BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab. 72.MARAH


__ADS_3

Eva sangat terkejut mendengar perkataan dari Vanessa yang mana ternyata tidak sesuai dengan harapannya Eva berpikir jika kakaknya Vanessa akan menyerahkan Rendra kepadanya dan meminta Eva untuk menikah dengan Rendra akan tetapi yang terjadi justru ternyata Vanessa meminta Eva untuk pergi dari rumah ini dan tidak mengganggu kehidupannya Hal itu membuat Eva sangat geram dan kesal diam-diam kedua tangannya mengepal dengan Gigi mengatup rapat.


rasa kebenciannya kepada Vanessa semakin tinggi dan semakin menjadi-jadi dengan menyunggingkan sebuah senyuman miring Eva mendekati kakaknya


"kenapa Aku yang harus pergi kenapa aku yang harus menanggung semua ini Bukankah semua ini juga kesalahan dari suamimu, suamimu yang menggodaku suamimu yang mendekatiku jadi untuk apa aku yang pergi aku tidak akan pergi,"ucap Eva dengan nada yang tinggi sangat terlihat jelas jika dirinya sedang emosi dan marah


Vanessa menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan kemudian bibirnya mengulum senyum


"Aku tahu Mas Rendra salah kepadamu tapi perlu kamu tahu Mas Rendra tidak akan melakukan hal itu jika kamu tidak merayunya, jika kamu tidak ke centilan kepadanya Aku yakin semua karena kamu karena aku pernah melihat kamu di dalam rumah juga memakai baju yang sangat terbuka seolah-olah kamu sedang ingin menarik perhatiannya jadi Sudahlah keputusanku sudah bulat secepatnya kamu harus pergi dari rumah ini , "ucap Vanesa dengan dingin dengan dingin yang mana kemudian tanpa menunggu jawaban dari Eva Vanesa keluar dari dalam kamar Eva kemudian kembali masuk ke dalam kamarnya, sementara Rendra yang mengetahui pergerakan Vanesa akan keluar dari kamar Dia segera bersembunyi agar Vanesa tidak mengetahui jika dirinya mengintip dan menguping pembicaraan.


Setelah kepergian Vanesa Eva membanting semua barang yang ada di atas meja riasnya, semua barang-barang itu jatuh berhamburan di lantai bahkan karena emosi yang tidak bisa dikendalikan dan tertahan lagi bantal guling pun ikut dibuang dan terlempar, semua berserakan dilantai sprei semua yang ada di dalam kamar itu sudah tidak berbentuk bagaikan kapal pecah, Eva melemparkan semua sambil mengumpat.


"Awas saja kamu Kak, Aku kan balas perbuatanmu Kamu pikir aku akan diam saja Kamu pikir aku akan membiarkan diriku Terusir dari rumah ini, tidak kamu salah justru kamulah yang harus berhati-hati karena kamu yang akan Terusir dari tempat ini Aku pastikan kamu yang akan pergi Bukan Aku, "geram Eva dalam hati.


Rendra yang merasa lega karena Vanesa ternyata memilih keutuhan keluarganya bergegas masuk ke dalam kamar untuk mengucapkan rasa terima kasih dan cinta yang dalam kepada Vanesa istrinya.


karena pintu tidak dikunci Rendra langsung masuk begitu saja.


" Nes Terima kasih ya sudah memilihku dan mempertahankan rumah tangga kita, "ucap Rendra dengan bibir tersenyum sangat terlihat jelas jika dirinya sedang bahagia sementara Vanesa hanya menoleh sekilas kemudian tidak memperdulikan Rendra lagi.


Melihat sikap istrinya yang masih Acuh dan dingin Rendra menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan mencoba memahami dan membiarkan Vanesa untuk menenangkan diri sejenak tanpa Rendra mengucapkan atau memberikan alasan apapun


" Mas Rendra, Bisa Tinggalkan Aku sendiri, "ucap Vanesa kepada Rendra yang kala itu duduk di depan Vanesa Rendra tersenyum kecut mendengar permintaan Vanesa di mana secara halus istrinya telah mengusir dia untuk pergi Tapi Rendra tidak memiliki pilihan lain selain menerima dan menurutinya Karena untuk saat ini Rendra yakin Vanesa dalam keadaan yang sangat tidak baik-baik saja, di mana akan sering seensitif hatinya untuk marah dan kesal demi keamanan bersama dan demi tidak membuat Vanesa kembali marah Rendra akhirnya menganggukkan kepala kemudian bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju ke pintu


setelah Rendra keluar dari dalam kamar Vanesa segera menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang kemudian memenjamkan kedua bola matanya sambil kedua tangannya berada di atas kepala seolah-olah Dia sedang menanggung beban yang sangat berat hingga memusingkan kepala.


Di luar kamar Rendra yang hendak duduk di Ruang tamu dikejutkan oleh kedatangan Eva yang yang terlihat buru-buru dan langkah kakinya hendak menuju kamar Vanesa, merasa khawatir dan was-was Rendra segera meraih tangan EVa untuk menjauh dari kamarnya Vanesa.

__ADS_1


"Kau mau apa ke kamar Nesa, sudahlah kamu jangan sedih Aku akan mencarikan Rumah untuk mu, jadi kamu tidak perlu khawatir, sekarang kembalilah ke kamar mu jangan ganggu kakakmu. "


"Apa? Mas Rendra mau melarang Aku bertemu dengan wanita sialan itu,"


"Eva..! jaga bicara mu jangan asal terbuka saja itu mulut, terlebih kamu kan lagi hamil jangan lah bicara yang buruk-buruk pamali kuwalat kamu Nanti, '


" Peduli, Mas Rendra tidak perlu banyak bicara menyingkirlah Aku tau keputusan Mbak Nesa itu sangat menguntungkan Mas Rendra makanya Mas Rendra diam saja. "


"Maaf Va, Aku juga tidak akan lepas tanggu jawab padamu Aku akan sewakan Rumah yang layak untuk mu jangan begini jadilah istri yang patuh pada Suami, "


"Cuiihh, Aku tidak butuh, "ketus Eva yang kesal dengan sikap Rendra.


" Sudahlah Va, kamu tidak bisa jika harus membuat kakakmu berubah pikiran sudah sekarang kamu kembali ke kamar Aku yang akan mengantar, kamu berkemaslah percayalah Aku akan memberikan Rumah yang juga bagus dan layak untuk kamu tempati, "


" Sudah kubilang aku tidak butuh lepaskan aku sekarang, " teriak Eva kepada Rendra yang masih menggenggam tangan Eva agar bisa menghalangi Eva yang ingin pergi ke kamar Vanesa.


Tidak kurang akal Eva menggigit tangan Rendra dengan kuat, hingga membuat Rendra meringis kesakitan yang mana genggaman tangannya langsung lepas.


Setelah cengkraman Udah lepas dari tubuh Eva dengan cepat Eva segera pergi ke kamar Vanesa sambil berlari dan langsung mendorong pintu yang tidak terkunci hingga membuat Vanesa yang ada di dalamnya terkejut.


Ketika Vanesa asyik merebahkan tubuhnya karena capek, yang mana bukan hanya badan yang terasa capek akan tetapi hati dan pikiran nya juga tiba-tiba terdengar suara pintu kamarnya di buka dengan keras dan kasar dan hal itu tidak lain ulah dari Eva adiknya.


Vanesa Turun Dari Ranjang kemudian berdiri menghadap Eva yang saat itu juga sudah berdiri di hadapannya dengan mata yang merah padam terlihat sekali Jika Eva sedang marah.


"Mau apa kau, "tanya Vanesa sinis yang langsung mendapatkan senyuman menyeringai dari Eva.


"Apakah kau sudah menggermasi semua barangmu tanya Vanesa lagi.

__ADS_1


lagi-lagi pertanyaan Vanesa hanya mendapatkan jawaban senyuman sinis dari Eva.


" itu maumu kan Tapi kamu jangan mimpi karena aku tidak akan pernah pergi dari rumah ini, aku juga tidak akan menuruti semua apa yang kamu katakan, "ucap Eva dengan nada yang dingin.


" Maksudmu apa apa kamu masih ingin mengganggu keluargaku lagi pergilah jangan coba-coba kamu mengusik kehidupan rumah tangga kami Aku tidak mau kamu mengganggu keluargaku lagi seru Vanessa kepada Eva yang mana lagi-lagi mendapatkan senyuman sinis dari Eva.


" Bagaimana kamu akan mengusirku jika Aku juga adalah istri dari Mas Rendra, "


Vanesa tersenyum sinis mendengar perkataan dari Eva adiknya.


" Sudahlah pergi dan jangan bersandiwara di rumah ini karena aku tidak peduli cepat kemasi barangmu lalu pergi tinggalkan rumah ini ,"seru Vanesa yang tidak percaya dengan ucapan Eva.


"Dasar wanita bodoh apa kamu pikir Aku mau ditiduri tanpa pertanggungjawaban, Aku dan Mas Rendra sudah menikah di Bali dan saat ini Aku sedang mengandung benihnya jadi bukan Aku yang harus pergi dari sini tapi seharusnya kamulah yang pergi, sudah cukup selama ini Aku berpura-pura dan merahasiakan pernikahan kami sekarang kamu sudah tau kan, Aku istri ke dua dari Mas Rendra. "


"Eva... !kamu berbohong kan, "


"Untuk apa Aku berbohong jika kamu tidak percaya kamu bisa bertanya langsung pada Mas Rendra tuh dia ada di Ruang tamu, "


Dengan cepat Vanesa keluar dari dalam kamarnya dan berlari menemui Rendra suaminya.


Rendra yang melihat kehadiran Vanesa menyunggingkan sebuah senyuman.


"Katakan padaku Mas, Apa benar kamu dan Eva sudah menikah? "


"Deg, "


Rendra yang tidak menyangka Vanesa akan bertanya seperti itu, hanya bisa diam meneguk ludahnya dengan kasar.

__ADS_1


"Jawab.. "teriak Vanesa geram yang mana akhirnya Rendra mengangguk lemah.


" Plaakkk... Brengsek kau benar-benar brengsek Mas, "teriak Vanesa yang langsung berlari masuk ke dalam kamarnya dengan membanting pintu.


__ADS_2