BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab. 82.CURIGA


__ADS_3

Eva yang kesal dengan sikap Dan pertanyaan dari Bik ijah yang bukannya membuat dirinya tenang tapi justru membuatnya pusing, menbuat Eva melampiaskan kemarahan Dan kekesalannya pada buah buahan yang Ada di dapur.


"Bik Ijah sini...! " teriak Eva dengan sangat keras membuat Bik Ijah juga sedikit kesal Dan geram, baru pertama kali dirinnya di Rumah ini tidak di hargai bahkan memanggil dengan suara keras bagaikan seorang yang tidak memiliki harga diri.


namun mau pakai mana lagi dirinya hanyalah seorang pembantu yang mana Tidak mungkin bisa melawan keinginan dan kehendak dari tuan rumah meskipun bijak tidak tahu apa kedudukan dari wanita yang ada di dalam rumah ini di meskipun dia mengatakan kalau dirinya adalah istri dari dokter Rendra.


Dengan sedikit terburu-buru Bi Ijah berjalan ke arah dapur di mana Eva sedang memanggil dirinya.


"Iya, Non Ada apa? " tanya Bik Ijah berusaha bersikap ramah meskipun di dalam hatinnya sangat kesal Dan geram dengan Wanita yang Ada di depannya.


"Tolong kupas Buah Nanas ini Bik, Aku ingin makan, "


"Oh, Baik Non, " Dengan telaten Dan penuh kesabaran Bik ijah mengupas satu Buah Nanas yang di minta Eva.


"ini Non, "


"Trimakasih, tolong kupas satu lagi untuk ku, Aku sangat suka rasanya manis Dan Asam.


Bik ijah mengagguk, kemudian melangkah pergi masuk ke dalam kamar nya. Kini tinggal Eva yang berada di dapur sedang menikmati buah nanas yang telah dikupas oleh Bi ijah.


setelah menghabiskan buah nanas yang baru saja dikupas oleh pizza Eva yang sudah merasa kenyang keluar dari dapur kemudian duduk di ruang tamu menunggu kedatangan dari Rendra.

__ADS_1


hingga pukul 10.00 malam Rendra belum kembali pulang Hal itu membuat Eva semakin kesal dan kusar yang mana mulai merebahkan tubuhnya di atas sofa karena dapat tidak ingin masuk ke dalam kamar sebelum Rendra pulang.


melihat hal itu Bi Ijah merasa geram yang mana wanita yang dianggapnya sebagai seorang tamu ternyata tiduran di atas kursi sofa meskipun ada rasa ragu akan tetapi Bik ijah mencoba membangunkan Eva agar mau pergi kembali ke dalam kamarnya karena hari sudah malam.


" non bangun Ini sudah malam non silakan non tidur di dalam kamar serubi Ija kepada Eva.


apa yang dikatakan bijak membuat Eva merasa kesal dan terganggu dengan cepat Eva bangun dari tidurnya kemudian berdiri dengan kedua tangan ditaruh di pinggang Eva terlihat sangat marah dan kesal sehingga tatapan matanya begitu tajam kepada Bi Ijah.


" Bi suka-suka aku mau tidur di mana kamu nggak perlu ngatur-ngatur aku kalau kamu mau tidur Tidur saja sana tidak perlu kamu menggangguku aku berada di sini aku menunggu suamiku pulang cepat kamu pergi tidur tidak perlu kamu menggangguku seru Eva dengan ada kasar yang mana Hal itu membuat bi Ijah sedikit terkejut karena ini kali yang kedua wanita yang ada di depannya mengatakan jika Rendra adalah suaminya karena sudah merasa tidak tahan dengan sikap dari tamu yang dianggapnya tidak sopan di Ija pun mulai berkata dengan nada yang sinis,


" non jadilah tamu yang mengerti sopan santun Pergilah ke kamar dan beristirahatlah di sana jangan berada di ruang tamu seru Bi Ijah pada Eva.


mendengar perkataan dari Bi Ijah Eva langsung mengernyitkan dahinya.


" Non Eva ini bicara apa Kenapa semakin ngelantur saja istrinya Den Rendra itu Non Vanesa kenapa Non Eva mengaku-ngaku sebagai istrinya Den Rendra ,Ayolah Non Masuklah ke dalam kamarmu Jangan tidur di sofa sebagai seorang tamu itu tidak baik, "ucap Bik Ijah memberikan penjelasan kepada Eva yang mana perkataan dari Bi Ijah membuat Eva semakin Emosi.


" Sudah Bibi saja yang pergi istirahat ke kamar Jangan menggangguku dan jika Bibi ingin tahu siapa diriku tanya pada tuanmu biar dia memberikan penjelasan padamu jangan seenaknya saja katakan aku tamu Aku bukan kamu aku orang yang juga berhak berada di rumah ini , " ucap Eva dengan tegas membuat bijak semakin kesal akan tetapi pic tidak mau berdebat untuk itu segera pergi meninggalkan Eva sendiri di ruang tamu Eva yang sedang sendiri di ruang tamu kini duduk dengan resah karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul 12.00 akan tetapi Rendra belum pulang juga, hingga tak terasa Eva tertidur di sofa.


Tak lama kemudian Rendra datang dengan tergesa-gesa dengan cepat Rendra membuka pintu Kemudian masuk ke dalam rumah ketika lampu dinyalakan dan sedikit terkejut ketika melihat istrinya sedang tertidur di sofa.


dengan sangat perlahan-lahan Rendra mengangkat tubuh istrinya membawa masuk ke dalam kamar apa yang dilakukan Rendra tak lepas dari penglihatan B Ijah yang mana Dia sangat heran karena tuannya sangat peduli dan perhatian dengan gadis yang dianggap tamu di rumah itu setelah Rendra merebahkan Eva di atas ranjang Eva yang kala itu tertidur sangat pulas mulai terbangun ketika melihat Rendra dia langsung memeluk suaminya.

__ADS_1


" Mas baru pulang aku ngantuk sekali menunggumu apa dengan suara yang manja.


Rendra mengangguk kemudian tersenyum aku sangat gerah aku mau mandi dulu kamu istirahat sebentar ya Nanti aku susul kemari ucap Rendra kepada istrinya yang mana Eva langsung mengangguk dengan hati yang senang.


"Yes...! Mas Rendra perhatian sama aku semoga saja Dia segera melupakan Mbak Nesa sialan itu kenapa juga sih mesti harus mencari Mbak Nesa bikin pusing orang aja aku doain semoga saja Mbak Nesa di luaran sana tidak balik lagi ke sini Amin. '


Rendra yang melangkah keluar dari kamar Eva dan berjalan menuju ke kamarnya dihentikan oleh Bi Ica yang dari tadi menunggu di ruang tamu setelah Rendra masuk ke dalam kamar bersama Eva.


"Den Rendra tunggu ,"seru Bi Ijah yang kemudian mendekati Rendra yang hendak membuka pintu kamarnya.


" Ada apa Bik?"


" Den, kenapa Den Rendra begitu peduli dengan wanita itu dan tadi wanita itu bilang Den Rendra itu Suaminnya, Saya ingin tahu apakah yang dikatakan wanita itu benar semua yang dikatakan wanita itu tidak benar kan dan tanya bijak kepada Rendra yang kala itu menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan.


" dia memang istriku Bi aku sudah menikahinya dan kini Eva sedang mengandung anakku jadi aku harus lebih perhatian padanya ucap Rendra dengan wajah menunduk.


" Apa istri dan Rendra Jadi benar dia itu istri dari Den Rendra dan apa tadi dan Rendra bilang hamil apa Bibi tidak salah dengar Den, "


" Maafkan Rendra Bi apa yang didengar semuanya benar istriku saat ini sedang hamil untuk itu aku harus lebih perhatian padanya sudah ya Bi aku harus mandi setelah itu harus balik lagi ke kamarnya karena Eva tidak bisa tidur kalau tidak aku temani Karena itu adalah kemauan dari bayinya. "


Sebelum Bi Ijah menjawab Rendra sudah pergi meninggalkan Bi Ica yang termangu di depan pintu kamar Rendra.

__ADS_1


"Apa? " istri dan sekarang lagi hamil yang benar saja mana mungkin orang hamil minta dikupaskan buah nanas bisa keguguran kalau dia memang hamil mana wanita itu minta dikupaskan dua lagi, ini pasti ada yang tidak beres tapi aku harus menyelidikinya aku tidak boleh gabah, hamil ada Ada saja Mana ada orang hamil makan buah nanas pasti ini Den Rendra lagi dikerjain dasar pelakor. " grutu Bi Ijah yang mana kemudian Bi ijah pergi kembali ke kamarnya.


__ADS_2