BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Baby. 81.KESAL


__ADS_3

Robi melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi menuju kembali ke rumah di mana dia hampir seharian menunggu kedatangan Vanesa bersama dengan temannya yang mana ternyata kekecewaan yang harus Robi terima ketika sang pemilik rumah datang dan mengatakan bahwa dia pergi sendiri tanpa orang lain.


Jalanan yang cukup sepi dan tidak terlalu ramai membuat Robi bisa dengan mudah mencapai rumah berpagar kuning dengan cepat ketika sampai di depan pintu gerbang rumah berpagar kuning, Ribi tertegun karena lampu yang ada di dalam rumah seolah-olah dimatikan hanya terlihat lampu dalam satu ruangan yang masih menyala itu artinya lampu yang ada di ruang tamu tidak dinyalakan.


Perlahan-lahan Robi membuka pintu gerbang pagar bambu berwarna kuning secara perlahan-lahan kemudian dengan sangat perlahan-lahan Robi mulai berjalan memasuki ke halaman rumah bercat kuning karena merasa sangat sepi dan tidak melihat tanda-tanda ada kehidupan di dalam rumah karena sangat Hening dan tidak terdengar apapun Robby mulai mencari celah di mana dia bisa melihat isi kedalaman rumah itu.


" Sepi sekali Apakah mereka sudah tidur Apakah benar Vanessa tidak ada di dalam rumah itu, tapi mengapa perasaanku mengatakan Gadis itu tadi berbohong, biasanya feelingku selalu benar Semoga saja kali ini apa yang aku rasakan juga benar, Semoga Vanessa ada di tempat ini sehingga aku bisa mengawasi dirinya Aku tidak tahu apa yang terjadi antara Vanessa dan Rendra yang aku tahu Vanessa tidak akan pernah meninggalkan Rendra apabila Rendra tidak melakukan suatu hal yang sangat menyakitkan, karena aku yakin Vanessa bukanlah tipe istri yang suka kabur-kaburan dan pergi tanpa alasan yang jelas, apabila dia pergi itu sudah pasti dia memiliki alasan yang sangat jelas aku harus menyelidikinya aku tidak boleh hanya membela Rendra ataupun membela Vanesa keduanya aku harus mengetahui pokok permasalahannya dan untuk saat ini, memang untuk keamanan Lebih baik aku tidak menerima panggilan telepon dari Rendra dan Aku tidak akan aktifkan ponsel hp-ku untuk sementara waktu sampai aku mengetahui Apa alasan yang membuat Vanesa pergi dari Rumah."


roti sedikit kesulitan ketika mencari celah untuk mengintip ke dalam rumah karena rumah itu tertutup sangat rapat dan tidak memiliki celah apapun kecuali ventilasi dari jendela yang mana sudah pasti kalau malam datang seperti ini semua jendela sudah tertutup rapat.


" Aku harus mencari akal Bagaimana aku bisa bertemu dengan Vanessa atau setidaknya aku bisa masuk ke dalam rumah itu."


untuk beberapa saat Robi memutar otaknya berpikir dengan keras Bagaimana caranya dia bisa masuk ke dalam rumah itu, hingga terbesitlah sebuah ide yang bisa membuatnya masuk ke dalam rumah itu, Robi berlari keluar pagar kemudian mengetuk salah satu pintu dari warga yang menjadi tetangga dari gadis yang dia temui tadi sore.


setelah berbincang dengan salah satu warga Robi segera kembali ke rumah di mana dia meyakini Vanesa tinggal di tempat itu Robi mengenakan sebuah sarung dan kopiah serta masker.


ketika semua dirasa sudah sempurna dan cukup untuk tampil berbeda Di mana orang tidak akan mengenali dirinya dengan langkah pasti Robi mengetuk pintu rumah berpagar bambu bercat kuning.


"Tok...


" Tok..


"Tok..

__ADS_1


tidak lama kemudian pintu rumah pun dibuka dari dalam.


" Maaf mencari siapa ya tanya Mira yang kala itu membukakan pintu rumah."


" Maaf Mbak saya ingin numpang pergi ke kamar kecil dan Bisakah saya minta air putih saya haus sekali, '


"Oh, boleh silahkan masuk kamar mandinya Ada di ujung Sana silahkan jalan lurus saya Akan mengambilkan Air putih."


"Trimakasih Mbak "


Bergegas Robi masuk menuju kamar mandi, setelah melihat sang tuan Rumah masuk ke dapur dengan cepat Robi keluar dari dalam kamar mandi Dan berjalan mendekati semua kamar yang Ada untuk Memeriksa apakag Vanesa Ada di dalam Rumah itu atau tidak.


" rumah yang tidak begitu luas tetapi cukup besar di mana memiliki 3 kamar yang mana Robi sudah melihat dua kamar akan tetapi keduanya kosong dan tinggal satu kamar yang belum rapi lihat dan ketika Robi menghendak melangkah mendekati pintu dan membuka tiba-tiba sebuah suara menghentikan langkah kakinya.


dengan sengaja Robi melemparkan secara halus sandal yang dia pakai ke dekat pintu kamar yang belum sempat Robi lihat.


karena sendal itu menimbulkan sebuah bunyi yang sedikit menarik perhatian Mira yang mana Langsung dia menoleh ke belakang akan tetapi Robi yang memahami hal itu segera tersenyum kemudian berlari mendekati Mira dan segera mengambil air putih yang ada di tangannya.


" Terima kasih Mbak aku sangat haus sekali ucap Robi yang mana langsung menegak habis air putih yang ada di tangan Mira dan sudah berpindah ke tangannya.


"Aduh Mbak, Aku lupa sandalku tidak Ada Satu Aku yakin Ada di dalam kamar mandi sana maaf Aku ambil dulu Mbak, "


Tanpa menunggu jawaban Robi segera berlari menuju ke kamar mandi yang mana arah lari Robi memang benar-benar ke kamar mandi membuat Mira menggelengkan kepalanya kemudian membiarkan Robi pergi sendiri melihat sang tuan rumah tidak mengejarnya dan tidak curiga kepadanya dengan perlahan-lahan Robi mulai mendekati kamar yang tadi belum sempat dilihatnya dengan sangat perlahan-lahan dan hati-hati Robi mulai membuka pintu kamar yang belum Robby buka dan Alangkah terkejutnya Robi ketika melihat seorang gadis yang sedang duduk membaca buku di tepi ranjang.

__ADS_1


"Vanesa...! " seru Robi dengan perasaan senang dan haru karena dugaannya ternyata benar dan keyakinannya tidak salah jika Vanessa memang berada di dalam rumah ini.


Vanessa yang tidak menyangka kehadiran Robi berada di rumah itu membuat Vanessa terkejut hingga buku yang dia baca terjatuh dari tangannya kedua bola matanya membulat seketika Vanessa benar-benar tidak percaya jika yang berdiri di depannya adalah Robi yang mana sore tadi Vanessa sudah yakin jika Robi sudah pergi meninggalkan rumah ini.


"Robi kau..!


Dengan cepat Robi menghampiri Vanessa dan berdiri di depannya.


Di tempat yang berbeda tampak Eva sedang resah dan gusar di mana Eva yang Menanti kedatangan Rendra dan Rendra tidak kunjung datang membuat Eva semakin kesal dan marah, Bi Ijah yang melihat hal itu sedikit heran karena Eva begitu pemarah dan suka memerintah sedangkan Eva hanyalah tamu di rumah itu.


"Non Eva kenapa? "


" Aku sedang menunggu suamiku Bik, "


" Oh suami Non Eva akan datang malam ini menjemput Non Eva pulang, sabar Non, mungkin masih Macet di jalan. "


" Menjemput pulang apaan sih Bki aku nggak ngerti deh dengan ucapanmu, " Eva dengan nada yang sinis meskipun Bija tidak suka agar tetap pipi Ijah mencoba untuk bersabar dan tersenyum menghadapi tamu yang menurutnya sangat menjengkelkan.


"Ya itu Suami Non yang Akan membawa Non pulang dari sini. "


" kamu ngaco Bik, Suamiku itu mas Rendra Bagaimana aku akan pergi dan meninggalkan rumah ini ada-ada saja, dasar pembantu bodoh ,"sinis Eva yang kemudian pergi meninggalkan Bi Ijah seorang diri di ruang tamu dengan keadaan yang sedikit syok dan terkejut.


" istri dari Den Rendra Apa maksud dari wanita itu istri, Bukankah istri dari Den Rendra itu Non Vanesa Ada apa ini kenapa wanita itu mengaku sebagai istrinya Den Rendra jangan-jangan dia pelakor Rumah ini, aku harus menyingkirkannya enak saja mau mengganggu rumah tangga orang kamu belum tahu Aku, "gumam Bi Ijah dalam hati yang mana wanita tua itu sedikit geram sehingga tangannya mengepal dan mereemaas kain lap yang dipegangnya.

__ADS_1


__ADS_2