
Bi Ijah Yang penasaran mulai melakukan persiapan untuk mencari tahu kebenaran dari wanita yang bernama Eva, karena Bi Ijah yakin jika wanita yang bernama Eva tidak benar-benar hamil karena sebagai orang tua sangat mengetahui pantangan-pantangan dari orang hamil salah satunya tidak diizinkan dan tidak boleh makan buah nanas karena sangat panas menimbulkan panas dan bisa langsung membuat orang itu keguguran.
di sisi lain Vanessa yang terkejut melihat Robi yang tiba-tiba sudah berdiri di depannya perlahan-lahan bangkit dari duduknya di atas ranjang berdiri sejajar dengan Robi.
"Robi kau.., Bagaimana kau bisa ada di sini tanya Vanessa kepada Robi yang kala itu menatap Vanessa dengan pandangan tak percaya Jika ternyata dugaannya benar Vanessa berada di rumah ini dan kabur dari rumah
" Nes, ini beneran kamu, Jadi benar kamu pergi dari rumah lalu Mengapa kamu pergi dari rumah ada apa sih? "
" kamu sendiri kenapa ada di sini Siapa yang menyuruhmu ke sini dan Dari mana kamu tahu kalau aku pergi dari rumah, "tanya Vanesa dengan tatapan mata yang tajam.
untuk sesaat Robi celingukan ke kanan dan ke kiri ternyata Robi sedang mencari tempat untuk dia duduk, setelah menemukan tempat duduk di dekat meja kecil Robi mulai menceritakan semua tentang permintaan Rendra kepadanya untuk mencari Vanesa.
" Rendra memintaku untuk mencari dirimu dan dia bilang kamu pergi dari rumah dengan membawa koper Memangnya ada apa sih NES Kenapa bawa koper segala, Kenapa kamu pergi pulanglah, Apakah kalian sedang berantem kalau memang sedang berantem dalam rumah tangga itu hal biasa Nes, kamu harus bisa menyelesaikan permasalahan yang ada dalam rumah tanggamu jangan main kabur-kaburan seperti ini, Kamu tahu nggak, Aku pusing disuruh ke sana disuruh ke sini kalau tidak mau diancam akan dipecat sungguh sangat kasihan kan Aku, jadi ayo Tolonglah kamu sekarang Pulang selesaikan masalahmu dengan baik-baik dengan suamimu, Aku yakin tidak ada masalah yang tidak akan bisa terselesaikan kamu pasti dengan kesabaranmu bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, " ucap Robi panjang lebar.
" Vanesa tersenyum kecut mendengar perkataan dari Robi yang mana Vanesa menganggap hal wajar karena Robi tidak mengetahui duduk persoalan yang sesungguhnya, sehingga dia bisa berpikir segala masalah dalam rumah tangga bisa diselesaikan dengan cara baik Dan kekeluargaan, tidak harus pergi dan tidak harus saling menghindar.
__ADS_1
" kamu pulang saja masalahku dengan Rendra biar aku sendiri yang akan menyelesaikannya kamu tidak perlu mendengarkan apapun perintahnya, kalaupun Rendra mengancam Kamu bisa mengatakan kepada papa, Bukankah kamu yang mengangkat dan segala sesuatu kamu bisa berada di perusahaan itu juga karena Papa, bukan karena Rendra jadi kamu tidak perlu takut untuk menolak semua permintaan Rendra yang sombong karena dia bisa menjadi pemimpin perusahaan sekaligus pemilik Dan pemimpin di Rumah sakit. "
Robi menatap tak percaya gadis yang ada di depannya di mana selama ini dia selalu memanggil dengan sebutan yang sangat mesra dan manis kepada suaminya kini seolah-olah hanya orang asing nama Rendra di dalam hatinya ,yang mana sangat ringan dan mudah sekali Vanesa selalu memanggil Rendra..Rendra dan Rendra tanpa ada panggilan sayang ataupun Mas Rendra seperti biasanya.
hal itu semakin membuat Robi lebih penasaran permasalahan apa yang sedang dialami Vanesa dan Rendra Mengapa Vanesa bisa sampai seperti tak mengingat sama sekali bahkan seolah-olah Vanesa sangat muak dan tidak suka dengan Rendra.
"Nes, memang sulit kalau kita lagi bermasalah tapi bukanlah hal baik jika kita menylesaikan semuanya dengan cara yang baik, aku yakin Diantara Kalian masih saling mencintai cobalah kalian bicara baik-baik agar tidak seperti ini, kamu tau ini terlihat seperti anak kecil saja NES main kabur-kaburan yang nggak jelas."
Nesa tersenyum kecut mendengar perkataan dari Robi Tak lama kemudian Nesa menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan, bibirnya tersenyum menghadap Robi yang kala itu menatapnya dengan tatapan rasa menyayangkan dengan sikap Vanesa yang memilih kabur dari rumah.
" Aku paham tapi Bukankah Setiap keluarga itu memang bermasalah Memang memiliki problemanya itu adalah tahap-tahap kita diuji kesabaran kita, agar keluarga kita bisa menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah harus penuh kesabaran. "
" Sudah Aku katakan, Aku lebih mengetahui apa yang terbaik untukku orang lain hanya melihat luar mereka tidak tahu lebih dalam tentang permasalahan kami, jadi Sudahlah Rob Aku memilih jalan ini kamu cukup mendoakan saja kamu tidak perlu ikut campur, kamu juga tidak perlu memaksa Aku untuk kembali karena Aku tidak akan pernah kembali, katakan saja kepada Rendra secepatnya Aku akan mengirimkan surat perceraian itu, sekarang kamu boleh pulang Ini sudah malam tidak baik seorang laki-laki masuk ke dalam kamar orang dan bertamu malam-malam di rumah orang jadi silahkan pergi. "
Robi menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan perkataan Vanesa yang begitu gigih membuat Robi yakin jika luka yang tergores di antara mereka cukup dalam karena Robi mengenal Vanesa, dia tidak akan tega menyakiti pasangannya apabila pasangannya tidak menyakitinya dengan sangat dalam, Robi jadi berpikir apa yang dilakukan Rendra Pada Vanesa Mengapa Vanesa hingga ingin minta cerai dan hal itu akan segera Robi tanyakan pada Rendra karena sudah kewajiban Rendra memberikan penjelasan padanya.
__ADS_1
karena Robi berfikir pastilah Rendra melakukan kesalahan yang sangat menyakitkan sehingga Vanessa meminta perceraian sungguh Robby tidak bisa menduga Apa yang dilakukan Rendra sehingga Vanessa bersikap begitu mudah untuk mengambil keputusan cerai sedangkan selama ini hubungan Rendra dan Vanessa adalah satu hubungan yang terjalin Karena Cinta Di mana mereka sebelum menikah sudah menjalin hubungan hampir 5 tahun lebih dan kini hanya dalam hitungan tahun gedung rumah tangga mereka akan hancur seketika.
sungguh sangat disayangkan apabila hal itu terjadi karena perjuangan cinta yang tidak mudah harus terpaksa terlepas begitu saja dalam hati Robi akan menyelidiki semuanya Robi ingin tahu apa yang terjadi di antara keduanya Karena bagaimanapun Robi teman dekat mereka tidak menginginkan keduanya menjalani hidup rumah tangga dengan hancur.
" Baiklah kalau begitu aku permisi dulu, Aku harap kamu pikirkan lagi keputusanmu Ingatlah masa-masa sulit masa-masa di mana kalian masih menjalin hubungan ini jangan sampai lubangan ini Kandas hanya karena kesalahpahaman ataupun karena egois masing-masing yang tidak bisa saling memaham."
Vanessa kembali tersenyum kecut mendengar perkataan dari Rabi akan tetapi Vanessa menganggukkan kepala.
" Kamu benar sangat disayangkan apa yang kami perjuangkan harus Kandas di tengah jalan akan tetapi apa yang menjadi keputusanku sudah bulat katakan saja pada Rendra Aku akan segera mengirimkan surat perceraiannya. "
" Kamu beneran mau cerai Nes pikirkan lagi sekali lagi ingat masa-masa lalu ingat masa-masa itu jangan terbawa emosi. "
" Andai luka yang dia berikan tidak sesakit ini mungkin aku tidak akan melakukan hal in,i tapi karena luka yang digoreskan cukup dalam terpaksa aku harus melepaskan, Sudahlah Robi jangan lagi pikirkan aku kembalilah pulang, karena aku tidak akan pernah ikut pulang denganmu ataupun akan bicara baik-baik dengan Rendra keputusanku sudah bulat Aku akan mengirimkan surat perceraian secepatnya ,"ucap Vanesa yang mana membuat Robi menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar dalam hati tapi menyayangkan sikap Vanessa.
" sungguh gadis yang keras kepala, "gumam Robi dalam hati.
__ADS_1