BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab.35. TAKUT


__ADS_3

Dengan sangat bersemangat Eva membuat masakan untuk kakak iparnya yang belum lama ini juga telah menjadi Suaminya Secara Agama tanpa sepengetahuan sang Kakak.


Vanesa tersenyum bahagia melihat Eva begitu ceria dan bersemangat bahkan terlihat sangat rajin sekali, Vanesa yang ingin membantu sering kali di larang dengan lantang dan tegas Eva ingin melakukan sendiri dengan alasan agar dia bisa melatih ketrampilan masaknya.


Sedangkan di dasar hatinya yang paling dalam EVa ingin melakukan semuanya karena dia ingin memberikan masakan yang spesial untuk Suami tercinta nya.


Vanesa tidak pernah tahu jika sesungguhnya Eva adalah istri muda dari suaminya, tanpa rasa curiga Vanesa membiarkan Eva melakukan apapun yang dia mau bahkan setelah menyelesaikan masak dan menyiapkan di atas meja, Eva minta izin kepada Vanesa untuk melihat lihat kamar pribadinya, tentu saja hal itu tidak membuat Vanesa curiga karena Eva Eva berdalih ingin mengetahui model kamar dari sang kakak menggingat Rumah yang mereka tempati cukup besar dan megah untuk itu Eva mengatakan sangat penasaran bagaimana dengan keadaan kamar pribadi kakaknya, dengan senang hati Vanessa mengizinkan bahkan menunjukkan tempat-tempat dan segala perabotan serta keindahan yang ada di dalam kamar itu sehingga nyaman dan betah bagi para penghuninya.


"Wah indah sekali kamar Mbak Nesa boleh dong aku tidur di sini sebentar," pinta Eva pada sang kakak.


dengan senyum tersungging di bibir Vanessa mengangguk berikan tanda bahwa apa diizinkan untuk tidur sejenak di kamar pribadinya.


"kamu boleh tidur di sini selama beberapa jam sebelum suami Mbak pulang, tapi Nanti setelah Mas Rendra pulang kamu harus balik lagi ke kamar tamu, Apakah kamu mengerti?' tanya Vanesa pada Eva yang langsung dijawab dengan anggukan dan disertai dengan acungan jempol.


"Siap Mbak', ucap Eva mamastikan, hatinya begitu girang dan senang karena sang Kakak mengijinkan dirinya untuk bisa melihat keindahan dalaman kamar dari Suaminya, tanpa rasa curiga Vanesa membiarkan sang Adik berada di dalam kamar pribadi nya sendiri sedangkan dirinya sibuk menata barang belanjaan yang tadi beru di beli.


Di dalam kamar EVa segera membuka lemari baju milik suami kakaknya.


"Oh, ini baju-baju Mas Rendra dan di samping ini rupanya tempat Mbak Nesa menaruh bajunya tidak masalah,tapi esok baju-baju ini akan tergantikan dengan baju-baju milikku, tinggal menunggu waktu, Aku yakin Mas Rendra akan segera menceraikan Mbak Nesa dan Akulah yang akan menjadi istri satu-satunya Mas Rendra."gumam Eva dalam hati sambil tersenyum miring.


Disisi lain di sebuah gedung Rumah sakit Rendra sedang bersiap untuk pulang setelah menyelesaikan semua pekerjaannya.


Dengan langkah kaki sedikit terburu-buru Rendra melangkah dengan cepat menuju tempat dimana mobil nya di parkir.


"Selamat sore Dokter Rendra tumben sudah mau pulang?" tanya salah satu perawat yang kebetulan juga mau pulang dan sedang berpapasan dengan nya.


Dengan tersenyum simpul Rendra mengaggukkan kepalanya.


"Benar Sus, saya mau pulang, kebetulan semua pekerjaan sudah beres dan selesai, apakah Suster Yuni sudah ada yang menjemput?"


"Belum Dok, mungkin saya akan pulang dengan Naik taksi seperti nya Suami saya sangat sibuk sehingga tidak bisa datang untuk menjemput, oh ya Dok, kenapa seharian tadi Suster Vanesa tidak terlihat apakah Suster Vanesa tidak masuk?"


Dokter Rendra mengulum senyum Ketika Suster Yuni menanyakan tentang istri nya.

__ADS_1


"Tadi masuk Sus tapi saya suruh pulang karena ada keperluan mendadak."jawab Dokter Rendra berbohong karena tidak mungkin dia akan. bicara jujur.


Mendengar jawaban dari Dokter Rendra Suster Yuni tersenyum simpul pura-pura mengerti dan percaya, meskipun sesungguhnya Suster Yuni curiga mungkin Dokter Rendra sedang marah dan menghukum nya, Suster Vanesa adalah teman dekat dari Suster Yuni untuk itu, apapun yang terjadi pada suster Vanesa sudah bisa dipastikan Suster Yuni juga mengetahui.


Dalam keheningan yang terjadi untuk beberapa saat Dokter Rendra mulai membuka pembicaraan kembali.


"Tadi Suster Yuni bilang Suami suster Yuni tidak bisa menjemput, bagaimana jika Aku antar Suster Yuni untuk pulang."


Tawaran yang tidak pernah suster Yuni bayangkan bagaimana mungkin seorang Dokter galak dan dingin kini tiba-tiba berubah baik dan lembut seolah olah tidak memiliki sisi galak sedikit pun, padahal Dokter Rendra adalah Dokter paling aneh yang ada di dalam Rumah sakit dan hal itu Suster Yuni maklumi semua mungkin dikarenakan Dokter Rendra juga pemilik dari Rumah sakit sehingga dia bisa berbuat Arogan dan sesuka hati nya.


Melihat wanita di depan nya diam saja Dokter Rendra kembali mengulang tawarannya.


"Apa suster Yuni bersedia saya antar pulang?'


Untuk kali uni Suster Yuni buru-buru memberikan jawaban.


"Apakah hal itu tidak merepotkan Dokter."


Dokter Rendra tertawa renyah.


Suster Yuni langsung mengagguk kan kepala, kemudian menggikuti Dokter Rendra di belakang nya yang mana Dokter Rendra langsung membuka kan pintu mobil bagian depan.


"Mari silahkan sus,"


Suster Yuni meneguk ludahnya dengan kasar sungguh dia tidak percaya jika Dokter Rendra bisa bersikap semanis dan selembut ini, suster Yuni jadi berfikir apa yang terjadi dengan Dokter Rendra kenapa sikapnya begitu cepat berubah


"Suster..!


"O,ya Dok, Buru-buru Suster Yuni masuk ke dalam mobil meskipun terasa sedikit canggung."


Di sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan yang terjadi diantara mereka berdua suasana terasa hening hingga Rendra mulai membuka pembicaraan.


"Dimana Rumah suster,"

__ADS_1


"Lurus saja Dok Nanti ada Rumah bercat Biru itu adalah Rumah saya."


Dokter Rendra mengagguk tak lama kemudian terlihat lah sebuah Rumah dengan cat berwarna Biru, Suster Yuni langsung turun dari dalam mobil, sebelum masuk Rumah nya suster Yuni menggunakan rasa trimakasih.


Tak lama kemudian Dokter Rendra kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi, dirinya sudah tidak tahan ingin segera bertemu dengan sang istri.


Tidak menunggu lama akhirnya mobil Rendra sudah memasuki halaman Rumahnya.


Rendra langsung membuka pintu Rumah dengan kunci yang cadangan yang dia bawah. ketika pintu terbuka suasana terlihat sepi, Rendra mengeryitkan dahinya.


"Dimana Vanesa kenapa terlihat sepi begini atau jangan-jangan Vanesa sedang tidur, kalau begitu Aku langsung ke Kamar saja." lirih Rendra dalam hati.


Dengan sangat perlahan-lahan Rendra membuka pintu kamar yang tertutup dari dalam, ketika pintu terbuka Rendra bisa melihat sosok istri yang dicari nya sedang tertidur pulas, Rendra menyungingkan sebuah senyuman, setelah meletakkan tas kerjanya Rendra dengan sangat hati-hati dan perlahan-lahan segera masuk ke dalam Kamar mandi, tidak menunggu lama kurang lebih dua puluh menit lamanya Rendra melakukan Ritual mandi, Rendra keluar hanya dengan menggunakan baju santai dan kaos oblong berwarna putih.


Kembali Rendra mendekati Ranjang dimana sang istri sedang tertidur dengan pulas dengan selimut hampir menutupi seluruh tubuhnya Perlahan lahan Rendra Naik ke atas Ranjang dan tidur disamping sang istri sambil memeluk tubuh sang istri dari belakang.


Merasa ada yang sedang memeluk tubuh nya dengan cepat sosok wanita yang sedang tertidur itupun segera membalikkan badannya dan ketika pandangan mata mereka bertemu, bagaikan melihat hantu Rendra segers meloncat turun dari atas Ranjang.


"Kau..!kenapa kau berada di dalam kamar ku hah?"


"Mas Rendra, sudah pulang," tanya seorang wanita yang tak lain adalah Eva.


"Kenapa kau ada disini keluar kau,"teriak Rendra geram.


"Mas, kenapa membentak, Ingat Aku adalah istri mu, jadi jangan berteriak atau Mas Rendra mau hari ini juga Mbak Nesa tau hubungan kita."


"Kau...!"Rendra mengepalkan tangannya dan tanpa basa-basi lagi Rendra segera keluar dari dalam kamar, sambil berteriak memanggil nama sang istri.


"Nesa...dimana kau?'teriak Rendra dengan geram.


Sementara Vanesa yang mendengar suaminya berteriak segera berlari ke Ruang tamu.


"Mas Rendra kenapa berteriak Teriak,"Tanya Vanesa tak mengerti.

__ADS_1


"Kenapa ada dia didalam kamar kita cepat suruh dia pergi," teriak Rendra dengan suara yang lantang dan keras.


"Maaf Mas, Aku akan menyuruhnya kembali ke Kamar tamu." jawab Vanesa sedikit gugup dan takut dimana dia bisa melihat kilatan api kemarahan dari pancaran wajah Suaminya.


__ADS_2