
Mbok Yem, yang bejalan dengan tergesa gesa akhirnya sampai di depan pintu kamar Eva yang mana kala itu kamar pintu Eva sedang dikunci dengan cepat dan dengan sedikit tergesa-gesa Mbok yang mengetuk pintu kamar Eva sambil sesekali berteriak Memanggil nama Eva.
"Tok
" Tok
"Tok..
"Non, Buka pintunya Non, cepat..! seru Mbok Yem dari luar kamar.
Di dalam kamar sebenarnya Eva mendengar teriakan dari Mbok Yem Akan tetapi karena Mbok yang seringkali membuat Eva tidak suka dan kesal untuk itu sengaja Eva mendiamkan Mbok Yem dengan sengaja berpura-pura untuk tidak mendengarnya bahkan Eva mengambil satu bantal untuk menutup telinga karena suara Mbok Yem yang sangat keras membuatnya berisik.
Di luar karena tidak mendapatkan jawaban mbok Yem, kembali menggedor pintu dengan lebih keras lagi sambil berteriak dengan Sedikit keras agar Eva yang ada di dalam kamar mendengar teriakannya.
"Non..! Buka pintunya cepat, ini penting. " serum Baim sambil menggedor menggedor pintu apa yang mendengarkan hanya tersenyum miring.
""Rasain, Tuh, Dia pikir enak dicuekin sekarang bagaimana kalau aku mau cuekin dia bingung kan, pasti mas Rendra menyuruh Mbok Yem untuk memanggilku Biar Tau rasa Biar mbok Yem kena marah Mas Rendra Lebih baik aku diamkan saja, Enak saja membukakan kan pintu untuknya, sekali-kali kamu dimarahi Mas Rendra, Biar tahu rasa dasar wanita tua, sudah tua masih juga menjengkelkan," grutu Eva.
Begitu juga dengan mbok Yem yang sudah mulai kesal karena Eva tidak kunjung membukakan pintu. Mbok yem, yakin wanita yang ada di dalam kamar itu sengaja tidak mendengarkan dirinya atau sengaja menulikan kedua telinganya untuk tidak mau mendengar dan tidak mau membukakan pintu untuknya.
"Dasar pelakor Aku sumpahin di ceraikan den Rendra dengan segera." sungut mbok yem sambil pergi dari depan pintu kamar Eva kearah dapur kemudian mengambil sebuah alat pemanggang kemudian berjalan dengan cepat kembali menuju ke kamar Eva berhenti di depan pintu keluar yang pasti tertutup rapat.
"Kita lihat Apakah setelah ini kamu juga tidak akan keluar untuk membukakan pintu, Aku yakin kamu akan segera keluar," gumam Mbok yem dalam hati yang mana Langsung mengarahkan gagang dari alat pemanggang ke daun pintu dan pada titik berikutnya Mbok Yum segera menggedor pintu dengan menggunakan alat pemanggang sehingga suaranya yang sangat nyaring dan keras membuat Eva yang berada di dalam kamar merasa kesal dan geram karena meskipun sudah memakai penutup bantal tetap saja suara itu Terdengar sangat keras akhirnya Eva keluar dan membukakan pintu,
"Ada apa sih Mbok brisik tau gak, "
"Maaf, Non, tolong cepat pergi ke kamar Den Rendra sepertinya Den Rendra tidak sedang baik-baik saja aku mendengar sesuatu yang sangat keras di kamarnya tolong Nona melihatnya Apakah dan Rendra baik-baik saja. mendengar nama Rendra tanpa disuruh lagi dan diminta lagi Eva segera berlari menuju kamar Rendra tanpa memperdulikan Mbok Yem yang kala itu dibuat terkejut dengan sikap Eva yang tiba-tiba.
Sampai di dalam kanar, Eva segera berteriak mencari Rendra yang mana kala itu Rendra baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Mas, kamu tidak apa apa kata mbok yem kamu, __
" Tidak perlu memperdulikanku karena aku tidak butuh simpatimu. "
"Mas Rendra kenapa sih dan lihat Kenapa tangan mas Rendra mengeluarkan darah apa yang terjadi ,"tanya Eva dengan wajah yang Panik di mana dengan cepat Eva menggenggam tangan Rendra bagaikan anak kecil Eva langsung meniup tangan Rendra yang mengeluarkan darah.
sementara Mbok Yem tidak berani masuk hanya melihat di pintu kamar merasa cemas dan khawatir Gimana Mbak Yum juga melihat luka di tangan Rendra yang masih mengeluarkan darah.
merasa tangannya ditiup dan digenggam Eva dengan cepat Rendra mengibaskan tangan itu hingga membuat Eva sedikit tersentak kaget karena sikap Rendra begitu sangat dingin dan kasar padanya Suatu sikap yang tidak pernah Eva temui selama menikah dengan Rendra.
"Mas, Kamu kenapa sih Ada apa denganmu Kenapa kamu seperti ini kenapa kamu bersikap kasar padaku? "
Rendra tersenyum miring mendengar perkataan dari Eva, sebelum kemudian Rendra berjalan mendekati Eva dan menangkup dagunya dengan kasar.
Mbok Yem yang melihat hal itu sedikit bergdik karena wajah Rendra dan sikap Rendra begitu sangat mengerikan dan menakutkan membuat Mbok Yem melangkah mundur kemudian pergi ke dapur dengan nafas sedikit terengah-engah.
Di dalam kamar Rendra yang masih tersulut emosi menangkup dagu Eva dengan kasar, Eva sedikit ngeri melihat sikap Suaminnya yang hari ini sangat berbeda dengan hari hari sebelumnya.
" Mas lepas, sakit..! " rengek Eva, akan tetapi Rendra justru tersenyum miring melihat Wajah ketakutan Wanita yang ada di depannya.
"Sakit, ya. "
Dengan susah payah Eva mengagguk, melihat Eva mengagguk dengan kasar Rendra melepaskan tangkupan tangannya.
"Pergilah dan Jan van mengagguku. " serum Rendra sambil mendorong tubuh Eva, membuat Eva terjatuh.
Di perlakukan kasar dan harus diam saja itu bukankah sifat EVa . dengan cepat Eva bangkit dari terjatuhnya kemudian berjalan mendekati Rendra dan menantangnya dengan Tatapan yang sangat tajam.
"Mas, kamu itu mabok ya, kamu mendorong Aku kalau terjadi apa-apa dengan janin yang ada di perutku bagaimana, apa kamu lupa kalau Aku sedang hamil, kalau kamu punya masalah selesaikan sendiri jangan bawa ke Rumah dan jangan melampiaskan padaku, kamu pikir tidak sakit apa? teriak Eva dengan lantang.
__ADS_1
Lagi lagi mendengar perkataan Eva Rendra tersenyum miring kemudian bertepuk tangan.
"Pok..
"pok..
" pok..
"Ya, kamu benar Aku lupa jika kamu sedang hamilhamil, " laki-laki Rendra tersenyum miring kemudian tatapannya yang begitu tajam buat Eva kembali sedikit bergidik menatapnya Rendra berjalan mendekati Eva yang mana Eva mulai melangkah mundur Rendra kembali maju Eva kembali mundur hingga tubuh Eva mentok di dinding.
"Mas, kamu kenapa sih mengapa aneh begini, "
"Cukup.... cukup semua sandiwaramu, Aku sudah muak dan tidak tahan lagi, sekarang katakan padaku ini alat tes kehamilan milik siapa? "
"I-itu, tentu saja milikku? "jawab Eva dengan tubuh sedikit bergetar dan wajah mulai terlihat pucat.
"Oh, ya...!jawab yang benar alat tes kehamilan ini milik siapa? bentak Rendra dengan wajah yang merah padam.
" Aku kan sudah menjawabnya, itu milikku, "
"Oh, ya? masih berani kamu bicara bohong padaku, baiklah mulai hari ini Aku talak kamu, kemasi barangmu dan pergi dari Rumah ku..!
"Mas...!tega kamu, Aku ini benar benar hamil Anakmu. " seru Eva sambil terisak sungguh taking pernah Eva bayangkan jika Rendra bisa bersikap kasar padanya bahkan memberikan talak padanya.
Rendra lagi lagi tersenyum miring mendengar perkataan Eva.
"Cukup sandiwaramu kepadaku, hari ini Aku berikan talak tiga kepadamu, pergi kauuu...! seru Rendra sambil menarik tangan Eva dan mendorongnya keluar kamar.
" Bruuuuukkk....! tubuh Eva jatuh di luar kamar Rendra, Eva terjatuh tepat di dekat sebuah kaki yang mana Eva langsung mendongakkan wajahnya, membuat kedua matanya beradu pandang dengan sosok yang berdiri di depannya.
__ADS_1