BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab. 85.MARAH


__ADS_3

Robi yang tak percaya dengan ucapan Eva menatap tajam pada Rendra yang kala itu masih belum berdiri dari terjatuhnya di lantai di mana beberapa waktu yang lalu Robi melayangkan beberapa kali pukulan kepadanya.


Rendra hanya membalas tatapan Robi dengan tatapan mata sendu di mana tidak ada dan tidak terlihat ada perlawanan ataupun tanda-tanda jika Rendra menyangkal semua yang dikatakan wanita yang ada di depannya bahkan seolah-olah Rendra mengakui semua itu adalah kebenarannya.


tapi tersenyum sinis menatap wajah Rendra kemudian berganti kepada gadis yang ada di depannya.


" lihat Ren wanita jalaang Ini mengatakan dia adalah istrimu cepat usir dia dari sini dan jangan kau melakukan hal yang bodoh aku yakin kamu sudah dipengaruhi oleh wanita ini sehingga kamu bisa tidur bersamanya dan berdua berada di dalam kamar ini. " seru Robi berapi api yang mana langsung membuat kedua bola mata Eva membulat dan dengan gerakan sangat cepat Eva menghampiri Robi dan tanpa berkata apapun Eva langsung memberikan tamparan keras kepada Robi.


"Plaaaaakkk....!


" apa kamu bilang aku wanita jalaaang dan aku mempengaruhi Rendra Yang benar saja kamu kalau bicara, jangan asal tuduh saja Kamu pikir aku wanita apaan Dasar laki-laki brengsek kurang ajar sekali mulutmu Emang kamu harus Aku di berikan pelajaran."


"Buuugh... !


" Buuugh.. !


"Buuugh.. !

__ADS_1


tubuh Robi menjadi sasaran empuk dari bantal guling yang ada di dalam kamar itu, karena Eva menggunakan bantal guling untuk memukul Robi yang mana kala itu Robi menjadi semakin bingung Dan Panik yang juga bercampur dengan rasa kesal karena gadis di depannya benar benar memukulnya dengan membabii buta.


Rendra yang melihat keributan itu semakin bingung yang mana Eva sang istri terlihat sangat kesal dan marah-marah


karena teringat kondisi sang istri sedang hamil Rendra bergegas bangkit dari terjatuhnya di lantai kemudian menghampiri Eva berusaha untuk menenangkan dirinya yang sedang emosi dan marah.


"Va, cukup jangan pukul lagi, jangan buat kamu Emosi terlalu tinggi ingat kondisimu, ingat jika kamu sedang hamil."


"Apa? " gadis jalaang ini hamil? "tanya Robi taking percaya.


Rendra yang mendapatkan tatapan sinis dari Robi tidak berani menatap balik kepadanya Rendra pemilih membuang muka untuk menghindari tatapan dengan Robi.


"Ikut Aku, kita bicara diluar, " Seru Robi dengan pandangan mata berapi api.


Rendra terpaksa mengikuti langkah kaki Robi karena kerah bajunya Ditarik waktu itu Robi berjalan dengan cepat dengan menarik Rendra yang terpaksa harus mengikutinya karena bajunya dia tarik dengan keras dan kasar.


Eva yang tidak terima suaminya ditarik dengan begitu kasar dan keras oleh seorang pemuda yang baru saja dia lihat, membuat Eva sedikit berlari dan ingin menarik Rendra agar tidak keluar dari dalam kamar akan tetapi langkah Gadis itu tiba-tiba terhenti ketika Robi menghentikan langkahnya dengan menunjuk satu jari ke arah.

__ADS_1


" Diam kau di situ, Ini urusan aku dengan Rendra bukan urusan denganmu jangan sekali-kali kamu mengikuti kami, " seru Robi mengancam Eva yang mana dengan sangat keras akhirnya bukan lagi menarik tubuh Rendra akan tetapi Robi berganti mendorong tubuh Rendra keluar dari dalam kamar dan setelah Rendra keluar dengan cepat Robi menutup pintu dan menguncinya dari luar.


Eva yang menyadari dirinya dikunci dari luar berteriak dengan sangat keras sambil menggedor-gedor pintu kamarnya.


"Buka pintunya, kenapa harus di kunci, " teriak Eva dengan sangat keras dan kesal.


____________


_________


Assalamulaikum


Trimakasih buat semua Reader Berbagi ranjaang dengan Adikku.


Maaf upnya sngat sedikit


ini Author lagi sibuk di acara pernikahan

__ADS_1


trimakasih atas kesabarannya 🙏


__ADS_2