BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab.89.KECEWA


__ADS_3

dalam hati Rendra sudah merencanakan setiap kata yang akan diucapkan ketika nanti bertemu dengan Robi.


Rendra serasa tidak sabar ingin bertemu dengan Robi dan memarahinya karena ulah kedua anak buahnya yang bersikap kurang baik kepadanya.


mobil yang tadinya berhenti sudah melaju kembali mengikuti mobil taksi yang ada di depannya yang mana di dalam mobil taksi itu terdapat Vanessa dan temannya.


mobil yang ditumpangi Vanessa terus melaju menembus gelapnya malam di mana memang sengaja Vanessa meminta kepada Wina untuk mengantarnya malam ini juga karena Vanessa yakin apabila dia pergi di pagi hari Vanessa khawatir jika Robi yang tadinya memergoki dirinya berada di dalam rumah Wina sudah berada di sana sehingga Vanessa khawatir jika Robi mengetahui kepergiannya.


hampir satu jam lamanya mobil taksi yang ditumpangi Vanessa Akhirnya sampai pada suatu perkampungan di mana perkampungan yang ada di perkotaan itu cukup terpencil dari kota yang mana bisa dikatakan tempat orang-orang yang tidak terlalu kaya ataupun tempat orang-orang sederhana di mana keadaan rumah dan juga area perkampungannya cukup asriseperti keadaan yang ada di sebuah desa.


akhirnya mobil yang ditumpangi Vanessa berhenti di sebuah rumah yang tidak terlalu besar akan tetapi cukup luas dengan halaman yang kanan kirinya ditumbuhi beberapa bunga.


Vanessa dan Wina keduanya turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah yang tidak terlalu besar.


"win aku sudah sampai di rumah lebih baik kamu sekarang pulang,"


"tidak Nes aku akan menemanimu malam ini ini kan kali pertama kamu tinggal di rumah baru jadi aku akan menemanimu."


"tapi win besok kamu kan harus kerja Bagaimana kamu akan berangkat kerja Jika kamu berada di rumah ini."


"tenang saja aku akan minta izin kepada bos untuk libur besok khusus untuk menemani dirimu sudah Ayo sekarang kita masuk ini sudah malam kita harus cepat tidur Aku sangat lelah sekali," ajak Wina kepada Vanessa yang mana Vanessa mengikuti langkah Wina dari belakang.


sementara mobil yang ditumpangi oleh Rendra dan kedua orang anak buah Robi juga sudah memasuki area tempat di mana Vanessa tinggal dari kejauhan mereka sengaja menghentikan mobil agar tidak dikenali dan diketahui oleh Vanessa.


Rendra yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Vanessa segera berusaha turun dari dalam mobil yang mana keinginannya dicegah dan dihalangi oleh salah satu anak buah Robi yang kala itu sedang duduk di sampingnya.


"Woi, lepaskan tanganku aku mau turun Aku ingin bertemu dengan istriku kalian jangan menghalangiku dia itu istriku teriak Rendra dengan sangat emosi karena lagi-lagi anak buah suruhan dari Robi menghalangi niatnya.


"diam kau jangan banyak bergerak dan jangan berulah lagi jika tidak ingin aku pukul aku bisa menghajarmu sampai pingsan di sini jadi jangan macam-macam."

__ADS_1


"aku tidak takut ancaman kalian Aku mau bertemu dengan istriku lepaskan tanganku jika tidak aku juga akan memberikan pelajaran kepada kalian, apa kalian pikir aku tidak berani," seru Rendra dengan nada tinggi karena sedang emosi.


"diamlah jangan berisik kau," seru laki-laki yang mengemudikan mobil,"


Rendra tidak memperdulikan teriakan dan ancaman dari kedua orang anak buah dari Robi Rendra terus berusaha bahkan kali ini Rendra juga mengeluarkan kemampuan tenaganya untuk memberikan pukulan dan tendangan pada salah satu laki-laki yang berada di dekatnya.


pukulan yang cukup bagus di mana laki-laki yang ada di sampingnya jatuh tersungkur keluar pintu mobil yang mana pada saat pintu terbuka Rendra langsung memanfaatkan waktu dengan berlari keluar akan tetapi ketika Rendra hendak melangkahkan kakinya tiba-tiba sebuah tangan yang cukup kekar menahannya dengan cukup kuat.


"Hei kau mau ke mana Jangan harap kamu bisa lepas dariku kamu pikir kamu bisa seenak dirimu sudah bersyukur jika dia memang benar istrimu kita tahu tempatnya dan mengikuti lagi pula bagaimana mungkin istrimu bisa tidak bersamamu dan pergi jangan-jangan kamu laki-laki yang tidak baik dan tidak berguna sehingga kamu ditinggalkan oleh istrimu,"


"enak saja kalau bicara kamu pikir aku laki-laki apaan,"


"Mana aku tahu kamu laki-laki apaan buktinya istrimu juga tidak ada di rumahmu buktinya istrimu kabur pasti kamu itu tidak benar,"


"jangan sok tahu urusan rumah tangga orang,"


tiba-tiba sebuah suara menghentikan pertikaian antara Rendra dan kedua orang laki-laki yang menjadi anak buah dari Robi, dan orang itu yang menghentikan adalah Robbi sendiri.


ketika melihat kehadiran Robi Rendra semakin geram dan kesal hingga dia berteriak dengan sangat keras dan kasar.


"lepaskan aku brengsek,"


mendengar perkataan Rendra yang keras dan kasar Robi menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar.


"lepaskan dia," ucap Robi memberikan perintah kepada kedua orang anak buahnya yang mana dengan seketika kedua anak buahnya melepaskan Rendra.


dengan wajah kram dan kesal Rendra menarik tangannya dengan sangat kasar kemudian berjalan menghampiri Robi yang kala itu berdiri kurang lebih 2 m dari tempatnya berdiri.


"Kenapa kamu bohongi aku Kenapa kamu berdusta padaku Bukankah kamu sudah tahu jika kamu ternyata sudah mengetahui tempat dan alamatnya Vanessa kenapa kamu tidak pernah jujur padaku dan kenapa kamu sembunyikan semua ini dariku, Aku suaminya Kenapa kamu berusaha menutupi semua itu apa kamu sengaja, Bukankah kamu tahu sejak pagi aku sudah kebingungan mencari Vanessa dan tidak kusangka kamu yang aku minta bantuan ternyata merahasiakan pula dariku," sinis Rendra pada Robi.

__ADS_1


tapi menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan mendengar semua celotehan dan ucapan Rendra dengan penuh kesabaran.


"Apa kamu sudah selesai bicaranya," tanya Robi dengan santai yang mana semakin membuat Rendra menjadi lebih geram dan kesal.


Rendra mendengus kesal mendengar pertanyaan Robi.


"menurutmu bagaimana?"


lagi-lagi Robi menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan.


"kamu itu sungguh aneh sudah sekarang kita pulang cepat semua naik ke mobil kita kembali," ajak Robi kepada kedua orang anak buahnya dan juga kepada Rendra yang mana membuat Rendra semakin geram dan kesal.


"apa kamu bilang pulang, pulang saja kamu sendiri Aku akan menemui Vanessa."jenis Rendra yang mana langkah kakinya ndak menuju ke rumah di mana Vanessa tinggal akan tetapi lebih dengan cepat menghentikan langkah Rendra dengan menarik kuat tubuhnya ke belakang.


"kamu jangan mencari masalah Vanessa pergi karena ulah kamu dan kelakuan kamu sekarang kamu mau datang dan membawanya dia pergi, apa kamu pikir dia akan mau, apakah kamu pikir Vanessa mau bertemu denganmu, Apa kamu tidak ingat, Apa kamu sudah lupa, Apa yang kamu lakukan dan kamu perbuat pada istrimu bisa-bisanya kamu menduakan istrimu dengan wanita jalaang itu, dan sekarang kamu mau menjemput Vanessa pulang aku tidak yakin Vanessa masih mau menerima karena jelas-jelas wanita sudah mengatakan padaku dia akan memberikan surat cerai kepadamu itu artinya Vanessa sudah tidak ingin dengan artinya kamu harus bersiap-siap kehilangan dirinya."


"Tidak...!Vanesa tidak akan pernah pergi dariku dan dia tidak akan menceraikan Aku, Vanesa sangat mencintai ku dan Aku juga sangat mencintai Vanesa Aku yakin dia tidak akan melakukan itu, kamu benar Vsnesa saat ini memang marah akan tetapi itu hanya sementara sebentar lagi dia juga akan baik-baik saja."


Robby tersenyum sinis mendengar perkataan dari Rendra.


"kamu begitu sangat yakin akan dirimu tapi perlu kamu tahu tidak ada satu wanita pun di dunia ini yang mau hidup dengan dimadu dan aku rasa Vanessa bukan wanita bodoh yang mau saja dimadu oleh dirimu."


"kita lihat saja nanti aku lebih mengenal Vanessa daripada dirimu," geram Rendra yang masih kekeh dengan pendiriannya dia benar-benar yakin jika Vanessa masih sangat mencintai dirinya dan tidak akan pernah meninggalkan dirinya.


'Jika kamu yakin dan jika kamu benar-benar mengenal Vanessa tentu kamu akan tahu Vanessa memang akan memaafkan segala perbuatanmu tapi tidak untuk penghianatan mu,"Camkan itu Sekarang terserah kamu Apa kamu masih mau di sini ataupun ikut pergi denganku tapi ingat satu pesanku, Jika kamu berani nekat datang mengetuk pintu ke rumah itu, aku bisa pastikan kamu tidak akan bertemu dengan Vanessa lagi karena dia akan mengusirmu kemudian dia akan meninggalkanmu dan aku tidak mau tahu tentang hal itu sekarang keputusannya ada padamu dan terserah kamu,"sinis rapi yang mana langsung mengajak kedua anak buahnya masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil meninggalkan tempat itu.


kini tinggallah Rendra diam termangu tak bergeming dari tempatnya Rendra mengakui jika Apa yang diucapkan oleh Robi semua adalah benar dan jika Rendra memaksa datang tentu situasi dan keadaan tidak akan lagi baik-baik saja bisa jadi Vanessa semakin marah dan kemudian pergi meninggalkannya untuk selamanya dan hal itu tidak ingin Rendra alami untuk itu Rendra memilih menunggu dan berdiam diri di tempat itu di mana dia bisa mengawasi keadaan rumah Vanessa hingga sampai akhirnya Rendra akan memiliki kekuatan untuk bertemu dan menemui istrinya..


dengan sabar Rendra menunggu esok hari dengan tidur di pinggir bangunan sebuah Rumah yang terasnya berhadapan dengan tempat Vanessa tinggal.

__ADS_1


__ADS_2