
Eva keluar dari rumah Vanessa dengan bibir tersenyum bahagia karena dia yakin kakaknya masih akan mendengarkan dirinya dan tidak akan pernah tega kepadanya, yang mana sesungguhnya Eva sangat tahu jika Vanessa benar-benar tulus menyayanginya sebagai saudara dan karena hal itulah Eva seringkali memanfaatkan kasih sayang dan perhatian Vanessa untuk memerasnya baik itu tentang uang, pelajaran didn't sekolah maupun tentang percintaan yang entah mengapa sejak kejadian di masa lalu di mana dengan sangat keras ayahnya lebih membela kakaknya daripada dirinya di mana kala itu semua sudah tahu jika Vanessa hanyalah seorang anak pungut, akan tetapi sang ayah yang sangat menyayangi dan Ibu yang masih membela membuat hati Eva merasa iri dan cemburu karena tidak selayaknya seorang anak pungut diberikan perhatian melebihi kasih sayang kepada anak kandungnya sendiri.
Kebencian dan kecemburuan Eva semakin dalam ketika di hari raya sang kakak mendapatkan baju yang sangat bagus dengan harga yang cukup mahal sedangkan dirinya hanya baju yang biasa-biasa saja meskipun alasan dari ayahnya karena sang kakak kala itu akan menghadiri pesta di rumah temannya akan tetapi hati Eva tetap saja merasa sangat kesal dan cemburu mulai saat itu tanpa sepengetahuan sang Ayah Eva mulai bersikap kasar dan memaksa apapun yang dia inginkan pada Vanessa bahkan Eva berpura pura manja padanya demi Vanessa percaya Dan bisa memberikannya.
Dengan senyum yang masih tersungging di bibir Eva segera melangkah menuju ke mobil merah yang sengaja Eva parkir di sebuah halaman rumah tetangga yang cukup luas tanpa sepengetahuan Eva apa yang Eva lakukan tak lepas dari pengamatan dan pengawasan dari wanita paruh baya yang kala itu mengikutinya yang mana wanita itu tidak lain adalah Mbok Yem.
" Siapa yang ditemui istri Den Rendra Kenapa dia keluar dengan senyum-senyum kelihatannya dia sangat bahagia bagaimana ini, apakah Aku mengikuti istri dari Den Rendra ataukah Aku masuk ke dalam, melihat siapa yang ada di dalam Rumah itu, mungkin lebih baik aku masuk ke dalam tapi yang benar Aku ngintip aja dulu, kalau tiba tiba bertamu mana bagus, lagian apa alasanku. "
Akhirnya Mbak ya memilih untuk Mengintip dan mengamati keadaan rumah bercat biru sementara di dalam rumah Vanessa yang merasa sangat bingung dan kesal dengan apa yang dikatakan oleh Eva membuat hati dan dirinya sedikit bingung antara mengikuti keinginan Eva ataukah tetap berdiam diri dan tidak mempedulikan keadaan Eva.
"Apakah Aku harus menggikuti apa yang Eva mau, Aku tidak mau di suruh suruh tapi jika Aku masih disini, Apa yang dikatakan Eva itu sangat benar, Mas Rendra Akan sering datang ke sini dan mengagguku yang pastinnya Aku Akan smakin sulit untuk bisa melupakannya karena bagaimanapun juga Aku masih sangat mencintainnya demi kebaikan Aku Dan juga demi kebahagiaan Eva Aku harus pergi. "
Dengan cepat dan sedikit terburu-buru Vanessa segera mengemasi semua barang dan bajunya.
"Eva benar Aku harus segera pergi dari Rumah ini. "
Hampir satu jam Vanessa mengemasi semua barangnya kemudian dengan menggunakan taksi online Vanessa memutuskan akan pergi hari itu juga, di luar Mbok Yem yang mengamati keadaan Rumah bercat biru sedikit terkejut ketika melihat sosok wanita yang sangat familiar di matanya keluar dari dalam rumah itu.
"Non, Nesa! " apa Aku tidak salah lihat, mau kemana Non Nesa membawa koper kecil itu, apa Aku panggil saja, Tidak tidak pasti Non Nesa Akan terkejut kemudian bertanya tanya, ini bukan saat yang tepat untuk bicara lebih baik Aku ikuti saja, Non Nesa mau kemana, beruntung Taksi yang Aku tumpangi Aku suruh menunggu dan sekarang masih aman disana." gumam Mbok Yem yang langsung berjalan menghampiri Taksi pesanan nya.
Di dalam taksi Mbok yem sibuk bermonolog sendiri.
"Non Nesa, Apa pergi karena diusir oleh istri Den Rendra, Wah bisa jadi itu dan jika hal itu benar benar terjadi maka sudah sangat jelas jika Istri kedua Den Rendra itu perlu di rujak biar tidak Beesikap seenaknya dasar pelakor. " sungut Mbok yem sedikit merasa geram Dan kesal.
"Tenang Den Rendra Aku Akan membantu keluargamu utuh kembali Aku ingin melihat kembali keceriaan dan kebahagiaan di Rumah itu, tidak dengan kehadiran setan satu itu, bawaanya bikin suasana panas saja huuuuf."
Mobil taksi terus menggikuti mobil taksi yang ada di depannya.
mobil terus melaju dengan sangat kencang jauh perkotaan dan perkampungan yang ada di tempat itu sampai di suatu kota bahkan Mbok Yem yang kala itu mengikuti dengan menggunakan taksi yang ada di belakangnya sampai tertidur karena kelelahan hingga sopir taksi membangunkannya.
"Nek, bagun kita sudah sampai. "
Dengan sedikit grapan Mbok yem segera bangun.
"Mana mobil taksi yang kita ikuti, "
"Tadi berhenti di situ, sekarang Aku tidak tau, Nek istriku di Rumah memintaku segera pulang Nenek cepat turun dan cari sendiri maaf saya buru buru dan tidak bisa menemani. "
__ADS_1
"Oh, tidak apa apa ini uangnya. "
pengemudi sopir taksi itu segera menerima uang yang diulurkan oleh Mbok yem kepadanya, setelah Mbok yem turun dengan cepat sopir taksi segera pergi dari tempat itu.
Mbok yem celingukkan ke kiri dan kanan mencari keberadaan dari Vanesa Namun hasilnya nihil bahkan sampai Mbok yem bela belain untuk bertanya tapi tak seorangpun melihat nya.
"Bagaimana ini kemana Aku harus mencari Non Nesa. " lirih Mbok yem putus Asa wajah Tuanya terlihat sendu.
Di sisi lain sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
" Itu dia...!cepat seret masuk ke dalam mobil. "
"Baik Boss..! dengan cepat, berapa laki-laki turun dari mobil yang mana ketika melihat seorang wanita membawa koper berjalan menyusuri jalan yang cukup sunyi.
tanpa bicara apapun ketiga orang laki-laki itu segera menarik tangan seorang gadis yang sedang berjalan dengan membawa koper di tangan kirinya, membuat gadis itu tersentak kaget dan terkejut.
"Cepat ikut kami..! "
"Siapa kalian, lepaskan Aku, kenapa kalian menghadangku."
"Bereskan cepat, Boss tidak akan suka menunggu lama."
" Aku tidak Mau, lepaskan Aku.. tolong... tolong...!
Tanpa menjawab pertanyaan dari gadis yang malang itu ketiga laki-laki itu segera menyeret dan mendorong tubuh gadis itu masuk ke dalam mobil teriakan minta tolong dan jeritan lolos dari bibirnya akan tetapi beberapa detik kemudian teriakan itu terhenti ketika mulut gadis Itu sudah tersumpal dengan kain.
" Tenanglah Nona lebih baik, kamu duduk manis saja, seperti ini, percuma kamu minta tolong karena tidak akan Ada yang menolongmu, Hahahaha..! "
"Cepat kamu telpon Boss, kita sudah berhasil menangkapnya."
"Tenang ini masih menghubungi tunggu sbentar pasti akan segera tersambung. "
Tak lama kemudian telepon pun yang ditunggu-tunggu mulai mendapatkan respon terdengar suara dari seberang.
"Hallo.. Boss, kita sudah berhasil sekarang apa yang harus kami lakukan? "
"Bagus, buang saja ke laut Wanita sialan itu jauh jauh dari kota ini, bereskan dengan rapi, Nanti Aku akan transfer uangnya. "
__ADS_1
"Ok, siap Boss."
"Bagaimana apa kata Boss kita apakan gadis ini? "
"Boss menyuruh kita membuangnya jauh dari kota ini boleh juga menghabisinya , jadi dia tawanan bebas untuk itu kita juga boleh bermain main dengannya dia sangat cantik, sayang kalau kita sia siakan. "
"Kamu benar kita bisa bergantian menikmatinnya, "
"lalu siapa yang boleh menikmati lebih dulu, "
"Kita suit, yg menang itu yg duluan menikmati gadis Cantik ini, "
Ketika laki-laki itu pun segera melakukan suit di mana pemenangnya akan lebih dulu menikmati dan stelah mendapatkan pemenangnya mereka berdua mereka yang kalah diminta untuk menjauh pergi dari mobil itu yang mana mereka berdua diminta untuk berjaga-jaga Apabila ada yang lewat ataupun ada yang akan mengganggu.
Gadis yang membawa koper yang tak lain adalah Vanessa sedikit bergidik dan takut ketika mendengar dengan jelas apa yang akan terjadi dengan dirinya yang mana kini dirinya menjadi barang mainan para preman jalanan.
"Cepat pergi kalian harus berjaga jaga jangan sampai Ada seorangpun yang melewati jalan ini, "
"Ok, siap. " kedua orang laki-laki itu pun segera pergi sedikit menjauh berjaga-jaga dan mengawasi keadaan sekitar sementara laki-laki yang sudah memenangkan sweet dan mendapatkan giliran pertama tersenyum menyeringai ketika melihat gadis yang ada di dalam mobil dengan mulut tersumpal kain.
"Hai, Cantik kita akan bersenang senang hari ini. "
Gadis yang tak lain adalah Vanessa melakukan perlawanan dengan memberontak sekuat tenaga meskipun dengan mulut yang tersumpal berusaha melepaskan diri dari cengkraman laki-laki yang kini mulai berada di atas tubuhnya.
"Sudahlah jangan banyak mengeluarkan tenaga karena semua akan sia sia, Aku rasa akan lebih indah apabila Aku bisa mendengar desaahaanmu, "
Dengan gerakan cepat laki laki itu langsung membuka kain penutup mulut Vanessa.
"Lepaskan Aku brengsek..! "teriak Vanessa setelah mulut nya bisa bicara.
Seolah tuli laki laki yang sudah terbawah gaiiraah terus berusaha menncciuumi Vanessa, dan kali ini Vanessa tidak bisa bicara magic setelah bibirnya dibungkam dengan mulut laki laki yang Ada di atas tubuhnya.
Merasa jijiik dan geram sekuat tenaga Vanessa menggigit bibir laki laki yang berusaha menjelajaahi bibirnya dengan sangat kuat dan keras hingga membuat pangguutan laki laki itu terlepas.
Tidak menyia nyiakan kesempatan yang ada Vanessa segera menninjuukan kakinya pada area berbahaya dari seorang laki laki hingga membuat laki laki itu meringis kesakitan, hal itu di gunakan Vanessa untuk mendorong tubuh laki laki yang Ada di atas nya dan dengan gerakan cepat Vanessa lari keluar dari dalam mobil.
Melihat mangsanya kabur dengan gerakan refleks tangan laki laki itu menarik tubuh Vanessa, akan tetapi tangan Vanessa yang sudah sigap segera menghantam bagian leher laki laki itu yang mana laki laki itupun kembali terjatuh dan Vanessa segera berlari meskipun dg baju yang sudah robek dimana saat laki laki itu menarik tubuhnya yang tertarik baju atasnya sehingga kulit putih dan halus nya bisa terekspos sempurna.
__ADS_1
"Dia kabur cepat tangkap..! " seru laki laki itu sambil memegangi Aset harta berharganya yang terkena sodokkan kaki Vanessa dan leher nya terasa sedikit sakit ditambah bibirnya yang berdarah akibat dari gigitan Vanessa.