
Dengan Cepat Bara mengambil mobil dari dalam garasi kemudian dengan kecepatan tinggi Bara segera melajukan mobilnya menembus jalan yang kala itu hari sudah menjelang malam.
Bara terus mengikuti dan mengamati seluruh jalan yang ada di kota itu Bara berusaha mencari jejak di mana Vanessa berada, meskipun Bara yakin untuk menemukannya sangat sulit, tiba-tiba Bara teringat akan ponsel hp-nya dengan cepat Bara memencet nomor Vanessa dan menghubunginya Bara berharap Vanessa segera mengangkat telepon dan memberikan kabar Bagaimana keadaan serta berada di mana Dirinya sekarang.
Bara mulai memencet nomor telepon Vanessa dan alangkah kecewanya bara ketika mengetahui ternyata telepon Vanessa tidak aktif itu artinya Vanessa sudah mematikan ponsel hp-nya.
Dalam keadaan panik dan was-was serta bingung Bara kembali menghubungi salah satu orang yang dipercaya untuk selalu mengawasi kegiatan Vanessa di rumahnya orang itu bernama Adam yang mana tanpa sepengetahuan Vanessa Bara selalu mengawasi setiap gerak-geriknya lewat informasi yang di berikan Adam kepadanya.
Sambungan telepon yang Bara lakukan tersambung dengan cepat terdengar suara sahutan dari seberang.
" halo Bos Ada apa? "
"Apa kamu tau kemana perginnya Vanesa? "
"Tidak, Bos Aku menggikuti hanya sampai ketika Vanesa Naik mobil taksi, setelah itu Aku tidak lagi menggikutinnya. "
"Baiklah, kamu caring tau selalu dimana Vanesa berada, jika sudah menemukan cepat kabari Aku. "
"Baik, Bos. "
panggilan telepon segera ditutup setelah Adam memberikan kepastian kepada bara dan dengan cepat bara melajukan mobilnya mencari Vanessa Bara yakin Vanessa masih berada di sekitar tempat ini,meskipun Bara tidak tahu Vanessa berada di mana.
mobil terus melaju dengan cepat sesekali bara menengok ke kiri dan ke kanan melihat setiap sudut jalan berharap Vanessa ada di antara orang-orang yang sedang berlalu Lalang ataupun berada di pinggir jalan.
hampir satu jam Bara terus berputar-putar di kota itu mencari keberadaan Vanessa, akan tetapi semua sepertinya sia-sia karena tidak ada tanda-tanda keberadaan Vanessa Bara yang mulai resah dan Panik pasalnya hari sudah mulai malam akan tetapi sampai detik ini bara belum menemukan keberadaan Vanessa sementara dirinya harus segera pulang dan besok harus melakukan penerbangan ke London, bara mengacak kasar rambutnya karena merasa kesal dan kecewa.
"Araaagh, kamu dimana Nes, kenapa jadi begini, Aku suka kamu pergi dari rumah Akan tetapi jika kamu memberitahu Keberadaanmu padaku, tapi kini aku menyesal telah memberitahu Jika kamu pergi tanpa memberikan kabar sedikitpun padaku, tahu seperti ini aku tidak akan memberitahumu tentang perselingkuhan suamimu Sungguh Aku sangat menyesal karena setidaknya aku pun kehilangan dirimu. " keluh bara dalam hati yang mana kini Dia memutuskan untuk turun dari dalam mobil mencari dengan jalan kaki di sekitar tempat itu setelah mobil di parkir.
barat terus berjalan menyusuri lorong-lorong jalan yang ada di sekitar tempat itu di mana Banyak sekali lalu lalang orang-orang yang sedang berbelanja maupun sekedar keluar untuk jalan-jalan.
di sisi lain Rendra Yang ditelepon Eva segera mengangkat teleponnya.
"Halo Ada apa Va? "
"Mad, Aku laper cepat pulang Aku menunggumu untuk makan malam, "
"Aku tidak bisa kamu makan sendiri saja, Aku masih harus mencari Vanesa, entah tidur dimana dia malam ini, "
" Mas Rendra Kenapa sih Masih memikirkan Mbak Nesa sudahlah lupakan dia cepat pulang Kalau dia mau pulang ya biarkan pulang, Kalau tidak mau pulang abaikan saja kan masih ada Aku, "seru Eva dengan kesal yang mana perkataan dari Eva membuat Rendra mendelik seketika Rendra benar-benar tidak habis pikir sebagai seorang adik dia sangat membenci kakaknya bahkan berkali-kali mengharapkan kakaknya untuk pergi.
__ADS_1
" Va, kalau bicara itu dipikir dulu kamu bisa berkata biarkan dan abaikan Nesa, Apakah kamu pernah berpikir bagaimana perasaanku bagaimana diriku, kamu hanya memikirkan makan malam bersama, kamu makan sendiri saja tidak perlu kamu menungguku di dalam rumah juga ada Bi Ijah kamu minta Bik ijah saja untuk menemanimu Jangan Tunggu Aku karena Aku Pulang kapan Aku juga tidak tahu, Aku akan pulang pukul berapa kamu tidak perlu Terlalu memikirkanku kepalaku lagi pusing, "seru Rendra dengan nada yang kesal.
" lho Mas kok marah-marah padaku seharusnya Mas mengerti Aku kan lagi hamil seharusnya Mas menemaniku bukan mencari Mbak Nesa kalau aku kenapa napa Bagaimana, ini kan anak kita Mean Nesa tidak punya anak tidak perlu mas Rendra mencarinya,"teriak Eva yang ingin agar Rendra cepat pulang.
" Malas berdebat denganmu, "
"Tit..! " dengan cepat Rendra mematikan ponsel hp-nya bahkan menonaktifkan agar Eva tidak bisa menghubungi dirinya Rendra mendeteksi kesal sesekali Rendra mengajak kasar kepalanya dia benar-benar dibuat pusing dan bingung karena sampai larut malam Vanessa belum juga ditemukan tiba-tiba Rendra teringat akan Robi.
" Robi kan tahu Vanesa naik taksi apa setidaknya Siapa tahu saat Robi pulang dia bertemu dengan sopir taksi iitu, ebih baik aku telepon Robi Aku ingin tahu anak itu ada di mana Siapa tahu Robi sudah mendapatkan informasi tentang Vanesa kenapa aku tadi tidak kepikiran seperti itu ya, "
dengan sedikit terburu-buru Rendra segera menekan nomor telepon Robi Tak lama kemudian telepon pun tersambung.
jauh di sudut kota tepatnya di depan pagar berwarna kuning di dalam mobil hitam Robi yang merebahkan tubuhnya tiduran di dalam mobil sedikit terkejut ketika mendengar suara dari telepon dari ponsel hp-nya ketika Robi melihat satu panggilan telepon tertera nama Rendra dengan cepat Robi mematikan sambungan telepon itu.
"Tit..! " sambungan telepon pun akhirnya terputus Rabi menggulung senyum.
"Enak saja sekarang telepon ingin tahu kabarnya Vanesa tadi aku diturunkan di jalan tanpa perasaan, untuk apa aku angkat teleponnya Lebih baik aku Matikan dan aku tidak memberitahu di mana Vanesa berada biar kapok itu Rendra, sekali kali kasih pelajaran buat Rendra pasti dia mini sedang kesal, rasain tuh, "ucap Robi dalam hati sambil senyum-senyum.
" Tapi mengapa Vanesa lama sekali ya, sebenarnya mereka berdua pergi ke mana Mengapa belum pulang, ini sudah sangat larut mataku saja sudah sangat ngantuk perut juga sangat lapar, sudah dari sore Aku di sini sebagai satpam menunggu kepulangan mereka tapi mengapa mereka tidak pulang apa jangan-jangan pemilik Rumah itu mengantarkan Vanesa pergi ke bandara, jangan sampai terjadi jika itu terjadi Mampuslah aku kalau harus mengejar ke luar negeri segala. " kini Robi yang berada di dalam mobil duduk dengan gelisah karena perasaan hatinya yang sangat gelisah Robi memutuskan untuk keluar dari dalam mobil kemudian masuk ke dalam pagar rumah dan kembali duduk di teras di depan rumah berpagar bambu bercat kuning.
" cepatlah pulang Nes ,Aku sudah lapar di sini, nggak kasihan banget sama aku menjadi satpam. "keluh Robi sambil menyandarkan kepalanya di atas kursi.
sementara di sudut keramaian Mall yang ada di kota itu Vanessa bersama dengan Mira sedang menenteng beberapa belanjaan yang baru saja mereka beli.
" ya Memangnya kenapa? "
" aku rasa tempatnya tidak cocok untuk Kamu tempatnya begitu sempit dan rumahnya juga tidak terlalu luas Bagaimana kamu bisa tinggal di tempat sempit itu, "
" Tidak masalah itu cukup untuk aku Bukankah aku cuma sendirian lagi pula aku tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas yang penting Aku punya tempat untuk tinggal dan Aku bisa membayar uang kontrakan itu sudah cukup meskipun tempatnya kecil tapi aku rasa Tempatnya sangat bersih dan nyaman Aku suka itu, nanti aku juga akan cari pekerjaan apabila sudah menempati Rumah itu. "
" Baiklah terserah kamu Jika kamu bersikeras Aku rasa kamu juga bisa tinggal di tempatku Tapi karena kamu ingin ngontrak sendiri, ya sudahlah Aku tidak bisa berbuat apa-apa cuma kalau kamu ada apa-apa atau perlu apa-apa nanti kamu datang ke Aku ya, "ucap Mira kepada Vanesa.
" tentu kamu jangan khawatir sekarang ayo kita pulang Bukankah Malam ini aku akan menginap di rumahmu, "
"Baiklah, Ayo, "
Mira dan Vanessa memutuskan kembali ke rumah setelah membeli beberapa makanan dan buah-buahan yang Vanessa inginkan sampai di depan rumah setelah keduanya turun dari mobil taksi Vanessa tiba-tiba berhenti dan tidak melanjut kan melangkah masuk melihat hal itu Miras sedikit bingung dan heran karena Vanessa tiba-tiba berhenti dan tidak melangkah masuk.
" Ada apa ayo cepat masuk ini sudah malam kita harus cepat beristirahat aja Mira kepada Vanessa yang mana Langsung mendapatkan celengan kepala dari Vanesa.
__ADS_1
" tidak aku tunggu di sini saja, "
" Apa kamu gila ini sudah malam ngapain kamu tunggu di situ Emangnya kamu bermalam di jalan, "
" lihat tuh di teras rumahmu itu adalah teman Rendra aku yakin Rendra menyuruh temannya Robi untuk mencariku Aku tidak mau kembali dan aku tidak mau bertemu dengan Robi sekarang kamu cari cara bagaimana Robby bisa pergi dari rumahmu aku tunggu di sini karena aku tidak akan masuk sebelum roti pergi.
" Oh jadi karena dia Baiklah Kamu tunggu di sini sebentar semua akan aku buat beres. "
bergegas Mira masuk ke dalam pagar dan berdiri tepat di hadapan sosok laki-laki yang sedang merebahkan kepalanya di atas kursi dengan mata terpejam.
" Permisi Mas maaf Mas ini siapa ya? tanya Mira pura-pura tidak tahu.
Robi yang ditanya langsung terkejut mendengar ada yang memanggil dan mengajaknya bicara dengan cepat lebih membuka mata kedua bola matanya dan berseru.
"Nesa name Sudan pulang? " seru Robi spontan yang mana ketika membuka kedua bola matanya lebih sedikit terkejut karena di depannya yang berdiri bukan Vanessa melainkan hanya seorang gadis yang tak pernah Robi kenal.
" Maaf Mas tadi Bicara apa nama saya Mira Mas bukan Nesa ucap Nisa pura-pura tidak mengerti dan pura-pura tidak memahami maksud dari Robi.
" Maaf saya pikir Anda teman saya Vanessa tadi ibu di sebelah rumah ini mengatakan teman saya Vanessa ke rumah ini dan pergi dengan Mbaknya lalu di mana wanita sekarang tanya Robi pada gadis yang ada di depannya.
" Maaf Mas pasti salah orang dan pasti salah dengar Saya dari tadi pergi sendirian Saya tidak punya siapa-siapa dan saya tidak tahu dan tidak mengenal siapa itu Vanessa Mohon maaf saya ingin cepat beristirahat dan Maaf sekali Tolong Mas pergi dari rumah saya karena nggak enak Jika dilihat tetangga kayak khawatir disangka Mas ini pacar saya.
mendengar perkataan gadis di depannya Robin mendelik seketika
" pacar yang benar saja pacar aku cantik nggak seperti ini lagi guman Robi dalam hati, " tapi Mbak Ibu tadi bilang sepertinya Mbak Memang benar pergi dengan orang lain.
" mas tidak perlu mempercayai ucapan tetangga karena terkadang apa yang dikatakan tetangga itu adalah bohong saya harap Mas mengerti dan silakan pergi, "
dengan sedikit kesal dan kecewa akhirnya Robby bangkit dari tempat duduknya kemudian melangkah pergi hadir Robby juga bertanya-tanya apa yang dianggap dan dirasakan bahwa dia akan bertemu dengan Vanessa dan akan menemukan Vanessa terlebih dahulu ternyata semua hanya harapan palsu dan mimpi belaka ternyata Robi pun tidak menemukan keberadaan Vanessa bahkan Robi salah orang dengan perasaan kecewa akhirnya Robi masuk ke dalam mobil hitam dan melajukan mobil dengan cepat meninggalkan tempat itu.
melihat Raffi sudah pergi buru-buru Vanessa masuk ke dalam pagar rumah dan segera membuka pintu rumah Mira kemudian menguncinya dengan cepat.
" kamu hebat dia sudah percaya dan pergi ucap Vanessa memberikan pujian kepada Mira yang mana Vira mendapatkan pujian itu tersenyum.
"Iya dong hebat Mira gitu lho, Ayo cepat kita buka makanan kita Aku sudah lapar. "
di Sebuah Jalan Robi yang melajukan mobilnya dengan sangat kencang tiba-tiba menghentikannya secara mendadak setelah melihat sebuah kucing berada di depannya.
"Ciiiiittt.! bunyi mobil yang hentikan secara mendadak.
__ADS_1
"Hampir saja aku menabrakmu pus, tapi kucing ini seperti memberikan satu isyarat, kenapa aku harus cepat percaya dengan omongan Gadis itu, mana mungkin tetangganya berbohong bisa jadi Gadis itu yang berbohong, Aku akan balik lagi Aku akan lihat dan secara diam-diam Siapa tahu Gadis itu membohongiku dan siapa tahu apa yang dikatakan Gadis itu adalah suruhan Vanesa agar aku cepat pergi karena dia telah melihat ku Dan tidak ingin menemuiku, baiklah Aku putar balik lagi.
dengan cepat Robi Memutar Balik mobil hitamnya Kembali menuju rumah di mana Mira dan Vanesa berada.