
"Jadi kalian yang menyuruh adalah Robi asal kalian tahu ya yang sedang kalian incar dan kalian awasi itu istriku, Jadi kalian diam di sini dan jangan melarangku karena aku ingin menemui istriku," sinis Rendra pada kedua orang laki-laki yang jadi anak buah dari Robi dimana mereka berdua ditugaskan untuk mengawasi keadaan rumah yang saat ini sedang ditempati oleh Vanessa.
kedua orang itu saling berpandangan kemudian tertawa meskipun tawa mereka tidak terlalu keras akan tetapi nada tawa mereka mengejek Rendra yang kala itu ingin bersikeras menghampiri istrinya yang sedang keluar rumah dengan membawa koper di mana Vanessa dibantu oleh temannya.
" Aku tahu ini sudah malam bro Jadi kalau kamu sudah lelah dan mengantuk Pergilah kamu beristirahat tidur, jangan membuat drama di tempat ini apalagi mengganggu kegiatan Kami pergilah, karena Aku tidak akan percaya dengan semua yang kamu katakan. "
" Apa kalian pikir aku ini sedang bercanda, Apa kalian pikir aku sedang berbohong yang kalian awasi itu memang benar-benar istriku jangan macam-macam dan kalian tahu Robi itu anak buahku bawahanku, di bayar berapa kalian sama Robi biar aku ganti, " seru Rendra berapi-api yang mana dia merasa sangat tersinggung dan merasa sangat direndahkan oleh kedua orang yang ada di depannya.
lagi lagi kedua orang itu tertawa lebar meskipun tawa mereka tidak begitu keras mereka sama sekali tidak mendengar dan tidak mau menggubris Apapun yang diucapkan oleh Rendra meskipun penampilan Rendra kala itu cukup meyakinkan Jika dia seorang pemuda yang cukup berkelas dan berpendidikan dari pakaian yang Rendra gerakan akan tetapi kedua orang itu tetap tidak bergeming ataupun mempercayai semua yang Rendra ucapkan.
" sudah jangan sombong aku tahu kamu juga orang kaya akan tetapi kami ini bukanlah anak buah yang mata duitan di mana kamu bisa membeli kami dari kami bisa patuh terhadap semua perintahmu, jadi kamu diam dan ikuti semua yang aku perintahkan Jangan pernah kamu ganggu wanita itu karena kami ditugaskan hanya untuk mengawasi dan memberikan kabar apabila sudah mendapatkan info di mana garis itu akan tinggal."
Rendra yang tidak sabar dan tidak ingin menunggu tanpa memperdulikan larangan dari kedua orang yang ada di sampingnya dengan cepat Rendra melangkah hendak menghampiri Vanessa yang kala itu baru keluar dari dalam rumah temannya.
belum ada dua langkah Rendra Melangkah dengan cepat dan dengan sangat kasar salah satu laki-laki yang berada di samping Rendra menarik tangan Rendra hingga Rendra jatuh terjerembab ke tanah.
bagaimanapun juga kedua orang laki-laki yang ada di samping Rendra adalah seorang preman yang mana keduanya sudah pasti memiliki tenaga dan kekuatan karena mereka berdua memiliki kemampuan beladiri sehingga bisa dengan mudah menjatuhkan Rendra.
" Sudah kubilang jangan macam-macam dan Jangan bertindak yang tidak kami perintahkan apalagi berniat menghampiri wanita itu, karena kami hanya diperintahkan untuk mengawasi wanita itu kami tidak diperintahkan untuk menangkap atau membawanya pergi kami hanya mendapat tugas untuk mengawasi dan apabila sudah mendapatkan info yang jelas di mana wanita itu tinggal kami akan segera melaporkan kepada bos Jadi kamu jangan macam-macam dan jangan mengacaukan pekerjaan kami, "
__ADS_1
" tapi wanita itu istriku dia Vanessa istriku dan Aku berhak untuk menemuinya Aku sudah mencarinya dari pagi dan sekarang ketika Aku menemukannya, Apakah aku harus melepaskannya begitu saja Tentu saja tidak, Aku akan menemuinya dan Aku akan mengajaknya pulang, "seru Rendra berapi-api dan bersikeras tetap ingin menemui dan menghampiri Vanessa.
" ikat laki-laki itu dia sangat mengganggu pekerjaan kita aku sudah bosan bicara dan memberikan penjelasan kepadanya. "
" itu Ide yang bagus aku juga bosan mendengarkan celotehan darinya Sebentar Aku akan membuatnya kali ini terdiam dan mengikuti semua perintah kita, "
"Bagus, "
Dengan cepat salah satu laki-laki yang bertubuh tinggi tegap dan sedikit berkepala botak menarik kerah baju Rendra yang kala itu jatuh terjerembab ke tanah hingga membuat Rendra berdiri kemudian dengan gerakan yang cukup cepat tangan rendah segera ditarik ke belakang kemudian diikat dengan tali tambang yang kebetulan mereka bawa.
sebagai seorang preman sekaligus sebagai salah satu orang yang kerap kali dihadapkan dengan dunia kekerasaan dan juga ketegangan yang mana terkadang membutuhkan tali Apabila mereka harus melakukan panjat tebing ataupun turun ke dasar jurang yang mana seringkali semua dilakukan untuk bersiap siagaa.
kedua laki-laki itu tidak memperdulikan teriakan Rendra mereka membiarkan Rendra berteriak dan marah-marah, dengan langkah pasti kedua laki-laki itu meninggalkan Rendra di dekat pohon yang mana mereka gunakan untuk bersembunyi dan mengawasi rumah teman Vanessa.
mereka berdua terus mengawasi dan mengikuti gerak-gerik langkah kaki dari Vanessa yang kala itu sudah berdiri di pinggir jalan yang mana mereka berdua terlihat sedang menunggu taksi datang melihat kedua orang wanita yang terlihat sedang menunggu taksi dengan cepat kedua orang laki-laki itu segera berlari menuju ke mobilnya dan hendak menghampiri Vanessa, akan tetapi gerakan mereka terlambat dari mobil taksi yang sudah dipesan Vanessa sehingga mereka sudah terlambat akan tetapi mereka berdua tidak habis akal mereka berdua berusaha mengejar mobil taksi yang membawa kedua orang Wanita yang sedang mereka awasi.
melihat kedua orang laki-laki itu hendak mengemudikan mobilnya Rendra yang mengetahui dirinya akan ditinggalkan seorang diri berteriak dengan sangat keras sehingga salah satu diantara mereka mendengar teriakan Rendra kemudian menghentikan laju mobilnya secara mendadak.
"Woi .. Breengsek kalian mau meninggalkan Aku disini sendiri."
__ADS_1
" Kakak Berhentilah apakah kita akan meninggalkan orang itu kalau terjadi sesuatu padanya bagaimana, "
" Sial, benar-benar dia laki-laki sial menyusahkan saja cepat kamu bahwa dia masuk ke dalam mobil kita tidak punya waktu kita bisa kehilangan jejak Jika seperti ini, '
"Baik, kak, "
bergegas salah satu laki-laki itu keluar dari dalam mobil kemudian dengan cepat menghampiri Rendra yang masih terikat di dekat pohon dengan cepat laki-laki itu membawa Rendra masuk ke dalam mobil Rendra yang kesal masih terus mengumpat dan marah-marah karena mulutnya tidak ditutup dengan perban ataupun kain penutup.
" sial cepat buka ikatannya tanganku pegal nih seru Rendra yang kala itu sudah duduk di dalam mobil, "
" Bagaimana Kak, "
" lepaskan saja ikatannya dia tidak akan kabur kemana-mana ataupun mengejar kita akan ikuti mobil yang ada di depan dengan hati-hati agar wanita itu tidak curiga jika kita mengikutinya, '
Rendra yang sudah tenang dari berteriak dan marah-marahnya mulai ikut mengamati dan mengawasi mobil taksi yang ada di depannya di mana di dalam mobil taksi itu terdapat Vanessa istrinya yang mana sebenarnya Rendra ingin segera bertemu dan membawanya pulang akan tetapi rupanya Rendra harus bersabar dan mengikuti semua perintah dari dua orang bawahan Robi yang mana apabila Rendra tidak mendengarkan kata-kata dari mereka sudah bisa dipastikan dan dibayangkan jika Rendra akan diikat kembali seperti awal mula kini Rendra mulai berhati-hati agar tidak ceroboh lagi menunggu dengan sabar kedua orang yang ada di depan dan di sampingnya lengah agar Rendra bisa melarikan diri dan pergi membawa Vanessa pulang kembali.
tidak lama kemudian salah satu diantara mereka yang mengemudikan mobil menghentikan mobilnya secara mendadak di mana ternyata ponsel hp dari miliknya sedang berdering dan yang sedang menelpon Mereka ternyata adalah Robi yang mana dalam percakapan sedikit terdengar sayup-sayup jika Robi akan segera datang ke tempat yang ditunjukkan dua orang laki-laki itu.
" Baguslah jika Robi akan segera datang akan aku buat perhitungan dengan dia enak saja aku sampai diikat oleh anak buahnya yang kurang ajar itu, "human Rendra dalam hati.
__ADS_1