BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab. 74.TERKEJUT SEKALI


__ADS_3

Vanesa yang merasa Eva terlalu lama di dalam kamar mandi kembali mengetuk pintu kamar mandi dengan sangat keras.


"Tok.. Tok... Tok. "


" Kenapa kamu sangat lama sekali, cepatlah keluar Aku sudah menunggumu seru Vanesa dari luar pintu kamar mandi.


" iya iya sebentar tidak sabaran amat sih sebentar juga keluar kok, 'seru Eva dengan sangat kasar pula." Dasar Mbak Nesa Bodoh dia tidak sabarr ingin menertawakan Aku karena Aku tidak hamil tapi yang akan terjadi pasti di luar perhitungan nya dia pasti tambah Syok jika ternyata Aku tunjukkan bukti kehamilan ku ini, dewa keberuntungan benar-benar berpihak kepadaku. "lirih Eva dengan senyum mengembang dibibir.


Dengan senyum penuh kepuasan Eva keluar dari dalam kamar mandi bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman.


Vanesa yang melihat Eva sudah keluar dari dalam kamar mandi juga ikut tersenyum menyambutnya.


"Duduklah dan katakan padaku bagaimana hasil nya? "


Eva tersenyum dengan sinis dia sengaja tidak mau duduk seperti apa yang diminta oleh Vanesa.


"Untuk apa aku duduk sebentar lagi aku juga akan pergi dari sini Bukankah, mbak Nesa cuma mau tanya hasil dari tes kehamilan ku, Nih...! " lihat hasilnya, " seru Eva dengan nada mencibir sambil meletakkan alat tes kehamilan diatas Tangan Kakaknya.

__ADS_1


"Tuh, lihat baik-baik biar kamu puaas, " sinis Eva dengan somboongnya.


Vanessa menyunggingkan senyuman ketika Eva menyodorkan alat tes kehamilan di atas tangannya Vanesa mengambil kemudian membolak-balik setelah itu meletakkan di atas meja Eva yang sudah tidak sabar langsung saja bicara.


" bagaimana sudah puaas kan melihatnya sekarang Mbak Nesa Bisa kemasin barang Mbak Nesa dan silakan pergi dari rumah ini atau kalau masih ingin tinggal di sini Mbak Nesa boleh menginap satu atau dua malam lagi tidak masalah dan aku tidak keberatan Dan akan aku minta mas Rendra secepatnya untuk menceraikan Mbak Nesa, baiklah Aku rasa permasalahan kita sudah selesai dan Aku sangat mengantuk sekali dan lelah Aku pergi tidur dulu, dah kakakku sayang, " ucap Eva sebelum melangkah pergi keluar dari dalam kamar Vanesa.


Vanesa tersenyum kemudian bertepuk tangan dengan sangat keras membuat Eva menghentikan langkah kakinya Eva sedikit terkejut dan heran kenapa kakaknya justru bertepuk tangan seolah-olah tidak terlihat sedih sedikitpun apalagi marah ataupun kecewa.


"Pok... pok... pok...!" kamu hebat Va sangat luar biasa tapi tunggu dulu jangan pergi dulu karena aku punya sesuatu yang akan kuberikan padamu Anggap saja Ini hadiah perpisahan kita, "pinta Vanesa kepada Eva.


Eva yang menghentikan langkah kakinya menjadi tertawa lebar kemudian kembali berjalan mendekati kakaknya


"Ya-ya kau benar tapi hadiah ini tidak untuk kamu miliki cuma boleh kamu lihat sini, ayo kemari dan lihatlah menurut mu bagaimana, Aku ingin tau pendapat mu. "


Eva mendengus kesal dengan ajakan Vanesa akan tetapi mau tidak mau akhirnya Eva menuruti apa yang di inginkan Vanesa.


"Duduklah, " seru Vanesa dengan sangat tenang Vanesa segera menyalakan komputer yang ada di atas meja, coba kamu lihat dan perhatikan kemudian berikan pendapat mu kepada ku, "

__ADS_1


"Sebenarnya Eva sangat males di minta melihat sesuatu yang tidak penting di dalam komputer itu, tapi karena di minta terpaksa Eva mau melihatnya.


" Sebuah layar yang menampilkan seseorang sedang berbelanja di dalam supermarket, Eva mencebik kesal pada kakaknya. "


"Apaan lihat begini males, " seru Eva yang hendak bangkit dari duduk nya akan tetapi keinginan nya di halangi Vanesa dengan kembali menekan bahu Eva sehingga duduk kembali dan menatap layar komputer dan pada menit berikut nya sebuah layar yang menampakkan seorang gadis berada di dalam kamar mandi sedang memunggut alat tes kehamilan yang ada di samping tong sampah, Wajah Eva yang ceria dan bahagia kini menjadi piass dan syok pasalnya gadis yang ada di dalam kamar mandi itu adalah dirinya sendiri.


"Bagaimana, apakah menarik! Cukup...! tidak perlu kamu melihat kelanjutan nya karena Aku yakin kamu sudah tau kelanjutan nya bukan, menurut mu bagaimana Reaksi Rendra jika melihat semua ini, "


"Vanesa..!kau licik kau menjebakku dengan menaruh CCTV di dalam kamar mandi, "


"Ya, kau benar Aku licik itu karena Aku belajar darimu bagaimana menarik kan, tapi tenang saja Rahasia ini hanya kamu dan Aku yang tau kamu tidak usah khawatir Aku tidak akan membocorkan kebohongan mu yang pura-pura hamil itu pada Dokter Brengsek itu dan ya, jangan khawatir juga meskipun Aku tau kamu berbohong dengan pura-pura hamil dan meskipun kini Aku mengandung anak Rendra Aku tidak akan merampas posisimu, mimpimu akan menjadi nyata kau akan menjadi nyonya Rendra karena Aku sudah tidak sudih hidup dengan seorang penghianat seperti nya, Aku akan tinggalkan Rumah ini dan kamu untuk mu Aku cuma mau memberikan Nasehat jangan sampai Rendra tau jika kamu sedang berbohong dengan pura-pura hamil karena jika Rendra sampai tau kamu bisa di tendang ke jalanan seperti angin Wuzzzz...!Vanesa tersenyum dengan manis sementara Eva cemberut rasa bahagia yang tadinya membara bagaikan Api yang sudah padam terguyur Air.


"Oh ya Va, besok bantuin Aku membawa barang-barang ku ke mobil juga ya, sekarang kamu boleh pergi, Hati-hati Ibu hamil itu tidak boleh makan sembarangan, " seru Vanesa dengan mengedipkan sebelah matanya yang mana hal itu adalah suatu ejekan secara halus membuat Eva semakin geram dan kesal akan tetapi tidak mampu melampiaskan kemarahan nya karena Vanesa kakaknya telah memegang kartu As yang mana jika Kartu As atau Rahasia nya sampai di bocoorkan pada Rendra makan tamatlah dirinya, sekarang saja Eva sudah tidak memiliki Nilai harga dirii di hadapan Kakaknya.


Eva berjalan mendekati pintu dengan perasaan kesal.


"Tunggu Va, jangan terburu-buru kenapa Aku belum selesai bicara, kamu kan suka dengan barang bekasjadi Va, Nah kebetulan Aku bosan dengan baju baju lamaku disini kamu bisa memakainya kamu Nikmati ya rasanya pasti sama seperti kamu menikmati, Rendra karena Rendra Adalah Bekasku juga, sekarang kamu boleh pergi dan selamat mendapatkan Bekasku, "

__ADS_1


EVa yang sudah tidak tahan dengan ucapan kakaknya berlari keluar dengan membanting pintu, sementara Vanesa menatap nya dengan senyum penuh kemenangan.


"Apa kau pikir kamu bisa dengan mudah membodohiku, kamu salah menilai ku Va dan Aku yakin kini hatimu semakin kesal karena Aku tau Rahasia mu, "


__ADS_2