
Dengan sangat terburu-buru Vanesa segera pergi masuk ke dalam kamarnya, dia sangat mengerti jika suaminya saat ini dalam keadaan marah kilatan pancaran wajah Rendra yang marah sangat terlihat jelas, semua memang salah Vanesa karena dia selalu menuruti apa yang menjadi keinginan dari sang Adik bahkan membiarkan dan memberikan izin untuk melihat dan tidur sejenak di dalam kamarnya.
Vanesa telah lupa dan teledor karena tidak membangunkan sang Adik hingga suaminya keburu pulang.
Dengan Langkah cepat Vanesa masuk kedalam kamar nya. Sementara Rendra yang geram segera pergi ke taman belakang untuk menenangkan diri.
"Sial, kenapa anak itu datang kesini, apa dia mau memerasku, kurang ajar sekali dia, ternyata Eva bukanlah gadis yang lugu seperti yang Aku kira, apakah Eva sudah menceritakan semuanya pada Vanesa, tidak, sepertinya tidak dan belum. Aku harus cepat bertindak sebelum Eva semakin membahayakan kehidupan hubungan Aku dan Nesa , Aku harus cepat menyuruh Vanesa untuk menyuruh Adiknya pergi dari sini, bagaimana pun juga Aku tidak ingin hubungan keluarga ku dengan Nesa hancur."Gumam Rendra dalam hati dengan wajah merah padam, dia sangat geram dan kesal dengan apa yang dilakukan istri keduanya yang mana tiba-tiba datang.
Rendra yang kesal beberapa kali mengusap kasar wajahnya dan karena geram beberapa kali tangan nya memukul udara
"Krucuk
"Krucuk
"Krucuk
"Sial, gara-gara cuma makan mie rebus kini Aku sudah lapar, mana Aku malas melihat tampang nya tapi Aku rasa Vanesa sudah membawanya masuk ke dalam kamar yang ada di ruang tamu dan pastinya keadaan di dalam rumah sepi, Aku sudah lapar pasti Vanesa sudah memasak untuk ku, lebih baik Aku cepat makan saja dari pada kelaparan."
Bergegas Rendra kembali masuk ke dalam Rumah dan benar saja ruangan terlihat sepi, tanpa menunggu lama lagi Rendra segera duduk di meja makan yang mana sudah pasti sudah ada makanan yang tersaji untuk nya dan sudah pasti semua itu buatan dari sang Istri.
Tanpa menunggu lama, Rendra langsung mengambil sendiri Nasi serta lauk pauknya, Rendra sedikit terkejut karena di atas meja makan ternyata banyak sekali menu lauknya Rendra Tersenyum simpul.
"Rupanya Nesa mau membuat Acara makan yang istimewa, banyak sekali sayur dan lauknya Aku sampai bingung mau makan yang mana, ternyata dia pandai memasak juga, baguslah itu artinya Aku tidak perlu lagi selalu merasakan mie rebus buatannya, sebenarnya lebih enak dan nyaman jika Nesa ikut makan disini tapi jika Nesa ikut makan sudah pasti dia juga menggajak Eva dan Aku tidak siap untuk bersama dengan mereka jadi lebih baik Aku cepat-cepat makan dan pergi, Aku khawatir Eva akan keluyuran sampai disini." lirih Rendra dalam hati.
Dengan lahap Rendra menikmati makan malamnya sendiri, dia yakin Vanesa lagi sibuk menemani Adiknya yang baru datang, sengaja Rendra makan dengan sedikit buru-buru pasalnya dia khawatir jika Eva tiba-tiba muncul di ruangan itu dan gadis kecil itu tidak bisa mengontrol keadaan, bagaimanapun Juga Rendra tidak ingin Vsnesa tau hubungan dirinya dengan Eva.
Setelah menyelesaikan makan malam Rendra buru-buru masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam, dia tidak ingin Eva datang dan masuk seenaknya ke kamar pribadi nya seperti tadi siang.
Di dalam kamar Rendra yang melihat speri kamarnya berantakan merasa kesal karena dia ingat Eva baru saja tidur di atas Ranjang nya, dengan langkah terburu-buru Rendra kembali membuka pintu dan berteriak.
"Nesa....!sini cepat...!"
__ADS_1
teriakan Rendra yang sangat keras sampai juga pada telinga Vanesa yang kala itu membantu sang Adik menata semua barang bawaannya.
"Mbak, suamimu kenapa tuh teriak-teriak,"tanya Eva pada sang kakak.
Vanesa Tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Mbak ngak tau, Aku pergi dulu mungkin ada yang penting,"jawab Vanesa mencoba membuat sang adik tidak berpikiran buruk karena jujur Vanesa sangat malu apabila sifat kasar dan galaknya sang Suami di ketahui sang Adik dengan cepat sedikit terburu-buru Vanesa segera berlari menuju ke kamarnya Karena berasal dari situlah suara Suaminya memanggil.
"Iya, Mas. ada apa?" tanya Vanesa gugup, sudah terbiasa mendapatkan perlakuan kasar dan galak tubuh Vanesa sedikit bergetar, dia sangat was-was jika tiba-tiba sikap kasar Suaminya di ketahui sang Adik dan hal itu pasti akan sangat membuat dirinya sangat malu.
"Masuk..!"seru Rendra memerintah.
Dengan ragu-ragu Vanesa melangkah masuk sambil menggigit bibir bawahnya, hatinya sibuk bertanya tanya apa yang akan Rendra lakukan kepadanya. Ketika Vanesa sibuk memikirkan apa yang akan terjadi tiba-tiba kembali suara keras dari Rendra terdengar.
"Tutup dan kunci pintu nya." seru Rendra untuk yang kesekian kali memerintah Vanesa, yang mana perintah untuk yang kedua kali ini membuat Vanesa menghentikan langkah kakinya dan menatap Rendra dengan pandangan penuh tanda tanya.
"Untuk apa harus di kunci Mas," tanya Vanesa dengan hati yang kini mulai resah dan takut, jika Rendra memerintahkan untuk mengunci kamar itu artinya Rendra akan melakukan sesuatu yang sangat buruk padanya, apakah hanya karena sang Adik tidur dan berada di dalam kamar nya dia harus mendapatkan hukuman dari sang Suami.
"Lakukan saja apa yang Aku perintahkan, cepat kunci pintu nya."
"Ta-tapi, Mas!"
"Kau mau membangkang perintah ku?"geram Rendra yang kini suaranya mulai turun satu level akan tetapi suara yang bernada rendah itu penuh dengan penekanan dan hal itu yang lebih membuat Vanesa takut.
"Tidak, Mas," dengan kaki bergertar Vanesa buru-buru mengunci pintu kamar nya.
Melihat sang istri setelah mengunci pintu kamar justru berdiri bengong di depan pintu, membuat Rendra mengeryitkan dahinya.
"Apa yang kamu lakukan disitu, cepat sini.!
"I-iya Mas,"
__ADS_1
Karena Vanesa berjalan dengan sangat pelan bahkan terlihat tidak melangkah sedikit pun membuat Rendra menggelengkan kepalanya.
"Jalan kesini cepat, kenapa leleet begitu, apa Aku yang harus menghampiri biar kamu bisa Jalan cepat."
"Ah, tidak Mas,"jawab Vanesa dengan buru-buru."apes benar sih, kenapa Kakiku terasa sulit untuk di ajak berjalan apa ini efek dari rasa takut yang teramat sangat, sebenarya Mas Rendra mau ngapain Aku ya masak hanya karena Eva tidur sebentar di sini Aku harus mendapatkan hukuman,"keluh Vanesa dalam hati.
Sementara Rendra yang melihat istrinya berjalan seperti anak kecil yang baru bisa berjalan, menggelengkan kepalanya, kemudian Rendra menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
"Rupanya kamu harus di bantu biar bisa berjalan sampai disini," lirih Rendra yang kemudian dengan cepat berjalan mendekati Vanesa, sementara Vanesa yang melihat suaminya berjalan kearahnya semakin tubuhnya menggigil ketakutan.
"Mas Rendra mau apa mendekat kesini," kini langkah kaki Vanesa dari Maju mulai berbalik arah menjadi mundur.
Rendra yang sudah semakin dekat menbuat Vanesa semakin takut.
"Mas, kau mau apa?
Tanpa menjawab pertanyaan dari sang istri Rendra langsung mengaggkat tubuh istrinya dan dengan perlahan melempar tubuh sang istri ke atas Ranjang, sebenarya Vanesa juga bingung di balik ucapan Suaminya yang keras dan terlihat sangat kasar tapi dia tidak memperlakukan nya dengan kasar terbukti ketika melemparkan tubuhnya ke atas Ranjang Rendra yang lebih dulu menjatuhkan tubuhnya sehingga tubuh Vanesa aman berada diatasnya.
Untuk beberapa detik mereka berdua saling pandang sebelum kemudian Rendra menggulingkan tubuh istrinya yang kini posisi menjadi berbalik, Rendra berada di atas dan Vanesa dibawa nya.
Terkejut hingga membuat kedua bola mata Vanesa membulat seketika, tubuhnya semakin ketakutan.
"Apa tadi Aku bilang, ternyata benar kan, Mas Rendra mau menghukum Aku di Ranjang." gumam Vanesa dalam hati, Rendra yang berada di atas tubuh sang istri perlahan-lahan bangkit berdiri sambil menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
"Dingin sekali tubuhmu, seperti orang yang baru saja melihat hantu."cibir Rendra sambil mengulum senyum.
Sungguh Vanesa tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada suaminya saat ini, perkataan nya sangat kasar dan terkesan marah tapi perlakuan nya Begitu hati-hati dan lembut, Vanesa meneguk ludahnya dengan kasar, ternyata Suaminya tidak meminta pelayanan over dosis.
"Cepat ganti sprei nya dan cuci sekarang juga."ucap Rendra memerintah, lagi-lagi Vanesa di buat bingung dengan sikap sang Suami, ternyata bukan hukuman di Ranjang yang buas akan dia trima akan tetapi cuma sekedar disuruh mencuci sprei dan menggantinya dalam hati Vanesa mengucap rasa syukur.
Rendra yang memahami perasaan sang istri mengulum senyum, Vanesa terlihat mengemaskan jika dirinya sedang cemas.
__ADS_1