
Rendra mengajak Vanesa keluar dari gedung Rumah Sakit dengan menggunakan mobil pribadinya sengaja Rendra mencari tempat yang sedikit jauh dari tempat dia bekerja karena hari ini Rendra sengaja mengosong kan semua jadwal kegiatannya, hanya ingin berdua dan menghabiskan waktu berdua itulah yang di inginkan Rendra karena mulai hari ini dia akan lebih perhatian dan peduli dengan Istrinya agar untuk satu Minggu kedepan Vanesa tidak memiliki rasa curiga yang berlebih.
"Mas mau makan dimana sih kenapa pergi jauh begini, tugas Di Rumah sakit banyak lho."
Rendra menoleh kesamping di mana istrinya sedang bertanya dan menatapnya dengan penuh tanda tanya, sementara bibir Rendra mengulum senyum.
"Hari ini libur ngak kerja jadi Nanti kita tidak usah balik ke Rumah sakit Aku mau mengajakmu jalan-jalan sambil menikmati makan,"
"Tidak bisa Nanti Suster Heni mencari ku Aku ada kerjaan disana.,"
"Semua sudah beres Aku sudah bilang pada Suster Heni jadi tentang saja tugas kamu sudah digantikan Suster Yuni jadi hari ini kita bebas bisa libur jalan jalan, kau mau makan dimana?"tawar Rendra dengan hati yang senang karena hari ini dia bisa bebas dan puas jalan-jalan dengan istrinya setelah beberapa bulan lalu hidup dalam kebencian akibat kesalahpahaman yang membuat dirinya begitu kasar dan dingin pada Istrinya.
Mulai hari ini Rendra bertekad untuk memperbaiki semua sikap dan perbuatan buruk pada Istrinya. Sementara Vanesa semakin dibuat bingung dengan sikap Rendra yang tiba-tiba begitu lembut dan manis bahkan terkesan beberapa kali mengalah dan hal itu justru membuat Vanesa merasa sesak dan yakin jika suaminya menyembunyikan sesuatu darinya.
Vanesa menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan
"Kan Aku sudah bilang Aku kenyang,"
"Hmm, kalau begitu temani Aku kemudian kita jalan-jalan, kita lama ngak pergi jalan-jalan lho Nes. Aku kangen pergi berduaan dengan mu jadi sekarang kan ada waktu kita manfaatkan untuk bersenang-senang."ucap Rendra dengan mata berbinar.
Sangat manis dan terdengar begitu memabukkan itu yang ada dalam hati Vanesa dan ingatan Vanesa kembali melayang ketika Suaminya tidak mengajak dirinya berlibur ke Bali membuat hatinya merasa sakit terlebih berbohong dengan mengatakan kalau dirinya tidak mau ikut, Vanesa tersenyum kecut menggingat luka yang dengan sengaja digoreskan suaminya.
"Begitu ya Mas, kayak pergi ke Bali itu berarti Mas tidak lagi kangen berduaan dengan ku, kan Mas tidak mengajakku,"cetus Vanesa yang langsung membuat Rendra terbatuk batuk.
"Uhuk...
"Uhuk..
Dengan santai Vanesa menggulurkan Satu botol air mineral yang ada di dalam mobil.
"Minum Mas,"
__ADS_1
Tanpa mampu bicara apa-apa Rendra meraih botol Mineral yang diberikan Vanesa kepadanya, Rendra meneguk ludahnya sebelum mengucapkan kata trimakasih.
"Trimakasih, Nes waktu itu Aku,_
"Dreeettt....Dreeettt....Dreeeet..!
Untuk sesaat Rendra melihat layar ponsel hpnya yang bergetar, sengaja Rendra memilih Nada getar untuk ponselnya agar tidak menganggu, kemudian Rendra melihat ke arah samping istrinya yang kala itu ternyata juga sedang menatapnya.
Rendra tersenyum rikuh.
"Kenapa tidak diangkat Mas, angkat saja ngak papa,"
Rendra yang tau jika Eva yang sedang menghubungi nya tersenyum kecut.
"Ini telpon tidak penting dari Dokter Bambang, Nanti saja Aku telpon balik sekarang kan kita lagi ada di jalan dan seorang pengemudi itu tidak boleh menerima telpon saat melakukan perjalanan bahaya jadi biarkan saja."ucap Rendra menjelaskan meskipun sebenarnya dia sedang berbohong.
Vanesa mengulum senyum Mendengar penjelasan suaminya.
"Bener juga kita tidak boleh menerima telpon ketiika kita sedang mengemudikan mobil, baiklah jangan cari tempat yang jauh pusing Aku berada di dalam mobil terus rasaanya mual."
"Smoga saja Nesa hamil," gumam Rendra dalam hati yang mana kini mulai mencari tempat Restoran makan yang tidak begitu jauh.
Rendra sengaja memilih tempat yang sangat Romantis yang mana sering kali di kunjungi oleh para pemuda dan pemudi atau pasangan yang ingin bernostalgia.
Dengan hati riang dan berbunga-bunga Rendra mulai memarkirkan mobilnya, ketika semua sudah selesai Rendra berniat mengajak Vanesa untuk turun.
"Kita sudah sampai Ayo kita turun." ajak Rendra pada Vanesa, karena tidak mendapatkan jawaban Rendra menoleh kesamping.
"Astaga, ternyata dia sedang tidur," lirih Rendra yang mana tidak jadi turun dari mobil justru dengan sangat perlahan membetulkan letak kepala Vanesa agar tidur di dadanya, bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman.
"Smoga kamu beneran hamil Nes, spot jantung Aku melihat sikap mu tiap hari yang begitu dingin padaku, dengan adanya bayi kita, kamu tidak akan pernah bisa pergi dariku, tidurlah Aku akan menunggu sampai kau Bagun." lirih Rendra yang juga mulai ikut memejamkan mata di dalam mobil.
__ADS_1
Suasana siang yang begitu terik dan panas ternyata panasnya juga masuk ke dalam hati Eva dimana panggilan telpon nya tidak di respon oleh Rendra suaminya bahkan ponsel hanya Rendra sekarang dimatikan.
"Dasar cowok brengsek, jahat sekali dia, sudah tau Aku yang menelpon malah di cuekin eh sekarang justru ponsel hanya dimatikan, benar-benar brengsek, dia pikir Aku akan diam saja di perlakukan begini. Aku kan juga istrinya jadi hak ku juga, lebih baik Aku samperin Mas Rendra di tempat kerja nya, biar dia tidak berulah salah sendiri ponselnya dimatikan dan Aku tidak perduli jika Mas Rendra marah."
Dengan cepat Eva segera mengganti baju dan menyambar tasnya kemudian menelpon taksi online untuk berangkat ke Rumah sakit tempat dimana Rendra sedang bekerja disana.
Sampai di Rumah sakit Eva yang sudah mengetahui Ruangan Rendra segera pergi ke sana, akan tetapi Eva sedikit terkejut ketika mendapati pintunya dan kelambu korden ruangannya tertutup.
Eva mengeryitkan dahinya.
"Tumben tutup, apa jangan-jangan Mas Rendra lagi ada di dalam coba Aku buka."dengan perlahan-lahan Eva mulai membuka pintu akan tetapi Eva Mendengus kesal karena ternyata pintunya dikunci.
"Kok di kunci sih, memangnya Mas Rendra kemana?"gumam Eva dalam hati yang mana dia langsung mengeluarkan ponsel hpnya dan menelpon Rendra.
Eva lagi-lagi harus menelan kekecewaan karena ponsel hanya Rendra ternyata tidak aktif.
"Kok hpnya dimatikan memangnya Mas Rendra kemana sih," dengus Eva kesal hatinya benar-benar merasa sangat marah dan kesal.
"Maaf, ada yang bisa saya bantu Mbak?" tanya salah satu Suster yang kebetulan lewat. Eva segera mendongak dan menatap suster yang ada di depannya.
"Mas Rendra kemana ya Sus, maksud ku Dokter Rendra kok ruangannya tertutup."
"Oh Dokter Rendra, dia hari ini menggambil waktu untuk libur kerja beliau sedang pergi bersama dengan Suster Vanesa."
"Deg.., serasa hati Eva bergolak Mendengar perkataan dari Suster yang ada di depannya.
"Apa mereka pergi nya sudah lama,"
"Cukup lama Mbak ada perlu penting ya, biar saya sampaikan pada Dokter Rendra Mbak boleh tinggalkan pesan."
"Tidak Sus, tidak ada yang penting Aku lain kali saja kesini lagi," jawab Eva dengan senyum terpaksa kemudian pamit undur diri.
__ADS_1
Sampai di luar Eva mengeram kesal hingga kakinya dihentakkan ke tanah.
"Kurang ajar sekali sih Mas Rendra ternyata dia lagi asik dengan Mbak Nesa pantes saja telponnya dimatikan, brengsek dia benar-benar brengsek awas saja kalian, Aku tidak akan pernah biarkan kalian bisa berduaan lihat saja Apa yang akan Aku lakukan," sunggut Eva dengan kilatan mata penuh kemarahan.