BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab.53.BOHONG


__ADS_3

Eva yang kesal dengan sikap Rendra dan juga sikap dari vanesa kakaknya yang kini mulai bersikap sangat menjengkelkan kepadanya membuat Eva gelap mata, diam-diam Eva merencanakan sesuatu yang tidak pernah Rendra dan Vanesa pikirkan.


bibirnya mengulum senyum sebelum Eva merebahkan tubuhnya di atas Ranjang.


"Nikmati saja mbak kebersamaan mu hari ini karena sebentar lagi Aku yang akan menjadi Nyonya Rendra Admaja bukan Mbak Nesa lagi dan kau suami ku, kamu pikir Aku gadis bodoh yang bisa kamu permainan sesuka hatimu, seperti habis manis sepah dibuang, tidak bisa kamu tidak bisa memperlakukan Aku sesuka mu, kita lihat saja apa yang akan terjadi esok, karena mulai besok pagi Aku akan selalu memberikan kejutan yang menyenangkan untuk mu sehingga kamu tidak bisa sedikit pun lepas dariku." geram Eva dalam hati sebelum kemudian Eva memejamkan matanya meskipun hari ini adalah hari yang sangat pahit dan menyakinkan baginya, Mencoba bersabar dan bertahan dengan kesakitan sebuah hati sebelum meledakkan Api kehancuran untuk keluarga ini itulah yang menjadi tekad dan rencana yang akan Eva lakukan.


Malam semakin merangkak Naik udara dingin mulai berhembus dengan kencang.


Eva tidak bisa memejamkan kedua bola matanya meskipun telah berusaha agar dirinya bisa cepat tertidur, rasa sakit dan kecewa yang ada di dalam dirinya membuat dirinya sulit untuk bisa tidur. Eva memilih turun dari Ranjang kemudian berjalan mendekati jendela meskipun malam telah tiba Eva tidak perduli dia membuka sedikit dari jendela kamarnya, Eva berharap dengan hembusan angin malam akan membawa kesejukan di dalam hatinya.


"Tok...tok... tok."


Pintu kamar di ketuk dari luar membuat Eva mengeryitkan dahinya.


"Siapa yang datang malam-malam begini, apa mungkin Aku salah dengar, Mas Rendra lagi mesra-mesranya sama Mbak Nesa tidak mungkin sekali dia yang datang dan di Rumah ini hanya ada kami bertiga, Aku Mbak Nesa dan Mas Rendra, apa jangan-jangan Mbak Nesa yang datang untuk menggembalikan perhiasan ku, pasti dia lebih baik Aku abaikan saja sudah males Aku melihat tampang anak pungut yang tidak tau di untung itu."gumam Eva dalam hati yang mana kini dirinya justru menutup kedua telinganya dengan handset.


Sementara di luar seseorang masih saja terus mengetuk pintu hingga akhirnya suara ketukan pintu itu sudah tidak terdengar lagi.


Merasa Aman dari gangguan seorang yang menggetuk pintu yang Eva yakini adalah Vanesa kakaknya, Eva segera membuka hendset yang dia kenakan.


"Pantas saja tidak mendengar Aku ketuk pintu rupanya kamu sedang mendengarkan musik,"sapa seseorang dari belakang yang mana langsung membuat Eva terkejut, bahkan ketika Eva membalikkan badannya Eva benar-benar di buat terkejut yang amat sangat, Wajahnya yang tadinya sendu dan murung tiba-tiba berbinar senang dan bahagia.

__ADS_1


"Mas Rendra," seru Eva sambil berjalan menghampiri suaminya yang baru masuk dan langsung memeluknya dengan Erat." Kamu datang Mas, Aku pikir kamu tidak akan datang dan tidak akan peduli lagi padaku," cicit Eva sambil menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Rendra.


Rendra mencoba melepaskan pelukan Eva. "Jangan begini aku ke sini ini karena ada yang ingin aku bicarakan padamu,"


"Katakanlah Mas ada keperluan apa? Mas mau tidur sama aku kan,"tanya Eva penuh harap sementara Rendra menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Bukan itu aku memberikan ini untukmu karena perhiasanmu diambil kakakmu,"


" Jadi Mas Rendra datang ke sini hanya untuk ini?sungut Eva kesal sambil melemparkan ATM yang diberikan kepadanya ke atas lantai."Aku tidak butuh ini Mas, Aku butuh dirimu Aku tidak hanya membutuhkan uang," ucap Eva dengan tatapan mata tajam.


"Tapi aku harap kamu mengerti keadaanku waktu itu dan sebenarnya Aku menyesali apa yang Aku lakukan padamu Aku minta maaf,"ucap Rendra pada Eva yang mana ucapan Rendra begitu menyakitkan dan membuat Eva semakin kesal dan benci.


"Maafkan mas Rendra Mas Rendra tidak bermaksud seperti itu Aku harap kamu mengerti,"


Eva tersenyum miring sambil menatap langit dari pintu jendela kamarnya.


"Kurang ajar sekali sih dia, masak setelah semuanya Aku berikan dia bilang menyesal dan cuma modal bilang maaf, enak saja semakin kamu menyakiti Aku Mas Aku akan semakin menyakiti istrimu lihat saja jangan sebut namaku Eva jika Aku tidak bisa menghancurkan keluarga yang kamu bangga kan ini Mas dan jangan mimpi bisa bahagia diatas deritaku Aku yang akan membuat derita dihatimu dan Mbak Nesa lihat saja hari itu akan tiba dan kamu akan kehilangan segalanya." gumam Eva dalam hati.


Sementara Rendra berjalan menghampiri Eva, meraih tangan gadis itu dengan perlahan.


"Mas minta maaf, kamu mau mengerti perasaan Mas kan, jika kamu benar-benar mencintai Mas kamu harus bisa mengikhlaskan Mas karena Mas sangat mencintai kakakmu jadi Mas berniat untuk mengakhiri hubungan kita."

__ADS_1


"Duuuaaaarrr....!" bagaikan petir yang menyambar di siang hari akhinya Rendra menggungkap kan Niatan dirinya untuk mengakhiri hubungan nya dengan Eva, sungguh hati mana yang tidak akan sakit dan merasa di permainkan jika tiba-tiba disaat butuh di puja tapi di saat sudah tidak butuh di tendang dengan sebegitu rupa.


rasa marah, sakit, kecewa dan dendam kini menyatu dalam jiwa Eva.


"Benar-benar Brengsek, laki-laki ini harus segera di beri pelajaran enak saja main putus sesuka hati." geram Eva di dalam hati.


Sementara Rendra yang melihat Eva hanya diam saja, Rendra mencoba meraih dan merengkuh tubuh Eva untuk masuk kedalam pelukannya, akan tetapi tiba-tiba tubuh Eva melemah terlihat jelas Eva sedang limbung dan benar saja sedetik kemudian tubuh Eva ambruk.


Beruntung Rendra sangat sigap sehingga ketika mengetahui tubuh


Eva limbung dengan sigap Rendra menangkap nya.


"Va...! bagun..!ada apa dengan mu? tanya Rendra Panik yang mana tidak ada satu jawaban apapun dari Eva." Rupanya dia pingsan Aku harus membawanya Naik Ke atas Ranjang.


Rendra segera mengendong tubuh Eva dan merebahkan nya diatas Ranjang. kemudian


Rendra turun dari Ranjang untuk mencari cari kotak obat untuk Eva agar Eva cepat sadar dari pingsan, sayangnya kotak obat tidak ada di dalam kamar Eva , akhinya Rendra keluar kamar dan berlari menuju ke dalam kamarnya untuk mencari obat.


Setelah Rendra pergi dari kamar Eva yang ternyata hanya pura-pura pingsan, Eva tersenyum puuas.


"Aku akan buat kamu tidur disini Malam ini Mas" desis Eva sambil tersenyum penuh kemenangan karena telah berhasil mengerjai Rendra suaminya.

__ADS_1


__ADS_2