
"Jangan sentuh Aku!"Tria Eva pada Vanessa yang kala itu ingin menyentuh tangan Eva
"Eva kamu kenapa Mengapa marah-marah padaku? tanya Vanessa heran karena tidak biasanya Eva bersikap sangat dingin dan kasar padanya.
Eva tersenyum sinis menatap kakaknya yang duduk ditepi Ranjang miliknya.
"Mbak Nesa tidak perlu pura-pura deh, Mbak Nesa sengaja kan matikan telepon Agar Aku tidak mengaggu Mbak Nesa, Aku tau Mbak Nesa lagi bersenang-senang tapi coba lihatlah Aku di Rumah sendiri tidak ada makanan yang enak untuk dimakan dan ingin pergi jika sendiri itu tidak Enak apa Mbak Nisa memikirkan itu tidak kan Vanessa hanya memikirkan perut Mbak Nisa sendiri tidak pernah memikirkan aku,"
"Maaf Va, Mbak ngak sengaja mematikan ponsel hp Mbak dan kamu kenapa tidak menghubungi Mas Rendra saja dia lagi bersamaku waktu itu dan ponselnya pasti juga aktif kenapa seharusnya kamu menghubungi Mas Rendra jika kamu menghubungi nomorku tidak bisa."
laki-laki Eva tersenyum sinis.
"Ngaklah Mbak, malu. masak Aku harus telpon kakak ipar," ucap Eva berbohong karena jika Eva berkata jujur bisa-bisa kakaknya curiga, untuk itu Eva memilih cara berpura-pura menjadi adik yang baik dan santun yang mana tidak akan mengganggu dan tidak akan berani macam-macam pada kakak ipar dengan memperlihatkan seolah-olah menjadi seorang adik yang sangat santun dan pemalu.
Apa yang dipikirkan Eva ternyata tepat Vanesa terpengaruh oleh ucapan Eva yang mana dia justru merasa bersalah dan Iba.
"Baiklah sekarang katakan sebagai permintaan maaf, Mbak Nesa harus bagaimana?" tanya Vanesa pada Eva yang kala itu merasa dirinya sudah menggenggam kendali di mana kakaknya pasti Akan mengabulkan permintaan nya.
"apa Mbak Nisa aku yakin jika pada saat akan memberikan apapun yang aku minta tanya Eva ingin memastikan jika Vanessa benar-benar ingin menebus satu kesalahannya
dengan pasti Vanessa menganggukkan kepala sambil mengulum senyum.
"Mbak aku tidak ingin sekolah lagi Aku ingin tinggal di rumah ini aku ingin selalu bisa dekat dengan Mbak Nesa Apa Mbak Nesa akan keberatan jika aku menumpang di rumah Mbak Nesa ini."
Vanessa tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.
"bagaimana Mbak Nesa akan keberatan jika kamu berada di sini bahkan kamu boleh tinggal di sini sesukamu," jawab Vanesa dengan pasti yang mana jawaban itu membuat hati Eva sangat senang dan berbunga-bunga dalam hati.
"Yes, Mas Rendra tidak akan lagi bisa menggusirku dari Rumah ini karena Mbak Nesa sudah mengizinkan Aku untuk tinggal disini sesuka hatiku."
"Bagaimana Apa kamu sekarang senang?"tanya Vanesa yang melihat binar cahaya bahagia dari Adiknya.
"Senang Mbak Trimakasih," ucap Eva seraya turun dari Ranjang dan menghampiri kakaknya kemudian memeluk kakaknya sebagai tanda dia sangat senang dan sayang pada sang kakak.
Di sisi lain Rendra yang sudah memarkirkan mobilnya masuk ke dalam garasi, kemudian masuk ke dalam rumah langsung menuju ke dalam kamarnya akan tetapi ketika melihat Kamarnya kosong dan tidak menemukan istrinya di sana Rendra segera keluar untuk mencari istrinya ketika Rendra hendak pergi ke ruang belakang di mana terdapat sebuah taman dan kolam, ketika Rendra melewati pintu kamar Eva yang kebetulan tidak dikunci sedikit tertegun ketika mendengar sebuah suara kegembiraan yang mana ketika Rendra menoleh dan melongokkan wajahnya tampaklah istrinya dan Eva sedang berpelukan dengan bahagia.
Rendra meneguk ludahnya dengan kasar.
__ADS_1
"Apa yang dilakukan Eva, kenapa memeluk Vanesa seperti itu,"Gumam Rendra dalam hati akan tetapi Rendra yang tidak ingin membuat masalah memilih pergi kembali ke dalam kamarnya menunggu Vanesa di dalam kamar disana Rendra bisa bertanya tentang apa yang membuat mereka bahagia dan saling berpelukan, tidak ingin bertemu ataupun buat masalah dengan Eva Rendra segera kembali masuk ke dalam kamarnya.
Kurang lebih 10 menit Rendra menunggu kedatangan Vanesa yang mana kala itu Vanesa lagi berada di dalam kamar Eva.
Perlahan-lahan pintu mulai dibuka.
"Dari mana Nes," tanya Rendra pura-pura tidak mengetahui kepergian istrinya.
"dari kamar Mas, kenapa Mas Rendra belum tidur?'
"Aku lagi menunggu mu, tidak enak tidur sendiri,"jawab Rendra berbohong yang mana langsung menggikuti Vanesa yang melangkah masuk ke dalam kamar ganti.
Vanesa keluar setelah mengganti bajunya dengan baju tidur melihat suaminya berdiri di depannya Vanesa sedikit bingung pasalnya Vanesa merasa Rendra selalu mengikuti setiap pergerakannya.
"Mas kenapa kamu mengikuti terus ada apa sih,'
Rendra yang kala itu menggikuti Vanesa sedikit.
gelagapan.
"Tidak, Aku cuma ingin tau apa yang kamu bicarakan di kamar Eva."
seolah sedang tersedak Rendra tiba-tiba batuk.
"Uhuk
"uhuk
"Minum Mas,"
"Iya trimakasih, kamu bilang apa ketika Eva minta tinggal di Rumah ini,"
"Aku ijinkan, lagipula Rumah ini terlalu besar jadi Aku membolehkan Eva tinggal disini"
"Apa?" Se-seharusnya kamu bujuk Adikmu untuk pergi Agar dia melanjutkan studinya."
"Mana mungkin bisa begitu, Eva bilang tidak mau, tapi kenapa Mas Rendra seperti keberatan Begitu."
__ADS_1
Rendra segera tersenyum.
"Itu hanya perasaan mu ayo tidur ini sudah malam."
Vanesa mengagguk kemudian Naik ke atas Ranjang.
"Nes, boleh tidur sambil meluk kamu kan?"
Vanesa hanya tersenyum kecut, sebenarnya ingin menolak tapi tidak tega akhinya dia hanya mengagguk lemah.
Malam yang sunyi semakin merangkak Naik Rendra akhinya bisa tidur dengan memeluk istrinya.
Di tengah tengah dia sedang tertidur kembali ponsel Rendra bergetar karena tidak mau istrinya terganggu Rendra segera mengaggkat dan melihat layar ponselnya yang mana Eva seperti biasanya meminta Rendra untuk datang dan tidur menemani nya
Tidak bisa menolak karena yang dilakukan Eva adalah pengaruh dari bayi yang sedang dikandungnya untuk itu dengan mengendap endap Rendra segera pergi ke kamar Eva.
Dengan sangat hati-hati dan perlahan-lahan Rendra keluar dari kamar.
Rendra merasa lega ketika sampai di luar kamar dan dengan cepat pergi kedalam kamar Eva yang mana Eva sudah menyambut nya dengan senang dan manja.
Tanpa disadari Rendra apa yang dilakukan Rendra ketika keluar dari dalam kamar Diketahui Vanesa cuma Vanesa tidak mau gegabah Vanesa ingin tau kemana setiap malam suaminya pergi.
Setelah menunggu beberapa saat Vanesa pun akhirnya keluar kamar dan mencari keberadaan sang Suami.
"Malam-malam begini Mas Rendra kemana sih, di Ruang tamu sunyi di dapur juga tidak ada, apa dia kerja lembur di ruangan pribadi nya, coba Aku lihat."
Vanesa menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, lampu Ruangan menyala meskipun semua kelambu tertutup dan pintunya pun di kunci.
"Mas Rendra ini ada ada saja kerja lembur sampai larut begin dan karena takut terganggu dia menguncinya, sudahlah biarkan saja Aku lebih baik balik ke kamar saja ngantuk." lirih Vanesa dalam hati.
Sementara Rendra dan Eva yang mengintip dari balik pintu menarik napas lega.
"Hampir saja ketahuan beruntung aku cerdas dengan menyalakan lampu Ruang kerja semua gara-gara kamu nih,"
"Idih, kok Aku yang di salahin Mas ini kan kemauan dari anak kamu bukan Aku "
"Sudah sudah ayo cepat tidur biar Aku bisa cepat balik ke kamar Nanti Vanesa keluar dan curiga lagi,"
__ADS_1
. Tanpa membantah Eva langsung Naik keatas Ranjang disusul kemudian oleh Rendra dalam hati Rendra bersyukur kali ini bisa selamat dan Aman tapi Nanti Bagaimana, Rendra semakin si buat kalut dan bingung dengan keadaan nya sendiri.