
Robi yang merasa aneh dengan tempat duduknya segera mengambil dan meraih benda yang mengganjal di bawah tempat duduknya dan Alangkah terkejutnya Robi ketika mengetahui jika yang terduduki olehnya adalah sebuah benda pipih milik Vanessa yaitu ponsel hp-nya, Robi merasa senang sehingga dia bersorak gembira membuat Bapak sopir yang kala itu sedang mengemudikan taksi sedikit terkejut dengan tingkah dan perilaku penumpangnya yang dirasa sangat aneh tiba-tiba berteriak dan tertawa bahagia.
"Yes...Aku dapat hahahaha..! melihat tatapan dari bapak sopir taksi ke arahnya membuat Robi dengan segera menutup mulutnya Yang kala itu sedang tertawa kemudian sambil mengangguk Robi tersenyum kepada bapak sopir membuat Bapak sopir menggelengkan kepalanya Dan kembali focus mengemudikan mobil.
" Bagaimana dan Apakah jadi diantar ke restoran seafood xx7. "
"Jadi Pak, Aku Mau ambil mobil di sana, oh ya pak Mau tanya dikit Nih, Apakah taksi Bapak pernah di tumpangi Cewek seperti ini ? "Robi mendekatkan foto gambar Vanesa pada Bapak sopir taksi.
"Wanita ini? "
"Iya, Naik taksi Bapak kan soalnya Aku menemukan ponsel hpnya di kursi ini. "
"Iya dia Penumpang pertamaku yang Aneh, setelah mengantarnya Aku yang dibuat pusing Aku istrirahat mencari makan Dan sehabis makan Aku lelah ketiduran di mobil taksi ini Dan ini baru jalan Dan langsung ketemu dengan kamu, tapi Nasibku benar benar apes hati ini "
"Apes, Apes kenapa Pak Dan mengapa Bapak bilang dia Wanita Aneh, memangnya Wanita itu tidak membayar taksi ke Bapak, tenang Pak kalau Wanita itu tidak baybayar Nanti Aku yang akan bayar Aku bayar Dobell."
"Bukan itu, kalau soal membayar Wanita itu sangat baik sekali dia bahkan memberikan aku uang yang sangat lebih Bayangkan saja hanya menemaninya sebentar tidak Sebentar sekitar tiga jam Dia sudah memberikan Aku uang Lima rates ribu dan katanya itu untukku, tidak mau aku kembalikan Jadi bukan soal dia tidak membayar yang aneh yang aneh itu dia seperti orang yang bingung begitu, Yang jelas dia sangat aneh sekali masa aku disuruh berputar-putar tanpa arah setelah itu baru dia memberikan alamat kepadaku, Pusing aku menghadapinya katanya jalan lurus ke depan aku jalan lurus ke depan setelah itu saat aku tanya ke mana non belok kiri Lurus ke kiri aku tanya lagi ke mana Pusing aku dibuatnya muter muter makanya aku istirahat habis itu, benar-benar pusing dibuatnya sebelum dia memberikan alamat, tapi ngomong ngomong kenapa kamu bertanya apakah kamu mengenalnya atau jangan-jangan kalian sekeluarga karena aku lihat kalian berdua sama-sama aneh, "
" maksud Bapak sopir apa Aku aneh kenapa? "
" tadi kamu senyum-senyum sendiri di belakang coba sopir sambil tersenyum.
" Astaga Pak aku senyum itu karena aku sedang senang aku menemukan ponsel dari kerabatku yang hilang. "
" Oh jadi wanita itu kabur dari rumah makanya kalian kamu jadi pantas saja aneh, "
"Ciih, Bapak jangan berpikir yang Negative saja, sudah sekarang Antar saya ke tempat alamat yang di berikan Wanita itu, jangan berpikir ysng Aneh Aneh, Nanti Aky skin bayar lebih. "
"Ok, siap!
Bapak sopir taksi yang tidak terlalu tua yang sebenarnya dia masih muda dan seumuran dengan Robi dengan cepat menghantarkan hobi ke alamat yang dituju oleh Vanessa.
kurang lebih 1 jam perjalanan akhirnya taksi itu berhenti di depan sebuah rumah berpagar dari bambu berwarna kuning.
" itu rumahnya turunlah, "
" Baik terima kasih Pak ucap Rofi sambil mengeluarkan lima lembar uang kertas berwarna merah kepada bapak sopir taksi.
__ADS_1
lagi lagi Bapak sopir taksi merasa tertegun karena uang yang dia terima begitu banyak dan tidak sepadan dengan pekerjaannya kali ini Bapak sopir taksi memberikan kembali uang itu kembali pada Robi akan tetapi Robi menolaknya dan mengatakan jika itu sudah rejeki Bapak.
setelah mengucapkan rasa terima kasih Bapak sopir taksi itu pun melajukan kembali mobilnya meninggalkan Robi di depan pintu gerbang pagar bambu berwarna kuning.
Robi menarik nspas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.
"Akhirnya Aku menemukan tempat Vanesa, Aku hubungi dulu Rendra pasti dia senang. " dengan cepat Rabi meraih benda pipi yang ada di sakunya akan tetapi tangannya yang hampir menekan tombol untuk melakukan panggilan tiba-tiba Robi hentikan.
"Ngapain Aku harus ngasih tau Rendra sekarang, bukankah Rendra sudah seenaknya menurunkan Aku di jalan, sekali kali Rendra juga harus di kasih pelajaran biar kapok seenaknya saja lebih baik, Aku matikan ponsel Vanesa agar Rendra tidak bisa menghubungi Vanesa Dan lebih baik Aku cepat masuk ke dalam Aku ingin tau kenapa Vanesa pergi dari Rumah."
Dengan cepat Robi masuk ke dalam rumah dan mengetuk pintu yang tertutup.
"Tok... Tok... Tok...
Tok.. Tok... Tok..!
berkali-kali Robi mengetuk pintu akan tetapi tidak ada sahutan ataupun tanda-tanda pintu rumah akan dibuka dari dalam hampir 30 menit Robi berdiri di depan pintu hingga Ada orang yang berjalan mendekatnya.
" mau cari siapa Mas Siapa seorang wanita yang tidak terlalu tua juga tidak terlalu muda.
" Maaf Mbak saya Ketuk pintu dari tadi kenapa belum dibuka juga ya Apakah orangnya sedang tidur tanya Robi pada wanita yang ada di depannya.
" Oh begitu ya Mbak kapan pulangnya? "
" Saya tidak tahu Mas Mungkin bisa nanti malam atau sebentar lagi pulang Mas boleh duduk di situ jika ingin menunggu ucapan nikah itu yang kemudian Dia pamit berlalu pergi.
Awalnya Robi menunggu di depan pintu rumah Akan tetapi karena sampai 1 jam menunggu tidak ada tanda-tanda Vanessa dan temannya kembali Robi memutuskan menunggu Vanessa di dalam mobil di tepi jalan.
Sementara di sisi lain tampak seorang laki-laki sedang berwajah masam dan Kusut wajahnya begitu sangat sedih dan terlihat tidak bahagia.
" Aku benar-benar tidak ingin pergi Ma, "jawab pemuda itu dengan sangat memelas berharap wanita yang ada di depannya iba kepadanya.
" Tidak bisa kamu harus pergi besok ini tiket sudah dipersiapkan semuanya mana mungkin perusahaan ini bisa dipercayakan pada orang lain ,kamu pemimpinnya jadi kamu yang harus menghandle semuanya, Pergilah kemasi barangmu sekarang juga, '
" Tapi mah Bara di sini juga memiliki tanggung jawab, Bara juga harus mengurus perusahaan di sini perusahaan di luar negeri biarkan Papa saja yang mmengurus Bara disini saja Ma, "
"Tidak bisa pokoknya kamu harus pergi titik, tidak ada penolakan Apa kamu ingin Mamamu cepat mati sehingga kamu Mau melawan Sudahlah cepat pergi ke kamarmu kemasi barangmu. "
__ADS_1
perintah Mama yang tidak bisa diganggu gugat membuat bara sangat kesal yang kemudian akhirnya para berlari Pergi masuk ke dalam kamarnya sambil membanting pintu.
"Braaaaakk...!
melihat tingkah putranya sang mama hanya menggelengkan kepala.
Di dalam kamar Bara sangat kesal melampiaskan kemarahannya dengan memukul dinding kamar yang ada di sana hingga tanpa sadar tangan terluka dan Berdarah.
" Bagaimana aku bisa pergi aku tidak mungkin meninggalkan Vanesa, Aku tidak bisa hidup jauh darinnya terlebih dalam jangka waktu dua bulan, satu hari tidak bertemu saja Aku sudah seperti orang gila bagaimana bisa menunggu Dua bulan kiamat sudah duniaku, Mama benar benar tidak punya perasaan, lalu Aku harus ngomong apa pada Vanesa bagaimana caranya Aku pamit pergi, Dua bulan Mama benar benar keterlaluan, Aku Hubungi Nesa dulu, dari kemarin malam Aku belum sempat telpon karena pekerjaan, jika bisa Aku akan paksa Vanesa menemuiku hari ini. "
Bara segera memencet Nomor telpon Vanesa, semenit Dua menit hingga tiga puluh menit ponsel Vanesa tidak bisa di Hubungi.
"Sial, kenapa ponselnya mati apa iya batrenya habis, Jika seperti ini lebih baik aku temui Vanesa di rumahnya saja peduli dengan semuanya, perduli juga ketemu dengan suaminya yang penting Malam ini aku harus bisa bertemu dengan Vanesa, Aku tidak mungkin bisa berangkat tanpa bertemu dengannya,"Gumam Bara dalam hati yang mana kemudian setelah menyanbar jaket berniat keluar dari Kamar, Akan tetapi Bara Menghentikan langkahnya ketika ponsel hpnya berdering.
bibir bara mengulum senyum ketika meraih benda pipi yang ada di dalam sakunya.
"Ini pasti Vanesa yang telpon, " bisik hating Bara Alan tetapi lagi lagi Bara dibuat kecewa, ketika dia melihat satu Nomor kotak yang memanggilnya bukan Vanesa, dengan malas Bara menggangkat telpon.
"Halo Ada apa? " tanya Bara keras Dan Bernada kasar.
"Halo, Bos, Non Nesa Kabur Dari Rumah Dan Maaf Bos says Kehilangan jejaknya. "
"Apart? Vanesa kabur Dari Rumah, cepat cari sampai ketemu Dan pastikan dia bail bail saja. "
"Baik, Bos, "
Bara mengusap kasar wajahnya setelah panggilan telepon ditutup.
"Nesa... kamu kenapa sih apa jangan jangan kamu Sudan percaya Dan Mengetahui perselingkuhan dari suamimu, kamu Semarang kamu tinggal dimana, Aku harus cepat mencari Dan menemukannya. "
negara bergegas keluar dari dalam kamar kemudian dengan cepat melangkah keluar rumah yang mana sang Mama yang berada di ruang tamu melihat Bara terburu-buru sedikit terkejut sehingga memanggilnya.
"Bara...! kamu mau kenana Nak, "
"Bara Ada urusan sebentar Ma, "ucap Bara sambil Bernard keluar pintu.
" Bara... kamu tidak boleh keluar Rumah besok kamu harus terbabg ke london. "
__ADS_1
"Tenang, Ma, Nanti Bara pulang. " teriak Bara sambil berlari keluar pintu.