BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab. 107.RENCANA


__ADS_3

Apa yang terjadi pada Eva tak lepas dari pandangan Mbok Yem yang kala itu keluar dari dapur dan menatap ke arah kamar Rendra di mana Eva didorong keluar oleh Rendra dan sekarang terjatuh tepat berdiri di sebuah kaki sosok wanita yang sedang berdiri di depannya.


Sementara Eva yang tidak mengenali siapa sosok wanita yang ada di depannya mulai bangkit berdiri sambil mengeringkan dahinya.


"Kamu siapa? " tanya Eva sambil mengusap bekas air mata yang menetes di pipinya.


Eva dapat melihat Betapa raut wajah yang ada di depannya sangat cantik meskipun tertutup oleh kacamata hitam.


perlahan-lahan wanita itu membuka kacamatanya kemudian menyunggingkan sebuah senyuman hambar, wajahnya sangat cantik akan tetapi sikapnya terlihat sangat dingin.


"Justru seharusnya Aku yang bertanya, kamu siapa mengapa keluar dari dalam kamar putraku dengan keadaan seperti ini, apa yang kamu lakukan di kamar putraku."


Eva yang tidak menyangka jika yang berdiri di depannya ternyata adalah mama dari Rendra suaminya.


"Apakah itu Artinya anda Mama dari Mas Rendra? "


"Benar, mungkin kamu telah membuat kesalahan sehingga kamu diperlakukan seperti itu oleh Putraku, Tolong kamu bawa ke dapur semua buah yang Aku bawa berikan pada Mbok yem, Aku Mau bertemu putraku lebih dulu, Oh ya lain kali jangan ceroboh dalam bekerja agar putraku tidak bersikap kasar padamu, "


Eva mendelik mendenar hal itu sungguh dirinnya tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya, Wanita cantik yang Ada di depannya ternyata mengaggap dirinnya seorang pembantu.


Eva meneguk ludahnya dan hendak memberikan Klarifikasi pada Wanita yang Ada di depannya akan tetapi, Wanita itu sudah menyerahkan satu kantong plastik buah kepada Eva kemudian dengan cepat membuka handel pintu dan menutupnya kembali dari dalam.


Eva mendengus kesal melihat hal itu, tidak ada pilihan lain selain Eva pergi ke dapur untuk menyerahkan satu kantong plastik kepada Mbok Yem yang mana kala itu Mbok Yem berdiri di depan pintu melihat dan menatap kejadian yang ada.


"Apa lihat lihat Nih, taruh di kulkas, " seru Eva dengan kasar.


Tanpa bicara apapun lagi Eva segera pergi meninggalkan dapur kembali masuk ke dalam kamarnya kemudian membanting pintu dan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang sambil menangis dengan sangat keras hati Eva benar-benar sangat sakit dan hancur sudah sakit karena Rendra memberikan talak kepadanya ditambah lagi sakit dianggap sebagai seorang pembantu oleh wanita yang menjadi orang tua Rendra.


Lain Eva lain pulang dengan Rendra yang kesal, Rendra merasa terkejut ketika pintu kamarnya dibuka kembali tanpa pikir panjang dan tanpa menoleh ke arah pintu Rendra segera memaki dan memarahi.


"Mau apa lagi masuk kesini Sudan Aku bilang keluar kau, jangan mengangguku lagi, " teriak Rendra dengan keras Dan kasar.

__ADS_1


"Rendra..! name itu kenapa? " sebuah suara yang sudah sangat familiar yang mana sudah hampir satu tahun tidak didengarnya dengan gerakan refleks Rendra segera menoleh ke belakang sambil berdesis.


"Mama.. ! Wajah yang tadinya merah padam kini berubah menjadi ceria kedua bola matanya berbinar senang tidak membuang-buang waktu Rendra segera berlari memeluk sang Mama.


Dengan penuh kasih sayang Sang mama menerima pelukan putranya sambil membelai lembut rambut sang putra.


"Kamu kenapa, hemm..! Kenapa kamu jadi marah-marah seperti ini, jika ada salah satu yang membuat kamu kesal tidak perlu kamu sampai semarah ini, tadi Mama bawa buah kesukaan kamu Dan Nesa, Mama harap Kali ini kalian Akan cepat memberiku cucu, Oh ya. mana Nesa kenapa dari tadi Mama tidak melihatnya, apa dia sedang Ada urusan di luar Rumah, kalau memang Ada urusan cepat telpon suruh pulang Mama jauh jauh datang ingin bertemu kalian,"


Wajah Rendra tiba-tiba menjadi pucat Ketika sang Mama menanyakan tentang istrinya berkali-kali Rendra meneguk ludahnya seakan-akan kerongkongan Rendra terasa kering.


"Nesa, _


" Iya, cepat telpon istrimu suruh pulang sekarang juga, pasti dia senang dengan oleh oleh yang Mama bawa, "


"Nesa, _


"Kamu itu kenapa dari tadi cuma Nesa... Nesa..


sudah telpon cepat."


"Apa? maksudmu apa? "


"Ka-kami...


" Kalian kenapa, Oh Aku tau bertengkar ya Dan Nesa tinggal bersama orang tuannya, kalau begitu cepat jemput dia Mama sudah kangen padanya. "


Rendra tersenyum kecut mendengar perkataan dari sang Mama.


"Kenapa masih diam cepat pergi, "


"Ma, Nesa tidak Ada di Rumah orang tuannya Nesa perfi dari Rumah karena Nesa March sama Rendra Ma Dan Nesa mau minta cerai. "

__ADS_1


"Apa? " kenapa bisa sampai seperti itu bicakan baik baik Dan kamu mengalah jangan egois pasti Nesa Akan memaafkanmu, "


Rendra tersenyum kecut.


"Itu hanya mimpi Nesa tidak Akan memaafkan Aku, bahkan Nesa sudah mengajukan surat ceraicerai kami, "


"Apa, memangnya kamu ngelakuin kesalahan apa? "


"Aku, _


" IYa, apa kesalahanmu? "


"Aku Menikah lagi Ma. "ucap Rendra dengan wajah menunduk.


Mendengar perkataan Rendra Sang Mama yang tadinya duduk dengan tenang tiba tiba bangkit berdiri mendekati Rendra, Wajahnya yang cantik menatap tajam pada Rendra yang kala itu menunduk.


" Apa wanita yang kulihat itu istri barumu, jawab Dan tatap Aku." bentak Sang Mama pada Rendra.


"IYa, Ma. "


"Plaaakk...! sebuah tamparan keras mengenai wajah Rendra. " Aku tidak mau tau cari Vanesa sekarang juga biar Mama yang bicara. "


"Nesa tidak Akan mau Ma, Nesa itu keras kepala, "


"Apakah itu artinya kamu tau dimana Nesa sekarang berada? "


"IYa, Ma Rendra tau, Rendra sudah membujuk tapi Rendra gagal."


"Baik, kasih tau Mama dimana alamatnya biar Mama yang Akan bicara. "


Rendra segera menyebutkan sebuah alamat kepada sang Mama.

__ADS_1


Disisi lain Eva yang kesal dengan sikap Rendra Dan juga Mama Rendra yang mengaggapnya sebagai pembantu tidak trima dengan perlakuan itu, dengan cepat langsung berniat ingin menceritakan pada Mama Rendra jika dirinya adalah istrinya Rendra, tapi ketika berada di depan pintu yang tidak terkunci dengan pintu sedikit terbuka Eva mendengar percakapan antara Anak Dan Ibu bahkan ketika Rendra menyebutkan satu alamat yang jelas yang mana itu adalah alamat dari kakaknya Vanesa membuat Eva geram Dan smakin bench pada kakaknya.


"Oh, jadi Mbak Nesa Ada di alamat itu, tidak Akan aku biarkan mereka bertemu, Aku harus cepat Dan Aku yang Akan lebih dulu mendatangi Rumah itu Dan Akan Aku pastikan kalian tidak Akan pernah bisa bertemu dan bersatu, meskipun Aku kamu tinggalkan Dan kamu campakkan Mas, Aku pastikan hidup kalian tidak Akan pernah bisa bersatu lagi dan kamu tidak Akan pernah bisa merawat anak dari darah dagingmu," gumam Eva sambil tersenyum menyeringai yang mana langsung berjalan keluar pintu, Eva berniat hari ini juga menemui Vanesa.


__ADS_2