
Wajah tampan Rendra semakin ceria dan bersinar ketika berjalan menuju ke pintu Mobilnya di mana Di halaman Rumah Vanesa Rendra memarkir mobil yang dikendarainya.
Suster Yuni yang ada di dalam mobil yang kala itu gelisah Menanti kedatangan dari dokter Rendra mulai terlihat ceria dan senang ketika dokter Rendra sudah keluar dari dalam rumah dan berjalan menuju ke mobilnya.
Dengan cepat suster Yuni membukakan pintu mobil untuk dokter Rendra.
"Masuk, Dok, Bagaimana keadaan pasien yang ada di dalam sana Dok, Apakah dia sangat mengkhawatirkan? "tanya suster Yuni yang tidak memahami dan tidak mengerti jika yang ada di dalam Rumah itu dan yang akan diperiksa olehnya adalah suster Vanessa.
" Tidak apa-apa dia baik-baik saja akan tetapi Aku membutuhkan bantuanmu Sus tolong periksa dia dengan seksama. "
"Jadi saya harus menemukan dan memeriksanya Dok, "
"Benar..!
" Baiklah, Dok."
Dokter Rendra membukakan pintu untuk suster Yuni yang kemudian suster Yuni turun dengan membawa peralatan untuk melakukan tes kehamilan kepada seseorang yang ada di dalam rumah itu.
Meskipun sedikit bertanya-tanya akan tetapi suster Yuni, tidak berani bertanya langsung kepada dokter Rendra Siapakah wanita hamil yang ada di dalam rumah itu yang mana sepertinya sangat spesial bagi dokter Rendra di mana suster Yuni bisa melihat betapa ceria dan bahagianya dokter Rendra kalah memberitahu dirinya.
Sambil berjalan mengikuti dokter Rendra suster Yuni berpikir keras tentang Siapa wanita yang ada di dalam Rumah itu. di mana suster Yuni yakin jika wanita di dalam rumah itu pastilah wanita yang pernah dibawa Donter Rendra ke Rumah Sakit di mana Gadis itu terlihat sangat menyukai Dokter Rendra bahkan dokter Rendra tidak keberatan dengan tingkah laku dari gadis yang ada di rumah sakit kala itu.
Sampai di depan pintu Dr Rendra segera membuka handle pintu yang ada di depannya, kemudian dengan perlahan-lahan meminta suster Yuni untuk masuk. Sementara itu di dalam Rumah Vanessa yang belum masuk ke dalam kamar sedikit terkejut dengan kehadiran dokter Rendra kembali.
Ingin marah dan ingin memaki dokter Rendra akan tetapi ketika melihat Siapa yang berdiri di belakangnya tiba-tiba bibir Vanessa terasa keluh di mana Sudah beberapa hari dirinya tidak melihat dan tidak bertemu dengan suster Yuni seorang suster Rumah sakit yang juga sekaligus teman terbaiknya.
Rasa terkejut juga terlihat dari wajah suster Yuni yang tidak pernah menyangka jika dokter Rendra mengajaknya bukan untuk menemui wanita lain yang pernah suster Yuni lihat di Rumah sakit, akan tetapi untuk menemui istrinya sendiri, Suster Yuni sedikit bingung dan heran karena mendapati Suster Vanessa temannya yang juga istri dari Dokter Rendra berada di sebuah Rumah yang sangat kecil, Hal itu membuat suster Yuni berpikir Ada apa diantara mereka berdua.
Seperti memahami segala sesuatu dokter Rendra memilih pergi ke dapur untuk membuat minum untuk dirinya sendiri, sengaja memberikan kesempatan kepada suster Yuni untuk bisa bicara lebih leluasa Setelah sekian lama di antara mereka Kini baru bertemu.
__ADS_1
"Suster Nesa..! Anda disini."
"Suster Yuni, mengapa kau kesini, "
"Dokter Rendra yang mengajak saya untuk datang ke sini dia mengatakan jika akan menemui salah satu pasien dan saya harus memeriksanya saya benar-benar tidak menyangka jika yang dimaksud dokter Rendra adalah suster Nesa.
" Apa? Mas Rendra meninta Suster Yuni untuk meneriksa saya, untuk apa?"saya tidak sakit Sus. "
Suster Yuni menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan seolah-olah menahan suatu beban di hatinya.
" Dokter Rendra bilang saya harus memeriksa suster Nesa untuk mengetahui apakah suster positif ataupun tidak karena dokter Rendra bilang ini untuk memeriksa kehamilan."
"Suster Yuni Ada Ada saja, sudah jangan dengar apa yang dikatakan dokter Rendra, dia itu sedang berbohong lebih baik sekarang suster Yuni duduk dan kita ngobrol saja, tunggu Aku akan ambilkan beberapa makanan ringan untuk kita di sini, bukankah kita sudah lama tidak bertemu dan saling ngobrol jadi ini kesempatan kita agar kita bisa ngobrol lagi, lupakan itu yang disuruh sama Mas Rendra dia itu sedang membohongimu. "
"Oh, begitu ya? "
" Tidak bisa, Vanessa harus tetap diperiksa suster Yuni, Jadi lakukan tugasmu karena Aku mengajakmu ke sini untuk memeriksa suster Vanessa. "ucap Dokter Rendra yang tiba tiba muncul dengan secangkir kopi di tangannya.
tentu saja ucapan dari dokter Rendra membuat Vanessa sedikit terkejut dan wajahnya yang cantik tiba-tiba berubah menjadi sangat pucat di mana apa yang telah dirahasiakan sebentar lagi pasti akan ketahuan dan Vanessa tidak ingin hal itu terjadi.
Vanessa tidak ingin siapapun tahu tentang kehamilan yang dia sembunyikan bahkan Vanessa berharap Rendra pun tidak akan mengetahuinya karena jika Rendra mengetahui maka niatnya untuk bisa lepas dan bercerai dari Rendra akan sangat sulit di mana sudah pasti Rendra tidak akan melepaskan dirinya dengan begitu saja.
"Tidak, Aku tidak Mau di priksa, "jawab Vanessa Cepat.
Dengan santai Rendra melangkah mendekati Vanessa kemudian berdiri tepat di hadapannya membuat Vanessa memundurkan kakinya satu langkah ke belakang dan Hal itu membuat Rendra maju satu langkah lebih dekat dan Vanessa mundur lagi satu langkah.
"Apa maumu, "
"Justru Aku yang ingin bertanya apa maumu? kenapa kamu tidak Mau di priksa, apa kamu takut jika sampai ketahuan. " sinis Rendra yang sedikit kesal dengan sikap Istrinya yang tidak Mau di priksa.
__ADS_1
"Takut, takut untuk apa, tidak ada yang perlu ditakutkan Aku hanya tidak mau diperiksa itu saja lagi pula bagaimana mungkin Aku akan hamil jelas jelas yang hamil itu Eva istri barumu. "
"Deg...!
Serasa jantung mau meloncat ketika suster Yuni mendengar perkataan dari suster Vanessa yang mana jika dokter Rendra sudah memiliki istri baru yang mana kini tengah hamil, dengan gerakan reflek suster Yuni menutup mulutnya, Akan tetapi karena tidak ingin ketahuan Jika dia mendengarkan pembicaraan antara dokter Rendra dan Vanessa suster Yuni berpura-pura sedang memainkan ponsel hp yang ada di tangannya sambil menunduk di mana satu tangan menutup mulutnya yang kala itu sangat terkejut,sebenarnya suster Yuni sangat terkejut dengan permasalahan yang ada.
"Jadi benar dugaanku, jika Dokter Rendra Ada main dengan wanita yang pernah datang Ke Rumah sakit, kasian sekali Suster Vanessa Dan mungkin karena rasa sakit hatinya Suster Vanessa tidak lagi masuk kerja Dan mini memilih pergi dari Rumah Dan mengontrak disini, "
Diam diam suster Yuni menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat perlahan, dirinya sangat prihatin terhadap nasib dan keadaan dari temannya yaitu suster Vanessa yang mana selama ini sudah seringkali diperlakukan tidak adil yang mana dokter Rendra seringkali memarahinya dan sekarang Ditambah lagi dengan suatu keadaan di mana dokter Rendra terang-terangan sudah menikah lagi.
" Kalau kamu memang tidak takut kalau begitu lakukanlah pemeriksaan ini, karena Aku ingin bukti bukan hanya sekedar ucapan, Aku menemukan alat tes kehamilan ini di Rumah dan Aku yakin ini adalah milikmu karena Eva tidak hamil. "
"Deg..!
Vanessa tersentak kaget ketika Rendra mengatakan jika Eva tidak hamil wajah Vanessa yang tadinya kasar ceria dan jenis genit tiba-tiba berubah menjadi pucat yang mana di dalam hatinya Vanessa merasa takut was-was dan khawatir.
" Bagaimna Mas Rendra bisa tau, jangan jangan dia melihat video itu, sekarang Aku harus bagaimna Aku tidak Mau kembali pada Mas Rendra Aku tidak Mau, " teriak Vanessa dalam hati.
"Kenapa diam kamu takut kan? "
"Tidak, Aku tidak takut karena Aku memang tidak seperti yang name tuduhkan. "ucap Vanessa dengan ketus.
"Bagus, kalau begitu tunggu apalagi cepat lakukan sekarang juga, " tantang Rendra.
"Baik, "
Vanessa segera berjalan mendekati Suster Yuni tanpa ragu langsung menarik tangan Suster Yuni.
"Ayo, Suster priksa Aku di kamar." ajak Vanessa pada Suster Yuni.
__ADS_1