
Eva terus bermonolog sendiri di dalam kamar mandi sementara Rendra yang panik karena Eva mual dan langsung masuk ke dalam kamar mandi Rendra menggedor pintu kamar mandi yang sengaja Eva kunci dari dalam.
"Va... buka pintunya, kamu Kenapa Va, Ayo buka pintunya kamu baik-baik saja kan? " Rendra bertanya dengan sangat panik wajahnya yang tampan kini mulai tegang.
" Perutku sakit sekali Mas, Tunggu aku di luar, "seru Eva dari dalam Kamar mandi.
" kalau begitu cepat buka pintunya pak biar aku membantumu, "
" tidak perlu nanti justru makin mual tunggu saja di sana, "
akhirnya mau tidak mau Rendra menunggu Eva keluar dari dalam kamar mandi yang mana Rendra berjalan mondar-mandir karena merasa khawatir dan resah bagaimanapun juga Rendra tidak akan tega melihat Eva kenapa-kenapa meskipun hati Rendra tidak begitu mencintai gadis yang ada di dalam kamar mandi itu.
ketika Rendra sedang asik dengan lamunannya tiba-tiba benda pipih yang ada di atas narkas berbunyi.
dengan cepat Rendra meraih pendaki itu ketika melihat nama yang tertera di atas layar utama Rendra hanya menggelengkan kepalanya.
" Mau apa menelponku? "
"Hahaha, sudah kuduga pasti kamu tidak sedang sibuk, Bagaimana? Apakah semua berjalan lancar Pasti tidak semudah itu kan, pagi tadi Cik itu pasti memiliki 1000 cara untuk bisa membuatmu tidak bisa berkutik. "
" Robi jaga ucapanmu Kamu itu ngomong apa aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan dan jangan sekali-kali kamu selalu menghina istriku, katakan saja terus terang Apa tujuan kamu menelponku, Bukankah lebih baik kamu tunggu di luar dengan duduk manis Ngapain juga kamu meneleponku kurang kerjaan saja, " sungguh Rendra kesal.
Robi menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar.
" sudah kuduga semua tidak akan berjalan dengan mudah Apakah kamarmu kamu kunci ,Aku mau datang ke sana, "
kini terdengar suara Rendra meraih nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan.
" Mau apa tanya pintu kamar terkunci atau tidak Sudahlah kamu Jangan menggangguku duduk manis saja di sana Tunggu Nanti Aku datang, "
" kelamaan Ren aku sudah tidak sabar lagi kalau pintu itu terkunci cepat buka aku mau masuk, "
" Hei jangan mengancam dan aneh-aneh kamu, ini kamar Aku dan istriku Kenapa kamu mau masuk Jangan sembarangan sudah kamu di luar sana, Aku tidak mau dan tidak mengijinkan kamu masuk ke dalam kamar istriku, "sinis Rendra yang mulai tersulut emosi karena kesal dengan sikap Robi.
" Oke tidak masalah tapi aku memberikan waktu kamu hanya 15 menit untuk memeriksa istrimu itu bisa atau tidak kamu harus memeriksanya Apapun alasannya, Aku tidak mau tahu jika sampai 15 menit kamu tidak bisa melakukan maka Aku akan masuk ke dalam kamarmu jika tidak bisa Aku akan mendobrak kamarmu, Aku yakin istrimu bukanlah wanita baik baik. "
__ADS_1
"Kamu mengancamku? "
"Bisa si bilang begitu, Aku sudah tidak sabar menunggu hasilnya sekarang juga Ren jadi jangan lagi kamu lemah dan Iva terhadap segala sesuatu yang bisa membuat Niat kamu meneriksa hari ini gagal. "
"Kenapa mesti buru buru masih banyak waktu dan Aku rasa bukan sikap yang benar jika kita memaksa. "
"Aku tidak mau tau bukankah kamu memberikan tantangan padaku Aku sudah siap kalau hasilnya positive hamil Aku siap meminta maaf pada istrimu itu jadi cepat lakukan jangan du tunda tunda lagi. "
"Baiklah sabar sedikit Eva sedang berada di dalam kamar mandi kelihatannya dia sedang tidak enak badan mungkin karena makannya tidak teratur dia jadi kurang fit. "
"Cukup Ren, Aku tidak mau tau itu, Aku hanya mau tau hasilnya malam ini juga, Aku tunggu dalam limabelas menit jika belum kelar juga, Aku akan Dobrak dan masuk ke dalam kamarmu biar Aku sendiri yang Akan melakukan peneriksaan."
"Ya.. ya Kamu selalu bersikap tergesa gesa baiklah tunggu kabar dariku dan jangan macan macam. "
Rendra segera Matikan ponsel hp-nya kemudian menaruhnya kembali di atas markas Setelah semua dirasa selesai Rendra kembali menghampiri pintu kamar mandi di mana pintu kamar mandi masih terkunci dari dalam.
" Va apa masih belum selesai Apa perlu aku bantu,"
" tidak perlu Mas, Mas Rendra tidak perlu ke sini Jika Aku sudah baikan pasti aku akan keluar,"
"Hmm, baiklah kalau begitu Aku tunggu sambil rebahan ya, Mas ngatuk sekali, "
sengaja Eva sedikit memperlama di dalam kamar mandi kemudian setelah tidak mendengar sesuatu apapun perlahan-lahan Eva membuka pintu kamar mandi awalnya Eva membuka pintu kamar mandi sangat sedikit karena Eva ingin melihat Apakah Rendra benar-benar sudah tertidur di atas ranjangnya atau belum.
bibir Eva menyunggingkan sebuah senyuman manakala melihat tubuh suaminya sudah terbaring di atas ranjang dan alat untuk memeriksa dirinya sudah tidak ada di tempat itu lagi.
"Syukurlah Akhirnya Mas Rendra tidur juga, Aku bisa keluar dan bisa selamat hari ini, besok Aku harus memikirkan cara agar Mas Rendra percaya kalau Aku itu benar benar hamil.
Sambil berjinjit Eva mulai berjalan menuju ke atas Ranjang dan dengan sangat perlahan lahan Eva mulai membaringkan tubuhnya di atas Ranjang.
Eva menarik nafas lega karena Rendra tidak terganggu dengan pergerakan Eva yang Naik ke atas Ranjang.
Setelah merasakan nyaman Akhirnya Eva mulai menejamkan kedua bola matanya.
"Kamu sudah baikkan? "
__ADS_1
"Deg..!
hampir jantung Eva seakan meloncat mendengar ucapan dari Rendra.
"Ma-Mas Rendra, Mas Rendra belum tidur. " Eva bertanya dengan wajah yang gugup di mana Eva tidak menyangka jika Rendra ternyata belum tidur.
Rendra mengulum senyum kemudian bangkit dari tidurnya berjalan menuju sebuah almari kemudian rendam mengambil kotak hitam di mana di tempat itu terdapat peralatan medis yang tadinya dia simpan.
melihat Rendra mengeluarkan kembali kotak peralatan medisnya hati Eva semakin merasa cemas.
" Mas Rendra mau apa Bukankah ini sudah malam. "
" Tenanglah dan berbaringlah yang rileks aku akan memeriksamu. "
" tapi mas besok saja aku sudah mengantuk sekali ucap Eva dengan ada menggibah berharap Rendra hatinya akan luluh dan mendengarkan permintaannya seperti saat-saat sebelumnya.
" tidak masalah cuma sebentar Setelah itu kamu boleh beristirahat untuk tidur, Kenapa terang sekali biasa saja tidak akan sakit kok aku hanya melihat lagi pula aku akan mengetahui bagaimana perkembangan janin yang ada di dalam kandunganmu Apakah dia sehat ataupun tidak seharusnya kamu senang karena kamu diperiksa secara langsung oleh suamimu sendiri. "
Eva hanya tersenyum kecut mendengar perkataan dari Rendra yang mana sesungguhnya hatinya sangat tegang dan cemas.
Dengan penuh hati hati Rendra mulai meneriksa perut Eva, sementara Eva sudah tidak bisa mengelak lagi.
"Ini semua pasti gara gara temannya Mas Rendra yang memaksa agar Aku harus di periksa, awas saja dia benar benar telah membuat Aku terpojok." geram Eva dalam hati.
" Va, bisakah kamu juga menggunakan ini sebentar saja. "
Eva sedikit bingung dengan sikap Rendra yang biasa saja bahkan tidak terlihat marah, Eva menjadi bingung apa hasilnya dan mengapa Rendra masih juga menyuruh menggunakan Alat tes kehamilan biasa apakah itu berarti hasil Pemeriksaan yang dilakukan Rendra berhasil dia positive hamil atau positive tidak hamil.
Eva yang tidak mengerti masih duduk terdiam.
'Va, cepatlah ini sudah malam kenapa diam, cepatlah, kamu gun akan alat tes kehamilan ini juga, biar hasilnya bisa pasti. "
Tanpa mampu menolak Eva menerima alat tes kehamilan yang di sodorkan kepadanya, kemudian langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Eva masih berdiri termangu dengan kebimbangan hati yang mana Eva tidak tau apa hasilnya dari Pemeriksaan yang dilakukan Suaminya kepadanya, dan mengapa Rendra suaminnya masih menyuruhnya untuk uji tes kehamilan dengan alat tes biasa.
__ADS_1
Eva terus Bermonolog sendiri hingga bibirnya menyungingkan sebuah senyuman.
"Jangan jangan hasil Pemeriksaan yang dilakukan Mas Rendra gagal dan hasilnya Negative Ah baguslah Aku bisa menggunakan alat tes kehamilan hasil milik Mbak Nesa kebetulan Aku simpan di dalam kamar mandi ini jadi ini bisa ky berikan kepadanya dan Si Brengsek Robi pasti kecewa, ternyata Dewa keberuntungan Masih berpihak padaku, " gumam Eva dengan bibir tersenyum senang.