BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab. 91.Diam


__ADS_3

Robi yang terkejut dengan sikap Rendra yang tiba-tiba tanpa bicara dan tanpa mengatakan sepatah kata kepada dirinya langsung turun dari mobil kemudian berjalan menuju rumah yang ada di depan di mana rumah itu masih menyala lampunya membuat Robi juga ikut turun dari dalam mobil kemudian berlari mengejar Rendra dengan sedikit berteriak Memanggil nama Rendra agar Rendra berhenti dari langkahnya berjalan akan tetapi rupanya Rendra tidak mau mendengarkan dan mengabaikan seruan dan panggilan dari Robi.


" Sial, kenapa aku didiamkan begitu saja dan apa maksudnya Rendra pergi ke rumah itu benar-benar bikin masalah saja, "geram Robi dalam hati yang mana sekarang mempercepat langkah kakinya agar bisa menjajari langkah Rendra yang sudah lebih dulu hampir sampai di depan pintu rumah yang Lampunya masih menyala.


meskipun dengan sedikit ngos-ngosan akhirnya Robi bisa menjajari langkah Rendra.


" Hai Ren mau apa kita ke rumah ini jangan main-main lah kamu Ayo kita pulang ajak Robi pada Rendra yang kala itu sudah hampir sampai di depan pintu rumah yang ada di depannya.


" Diamlah dan jangan berisik Jika kamu tidak mau ikut pulanglah, "seru Rendra memberikan alasan yang mana membuat Robi akhirnya terdiam di mana dia tidak mungkin memaksa Rendra yang memiliki sifat keras kepala terlebih Rendra bisa dikatakan sebagai atasannya meskipun keberadaan dan kedudukan mereka serasa bagaikan sahabat.


" Ren aku mohon jangan membuat masalah lagi kita pulang ajak Robi untuk yang kedua kali yang mana tangan Robi yang hendak meraih tangan rendras segera Rendra kipas kan.


" stop Jangan menggangguku Jika kamu mau ikut ikutlah dengan baik jika kamu tidak mau ikut silakan pergi, "


ucapan Rendra yang sangat dingin dan tegas membuat Robi tak bisa lagi berkutik akhirnya Robi diam dan mengikuti apa yang dilakukan Rendra meskipun dalam hati Robi mengutuk Rendra karena Rendra berbuat dan berkelakuan yang aneh, egois dan mau menang sendiri.


sampai di depan pintu Rendra segera mengetuk pintu Akan tetapi karena Rendra melihat ada tombol di dinding akhirnya Rendra mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu Rendra memencet tombol yang ada di dinding yang mana diyakini Rendra itu adalah tombol bel rumah.


"Ting tong...


" Ting tong..


"Ting tong

__ADS_1


setelah bel berbunyi beberapa kali dan Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pintu rumah dibuka dari dalam dan muncullah sosok laki-laki tua baru bayar sedang menatap mereka dengan pandangan penuh tanda tanya.


" Ada apa, siapa kalian kenapa malsn malam begini datang ke Rumah saya."


Robi yang sudah membuka mulutnya dan hendak menjawab pertanyaan dari laki-laki tua paruh baya yang ada di depannya menjadi terhenti dan tidak jadi karena ternyata Rendra sudah menarik tangannya sebagai tanda untuk Robi agar mau diam.


" Maaf Pak kami kemalaman di jalan apakah kami bisa tinggal di rumah ini untuk satu malam saja ucap Rendra dengan santun kepada bapak laki-laki tua paruh baya yang ada di depannya yang mana perkataan Rendra sempat membuat Robi terbelalak kaget karena Robi tidak pernah berpikir jika Rendra memiliki niat untuk menginap di rumah warga yang ada di sekitar tempat di mana Vanessa memilih untuk tinggal.


dalam hati Robi mengakui kecerdasan dari Rendra.


" Bermalam, Satu Malam Memangnya kalian dari mana Kenapa bisa sampai selarut ini tanya Bapak laki-laki tua paruh baya yang ada di depannya.


" Oh Kami sedang mencari alamat dari teman kami yang katanya baru pindah ke tempat ini akan tetapi sampai larut malam kami tidak bisa menemukan Pak Untuk itu daripada kami kembali lagi karena kami itu dari kota yang sangat jauh untuk itu kami jika diizinkan ingin bermalam satu malam di rumah bapak tidak masalah seandainya kami harus membayar lebih mahal karena kami benar-benar sangat membutuhkan bantuan bapak."


"Busyet cerdas juga ini pak Dokter, dia benar benar gigih dan ulet tapi sayangnya dia bodoh karena bisa terperangkap oleh Wanita jalaang itu, tapi makin kesini Aku jadi makin penasan siapa Wanita jalaang itu dan apa benar dia benar benar hamil melihat tampangnya yang menghajarku habis habisan dan tidak takut dengan keguguran Aku sangat meragukan kalau dia benar benar Wanita baik baik dan jujur, Nanti akan Aku selidiki semuanya, " gumam Rendra dalam hati.


" Baiklah Silakan masuk Nak kita bicara di dalam, "


dengan perasaan senang Rendra mengikuti langkah kaki dari bapak laki-laki tua paruh baya yang ada di depannya.


" Silakan duduk tunggu sebentar aku buatkan teh hangat untuk kalian Pasti kalian hari ini sangat kedinginan dan juga sudah lapar aku akan siapkan makan malam juga untuk kalian. "


" Terima kasih Pak tidak perlu repot-repot kami sudah diberikan tumpangan untuk menginap di rumah bapak itu sudah sangat senang dan sudah sangat membuat Kami bahagia jadi Bapak tidak perlu repot-repot untuk menyiapkan jamuan makan malam untuk kami karena kami juga sudah makan malam."

__ADS_1


" tidak apa-apa tidak merepotkan kalian Tenang saja semua sudah ada hanya tinggal dipanasi sedikit Tunggu sebentar ya ucap bapak laki-laki tua paruh baya yang kemudian dia masuk ke dalam.


setelah kepergian dari bapak laki-laki tua paruh baya yang ada di depan mereka Robi langsung mengacungkan dari jempolnya kepada Rendra.


" ide yang cukup bagus Pak dokter tapi kenapa kamu bisa dibodohi oleh seorang wanita seperti gadis yang ada di rumahmu itu, "seru Robi yang mana lagi lagi mengusik dan meledek istri kedua dari Rendra.


" Sudahlah diam jangan terus-terusan kamu me-bully diriku aku sudah Cukup pusing Tolonglah Jika kamu tidak bisa membantu Tolong diam saja seru Rendra pada Robi.


tapi menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar Tak lama kemudian Robi menganggukkan kepala.


" oke baiklah Aku tidak akan mengganggumu dan aku juga tidak akan bertanya-tanya lagi cuma aku menyayangkan kebodohan dan ke cerobohanmu bisa-bisanya kamu menanam benih pada orang yang kamu sendiri belum tentu mencintainya Bukankah kamu seorang dokter yang hebat tapi bodoh.


" apakah meledeknya masih belum selesai lanjutkan saja kalau belum selesai jika sudah selesai lebih baik kamu pergi tinggalkan aku sendiri biar aku menginap sendiri di rumah ini.


" Idih marah ya ya Baiklah aku akan diam, "


untuk beberapa saat kedua orang itu Robby dan Rendra saling Diam tidak ada satu orang pun di antara mereka yang memulai pembicaraan lagi trendra sibuk dengan rencana-rencananya Robi Sibuk juga dengan pemikiran dan pertanyaan-pertanyaannya yang belum menemukan jawaban.


Tak lama kemudian muncullah bapak laki-laki tua paruh baya dari balik pintu dengan senyum sumringah laki-laki tua paruh baya itu mengajak Rendra dan Robi masuk ke ruang makan pada awalnya Mereka menolak Akan tetapi karena bapak laki-laki tua paruh baya memaksa akhirnya mereka berdua menerima.


setelah hampir satu jam Mereka menyelesaikan ritual makan akhirnya Rendra dan Robi dibawa oleh bapak laki-laki tua paruh baya masuk ke dalam kamarnya Di mana mereka berdua ditempatkan dalam satu kamar.


" Silakan masuk Nak ini kamarnya,

__ADS_1


" Terima kasih Pak ,"ucap Rendra dengan santun setelah kepergian dari bapak laki-laki paruh baya yang telah mengantar mereka masuk ke dalam kamar, kini tinggallah Robi dan Rendra yang berada di dalam kamar di mana diantara keduanya tidak ada percakapan karena Robi dilarang Rendra untuk bertanya maupun bicara jadi Robi tidak mengusik Rendra lagi hanya alam pikirannya yang sedang berkelana dan mencari solusi Bagaimana caranya bisa mengetahui tentang identitas asli dari wanita yang ada di dalam rumah Rendra.


__ADS_2