
Di dalam kamar yang cukup luas dan Hening di mana Rendra dan Robi tidak saling bicara Mereka sibuk dengan alam pemikirannya masing-masing akhirnya keduanya merebahkan tubuhnya di atas kasur.
malam semakin merangkak naik Tak lama kemudian keduanya sudah tertidur dengan sangat pulas.
mereka berdua baru bangun ketika cahaya mentari berwarna kuning sudah menerpak jendela kamar mereka yang mana keduanya mulai bangkit dan saling bergantian memakai kamar mandi.
tidak ada lagi pertengkaran ataupun percocokan di antara keduanya Robi memilih diam dan memahami situasi yang sedang dialami oleh Rendra sedangkan dirinya akan berjuang dan berusaha keras untuk mencari tahu sendiri siapa wanita yang ada di dalam rumah Rendra yang kini mengaku menjadi istri keduanya.
" kamu sudah rapi Apakah hari ini kamu akan pergi tanya Rendra pada Robi yang kala itu sudah sangat rapi dan duduk manis di tepi ranjang.
" aku tidak bisa ikut bersamamu Jika kamu ingin menemui Vanessa karena dia bisa marah padaku karena bisa jadi desa berpikir aku membelamu dan bersekongkol denganmu yang akhirnya Nesa tidak akan pernah bercerita apapun padaku Jadi jika kamu ingin bertemu Esa saat ini Jika kamu pergi sendiri aku akan memilih nanti malam Agar tidak terkesan kita datang bersamaan jawab Robby memberikan penjelasan kepada Rendra yang mana membuat Rendra memahami dan mengangguk.
" itu yang cukup bagus kalau begitu aku minta Tolong sekalian, kamu urus perusahaanku dan juga pergilah ke Rumah sakit temui Dokter Bambang minta semua jadwalku di kosongkan dalam satu minggu ini. "
" apa mengosongkan jadwal dalam satu minggu kamu gilaa nggak akan datang ke rumah sakit dalam waktu selama itu? "
" urusanku dengan Vanessa lebih penting daripada pekerjaan jadi ikuti semua perintahku aku akan memberikan tambahan gaji untukmu, "
"Ciih, mentang-mentang orang kaya bisa mudah memerintah segala sesuatu hanya dengan imbalan uang apa Kamu pikir aku dengan seperti ini tidak membuang-buang waktuku kamu tidak berpikir bagaimana nasib hubunganku dengan pacarku ,ini semua gara-gara kamu apakah semua bisa kamu beli dengan uang tidak juga kan jadi Sudahlah tidak perlu menaikkan gaji atau memberikan hadiah lainnya kita anggap ini adalah satu bentuk keikhlasan dari seorang sahabat kepada sahabatnya, sudah aku pergi dan Semoga kamu sukses bisa mendapatkan kembali istrimu seru Robi yang akhirnya meninggalkan Rendra sendiri di rumah itu.
laki-laki tua paruh baya mengerjitkan dahinya ketika melihat Robi keluar dengan terburu-buru seorang diri dan ketika bertemu dengan dirinya meminta izin untuk pulang.
" Lho kenapa kalian tidak pulang bersamaan Kenapa harus pulang sendiri-sendiri Bukankah kalian akan mencari teman kalian yang ada di sekitar tempat ini tanya Bapak laki-laki paruh baya pada Robi.
" Maaf Pak saya harus pulang lebih dulu dikarenakan di rumah ada keperluan mendadak Saya ditelepon harus cepat-cepat pulang dan sementara teman saya harus menemui temannya saat ini juga, Jadi kami membagi tugas saya pulang ke rumah teman saya masih di sini mencari temannya saya titip teman saya Pak dan terima kasih atas kesediaan Bapak memberikan tempat dan juga jamuan makannya."
" tapi kamu belum sarapan pagi Nak sarapan pagi dulu agar perjalananmu lebih rileks. "
__ADS_1
" tidak usah Pak saya buru-buru terima kasih seru Robi yang kala itu langsung berpamitan dengan mencium tangan laki-laki tua paruh baya yang ada di depannya kemudian melangkah pergi ke luar rumah dengan menggunakan mobil hitamnya.
di dalam mobil Robi bergumam dalam hati.
" Rendra itu egois enak saja main suruh-suruh pergi ke perusahaan, pergi ke rumah sakit tidak tahu orang lagi capek apa, tapi ini kesempatan bagus untuk ku di mana Rendra tidak ada di rumah dan pasti wanita itu selalu ada di rumah ini kesempatanku untuk mencari tahu siapa dia dan bagaimana sebenarnya wanita itu, Apakah benar dia benar benar hamil anak dari Rendra ataukah sebenarnya Rendra itu terjebak olehnya, tapi bodohnya dokter bodooh itu mengakui perbuatannya benar-benar dia itu boodoh bikin masalah untuk dirinya sendiri saja, ingin Aku abaikan tapi Aku juga penasan, lebih baik Aky datangi Rumah Rendra sekarang baru Aku pergi ke Rumah sakit untuk menemui Dokter Bambang baru kemudian pergi ke Perusahaan. "
Robi melajukan mobil hitamnya dengan kecepatan tinggi yang mana robi sangat tidak sabar ingin segera sampai di rumah Rendra karena Robi kali ini memiliki peluang yang cukup bagus di mana wanita yang sangat Robi tidak suka tidak akan Ada yang melindunginya.
meskipun hari masih terlalu pagi Robi dengan bersemangat melajukan mobilnya menuju rumah Rendra.
tidak menunggu lama hanya sekitar 30 menit Robi sudah sampai di halaman rumah Rendra karena Robi melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi yang biasanya bisa ditempuh dalam satu jam Robi hanya menggunakan dan menempuh jarak waktu dengan setengah jam saja.
mobil segera memasuki halaman yang mana Langsung dibukakan oleh Pak Rahmat salah seorang pekerja yang ditugaskan untuk menjaga pintu gerbang setelah kunci mobil diberikan kepada Pak Rahmat .
Pak Rahmat dengan segera membawa mobil hitam Robi masuk ke dalam garasi, sementara Robi dengan cepat menaiki tangga dan masuk ke dalam rumah yang sangat besar dengan pintu berukir indah di depannya.
"Ting tong..
" Ting tong.
tidak lama kemudian suara pintu dibuka dari dalam yang mana muncullah sosok wanita cantik dari balik pintu di mana wanita itu berteriak dengan sangat riang dan gembira.
"Mas Rendra...! seru wanita itu yang hampir memeluk Ribi tapi ketika pintu terbuka dan melihat Siapa yang ada di depannya wanita itu segera mundur beberapa langkah ke belakang sementara Robi menaikkan alisnya dengan menyungingkan sebuah senyuman licik di bibirnya.
"Kau mau apa ke sini, mana Mas Rendra? "tanya Eva dengan wajah berubah masam.
" Mana aku tahu Rendra ada di mana ,Aku ke sini juga mau mencari Rendra, "ucap Robi berpura-pura karena dia ingin tahu perubahan wajah dari wanita yang ada di depannya.
__ADS_1
" Mas Rendra tidak ada di rumah dia pergi mencari Mbak Nesa lebih baik sekarang Kamu pergi saja karena mas Rendra tidak ada di rumah.
tapi tidak menghiraukan perkataan dari wanita yang ada di depannya bahkan dengan sedikit kasar Robi menghalau tangan Eva yang menghalangi Robi untuk masuk ke dalam rumah.
" Minggir Aku mau mencari Mbok Yem perutku sudah lapar, "ucap Robi pada Eva yang kala itu mendelik dengan tatapan wajah yang juga sangat merah karena geram.
"Mbok Yem tidak ada di rumah Dia sedang berbelanja lebih baik kamu pergi, "Seru Eva untuk yang kedua kali, Robi menghentikan langkah kakinya kemudian menoleh ke arah Eva yang kala itu berkacak pinggang di depannya.
" Apa, Mbok Yem pergi itu bagus kamu boleh masakan buat Aku tapi untuk pagi ini tidak usage Aku akan buat sendiri. "
"Hei, suamiku tidak Ada di Rumah, kamu lebih baik pergi, "
Robi tersenyum miring manakala Eva berteriak menyuruh nya pergi.
"Apa kamu takut hahaha, ibu hamil punya rasa takut jugakah, diam dan duduk dengan manis saja, karena Aku tidak akan merepotkan wanita hamil sepertimu dan perlu kamu tau sebelum kamu menjadi istri simpanan Rendra, Aku sering kesini dan mengginap disini Vanesa tidak pernah keberatan, ini kamu yang cuma menjadi istri belum lama sudah mau berani mengusir dan menyuruhku pergi kamu pikir Aku akan dengarkan ucapan wanita Asing sepertimu, tidak akan, Aku tidak perduli kamu suka atau tidak Aku disini karena Aku tidak akan mendengarkan perkataanmu, karena bagiku kamu hanya wanita Asing perusak Rumah tangga orang. "
"Kau...! "
"Apa? mau memukulku dengar bahkan Aku tidak percaya jika kamu benar benar hamil , "
"Deg..! Hati Eva Tiba tiba terkejut mendengar perkataan dari laki laki yang Ada di depannya, hingga bibirnya sulit berkata apapun juga.
" Kamu diam, pasti kamu terkejut dengan semua yang Aku katakan kali ini Aku belum memiliki bukti dan jika Bukti itu Ada Aku pastikan Rendra Akan menggusirmu dari Rumah ini, " sinis Robi yang kemudian melangkah Menunggalkan Eva dan pergi ke dapur.
Tinggalah Eva yang masih berdiam diri dengan hati ysng sangat geram dan kesal.
"Kurang ajar sekali dia, rupanya dia ingin bermain main dengan ku, Aku harus lebih berhati hati dalam menghadapinya akan Aku buat Mas Rendra membencimu biar kamu tau rasa. " sungut Eva kesal yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1