BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab. 93.HARAPAN


__ADS_3

Robi menyunggingkan sebuah senyuman licik ketika Eva masuk ke dalam kamar dengan membanting pintunya.


" jangan kamu pikir aku akan diam saja aku yakin ada sesuatu yang kamu sembunyikan dan Aku pastikan aku akan bisa menyelidiki semua itu, hari ini Aku sangat lapar Aku akan makan Roti bakar dengan stik daging dan segelas susu hangat itu akan membuat kenyang perutku. "


Robi segera mengambil Roti bakar yang sudah tersedia di dapur kemudian mengambil stik daging, membuat susuu hangat kemudian mulai melakukan ritual makan pagi.


kurang lebih 30 menit lamanya rapi melakukan ritual saraf makan pagi setelah merasa kenyang robit sengaja duduk di ruang tamu sambil menyalakan TV.


tak henti-hentinya Bibir Robi menyunggingkan sebuah senyuman.


" Tidak mau keluar rupanya, apa wanita itu tidak lapar, tapi Baguslah tidak usah keluar makan Aku ingin tahu apakah dia benar-benar hamil atau tidak mana mungkin ibu hamil bisa menahan lapar, orang yang bisa menahan lapar adalah orang yang tidak hamil dan juga orang yang sangat Marah sehingga dia melakukan mogok makan.


sambil terus tersenyum Robi mengamati TV yang ada di depannya sambil sesekali pandangan matanya tertuju pada pintu kamar Eva di mana pintu itu belum terbuka dan masih tertutup rapat yang mana hal itu artinya Eva belum keluar dari dalam kamar.


Robi sangat yakin jika Eva belum melakukan sarapan pagi.


" kita lihat sampai pukul berapa kamu akan bertahan di dalam kamar, "gumam Robi salad hati.


di sisi lain tepatnya di dalam kamar Eva yang merasa kesal dengan kehadiran Robi mulai melampiaskan kemarahannya dengan melempar bantal guling yang ada di dalam kamar.


" Sial, kenapa laki laki brengsek itu belum keluar just dari Rumah ini, mana Aku sudah sangat lapar, rasanya malas jika Aku harus keluar kamar Dan melihat tampangnya yang menyebalkan itu. "


Eva mondar-mandir di dalam kamar sambil sesekali Memegang perutnya yang terasa sangat lapar dan mulai berbunyi di mana cacing-cacing di dalam perutnya mulai meminta jatah untuk makan pagi.


"Duh lapar sekali, coba Aku telpon Mas Rendra Aku mau bilang Ada penjahaat di Rumah ini, pasti dia panik dan akan several pulang kalau Aku bilang Aku sangat ketakutan.


Dengan cekatan Eva mulai menekan Nomor telpon dan menunggu panggilan telpon tersambung.


"Maaf nomor yang anda hubungi sedang di luar jangkauan, "

__ADS_1


"Haiss, kenapa ponselnya Mas Rendra matikan sebenarnya dia Ada dimana sih? "geram Eva kesal. " kenapa aku harus takut dengan laki-laki yang ada di rumah ini Sekarang lebih baik aku keluar saja aku buktikan Aku bukan orang penakut.


Eva mulai keluar dari dalam kamar kemudian menuju ke dapur di mana dia merasa sudah sangat lapar.


Ketika pak Eva hendak melangkah masuk ke dalam dapur tiba-tiba sebuah suara menghentikan langkah kakinya.


" Aku pikir tidak lapar ternyata lapar juga, "sinis Robi pads Eva.


Siapa takut miring pendekar perkataan dari Robi kemudian melangkah menghampiri nabi yang berada di ruang tamu dalam posisi melihat TV.


" Kamu pikir aku akan takut denganmu dan tidak makan enak saja kamu itu tamu di rumahku Jadi Jangan berpikir karena kehadiranmu aku tidak bisa melakukan apapun di rumah ini aku Nyonya Rendra di sini aku berhak melakukan apapun Jika kamu sudah merasa kenyang Lebih baik kamu pergi dan pulang Ini bukan rumahmu apa kata orang Seandainya melihat kamu berada di rumah ini ketika suamiku tidak ada. "


" untuk apa aku memperdulikan omongan orang Rendra itu Temanku juga bosku jadi apapun yang ingin kulakukan itu urusanku bukan urusanmu. "


" Baiklah kalau begitu sadar diri saja sebagai seorang tamu kamu harus berbuat apa dan bagaimana tidak perlu mengaturku ataupun mengurusi diriku karena itu bukan Hak mu, "sinis Eva yang mana langsung masuk keep dalam dapur untuk membuat sarspan pagi untuknya.


" Nak, Rendra bapak tinggal pergi dulu untuk keep kantor jika Nak Rendra Peru apa apa bisa minta pads Bibik Rum untuk bisa membantu. "


"Baik, Pak. trimakasih atas perhatiannya, jangan khawatir kalau saya butuh apa-apa Saya akan meminta bantuan pada bibik Rum. "


" Baiklah nak kalau begitu Bapak pergi berangkat dulu assalamualaikum. "


" silakan, Pak. Waalaikumsalam hati-hati di jalan. '


setelah kepergian dari bapak yang ada di rumah itu yang mana ternyata rumah yang ditempati Rendra untuk bermalam adalah rumah milik bapak kepala desa sehingga Rendra diizinkan tinggal dan menginap sesuka hatinya.


Rendra sangat ingin bertemu dengan Vanessa istrinya akan tetapi Rendra tahu apabila dia datang hanya dengan mengatakan ingin membawa Vanessa pulang hal itu pasti akan mendapatkan penolakan jangankan untuk masuk nanti untuk bisa berdiri lama di depan rumah Vanessa pun serasa tidak mungkin karena Rendra sangat hafal dengan sifat dan sikap Vanessa.


" Aku harus bisa menggunakan cara agar aku bisa berada di dalam rumah itu cukup lama dan juga bisa ikut menikmati sarapan pagi di sana meskipun di rumah ini aku sudah melakukan Pagi yang mana diminta oleh Bapak kepala desa yang sangat baik hati itu.

__ADS_1


Rendra berdiri dengan sedikit gelisah di mana kakinya maju mundur untuk mencari sebuah alasan dan cara yang tepat agar bisa masuk ke dalam rumah Vanessa tanpa membuat Vanessa marah dan mengusirnya dengan sangat sinis.


setelah beberapa saat Rendra berpikir keras Bagaimana caranya bisa masuk ke dalam rumah Vanessa tanpa membuat Vanessa marah dan curiga, Rendra mulai menemukan titik terang di mana dia bisa menemui Vanesa tanpa membuatnya marah Dan curiga.


bergegas Rendra mencari bibi Rum yang ada di dapur, kala itu bibi Rum sedang membersihkan kulkas.


"Bik..! "


mendengar suara panggilan untuk dirinya bibirum segera menoleh ke sumber suara di mana Di depan pintu terlihat tamu yang semalam menginap di rumah ini sedang berdiri melihatnya.


"Iya, Den apa Ada yang bisa saya bantu, "


" memberikan makanan ke rumah tetangga Apakah di kampung kota ini itu biasa dilakukan, "


" Oh itu bisa dan tidak masalah terkadang kita memang saling memberi kepada para Tetangga jika kita memiliki kelebihan sesuatu maka kita diizinkan untuk berbagi dengan tetangga yang ada di sekitar tempat kita."


' kalau begitu tolong Bibi buatkan sesuatu yang bisa aku antarkan ke rumah tetangga yang baru pindah di desa kota ini, '


" Wah saya bingung dan memberi apa karena Bapak belum panen buah mangga ataupun buah jeruk dan durian apa yang bisa kita berikan padanya.


Rendra menggaruk kepalanya yang tidak gatal ada perasaan kesal yang mana ternyata tidak semudah itu memberikan sesuatu kepada Tetangga.


" apa Bibi punya ide tolong bantu aku bi Aku memiliki masalah dengan tetangga yang ada di rumah depan ujung sana, Sebenarnya dia adalah istriku yang sedang marah padaku Bi dan aku ingin datang untuk minta maaf padanya Akan tetapi jika aku langsung datang aku merasa malu dan gengsi Tolonglah Jika bibiru punya solusi berikan aku solusi yang terbaik untuk hal ini agar aku bisa bertemu dengan istriku tanpa dia marah dan mau menerima aku, '


" Oh jadi teman yang dimaksud dan Rendra semalam itu sebenarnya istri dan Rendra yang sedang marah pasti ini urusan cinta begini saja, Bibik Ada ide untuk Den Rendra Ayo out Bibik. "


dengan perasaan senang Rendra mengikuti langkah kaki dari Bibi Rum,


" semoga ide dari bibi Rum sangat membantu dan Aku bisa bertemu dengan Vanessa tanpa membuat dia marah dan mengusirku, "gumam Rendra dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2