BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab.41 RESAH


__ADS_3

Bara yang kesal dan marah karena melihat Rendra dengan wanita lain, bahkan mengetahui jika Rendra suami dari Vanesa ternyata sudah memiliki istri di belakang Vanesa membuat Bara benar-benar murka, entah mengapa hatinya terasa sakit sedangkan Vanesa bukanlah siapa-siapa nya, rasa cinta dan sayang yang tiba-tiba hadir di dalam dirinya kepada Vanesa sang suster yang pernah merawat nya, menbuat Bara tidak bisa melihat Vanesa tersakiti dan siapapun yang berani dengan sengaja menyakitinya maka akan berhadapan langsung dengan dirinya.


Mobil berhenti di sebuah Rumah megah yang mana lampu bersinar terang di ruang tamu karena masih menyala, hal itu karena waktu menunjukkan pukul sepuluh malam dan orang-orang Rumah belum pada tidur.


Dengan keras Bara membuka pintu gerbang dan masuk ke dalam dengan langkah cepat Bara menaiki tangga menuju ke dalam kamarnya, akan tetapi langkah Bara dihentikan ketika sebuah suara menghentikannya


"Kau sudah pulang, mana pesanan Mama." tanya seorang Wanita yang sedang berdiri di bawah tangga kamarnya Yang mana ketika Bara datang sang Mama baru melangkah ke ruang tamu dan melihat nya.


Merasa aneh dengan sikap Sang putra akhirnya sang Mama mengikuti Bara dari belakang, Karena Bara tidak mengetahui kehadiran dirinya maka sang Mama berteriak dari bawah tangga.


Bara menghentikan langkah kakinya kemudian menoleh ke bawah, dengan senyum terpaksa Bara mengatakan kepada sang Mama jika tidak ada satupun baju yang cocok untuk sang Mama hari ini di toko itu, untuk itu bara tidak membeli baju sama sekali.


"Maaf Mah, tidak ada satupun baju yang cocok untuk Mama untuk itu tidak ada baju yang Aku beli," ucap Bara kepada sang Mama.


Mama Bara tersenyum ketika putranya mengatakan bahwa tidak ada satupun baju yang cocok untuk dirinya, sedangkan sang Mama mengetahui jika sesungguhnya bukan itu yang menjadi alasan dari putranya tidak membeli baju untuknya. Sang Mama curiga karena tidak biasanya Bara pergi dan berlari ke dalam kamarnya bahkan tanpa memperdulikan siapapun yang ada di dalam rumah itu.Sang Mama yakin jika putranya sebenarnya sedang tidak baik-baik saja atau situasi hatinya sedang buruk mencurigakan gimana wajahnya sangat kusut dan terlihat sangat marah seolah-olah Bara saja bertemu dengan musuh.


"Tidak masalah, ayo turun temani Mama makan malam."


Lagi-lagi Bara tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya dengan lemah.


"Bara sudah kenyang Mah,Bara ingin beristirahat."


Menyadari jika putranya sangat ingin segera pergi ke dalam kamar karena ingin segera beristirahat maka sang mama tidak punya pilihan lain selain mengizinkan Bara untuk pergi.

__ADS_1


"Baiklah kamu boleh beristirahat ucap Mama kemudian.


setelah mendapatkan izin dari sang Mama Bara segera berlari masuk ke dalam kamarnya kemudian dengan cepat menutup dan mengujinya dari dalam. Di dalam kamar Bara segera melepas dan melempar jaket yang dia kenakan kesembarang tempat, melampiaskan kemarahannya dengan membanting semua barang-barang yang ada di atas meja, kesal geram dan marah itulah yang sedang Bara rasakan saat ini, Bara benar-benar tidak pernah habis pikir mengapa Rendra tega melakukan dan menyakiti hati Vanesa sementara Vanesa begitu sangat mencintainya.


"dasar laki-laki Brengsek Aku harus telepon Vanessa sekarang juga, dia harus tau apa yang sedang Suaminya lakukan di belakang dirinnya, setelah menekan nomor telepon dan duduk dengan manis di sebuah kursi yang ada di dalam kamar Bara menunggu dengan sangat cemas panggilan telepon nya tersambung.


Tak lama kemudian terdengar suara dari sebrang.


"Halo."


" Halo, Nes ini Aku,"


"Sudah tau itu kamu, mau apa kamu telpon malam-malam apa tidak ada pekerjaan lain selain nganggu dan telpon orang."


"Emang mau tanya apaan, sudahlah Aku sibuk jangan ganggu dan telpon Aku."


"Nes kamu itu memang selalu dingin padaku, Aku cuma mau tanya Suamimu ada di Rumah tidak? pasti jawabnya tidak ada kan, asal kamu tau Nes suami kamu itu sudah menipu dirimu, kau diduakan, Aku sudah melihat sendiri suamimu berduaan dan mesra pada istri mudanya dalam arti suamimu sudah punya bini lagi."ucap Bara menjelaskan.


Sementara Vanesa tertawa terbahak bahak mrndengar perkataan dari Bara temannya, yang sebenarnya dia hanya lah salah satu pasiennya yang sangat reseh dan suka menggaggu nya.


"Sudah, apa cuma mau bicara itu padaku?"


"Nes kenapa kamu justru tertawa kamu tidak percaya dengan apa yang Aku katakan?'sungut Bara yang nada bicaranya mulai terlihat tersinggung, Bara benar-benar merasa kecewa karena Vanesa tidak mempercayai ucapannya

__ADS_1


Vanesa menghentikan tawanya kemudian kembali balik bertanya, setelah menyadari jika Bara sedikit tersinggung


"Menurut mu bagaimana, bukankah sudah pasti Aku tidak akan pernah percaya.'"


"Nes, Aku bicara benar dan ini tidak bohong suami yang kamu bangga kan itu telah menduakan dirimu dan sudah menikah lagi di belakang mu, kamu jangan bodoh dan terlena dengan kata manisnya suamimu itu tak lebih dari laki-laki brengsek dan baji...


"Cukup, Bara! Aku tidak suka kamu memfitnah suamiku, ini sudah malam jangan ganggu Aku dengan berita konyol mu itu, Aku mau tidur dan benar Suamiku hari ini memang tidak ada di Rumah dia keluar dan Aku tau dia keluar dengan siapa, jadi stop memfitnah suamiku sudah selamat malam Aku mau tidur."


"Tit..!"tanpa menunggu jawaban Vanesa langsung mematikan panggilan telepon nya."


"Nesa...Nesa.....Ah sial, dia sudah mematikan telepon, orang kalau sudah cinta itu buta memang, di kasih tau bukannya senang dan berterimakasih ini justru marah-marah, Nesa...Nesa kau benar-benar sangat lugu dan polos, nyebelin sih tapi entah mengapa Aku sangat suka Aku mencintaimu Nes,"gumam Bara dalam hati yang kemudian mulai Naik ke atas Ranjang dan mulai memejamkan kedua bola matanya.


Sementara di tempat lain di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi membuat seorang gadis yang duduk di sampingnya sedikit ketakutan.


"Mas, jangan kencang-kencang Aku takut.' rengek Eva dengan nada manjanya sambil menyandarkan kepalanya pada bahu sang Suami.


"Ini sudah malam kita harus cepat sampai di Rumah, kasian Nesa sendirian,"jawab Rendra yang mana dia terus fokus dalam mengemudikan mobilnya, Rendra tidak perduli dengan Eva yang bersandar dengan Manja di bahunya, hati Rendra sangat resah dan tidak nyaman karena pikiran nya selalu tertuju pada Vanesa yang sedang berada di dalam Rumah seorang diri, istri yang selama ini dia sakiti, entah mengapa semenjak dia kembali dari Bali dan semenjak sudah melakukan kesalahan dengan berselingkuh dengan Adik dari Vanesa sendiri membuat Rendra kini diambang kebingungan yang kini hari-hari nya menjadi rasa was-was, jujur Rendra sangat takut jika Vanesa mengetahui perselingkuhan dirinya karena Rendra tanpa sadar ketika membuka sebuah catatan dalam buku harian Vanesa yang mana semua keluhannya bisa dia tahan asalkan bukan perselingkuhan."Rendra menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan mencoba untuk tenang meskipun hatinya sedang resah.


Eva mencebik kesal karena sang suami disaat mereka lagi berduaan masih memikirkan kakaknya.


"Mas, Aku tidak ingin kau memikirkan Mbak Nesa di saat kita sedang berdua Begini."cetus Eva protes.


"Diamlah , Aku sedang menyetir."ucap Rendra sedikit keras hingga membuat Eva mendengus karena kesal.

__ADS_1


"Baiklah, lanjutkan perhatianmu Mas karena sebentar lagi Aku akan buat Mbak Nesa tau siapa diriku dan apa hubungannya kita dan jika saat itu tiba maka tidak akan pernah bisa kau membuat Mbak Nesa kembali padamu," sinis Eva dalam hati yang kini mulai menuruti perintah sang suami untuk diam.


__ADS_2