
Bara yang kesal karena panggilan telepon yang dia lakukan tidak segera diangkat oleh Vanesa semakin membuat hatinya kesal dan gusar lima menit, sepuluh menit hingga pada akhirnya panggilan terputus sendiri itu.
"Sial..! lagi ngapain sih Nesa ini kenapa teleponku tidak diangkat memangnya lagi ngapain sih, Bukankah jam segini dia masih di rumah atau jangan-jangan sudah ada di dalam rumah sakit apa Lebih baik aku samperin Vanesa Ke Rumah Sakit, tapi bagaimana jika suaminya ada di sana,ini meresahkan bisa-bisanya Vanesa nggak tahu kalau suami yang di cintai nya itu brengsek. ' cara mendengus kesal akhirnya melempar hp-nya di samping kemudi mobil.
Bara tidak lagi berniat untuk menghubungi Vanesa karena sudah merasa lelah dan kesal Bara melanjutkan perjalanannya untuk menghadiri rapat yang ada di dalam perusahaannya.
Bara tiba di kantor langsung menuju ruang pribadinya, beberapa staf karyawan menganggukkan kepala ketika bara melewati mereka.
Bara adalah seorang bos muda dalam suatu perusahaan yang dipimpin oleh ayahnya yang sekarang semua nya sudah dilimpahkan menjadi milik Bara sehingga perkembangan dari perusahaan Itu kini yang memegang adalah Bara ahli waris dari keluarga besar Hang Hwa di mana Bara masih memiliki darah keturunan indo dan Cina.
Wajahnya yang Tampan dan Cool selalu menjadi perbincangan dalam perusahaan banyak yang terpesona bahkan sering kali mereka mencuri-curi kesempatan agar bisa dekat dengan Boss Muda yang sangat tampan dan kaya, akan tetapi sikap Bara yang dingin dan Acuh membuat para gadis menjadi bingung tidak tau harus dengan cara apa bisa membuat hati sangat Boss melirik mereka.
para karyawati yang ada di perusahaan adalah wanita-wanita terpilih dan cantik cantik mereka seringkali berpakaian seksi dan ketat yang mana akan selalu membuat mata para Adam menahan nafas dan degup jantung nya, karena pesona mereka yang sungguh menggoda iman akan tetapi semua itu tidak berarti dan tidak berguna bagi seorang pemuda bernama Bara, di mana Dia sangat cuek dan tidak pedulikan siapapun dan apapun penampilan mereka sekalipun baju itu sangat tipis ataupun terbuka seolah-olah Bara tidak memiliki rasa suka ataupun tertarik kepada lawan jenis.
karena sikap Bara yang sangat dingin dan Acuh kepada kaum wanita hal itu menimbulkan sebuah gosip dan rumor yang sangat tidak mengenakan di dalam perusahaan di mana mereka berpikir jika Bos muda mereka tidak menyukai wanita bisa dikatakan Bos mereka memiliki kelainan karena tidak sekalipun diantara para karyawan karyawannya yang mampu dan membuat hatinya tergoda, bahkan mereka juga tidak pernah melihat Bara pergi ataupun berkencan dengan seorang wanita, Bara lebih suka ditemani dengan asisten pribadinya ataupun pergi sendiri tanpa siapapun yang menemani.
rumor tentang Bara memiliki kelainan karena tidak memiliki kekasih ataupun pasangan wanita dan tidak tertarik dengan wanita sampai pada telinga Bara akan tetapi Bara idak menanggapi semua rumor yang ada di perusahaannya Bara lebih memilih Acuh dan membiarkan apapun yang orang lain katakan tentang dirinya sikap keras kepala dingin dan juga Acuh membuat para karyawan dan karyawati yang ada di dalam perusahaan itu terkadang menjadi serba salah dan bingung di satu sisi mereka menganggap bahwa Bara memiliki kelainan tapi di sisi lain Bos mereka terkadang terlihat begitu sangat tegas dan galak bagaikan seorang pemimpin.
"Bara yang sudah memiliki tampang Acuh dan cuek kini bertambah dingin dan galak bahkan ketika datang sudah menunjukkan aura dinginya bahkan beberapa dari karyawan yang bekerja kebetulan tidak sesuai langsung mendapatkan marah dan disuruh pulang tidak boleh kerja untuk hari ini dan itu artinya sama dengan bolos kerja yang mana Nasibnya pasti gajinya di potong.
rasa ketakutan tampak dari wajah para karyawan yang ada di sekitar tempat itu mereka takut apa yang terjadi pada rekan kerja mereka akan terjadi pada mereka pula untuk itu ketika Bos muda Bara datang mereka segera menunduk dan langsung melakukan pekerjaan mereka tanpa melihat ke kiri ke kanan atau pun menatap wajah sang Bos mereka semua menunduk dan bekerja dengan serius.
__ADS_1
Bara langsung masuk ke dalam kantor pribadinya dan menutup pintu dengan sangat keras hingga membuat para anak buah Bara sedikit terkejut.
mereka sangat yakin jika Bos mereka dalam keadaan marah yang sangat besar yang mana mereka sendiri tidak tahu mengapa Bos mereka begitu sangat marah meskipun Bara adalah sosok pemuda yang dingin dan Acuh akan tetapi sikap dan kelakuan Bossnya tidak seperti ini.
Di sisi lain Vanesa yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi untuk gosok gigi setelah makan mie rebus segera menenteng tas slempang kemudian mengambil ponsel hpnya dan Vanesa melonggo ketika melihat ada empat kali panggilan masuk dari Bara.
Dengan cepat Vanesa menghubungi Bara akan tetapi tidak ada jawaban, Vanesa pun melakukan panggilan sebanyak lima kali tapi hasilnya tetap sama telpon tidak diangkat.
Akhirnya Vanesa dengan cepat meminta pada sopir pribadinya untuk cepat-cepat membawa Vanesa pergi ke Rumah sakit.
kurang lebih 30 menit perjalanan Vanessa sampai di depan pintu halaman rumah sakit. sedikit tergesa-gesa Vanessa segera masuk ke dalam ruangan perawat di mana tempatnya dia bekerja dan berkumpul dengan perawat yang lain suster Yuni yang melihat vanesha datang dengan sangat terburu-buru mengerikan dahinya
" Tumben kamu datang buru-buru Apakah kamu takut suami memarahimu tanya suster Yuni pada Vanessa yang mana langsung dijawab dengan menggelengkan kepala.
" Apakah kamu serius Kamu jangan aneh-aneh deh dokter Rendra pasti sudah datang dari tadi, dokter Rendra berangkat sangat pagi sekali mana mungkin dia belum datang, "Ucap Nesa membela Sangat Suami, sedangkan suster Yuni hanya menggelengkan kepalanya.
" Kamu benar-benar polos Nes kamu tidak tahu betapa buruknya dan busuknya suamimu itu, Aku sudah mendapatkan bukti akan tetapi aku masih belum tega untuk mengatakan padamu Biarlah kamu mengetahui sendiri tentang suamimu, karena aku tidak ingin melihatmu bersedih. "gumam suster Yuni dalam hati.
"Kalau kamu tidak percaya kamu boleh datang dan melihat ke ruangannya Apakah suamimu sudah pulang atau belum, karena Setahuku Pak Dokter Rendra belum terlihat dari tadi cobalah Mungkin aku yang salah ucap suster Yuni yang kemudian meletakkan semua tas dan peralatannya di ruang perawatan.
Vanessa tertegun mendengar semua perkataan dari rekan kerjanya, Akan tetapi rasa penasaran yang ada di dalam hatinya juga tidak bisa dia pendam dengan cepat Vanesa keluar dari ruang perawatan menuju ruang tempat kerja dokter Rendra dan ternyata benar pintu masih tertutup rapat dengan kelambu yang juga masih tertutup hal itu menandakan jika di dalam tidak ada orang. karena Dokter Rendra tidak pernah mengizinkan orang membuka kelambu ketika ruangan tidak ada orang.
__ADS_1
Vanessa menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.
" Mas Rendra kemana kenapa dia juga belum datang padahal berangkatnya pagi-pagi sekali Lalu dia pergi ke mana? tanya Eva dalam hati. " ini juga Bara Ada apa dia telepon sampai empat kali tidak Biasanya seperti itu berhubung Rendra tidak ada di tempat apa Lebih baik aku samperin Bara saja untuk bertanya anak itu kalau tidak ada yang penting biasanya tidak akan pernah menghubungiku, Aku khawatir sekali Jika ada sesuatu yang sangat penting lebih aku pergi saja lagi pula di rumah sakit juga tugasku masih siang Nanti. "
Bergegas Vanesa keluar dari dalam Rumah sakit pergi dengan menggunakan Taksi setelah berpamitan dengan penjaga pintu.
tidak berselang lama setelah Vanessa naik taksi mobil Rendra memasuki halaman rumah sakit dengan sedikit tergesa-gesa Rendra masuk ke dalam rumah sakit yang mana langsung berpapasan dengan suster Yuni.
" Selamat pagi Dok siapa suster Yuni dengan santun, " meskipun di dalam hatinya suster Yuni sangat merasa kesal dan geram Andaikan Rendra itu adalah adiknya sudah dia hajar habis-habisan karena telah berani mempermainkan sahabat karibnya, sayangnya Rendra Adalah Bos yang ada di rumah sakit pemilik Rumah Sakit yang mana tidak akan bisa sembarangan Yuni untuk bersuara.
" Selamat pagi suster, "jawab dokter Rendra dengan singkat meskipun jawaban itu terlihat sangat tenang akan tetapi suster Yuni dapat menangkap ada rasa gelisah di dalam sana, hal itu terlihat jelas ketika dokter Rendra buru-buru pergi dengan sangat cepat seolah-olah tidak ingin kehadirannya terlihat oleh siapapun.
sampai di dalam ruang pribadinya dokter Hendra segera membuka pintu Kemudian meminta para staf karyawan kebersihan untuk membuka kelambu dan membersihkannya dokter Hendra merenggangkan tangannya yang merasa sedikit ke aku.
" syukurlah tidak ada yang melihatku jika aku baru datang, hanya suster Yuni dan Vanesa juga tidak akan tahu kalau aku baru datang, "lirih Dokter Rendra merasa hatinya lega akan tetapi tiba-tiba sebuah suara membuatnya terkejut dan seolah olah susah bernafas karena kerongkongan nya terasa tercekat.
" Baru datang Dokter Rendra, pantas saja Suster Vanesa buru-buru pergi ternyata Dokter Rendra tidak ada di tempat. "
"Apa? Vanesa sudah datang kesini? "
"Iya tadi mencari mu Dokter, tapi sudahlah cepat kau tandatangani Aku buru-buru nih, tumben amat datang siang emang ngapain di Rumah kok berangkat nya lebih dulu sang istri, "
__ADS_1
"Aku, _
" Sudahlah tidak perlu kau jawab males aku, cepat tandatangani, "Dokter Rendra tersenyum kecut sambil mengagguk.