
Sky yang kesal dengan apa yang terjadi pada hari ini segera berlari masuk ke dalam ruangan Ayahnya.
"Ayah benar-benar keterlaluan, apa Ayah sadar apa yang ayah bicarakan tadi itu sangat menyakitkan hati Vanesa asal Ayah tahu saja yang meminta Vanesa untuk mau menjadi istri pura-pura itu adalah Sky sendiri bukan kemauan Vanesa, dia tidak mau menerima semuanya Ayah tapi Sky yang memaksa dan Mama yang menyetujui jika Vanesa menjadi menantu di rumah ini, Aku tidak menyangka jika ayah betul-betul begitu sangat tidak berperasaan Aku kecewa dengan Ayah, sungguh tega, Ayah benar-benar tidak pernah memikirkan perasaanku, Aku sangat mencintai Vanesa Ayah tapi Vanesa sudah memiliki Suami dan dengan menjadi Suami pura-puranya aku bisa dekat dengan Vanesa Apa ayah tahu itu?" geram Sky yang kemudian keluar dari ruangan Ayah nya dengan membanting pintu.
"Braaaakk."suara pintu yang di tutup dengan sangat keras.
"Sky......!mau kemana kau, sial dasar anak tidak tahu diri untuk apa mencintai Vanesa yang sudah punya suami dasar anak bodoh, dia kaya dia pewaris tunggal Banyak gadis yang akan mau menjadi istrinya Kenapa menjadi bodoh hanya mengharapkan wanita bekas, Aku tidak pernah menyangka jika Sky tumbuh menjadi laki-laki yang bodoh, Aku harus bicara dengan Maria dia harus tahu kelakuan putranya, dan aku yakin Maria juga akan kecewa, lihat saja Bagaimana ibumu akan menghukummu Nanti," geram Ayah Sky yang sibuk bermonolog sendiri wajah tampannya yang sudah sedikit senja tampak tegang dan merah urat lehernya sampai terlihat berwarna kehijauan.
dengan langkah cepat Ayah Sky keluar dari ruangannya dengan sedikit berlari penuh keyakinan Ayah Sky mulai Naik ke lantai atas di mana sang ibu berada di kamar atas.
Sampai di depan pintu kamar Ayah Sky tidak mengetuk pintu dia langsung membuka pintu dan bicara dengan sedikit keras dan kasar
"Maria Apa kau tahu apa yang dilakukan oleh putra MU hari ini, apa kamu tahu apa kelakuannya dia selama ini pasti kamu tidak tahu kita sudah dibodohi oleh anak itu kamu tahu ternyata Sky dan Vanesa itu hanya menikah pura-pura kita sudah dibodohi olehnya dia benar-benar kelewatan karena telah mempermainkan kita, kau harus menghukumnya karena dia adalah putramu," ucap Ayah Sky berapi-api.
Sementara seorang wanita yang terbaring di atas Ranjang tersenyum menatap suaminya yang sedang marah-marah kepadanya dengan perlahan-lahan wanita itu kemudian duduk dari posisi tidurnya.
"Apa Ayah sudah puas dengan marah-marahnya atau masih ingin marah-marah lagi."
Mendengar perkataan istrinya wajah paruh baya itu sedikit terkejut karena sang istri tidak marah sama sekali bahkan ucapannya sangat terlihat tenang dan biasa saja hal itu membuat Ayah Sky bingung kemudian duduk di tepi Ranjang tepat di hadapan istrinya yang mana juga sedang duduk di atas Ranjang.
"Apa maksud Mama bicara begitu," tanya Ayah Sky dengan tatapan mata penuh selidik.
Maria seorang wanita paruh baya yang tak lain Ibu dari Sky menggulum senyum.
"Apa yang ayah ceritakan kepadaku sampai mengatakan sky putra kita Ayah anggap bodoh, Aku sudah tahu semuanya Aku tahu jika pernikahan Skyi dan Vanesa hanya pernikahan pura-pura karena aku yang membuat Vanesa menerima pernikahan pura-pura ini.' ucap Maria Ibu Sky sambil menatap pintu yang terbuka.
"jadi di sini hanya aku yang kalian bodohi jadi hanya aku saja yang tidak tahu pernikahan rahasia ini benar-benar keterlaluan, Aku tidak habis pikir mengapa kau kerahasiakan padaku seharusnya kalian bicara padaku sehingga aku tidak perlu membentak-bentak Vanesa seperti sore tadi dan Sky jadi marah-marah padaku." keluh Ayah Sky pada Maria sang istri.
Maria hanya tersenyum sambil menepuk-nepuk lengan suaminya
__ADS_1
"Tidak perlu khawatir Mungkin ini memang sudah jalannya, sudah saatnya Vanesa kembali ke keluarganya bagaimanapun juga aku tidak bisa memaksakan kehendak ku, agar Vanesa bisa menjadi menantu di rumah ini, jadi Ayah tidak perlu menyesal dengan apa yang terjadi, semoga putra kita bisa menemukan pengganti yang sangat baik dan menyayanginya seperti Vanesa, Aku sangat berharap Vanesa itu bisa menjadi menantu kita tapi apa daya dia sudah bersuami dan dia mencintai suaminya.
" lalu sekarang kita harus bagaimana, Aku sudah membuat Vanesa dan Sky marah padaku,"
"Sudahlah Ayah jangan menyalahkan diri Ayah cukup Jika Ayah bertemu dengan Sky Ayah minta maaf padanya.,"
"Kau benar Aku akan minta maaf pada Sky Nanti."
sementara di sisi lain di tempat yang berbeda Vanesa yang pergi menggunakan taksi di dalam mobil mulai menyeka Air matanya, tangannya yang halus dan berkulit putih bersih mulai mengambil benda pipih yang ada di dalam tas kecilnya, Vanesa mulai menghubungi suaminya dengan mengirimkan satu pesan.
"Mas aku tidak balik ke Rumah sakit ya, Aku mau langsung pulang ke Rumah kepalaku sedikit pusing( Vanesa)
"Ting," satu pesan masuk ke dalam ponsel, dengan cepat Vanesa membuka dan membacanya, awalnya Vanesa sudah gugup dan was-was, khawatir jika Rendra marah dan tidak mengijinkan nya, karena Vanesa tau Rendra tidak mau rugi dan Vanesa harus bisa bersikap profesional.
"Tidak apa-apa Aku juga sudah pulang dari Rumah sakit Aku sekarang sudah berada di Rumah.(Rendra)
Vanesa tersenyum senang karena ternyata sang suami sudah ada di rumah dan tidak marah padanya, Vanesa segera meminta pada Bapak Sopir Taksi untuk membawanya pulang ke Rumah.
Dengan menggunakan kunci cadangan akhirnya Vanesa membuka pintu, bibirnya menggulum senyum Ketika melihat sang Suami duduk di sofa dengan segenggam koran di tangannya.
Vanesa ingin mendekati dan menyapa sang Suami tapi alangkah terkejutnya dia ketika melihat Eva yang juga satu Ruangan berada di Ruang tamu berdiri di dekat jendela sambil memegang secangkir kopi, sedangkan sang Suami berada juga di depannya meskipun pandangan sang Suami kala itu menunduk karena sedang membaca koran.
Dengan panik Vanesa berteriak.
"Eva...! apa yang kau lakukan disitu."teriak Vanesa.
Mendengar teriakan Vanesa Rendra yang tadinya Fokus dengan koran di tangannya jadi tersentak kaget dan menoleh, begitu juga dengan Eva dan lebih terkejut tiba-tiba Vanesa langsung menyeretnya.
Bagaikan langkah seorang Ibu yang mengetahui anaknya Nakal, Vanesa segera menarik tangan Eva dan menyeretnya masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Eva yang tidak menyangka di perlakukan seperti anak kecil yang seperti baru saja ketahuan mencuri memberontak dalam gengaman dan seretan tangan Vanesa
"Mbak, lepaskan apa-apaan sih kamu?" Sungut Eva kesal ketika Vanesa sudah berhasil menarik tubuh Eva dan mendorong nya masuk ke dalam kamar kosong yang ada di Ruang tamu.
Vanesa yang tidak pernah marah pada sang adik kali ini wajahnya sangat merah padam, bahkan Agar apa yang Vanesa lakukan tidak dicampuri orang lain Vanesa langsung mengunci pintu kamar dari dalam setelah mereka berdua berada di dalam kamar.
"Apa kamu tidak sadar dengan perbuatanmu, kamu itu sudah dewasa dan ini lihat?"
Vanesa mengarahkan tangannya pada pinggang Eva seperti sedang mencubit tapi yang benar ternyata Vanesa sedang menarik baju yang di kenakan Eva.
"Ini apa apaan kamu pakai baju kurang bahan seperti ini di depan Suami Mbak hah,"
"Mbak, slow aja lagi, di luar Negeri semua begini Mbak gak masalah itu, ini Aku masih rapi dan bagus Mbak jangan kuno deh"
"Apa, kuno, Astaga Eva kamu itu perempuan Va jangan memakai baju seperti ini apalagi di depan orang yang bukan muhrimnya itu tidak baik."
"Halah Mbak masalah baju aja ribut, lebih baik Mbak keluar, pusing Aku dengerin ceramahnya Mbak Nesa dan pelu Mbak tau hal seperti ini itu biasa," sinis Eva dingin.
Vanesa mengusap kasar wajahnya.
"Apa yang dikatakan Adiknya itu semua memang benar di luar Negeri baju dengan paha dan dada terbuka semua di anggap Normal dan mungkin Eva menang sudah terbiasa di luar Negeri.
Vanesa menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan mencoba untuk menahan kesal dan amarahnya mencoba memahami pemikiran dari sang Adik.
"Baiklah , untuk di luar Negeri memang baju yang kamu pakai ini biasa saja tapi tolong jangan di pakai di Rumah Mbak Nesa ya, kamu harus bisa berpakaian sopan terlebih di Rumah ini bukan cuma ada Mbak tapi ada juga Suami Mbak, jadi tolong kamu jaga gaya berpakaian kamu jangan bikin malu Mbak di depan Suami Mbak karena Mbak khawatir kamu akan di nilai buruk Nantinya," ucap Vanesa seraya melangkah kearah pintu untuk keluar dari dalam kamar.," ingat ya ganti bajumu dengan pakaian yang sopan." seru Vanesa menasehati untuk yang kedua kali.
"Ya, jawab Eva dengan nada kasar dan keras.
Setelah kepergian Vanesa, Eva mengumpat dan marah-marah di dalam kamar, kesal dan malu karena dirinya diperlakukan seperti anak kecil dihadapan suaminya sendiri.
__ADS_1
"Awas saja kau Mbak sudah bikin malu Aku di depan suamiku sendiri, untuk apa berganti baju, begini terlihat tidak masalah bahkan Mas Rendra juga sudah melihat semua bahkan sudah merasakan ya kamu aja yang bodoh nggak ngerti, untuk sementara Aku biarkan saja kau nikmati kebersamaan mu dengan Mas Rendra tapi sebentar lagi aku akan buat kamu pergi dari rumah ini, enak saja bilang ini Rumahmu sebentar lagi ini akan jadi Rumahku.," Gumam Eva bermonolog sendiri dengan nada mengancam.