
Rendra mengganti bajunya dengan sangat cepat Setelah semua dirasa beres dan siap Rendra Segara keluar dari dalam kamar dengan langkah sedikit tergesa-gesa Rendra segera menuju ke pintu ruang tamu, akan tetapi ketika Rendra berada di ruang tamu Rendra bertemu dengan Eva yang kala itu menatapnya dengan Tatapan yang sedikit bingung dan heran karena mendapati Rendra yang sedikit tergesa-gesa Dan Panik serta sudah berdandan rapi.
Melihat tatapan Eva yang sedikit bertanya-tanya Rendra mencoba mengabaikan dengan tetap melangkah dan berjalan, akan tetapi Eva dengan cepat meraih tangan Rendra kemudian menghentikannya
"Kamu mau pergi ke mana Mas, Kenapa sudah dandan rapi seperti ini, "tanya Eva yang ingin tahu ke mana perginya sang suami karena terlihat sangat rapi dan terburu-buru.
" Aku ada perlu sebentar kamu di rumah jaga bayimu makan dengan tepat waktu, Nanti Aku akan segera pulang. "ucap Rendra yang kemudian melangkahkan kakinya Dan ketika tangan Rendra hendak meraih handle pintu Eva langsung menghalangi dengan berdiri tepat di depan pintu.
" Jangan katakan Mas Rendra Mau mencari Mbak Nesa, Mas biarkan saja Mbak Nesa pergi kita tidak perlu bersusah payah mencarinnya bukankah kemauannya sendiri untuk pergi itu artinya Mbak Nesa Mau kita hidup bahagia berdua saja. "
"Eva...bisa bisanya kamu bicara begitu Nesa itu Kakakmu selain itu kamu juga harus pikirkan perasaanku Aku mencintai Kakakmu Dan Aku tidak mungkin akan membiarkan Vanesa pergi begitu saja. "
"Mas Rendra mencintai Mbak Nesa tapi Mbak Nesa sudah tidak mencintai mu jadi untuk apa Mas Rendra masih mau bersusah payah mencari sudah lah lupakan Mbak Nesa bukankah Mbak Nesa juga sudah meminta cerai pada Mas Rendra."
" Eva, dari mana kamu tau jika Vanesa minta cerai padaku, "
Di tanya Rendra dengan tatapan mata yang tajam sedikit membuat kebingungan.
"Aku, _ Aku cuma menebak Mas. "
"Sudalah kamu di Rumah saja Aku pergi, cuma sebentar. "
"Aku ikut, "
"Haiss.. , ini anak kenapa manja Dan merepotkan sekali, " Rendra menarik napas panjang Dan menghembuskannya dengan perlahan.
"Dengar Va, Aku cuma sebentar tunggu Aku di Rumah jangan membantah perintahku. "
"Tapi Mas, "
__ADS_1
"Aku tidak mau di bantah. "
Eva akhirnya diam Dan membiarkan Suaminya pergi, dengan malas dan dengan langkah gontai Eva akhirnya kembali masuk ke dalam kamarnya , sampai di Ruang tamu Eva bertemu dengan Bik ijah yang mana karena Bik ijah tidak tau Eva itu siapa dengan santun Bik ijah menyapa EVa yang kala itu berpapasan dengannya di Ruang tamu.
"Selamat Pagi Non, apakah Non Tamu di Rumah ini, saya betul betul tidak tau teman teman dari Non Nesa, tapi hari ini Non Nesa tidak Ada di Rumah, apakah Non ini sudah membuat perjanjjanjian dengan Non Nesa, karena hari ini Non Nesa tidak Ada di Rumah. "
"Kamu siapa? Eva bukannya menjawab pertanyaan dari wanita paruh baya yang ada di depannya akan tetapi justru bertanya balik kepada wanita paruh baya itu membuat wanita paruh baya di depannya sedikit terkejut dengan sikap tamu yang baru saja dia lihat
Bi Ijah berpikir jika tamu dari temannya Vanesa kali ini adalah seorang wanita yang sangat sombong dan angkuh sehingga dia tidak memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan orang akan tetapi justru dia meminta orang untuk menjawab pertanyaannya
meskipun sebenarnya hati Mbok Ijah tidak suka menghadapi wanita yang ada di depannya, akan tetapi bi ijak tetap bersikap ramah dan tersenyum kepada wanita yang ada di depannya meskipun dia sangatlah menjengkelkan
" saya pembantu di rumah ini Non, Maaf saya baru datang sehingga saya tidak mengetahui kedatangan non di rumah ini mungkin ada yang bisa saya bantu, "tanya Bi Ijah kepada Eva
" Emangnya Bibik, kemarin ke mana? "
" saya dapat cuti pulang kampung,
"Tentu saja Non, masak di suruh cuti tidak di bayar, ngomong ngomong Non ini siapa namanya Dan maaf Ada perlu dengan siapa, karena di Rumah Non Nesa Dan Den Rendra sedang tidak Ada di Rumah. "
"Aku tau Dan Aku tidak Ada Keperkua apa apa dengan Mbak Nesa, sudah Bik, aku Mau beristirahat di kamar, malas Mas Rendra tidak Ada. "
"Oh, Non ini temannya Den Rendra? "
" bukanlah Bik Aku bukan temennya mas Rendra tetapi aku istrinya Mas Rendra
" Apa istrinya Den Rendra jangan bercanda Non, istrinya Den Rendra itu Non Vanesa. "
"Benar Bik itu dulu tapi sekarang Istrinya Mas Rendra itu Aku, Mbak Nesa dan Mas Rendra akan segera bercerai, sudah Bibik kerja jangan malas karena Aku akan melaporkan sama Mas Rendra jika Bibik malas, " Eva berucap sambil berlalu. "
__ADS_1
sementara Bik Ijah tertegun dengan ucapan dari yang Eva kata-kata
"Istrinya Den Rendra apa jangan jangan kepergian Non Nesa karena kehadiran gadis itu, pantas saja Den Rendra dan Non Nesa bertengkar, "
di sisi lain Vanessa yang keluar dari rumah Rendra dengan menggunakan taksi online sudah meninggalkan jauh dari rumahnya Vanessa yang tidak tahu entah ke mana ketika ditanya Bapak sopir taksi Vanessa hanya bisa bilang tidak tau.
"Kita Mau pergi kemana Non, "
"Aku tidak tau jalan saja terus. "
"Tapi Non kita kan sudah hampir satu jam kita cuma berputar putar."
merasa kesal dengan pertanyaan Bapak sopir taksi akhirnya Nisa memberikan alamat yang akan dia datangi
"pergi ke alamat ini saja Pak ucap Vanessa Seraya memberikan sebuah kartu nama yang ada alamatnya
dengan cepat sopir taksi itu segera melajukan mobilnya menuju alamat yang diberikan oleh Vanesa kepada bapak sopir taksi.
mobil laju dengan kecepatan tinggi Menuju ke alamat yang diberikan oleh Vanessa kepadanya tidak menunggu lama mobil itu pun sudah sampai di halaman rumah dari alamat yang vanesha berikan setelah mengucapkan terima kasih dan turun dari mobil Vanessa segera mengetuk pintu
"too... tok.. tok!
" Siapa, tunggu sebentar. "
ketika pintu dibuka Alangkah terkejutnya sang tuan rumah ketika melihat siapa tamunya yang sedang datang ke rumahnya
"Vanesa kamu, Kenapa kamu datang ke sini dengan membawa koper apa yang terjadi denganmu, "tanya gadis yang ada di depan Vanesa tanpa diminta Vanesa segera masuk ke dalam rumah dan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa yang mana dia merasa hari ini sangat lelah.
" Nes jawab pertanyaanku Kamu kenapa, apa yang terjadi denganmu tanya salah satu sahabatnya dengan cemas akan tetapi dengan Santa dan juga dengan tenang Vanesa merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
"Nanti Aku ceritakan semua sekarang biarkan Aku istirahat sebentar Aku lelah Dan tolong bawakan koperku keep ruang kamar tamu, "
"Haiss, ditanya bukannya menjawab justru memerintah, " tapi dengan perasaan senang gadis itu membawa koper Vanesa masuk of dalam kamar ruang tamu Dan membiarkan vanesa beristirahat.