya tidak Ada rasanya apapun.


Vanesa yang berjalan ke dapur sedikit terkejut ketika melihat Eva sudah berada di ruang makan dengan beberapa hidangan mskanan di atas meja.


"Selamat pagi Mbak. "


"Pagi, "


Melihat Vanesa berjalan menuju ke dapur Eva menahan langkah dari kakaknya.


"Ngak usah masak Aku kan sudah masak, kita makan bersama."


"Tidak perlu Aku cuma mau makan mie, "


"Makan mie tidak baik untuk orang hamil, "seru Eva yang langsung membuat Vanesa menghentikan langkah kakinya.


" Aku seorang Suster Aku tau apa yang baik Dan tidak untukku, jadi tidak usah Sok tau, "


"Aku kan cuma peduli dengan kandunganmu itu,"


"Kandungan kandungan apa Va, "


sebuah suara yang tiba tiba memotong penbicaraan mereka yang mana membuat Eva Dan Vanesa sama sama terkejut kemudian saling pandang.


Merasa situasi tidak aman Vanesa segera menghampiri Eva.


"Tentu saja kandungan Eva, dia harus lebih banyak menjaga kesehatan tidak boleh kecapean lihat apa yang dia lakukan, Eva sudah bangun sangat pagi Dan membuat masakan sarapan untukmu Mas, jadi cepet kamu duduk dan makan aku permisi dulu, "


Vanesa segera pergi dari ruang makan yang berdampingan dengan dapur. Melihat Vanesa melangkah pergi Rendra menghentikan langkah Vanesa dengan mengenggam tangannya.


"Tunggu, kita makan bareng Ayo, "ajak Rendra pada Vanesa.

__ADS_1


" Tidak trimakasih, tolong lepaskan tangan ku mas "


"Sudah makan bareng saja Ayo, " Seru Eva .


"Tidak usah kalian saja yang makan Aku permisi dulu."


Dengan cepat Vanessa pergi masuk ke dalam kamar sementara Rendra yang hendak menyusul kepergian Vanessa ditahan oleh Eva.


Sudah biarkan saja ayo kita makan tidak perlu mengejar Vanessa kita makan dulu temani aku makan dari tadi aku sudah menunggu kedatangan Mas Rendra Lihatlah aku sudah capek-capek masak untuk kalian.


mau tidak mau Akhirnya Rendra menemani Eva untuk sarapan pagi setelah semuanya selesai dan setelah acara sarapan pagi sudah Rendra lakukan bergegas Rendra kembali masuk ke dalam kamar dengan membaeakan mskanan untuk Vanesa dan Alangkah terkejutnya dia ketiak Rendra bertemu dengan Vanessa di depan pintu kamar yang mana kala itu Vanesa juga sedang hendak keluar pintu dengan membawa sebuah koper kecil disampingnya.


Rendra yang terkejut meneguk ludahnya dengan kasar.


"Nesa A-apa ini, mengapa kamu membawa koper kamu belum makan Aku membawakan makan untuk much, Ayo makan. "


"Tidak perlu Mas tadi Aku sudah sarapan roti, Aku buru buru permisi tolong beri aku Jalan. "


Rendra yang berdiri tepat di hadapan nya.


"Tidak, katakan dulu kau mau kemana, masak berangkat kerja bawa koper, "


"Aku ingin berlibur sebentar, Aku tidak masuk kerja, "


"Kemana? " tunggu Aku juga akan bersiap, "


"Tidak perlu, Aku mau pergi sendiri. "


"Apa? sendiri, Aku tidak mengizinkan kamu tidak bisa pergi berlibur tanpa Aku jadi kalau berlibur harus dengan Aku, "


"Sayangnya Aku tidak perduli dengan laranganmu, minggir Aku mau lewat, "


"Tidak bisa Aku suamimu Dan Aku berhak melarangmu, "


"Nesa...! kamu bicara apa ? "Rendra bertaya dengan hari bergetar rasanya sangat salute dan sesak didn't dalam dadaa ketika Vanesa mengatakan keinginannya untuk bercerai.


"Aku bicara apa pikir sendiri Aku mau pergi minggir, "


Rendra meneguk ludahnya kasar.


"Ok, baiklah kamu dalam keadaan marah kita pergi berlibur Aku tidak perlu bersiap apa apa Nanti beli saja Ayo, "Rendra segera meraih koper Vanesa dan mengenggam tangan istrinya, tapi dengan cepat Vanesa melarang Rendra menyentuh koper dan mengibaskan dengan kuat tangannya yang dari gengaman Rendra dan hal itu membuat Rendra tertegun dengan sikap istrinya rasa takut yang berusaha dia tepis kembalik mengobraak abrik hatinya.


" Nesa, kamu kenapa, Nes kamu marah, kenapa seperti ini, tenanglah, "ucap Rendra membujuk istrinya yang sedang emosi.


"Aku bilang Aku mau berlibur sendiri jadi jangan ganggu Aku, "


"Tapi Nes Aku kan Suamimu Aku bisa pergi dengan mu meskipun kamu tidak mengizinkan karena itu adalah hakku, kamu istriku, jadi Aku berhak menggikuti kemanapun meskipun kamu tidak mau, Aku tau kamu marah tapi sebagai suami Aku berhak sepenuhnya atas dirimu. "


"Ya, Mas Rendra benar Mas Rendra berhak atas diriku karena Aku Istrimu tapi itu dulu karena mulai hari ini, kau bukan suamiku Aku mau Cerai darimu minggir...! teriak Vanesa dengan suara keras Dan kasar sementara Rendra yang mendengar perkataan istrinya untuk yang media kali meminta Cerai semakin kalut dan resah.


Bibirnya bergetar bahkan Seluruh tubuhnya terasa lemas tidak bertenaga.


"Nes, tenanglah kita bicara baik baik, kamu tau Aku sangat mencintaimu Aku tidak mau kita berpisah dan Aku tidak Alan pernah menceraikanmu,"


"Aku tidak perduli minggir, " ucap Vanesa dengan mendorong tubuh tinggi tegap di depannya hingga terbuka jalan untuk Vanesa lewat, Rendra sengaja tidak menahan Vanesa dengan memaksa karena dirinya tau jika Rendra melakukan itu maka Vanesa akan semakin membencinya, Rendra sangat hafal sifat istrinya mengalah untuk sementara, utu yang Rendra lakukan.


Dengan Teresa gesa Vanesa keluar menuju pintu depan dan ketika pintu depan dia buka lagi lagi Vanesa kesal karena harus berpapasan dengan seorang pegawai kebun yang hendak masuk ke dalam Rumah dengan menenteng beberapa barang bawaan.


Pegawai kebun itu mengaguk hormat sementara Vanesa yang sedang marah berusaha Tersenyum meskipun serasa sulit.

__ADS_1


Lagi lagi langkah Vanesa terhenti ketika di depannya Ada sosok Wanita party baya yang sedang menatapnya dengan bingung.


"Non Nesa mau kemana, kenapa membawa koper segalannya? "


Tanpa bicara apapun Vanesa langsung menghambur memeluk dengan erat sambil menangis.


"Bik Ijah, kenapa Bibik baru datang. "


"Iya, maaf Bibik tidak sempat pamit waktu itu Den Rendra meminta Bibik segera pulang kampung, ini Non mau kemana, kenapa bawa koper segala, "


"Bik, Aku, akan pergi titip Mas Rendra jaga dia, Aku pergi dulu, "


Bik Ijah yang tidak tau apa apa hanya mengagguk menatap kepergian Vanesa dengan menggelengkan kepalanya.


"Pasti mereka lagi berantem, Non Nesa itu lucu marah tapi hatinya masih khawatir masih titip pesan buat sang Suami ini pasti marahnya sedikit besar buktinya Non Nesa pergi dengan membawa koper, coba Aku lihat Den Rendra sedang apa. "


Bik Ijah langsung pergi ke kamar Rendra.


Di dalam kamar Rendra segera Menghubungi salah satu Assisten pribadinya yang juga temannya.


"Halo..!


" Hai tumben telpon Ada apa ini masih ngantuk. "


"Cepat bangun ikuti Vanesa pergi kemana, dia baru saja keluar bawa koper dan kirimkan info secepatnya. "


"Busyet, masih pagi ngantuk Nanti saja Ren, Aku Mau lanjut mimpi indahku."


"Cepat lakukan jika tidak Aku akan turunkan jabatanmu beserta gaji bulananmu di perusahaan Papaku, "


"gilaaa, loe Mau ngancam? "


"Terserah, cepat lakukan atau kamu kehilangan pekerjaan. "


"Cih, maksa. "


"Berangkat tidak, "


"Iya sabar Aku cuci muka dulu, " Dengan cepat Rendra menutup telpon nya dan ketika Rendra menatap kepintu Rendra di kejutkan dengan kehadiran sosok Wanita paruh baya yang sedang Tersenyum menatapnya.


"Bik ijah kapan datangnya. "


"Sudah ku tebak pasti lagi marahan dan keduanya sama sama egois tapi sama sama masih cinta, Den Rendra nyuruh orang untuk mencari Non Nesa sedangkan Non Nesa meminta Bibik untuk menjaga Den Rendra."


"Apa, Nesa begitu Bik, "


Bik ijah mengagguk membuat hati Rendra berbunga bunga.


"Yes, dia masih mencintaiku Aku tidak akan pernah melepaskannya apapun alasannya, Bik cepat keluar Aku Mau ganti baju Mau ku cari Vanesa. "


"Baik, Den! " Bik ijah segera keluar sementara Rendra dengan hati riang mulai menganti bajunya dan bersiap pergi mencari Vanesa.


______


______


***Assalamualaikum maaf up ya telat2


lagi ngawasin ujian ank jadi membagi waktu

__ADS_1


Nanti untuk berbagi Ranjang di sini Aku buat tamat ya


lanjut ke... Season kedua itu lnjut masih dg tokoh yang sama pula smoga bisa lolos nanti infonya disini. klo sdh publis Trima kasih***.


__ADS_2