BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab. 78.TERKEJUT


__ADS_3

Meskipun sedikit kesal Mira teman Vanessa membawa koper yang Vanessa bawah masuk ke dalam kamar tamu dan membiarkan Vanesa untuk sementara beristirahat di sofa ruang tamu.


Mira menatap sendu wajah temannya yang terlelap dalam tidur sangat terlihat jelas wajahnya begitu lelah, diberikanlah selimut tipis untuk menyelimuti Vanesa yang tertidur Mira menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan.


" kamu Kenapa Nes Sepertinya kamu memiliki masalah yang sedikit berat dan ini pertama kali kamu pergi dengan membawa koper, Apakah kamu berniat meninggalkan rumahmu tapi mana mungkin Rendra mengizinkan Sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan Rendra Nes." Mira terus bergumam Dan bermonolog dalam hati.


Di sisi lain Rendra yang melajukan mobilnya dengan sangat kencang mencari keberadaan Vanesa, kedua bola matanya menengok ke kiri dan ke kanan mencari-cari keberadaan dari istrinya.


" Bagaimana aku bisa menemukan Vanesa kota ini sangat luas dan aku juga tidak begitu tahu siapa teman dekat Vanesa, karena selama ini aku tidak pernah bertanya ataupun mempertanyakan tentang teman-teman dekatnya tapi aku yakin Vanesa pasti tidak jauh dari kota ini Vanesa tidak akan pergi jauh dia pasti masih berada di kota ini cuma aku tidak tahu dia berada di mana, Kenapa aku bodoh Bukankah aku sudah menyuruh Robi untuk mencari Vanesa Siapa tahu Robi sudah menemukan Vanesa aku akan menghubunginya."


Rendra menghentikan Mobilnya di pinggir jalan tangannya meraih benda pipi yang ada di sakunya kemudian menekan satu nomor telepon, tidak lama kemudian panggilan telepon pun tersambung Rendra menunggu dengan harap harap cemas di mana panggilan telepon yang dia lakukan pasti belum mendapat jawaban yang mana artinya Robi belum mengangkat telepon dan belum mendengar panggilan telepon dirinya.


" Lama amat sih angkat dong Kenapa lama sekali apa yang dilakukan anak itu Rendra berdecak kesal karena panggilan telepon darinya belum juga diterima oleh Robi bahkan sampai menunggu beberapa menit akhirnya panggilan pun terputus membuat Rendra semakin gusar.


Rendra kembali mencoba menghubungi Robi Rendra berusaha untuk lebih bersabar dalam menanti Jawaban dari Robi setelah melakukan panggilan 3 kali barulah Robi mengangkat teleponnya.


"Halo...!


" Halo Robi bagaimana apa kamu sudah menemukan dimana Vanesa berada? "


"Maaf, Ren Aku kehilangan jejak, ini masih lagi mencari Aku kehilangan jejak ketika kami sama-sama berada di lampu merah Vanessa sudah berjalan lebih dulu sementara aku terhambat lampu merah sehingga aku tidak bisa mengetahui ke arah mana Vanessa pergi. "


" Bodoh kamu sekarang katakan kamu berada di mana aku akan ke sana, '


" Astaga Rendra kamu itu sudah minta tolong tapi masih juga mengumpat dan mengatakan aku bodoh Cepat ke sini aku berada di dekat restoran seafood, "


" Kenapa kamu berada di situ jangan bilang kalau kamu makan lebih dulu ancam Rendra kepada Robi yang mana Langsung mendapatkan jawaban dari Robi. "


"Hahahah, kamu tau saja, Aku lapar Rend tadi sehabis tidur langsung pergi Dan Aku rasa percuma mencari jika sudah kehilangan jejak pasti tidak mudah untuk kutemukan untuk itu Aku putuskan makan dulu, buat energi badan. "


"Dasar loe, sudah cepat kamu habiskan makanmu, Aku tidak mau tau setelah Aku datang kamu harus sudah selesai makan. "

__ADS_1


"Siap, Aku makannya cepat kok jadi Santa saja. " ucap Robi dengan santainya.


tidak menunggu lama kurang lebih 30 menit Rendra melajukan mobilnya akhirnya Rendra sampai pada restoran seafood di mana Robi memutuskan untuk mengisi perutnya di tempat itu dan benar saja lebih tidak berbohong kepada Rendra dimana ketika Rendra sudah datang Robi sudah berdiri di depan pintu restoran seafood yang mana menandakan jika Robi sudah selesai makan.


" Mana mobilmu? "tanya Rendra Pada Robi yang kala itu berjalan menghampirinya.


"Aku parkir kan di sana Apakah kita akan berangkat sendiri-sendiri Bukankah lebih baik kalau kita berangkat bareng saja biarkan mobilku terparkir di sana juga aman, "ucap Robi memberikan saran kepada Rendra yang mana Rendra menyetujui saran dari Robi Di mana kini akhirnya Rendra dan Robi kembali melajukan perjalanan untuk mencari Vanesa.


" Ke mana kita akan mencari Nesa tanya Rendra pada Robi.


" Kenapa kamu justru bertanya padaku Seharusnya aku hanya mengikutimu cuman aku tahu dia juga bukan istriku kamu sebagai seorang suami juga bagaimana Kenapa istri bisa pergi Emangnya Kalian ada apa sih tanya Robi penasaran dan ingin tahu, "


" Itu urusan Rumah tanggaku, urusan pribadiku kamu tidak usah tahu lebih baik kamu diam kamu perhatikan jalan jangan sampai terlewat sama sekali lihat dengan baik-baik Apakah kamu bisa melihat Vanesa di antara mereka, "perintah Rendra pada Robi yang mana membuat Robi kesal Rendra selalu saja menjadikan dirinya bahan suruhan sedangkan sebenarnya Robi diangkat menjadi Asisten pribadi di Perusahaan Rendra itu langsung atas perintah dari Ayah Rendra, Alan tetapi Nasibnya begitu buruk karena Robi selalu tidal tega apabila Rendra meminta bantuan padanya.


habis sendiri sangat heran dengan kehidupan pernikahan dari Rendra sahabatnya di mana Rendra seringkali memberikan perintah yang sangat aneh dan tidak masuk akal di mana Robi juga pernah mendapatkan perintah untuk mengawasi dan mencari informasi tentang perselingkuhan Vanessa yang kala itu terlihat oleh Rendra ketika Vanessa sedang bersama dengan laki-laki lain yang mana Karena sebab itulah sikap dari Rendra kepada Vanessa begitu sangat kasar dan dingin.


" Bagaimana ini kita sudah berputar-putar tapi istrimu tidak tampak sama sekali seolah-olah dia hilang Ditelan Bumi jangan-jangan istrimu sudah kabur ke luar negeri ucap Robi kepada Rendra yang mana membuat Rendra sangat kesal dan marah.


" Ya baiklah terserah kamu tapi kita sudah mencari kemana-mana tapi tidak ada Lihatlah hari sudah mulai gelap Apakah kita akan terus mencari dan mencari aku sudah sangat lelah kamu saja yang menjadi tukang sopirnya biar aku yang duduk di situ, "


" Sudah jangan banyak bicara sekarang Cepat kamu ingat-ingat taksi yang ditumpangi Vanessa nomor berapa dan arahnya kemana, kita harus menemukan taksi itu agar kita tahu Vanesa dibawa dan diantar kemana, "seru Rendra menjelaskan.


" jika aku ingat Sudah dari tadi saksi itu kutemukan Bukankah aku sudah katakan, aku kehilangan jejak itu artinya aku tidak tahu dan aku tidak mengingat Jadi jangan tanya yang macam-macam kita cari saja tapi ini sudah malam lebih baik kita pulang, Aku juga capek Aku ada janji, Aku tidak mungkin membatalkan janjiku bisa marah dan pacarku bisa minta putus Nanti kemudian tahun ini Aku tidak bisa jadi menikah, kan bisa jadi perjaka tua Aku, "ucap Robi mengeluh kan sikap Rendra.


" Berhentilah mengeluh tunggu sebentar lagi, kita cari Sekali lagi jika sampai satu jam kita cari tidak menemukan kita akan pulang, "putus Rendra memberikan keputusan yang mana membuat roti menganggukkan kepala.


baru berjalan 10 menit mobil melaju dengan mencari setiap sudut dari kota yang ada di tempat itu semua taksi yang berlalu Lalang tidak lepas dari pengawasan Rendra dan Robi tiba-tiba ponsel dari Rendra berbunyi.


Robi yang juga mendengar suara bunyi telepon di sampingnya yang mana benda Pipih itu sudah pasti berada di saku celaana Rendra dengan cepat Robi menghentikan mobil secara mendadak membuat Rendra sedikit terkejut dan berteriak.


"Robi...! kemana kamu menghentikan mobil secara mendadak begini, bikini orang jantungan saja. " sungut Rendra kesal.

__ADS_1


"Woi, Ren apa kamu punya pentakit pendengaran Aku saja yang mengemudikan mobil saja dengar jika kamu mendapatkan pangilan masuk masak kamu tidal, cepat angkat telponmu, pasti Vanessa yang seeing mengghubunhinu, cepatlah angkat,


Rendra meneguk ludahnya hatinya begitu bingung mau mengangkat tapi malu Dan khawatir ketahuan jika sesungguhnya yang menelpon bukan Vanesa melainkan Eva istri keduannya.


"Rend, Napa bengong cepat angkat..! Serum Robi dengan antusias yang mana Rebdra wajahnya menjadi sedikit piass.


dan perlahan-lahan Rendra meraih benda pipi yang ada di dalam sakunya kemudian mengangkat telepon itu.


" Halo oh dokter Bambang Maaf dokter aku masih berada di jalan ada masalah penting ya Baiklah aku akan segera ke sana ucap sambil menutup teleponnya.


Robby mengerikan dahinya melihat sikap Rendra yang mana teleponnya terlihat buruk-buru.


" itu tadi bukan Nesa? "


"Bukan iTu Doctor Bambang yang memintaku untuk cepat datang Ada Hall penting katanya. "


tiba-tiba Rendra meminta Robi menghentikan mobil di pinggir jalan kemudian Rendra pembuka pintu,"


"Cepat kamu turun... "


"Aku, memangnya kenapa? "


" Sudah turun jangan banyak bicara aku ada perlu dengan dokter Bambang kamu bisa pulang naik taksi untuk mengambil mobilmu yang kamu parkir di restoran seafood tadi siang. "


"Tapi, Ren!


Rendra tidak mendengarkan teriakan dari Robi Rendra melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata meninggalkan Robi seorang diri di tepi jalan, Dan tak henti hentinya Robi mengumpat dan memaki-maki Rendra yang telah berbuat tega kepadanya karena telah menurunkannya di jalan.


"Sial... benar benar Rendra tidal berperasaan, " Sungut Robi yang mana kini mulai menghentikan taksi untuk bisa membawanya pergi,


Ketika Robi masuk ke dalam taksi dan merebahkan tubuhnya dengan bersandar tiba-tiba kursi yang Robi duduki serasa ada sesuatu yang mengganjal di bawahnya dengan gerakan refleks Robi mulai meraih benda yang mengganggu tempatnya duduk dan Alangkah terkejutnya Robi ketika dia mengetahui dan mengenal benda itu ternyata adalah benda pipes milik Vanesa.

__ADS_1


__ADS_2