
Berkali-kali Rendra menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan tatapan matanya tertuju pada pintu di mana kamar Eva masih tertutup rapat, belum Ada tanda tanda akan di buka dari dalam.
Resah dan gelisah itulah yang kini sedang di alami Rendra yang mana dia sedang menunggu kamar Eva terbuka dan telpon dari Robi.
Mbok yem yang melihat Tuannya terlihat resah ikut merasa cemas dan was was, Mbok yem tidak bisa bayangkan apa yang akan terjadi jika kecurigaan dari Tuannya Den Rendra itu terbukti benar.
Akhirnya yang di tunggu tunggu telah tiba Robi sudah memberikan informasi tentang keberadaan 3 orang laki-laki yang mengaku anak buah yang akan mendapatkan transferan uang dan saat ini sudah berada di dalam kantor polisi sesuai dengan keinginan Rendra dan juga permintaannya Robi akan pulang ke Rumah jika Rendra sudah memerintahkannya berserta dengan membawa beberapa polisi seperti apa yang di minta Rendra.
Tidak lama kemudian terlihat Eva keluar dari dalam kamar terlihat sangat terburu-buru yang mana wajahnya terlihat sangat panik Rendra tersenyum miring ketika melihat Eva sedang kebingungan yang mana Rendra yakin pasti Eva sedang bingung mencari ponsel hp-nya dimana di dalam ponsel hp-nya terdapat satu rahasia yang ingin Eva sembunyikan.
"Mbok...!
" Iya, Den,"
"Tolong dekatin Eva dan tanya padanya Kenapa dia seperti orang bingung dan tanyakan juga kepadanya Apakah ada yang bisa Mbok yem bantu. "
"Baik, Den. saya akan tanya pada Non Eva Siapa tahu saya bisa membantunya, "ucap Mbok Yem memberikan penjelasan yang mana kemudian Mbok Yem segera melangkah mendekati Eva yang kala itu sedikit berlari kecil dari satu ruang ke ruangan yang lain.
" Non, Eva..! sedang mencari apa, Apakah bisa Mbok bantu, sepertinya Non Eva sedang kebingungan sekali, "tanya Mbok Yem yang sudah berdiri di depan Eva.
Eva terlihat sedikit kebingungan antara memberikan jawaban ataupun diam akan tetapi beberapa detik kemudian Eva menarik tangan Mbok Yem untuk masuk ke dalam satu ruangan kemudian dengan sangat pelan Eva bertanya kepada Yem yang kala itu mengikuti langkah kaki Eva.
"Mbok, apakah Mbok yang tahu di mana ponsel hp aku karena seingatku aku menaruh ponsel hp di atas narkas kamar akan tetapi aku lihat sudah tidak ada lagi Mbok, Apakah Mbok yem melihatnya atau Mbok Yem tau begitu, "
"Maaf, Non. Saya tidak tahu saya juga baru dari dapur Saya tidak mengerti mungkin non Eva lupa menaruh ponsel hp-nya atau barangkali Den Rendra tahu ponsel hp non Eva coba non Eva tanya kepada Den Rendra Siapa tahu Den Rendra tahu.
" A-apa, tanya, Mas Rendra, apa Mbok Yem melihat Mas Rendra masuk ke dalam kamar? "tanya Eva sedikit panik dan gugup yang mana Eva sangat khawatir jika ponsel hp-nya jatuh ke tangan Rendra
Mbok yem menggelengkan kepalannya dengan lemah, Hal itu membuat Eva sedikit lega.
" Kalau begitu Mari Mbok bantu Aku mencari ponsel hp-ku, Siapa tahu Aku lupa menaruhnya Ayo mbok ikut Aku, "ajak Eva masuk ke dalam kamarnya yang tanpa disadari oleh Eva Segala gerak-gerik dari Eva tak lepas dari tatapan mata Rendra yang kala itu masih membiarkan Eva untuk terus mencari sesuatu yang kelihatannya penting untuknya.
Rendra membiarkan Eva mencari sesuatu di dalam kamarnya hampir satu jam Setelah itu perlahan-lahan Rendra bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju kamar di mana Eva dan Mbok Yem sedang mencari ponsel hp-nya, melihat kehadiran Rendra Eva sedikit terkejut akan tetapi kemudian Eva menyunggingkan sebuah senyuman.
"Apa yang sedang kamu cari Va..? "
"Eh, Mas Rendra, mmm, tidak Ada Mas .Aku hanya lagi bersih bersih kamar, bukankah begitu Mbok. " tanya Eva pada Mbok yem dengan menatap tajam wajah Mbok yem, membuat Mbok yem Mau tidak mau mengaggukkan kepala.
"Oh, begitu, Mbok kamu boleh keluar dan menylesaikan tugas yang lain biar Aku membantu Eva bersih bersih di kamar. '
"Baik, Den, "
Serasa jantung Mau lepas ketika Rendra menawarkan diri untuk membantu Eva bersih-bersih yang Entah mengapa perasaan Eva merasa tidak enak karena sikap dan gelagat Rendra benar-benar sangat mencurigakan bahkan seolah-olah mengetahui sesuatu hal itu membuatnya sedikit gugup dan berdebar debar.
"Sebaiknya Mas Rendra duduk saja di Ruang tamu, tidak usah repot-repot membantu nanti Mas Rendra capek.'ucap Eva berharap Rendra segera pergi dari dalam kamarnya Eva ingin segera menemukan ponsel hp-nya yang entah di mana dia menaruhnya, Akan tetapi jika Rendra berada di dalam kamar akan sangat sulit bagi Eva untuk mencari untuk itu Eva meminta kepada Rendra untuk pergi dari kamar dengan alasan khawatir jika Rendra membantunya akan merasakan capek.
"Apa, kamu yakin? "
"Iya, Mas Aku yakin, '
"Baiklah, Aku memberimu waktu 15 menit," ucap Rendra seraya pergi dari tempat itu.
Rendra menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan bibirnya tersenyum miring, sementara Eva bernapas lega.
Rendra menunggu waktu berlalu sambil menatap ponsel hp-nya yang mana Rendra sedang membuka galeri yang menampilkan wajah istrinya yang sedang dirawat di dalam rumah sakit, sesekali Rendra tersenyum kecut menatap Vanessa yang sedang terbaring di mana di dalam perut Vanessa ada anak yang selama ini diimpi-impikan bagaikan bertemu langsung Rendra membelai lembut perut Vanessa yang ada di dalam ponsel hpnya.
"Sayang, baik baik di dalam perut Mama ya, untuk saat ini Papa tidak bisa berada di sisi kalian tapi percayalah Papa sangat mencintai Kalian, Papa akan datang Papa akan bawa Kalian pulang secepatnya tunggu dan bersabarlah. "lirih Rendra dalam hati sebelum kemudian mengeecup benda pipih miliknya seolah olah dia seeing menciuum langsung anak dan istrinya.
Puas menatap wajah istrinya Rendra kembali memasukkan benda pipih ke dalam sakunya kemudian Bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar Eva dimana Eva bilang kepada Rendra kalau dia sedang bersih bersih.
Rendra masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu hal itu membuat Eva sangat terkejut dengan kehadiran Rendra yang tiba tiba.
"Mas, Rendra. "sapa Eva dengan sedikit terkejut Karena Rendra tiba tiba sudah berdiri di dalam kamarnya.
"Bagaimana, apa sudah di bersihkan semua, "
"" Eng... Su-sudah Mas,"
"Baguslah, lalu kenapa kamu masih di dalam kamar? "
"A-aku, __
" Apa ada yang sedang kamu cari? "pertanyaan Rendra yang semakin membuat Eva gugup.
__ADS_1
"Ti-tidak ada Mas, "
Rendra menarik napas panjang Dan menghembuskanya dengan kasar.
"Apakah kamu tidak sedang mencari ini? " Hendra menunjukkan ponsel hp Eva yang dipegangnya Eva yang melihat hal itu sungguh sangat terkejut dan syok tubuhnya mulai bergetar dan keringat dingin mulai keluar.
"Mas, ke-kenapa ponsel hpku ada pada Mas Rendra. "
Rendra tersenyum miring mendengar pertanyaan dari Eva.
"Telpon kamu berdering, dan aku mengangkatnya sekarang Katakan padaku kamu mau transfer uang pada siapa siapa orang yang meminta uang kepadamu? '
" Mas Rendra apa apaan sih, tentu saja iTu Ayah dia minta di transfer yang, katanya ada kebutuhan mendadak. "
"Oh, jadi yang minta uang transferan itu Ayahmu? "
"Iya, benar. " jawab Eva dengan gugup sementara Rendra tersenyum miring kemudian berjalan mendekati Eva dan tanpa Eva sadari tiba-tiba Rendra menangkap wajah Eva dengan sangat kasar,
"Jawab yang benar Va..! teriak Rendra dengan keras yang mana membuat Eva menggigil ketakutan Rendra yang biasanya lembut kini tiba-tiba menjadi sangat kasar dan keras.
"Iya, Aku sudah jawab, itu benar. "
"Bohong, katakan dengan jujur apa kamu yang menyuruh orang untuk mencelakakan Vanesa? "
"Deg..!
kedua bola mata Eva mendelik seketika ketika mendengar Rendra menuduh dirinya sudah menyuruh orang untuk mencelakakan Vanessa.
" Kenapa diam, jawaaaab...Va! "
"Aku harus jawab apa aku tidak tahu aku tidak mengerti apa maksudmu Mas, kamu menuduhku dengan begitu rendahnya, Aku tahu Mas Rendra mencintai Mbak Nesa, Aku tahu Mas Rendra masih sangat menyayanginya tapi bukan dengan cara seperti ini Mas Rendra menyakitiku Mas Rendra ingin mengusirku kan, Makanya Mas Rendra mencari gara-gara agar aku terlihat bersalah, "teriak Eva yang mulai kesal.
Rendra melepaskan tangannya yang menangkup Eva dengan kasar kemudian tersenyum miring.
" Kamu benar, kalo begitu Ambil ponsel hpmu ini dan ayo ikut Aku? " Hendra segera menarik tangan Eva untuk keluar dari dalam kamar membuat Eva sedikit terkejut dengan sikap Rendra yang terlihat begitu sangat aneh.
"Mas, Rendra Mau bawa Aku kemana? "
Eva menelan kasar ludahnya, terlebih Rendra menarik tangannya dengan tidak lembut.
"Mas, sebenarnya kamu Mau bawa Aku kemana Aku bisa jalan sendiri lepaskan sakit tauk, "
Rendra terus menarik tangan Eva tanpa memperdulikan teriakan Eva yang mengatakan sakit dan rupanya keributan kecil iTu terdengar Mama Rendra yang sedang beristirahat.
"Ren, Ada apa ini? "
"Nanti Mama juga akan tau, " sang Mama sedikit terkejut mendengar perkataan dan jawaban dari putranya yang begitu sangat dingin dan terlihat sangat marah.
Rendra yang diam diam sudah menghubungi Robi dan meminta Robi untuk membawa polisi sekalian ke Rumah juga sudah sampai dan mereka sudah berada di Ruang tamu.
Dengan kasar Rendra mendorong tubuh Eva ke depan.
"Bawa dia pak."
"Mas apa apaan ini..? "
"Mari, Non ikut kami. "
"Lepaskan Aku tidak mau, jangan kurang ajar kalian, " geram Eva berapi api.
"Jangan dengarkan ucapannya cepat bawa dia pak,"
"Mas, kamu tega sama istrimu salahku apa? "
Rendra tersenyum miring.
"Apa kamu pikir semua orang bodoh dan bisa kamu bodohi. "
"Tapi Aku tidak bersalah untuk apa Aku ikut, '
" Semua bisa kamu jelaskan di kantor polisi, cepat bawa dia pak, "
"Mari, Nona? "
__ADS_1
"Lepaskan, Aku tidak mau, Mas Rendra kamu bener benar jahat kamu tega padaku, Aku benci kamu Aku benci kamu...! "
"Berteriaklah sesukamu, karena ulahmu Aku hampir kehilangan Anakkku dan Vanesa hampir keguguran itu semua karenamu, cepat, Bawa dia pak? '
" Mari, Non!
"Mas... Mas Rendra tolong Aku, Aku tidak mau, Mas Rendra salah paham, Mas Rendra sudah di hasut Mbak Nesa, Mas Rendra harus tau Mbak Nesa itu wanita licik dia berbohong dia sengaja bilang keguguran agar Mas Rendra mau balik padanya dia itu sedang berbohong."
"Diam kau...!" sudah tau salah masih juga memfinah bawa wanita itu pergi cepat dan Aku sudah menjatuhkan talak tiga padaku Mulai hari ini kamu bukan siapa siapa ku lagi hubungan kita sudah berakhir, "
"Tidaaaakk, kamu tidak bisa memperlakukan Aku seperti ini Aku tidak trima itu," teriak Eva berkali kali dimana tubuhnya kini di bawa petugas polisi pergi dengan tangan di borgol.
"Rendra, apa yang kamu katakan Nak? "
"Mama...! Rendra langsung memeluk Mamanya sambil menangis sementara Robi menatap penuh haru diapun tidak menyangka jika Rendra sudah tau kabar tentang Vanessa istrinya.
" Apakah yang kamu bilang semua benar Nak? "
"Iya, Ma. Nesa hamil dan dia hampir keguguran karena Wanita sialan itu. "
"Sekarang dimana Nesa? "
Rendra menggeleng lemah.
"Aku tidak tau Ma, Aku di telpon orang dan orang itu akan membawa Nesa pergi Ma, Aku, ___Aku harus bagaimana? "
"Sayang bersabarlah, besok kita cari bersama, Mama juga tidak rela orang lain membawa cutie Mama, cucu, Nanti Mama yang akan membujuk Vanessa selama ini Vanessa tidak pernah menolak permintaan Mama percayalah istrimu pasti akan kembali, "
"Tapi, Aku tidak yakin Ma, Nesa sudah tidak mencintaiku lagi, "
"Tenanglah mungkin dia sedang emosi, sesaat, sudah sekarang kamu beristirahat besok kita cari Vanessa bersama sama." Rendra mengaggukan kepalannya melangkah masuk ke dalam kamar, setelah Mama Rendra pergi, Robi yang sedari tadi penasaran mulai masuk ke dalam kamar Rendra.
"Apa yang lo katakan itu benar, Vanessa skan di bawa pergi orang? "
Rendra mengagguk lemah.
"Tapi kamu tenang saja Nesa tidak akan mau dia kan sangat mencintaimu, "
Mendengar perkataan Robi Rendra tersenyum kecut.
"Aku rasa kali ini kamu salah, Aku melihat sendiri Nesa, begitu senang dan nyaman dengan orang itu, seperti nya mereka sudah kenal lama, bahkan laki laki brengsek itu berani melamar Nesa di depanku dia sengaja menunjukan video nya padaku, laki laki itu benar benar brengsek. ' geram Rendra yang tersulut emosi.
Robi yang mendengar kan perkataan Rendra sedikit terkejut.
"Jika laki laki itu Nekad kamu tidak boleh terlambat, kita harus mencari Vanessa sekarang juga,"
"Tapi bagaimana caranya, ' keluh Rendra putus asa.
" Kita lacak palace geogel map, Aku yakin nomor itu blm di ganti saat ini Ayo Rendra cepat kita pergi sekarang? "
"Lalu Mama bagaimana? "
"Besok kita beritau lewat telpon, cepat sebelum kamu terlambat. "
Mendengar perkataan Robi Rendra segera menyambar jaket dan kunci mobil kemudian bergegas mereka Keluar dari Rumah.
______
________
Assalamualaikum wr wb
Trimakasih buat semua Reader Berbagi Ranjang dengan adikku.
Alhamdulilah kita sudah berada di penghujung dari kisah Rendra Admaja tinggal satu langkah
kisah ini akan temat dan insya Allah kita akan bertemu di season ke dua dg judul
Dokter Dingin itu Papaku.
yang in sya Allah akan segera riliss🙏
__ADS_1