
mendengar teriakan Eva dari dalam kamarnya membuat Rendra yang kala itu hendak menahan perginya Robi menjadi tidak jadi.
mengingat Eva sedang mengandung anaknya Rendra memutuskan untuk lebih memperhatikan dan melihat keadaan Eva daripada menahan perginya Robi dengan cepat dan dengan langkah tergesa-gesa Rendra segera berlari menuju ke kamar Eva yang kala itu sedang berteriak dengan sangat histeris.
setelah sampai di depan pintu kamar Rendra segera membuka kamar Eva yang kala itu sedang dikunci Robi dengan mengumpat kesal Rendra membuka pintu kamar Eva.
ketika pintu sudah terbuka buru-buru Rendra masuk ke dalam kamar dan terlihatlah Eva sedang duduk di tepi ranjang sambil bersilang kaki dan bersilang tangan di depan dada yang mana Hal itu membuat Rendra yang panik menjadi gram dan mendelik seketika karena ternyata Eva tidak terjadi apa-apa dan terlihat baik-baik saja.
" Apa yang kamu lakukan Kenapa kamu berteriak Aku pikir kamu kenapa-napa Ternyata kamu tidak apa-apa kenapa kamu harus berteriak seperti itu bikin orang panik saja gitu Rendra dengan sangat kesal.
" habisnya mau bagaimana lagi mau dengan cara apa lagi salah sendiri aku dikunci di dalam kamar ,"sinis Eva yang tidak mau mengalah dan merasa tidak bersalah edikitpun hal itu semakin membuat Rendra geram dan kesal yang mana pada akhirnya Rendra memilih untuk pergi meninggalkan kamar Eva, akan tetapi dengan cepat Eva menahan tangan Rendra.
" Kamu mau ke mana Mas, kamu tidak boleh pergi, "ucap Eva menghalangi apa yang ingin Rendra lakukan karena Eva tahu Rendra akan pergi mencari kakaknya Vanesa yang mana Eva sama sekali tidak menyukai dan tidak mengharapkan Rendra bisa bertemu ataupun menemukan kakaknya Karena bagaimanapun juga Eva tidak ingin berbagi cinta karena secara nyata Eva bisa merasakan dan Eva bisa menilai jika Rendra masih sangat mencintai kakaknya Hal itu membuat Eva semakin benci kepada Vanesa dan tidak akan pernah membiarkan Rendra dan Vanesa bisa bertemu ataupun berbaikan kembali.
ludahnya kemudian dengan perlahan melepaskan genggaman tangan Eva yang menghalangi niatnya untuk pergi.
" lepaskan tanganmu Jangan halangi aku karena aku ingin mengejar hobi karena dia mengetahui di mana vanesha berada kamu cepat saja tidur dan beristirahat Jaga kesehatanmu ucap Rendra yang kala itu berjalan mendekati pintu dan laki-laki Eva melangkah lebih cepat kemudian berdiri di depan pintu menghalangi Rendra.
" ini sudah malam aku tidak mau Mas Rendra pergi aku tidak mau Mas Rendra berada di luar malam-malam seperti ini kalau mau mencari besok saja, "
laki-laki Rendra menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan.
" minggirlah jangan ikut campur dengan urusanku Kamu tidur saja, "
" tidak bisa mas Rendra name itu suamiku dan Aku adalah istrimu Aku berhak untuk melarangmu pergi, "
"Ya, kau benar Aku memang suamimu tapi Aku juga Suami dari Kakakmu Vsnesa dan sudah kewajibanku mencari nya karena Vanesa juga istriku. "
"Issh, itu dulu Mas tapi sekarang sepertinya tidak lagi karena Mbak Nesa Akan menceraikanmu, "
"Wah cedas dan hebat kamu sangat tau dan paham apa jangan jangan semua ini rencananu, "
__ADS_1
"Mana Ada Aku begitu, Aku kan cuma menebak nebak saja siapa tau benar. "
"Sudahlah jangan membuang buang waktuku, lebih baik kamu pergi tidur, Aku pergi dulu, "
"Tapi Mas, "
"Tidak Ada tapi tapi Aku yang memutuskan segala sesuatu jadi semua terserah Aku minggirlah. "
Rendra memendorong sedikit tubuh Eva yang menghalangi pintu kamar agar dirinya bisa keluar.
Tubuuh Eva yang di dorong Rendra pelan dan bergeser kini membuat Rendra bisa mudah membuka pintu Tampa terhalang tubuh Eva.
ketika semua dirasa sudah beres Rendra segera keluar dari dalam kamar kemudian berjalan menuju ruang tamu dan keluar melalui pintu yang ada di ruang tamu.
Bi Ijah yang melihat tuannya pergi mengeryitkan dahinya ada perasaan tanda tanya di dalam hatinya yang mana merasa sangat aneh dan terkesan rahasia apa yang terjadi di dalam rumah ini.
Rendra yang berhasil keluar rumah segera mengeluarkan mobil hitamnya dari dalam bagasi kemudian melajukan mobil itu dengan kecepatan yang cukup tinggi, Rendra berusaha melacak keberadaan Robi dengan menggunakan Google Maps melalui telepon ponsel hp Robi.
Rendra sedikit bingung karena ganja tidak melihat apapun di sekeliling tempat itu yang ada hanya sebuah rumah dengan ukuran tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil dengan pagar bambu berwarna kuning yang mana Rendra juga sedikit heran karena Google Map yang dipercaya sebagai pelacak memberikan tanda berhenti di tempat ini.
"Mana Robi, kenapa tidak terlihat tanda tanda dia berada di sekitar tempat ini dan ini tempat Apaan kenapa geogel maps itu memberi petunjuk disini. "
ketika Rendra sedang bingung dan merasa heran dengan keadaan sekeliling yang mana tidak terlihat sama sekali tanda-tanda keberadaan dari Robi akan tetapi Google Map yang digunakan untuk melacak memberikan petunjuk di tempat ini, "Rendra yang merasa sangat sanksi dengan kebenaran tempat yang ditunjukkan oleh Google Map tidak dengan segera turun dari dalam mobil ,Rendra masih berada dalam mobil sambil kedua bola matanya menyapu ke sekeliling tempat itu di mana dia mengawasi dan mengamati keadaan sekeliling yang mana keadaan sekeliling tempat itu terlihat sangat sepi dan tidak ada kendaraan maupun lalu lalang orang yang lewat Mungkin karena hari sudah sangat malam sehingga tidak ada satu orang pun yang keluar rumah.
Sepuluh menit sudah Rendra berada di tempat itu dan Robi yang di tunggunya tidak juga muncul Akhirnya Rendra memutuskan untuk pergi kembali pulang, akan tetapi ketika Rendra hendak menghidupkan mesin mobilnya tiba tiba kedua bola mata Rendra melihat dua orang sosok laki laki yang sedang bersembunyi di balik pohon rindang yang Ada di pinggir pinggir Jalan.
" Kenapa Ada orang yang sedang bersembunyi di sana coba Aku lihat dan Aku tanya mereka, Aku pura pura tidak curiga dan tidak mengenali mereka, agar mereka bisa Aku tangkap. " perlahan-lahan Rendra turun dari dalam mobil kemudian berjalan menghampiri sosok tubuh manusia yang sedang bersembunyi di balik rerimbunan pohon kecil yang rindang.
Rendra berdehem dan terbatuk kecil untuk membuat kedua orang yang bersembunyi itu terkejut dan benar saja kedua orang itu segera menoleh kesumber suara.
Rendra segera menganggukkan kepala dengan santun berpura-pura menjadi orang asing yang kebetulan lewat di tempat itu.
__ADS_1
" Maaf Jika boleh saya bertanya Bapak ini kenapa bersembunyi di sini ada apa apakah di sekitar tempat ini ada maling tanya Rendra pada kedua orang itu yang mana keduanya hampir saja tertawa terbahak-bahak kemerdekaan kedua orang itu tidak segera menutup mulutnya,
" tidak kami bersembunyi bukan karena akan ada maling tetapi Kami sedang mengawasi orang yang berada di dalam rumah itu. "
" Kenapa harus diawasi memangnya orang yang berada di dalam rumah itu kenapa Apakah orang di dalam rumah itu melakukan hal yang sangat buruk sehingga harus diawasi, "
belum sempat kedua orang itu untuk menjawab pertanyaan dari Rendra tiba-tiba sebuah panggilan masuk berdering dari ponselnya yang mana mereka Langsung menjawab panggilan telepon itu
ketika salah satu laki-laki itu mengangkat telepon Rendra yang hafal benar dengan telepon milik Robi sedikit terkejut karena yang dipegang laki-laki itu adalah telepon Robi akan tetapi Rendra berusaha untuk bersikap biasa saja yang mana Rendra harus menyadari jika bentuk ponsel seperti Minecraft itu bisa dimiliki oleh siapapun di mana model dan bentuknya sama persis.
Siapa yang telepon tanya Rendra pada salah satu sosok laki-laki yang hendak mengangkat telepon.
" Oh ini dari bos Robi. "
"Robi siapa? " tanya Rendra penasaran karena tidak mungkin kebetulan nama dan orang yang memiliki telepon sama itu adalah orang yang berbeda untuk itu Rendra bertanya.
"Oh itu Bos, _
lagi-lagi itu tidak melanjutkan ucapannya karena kedua bola matanya segera menutup telepon dan masukkan telepon itu ke dalam sakunya kemudian kedua bola matanya menatap Nanar pada Rumah yang mereka Awasi.
" dia sedang keluar di sisi lagi itu menunjuk pada pintu yang terbuka dan kemudian keluarlah dua orang gadis dengan membawa koper keluar rumah Yang Tak lama kemudian tiba-tiba dari arah yang berlawanan muncullah sebuah taksi yang kemungkinan itu adalah mobil yang sedang mereka pesan.
Rendra yang mengikuti arah petunjuk dari sosok laki-laki ada yang ada di sampingnya terkejut bukan kepalang ketika kedua bola matanya melihat siapa yang keluar dari pintu rumah yang berpagar dan bercat kuning.
"Nesa..! itu Nesa Aku harus kenapa, "
bergegas Rendra hendak berlari mendekati kedua gadis yang sedang keluar rumah dengan membawa koper yang mana di antara mereka ternyata Vanessa yang selama ini sedang dia cari.
Tapi belum sempat Rendra melangkahkan kakinya dan mendekati atau berteriak memanggil Vanessa tiba-tiba salah satu dari laki-laki yang berada di sampingnya menarik tangan Rendra dan menutup mulut Rendra dengan satu tangannya.
" jangan berisik kita di sini sedang menunggu mereka kami diminta untuk mengawasi dan mengikuti Kemana mereka pergi kamu jangan mengacaukan dan jangan membuat keadaan kami semakin kacau dan kehilangan jejak, jadi diam dan ikuti semua yang kami perintahkan, "ucap salah satu laki-laki yang tidak mengerti dan tidak mengenali Siapa itu Rendra di mana Rendra adalah teman dari bosnya yang bernama Robi.
__ADS_1