BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab. 95 Terkejut


__ADS_3

Rendra menarik napas panjang Dan menghembuskannya dengan kasar ada segurat rasa kekecewaan dan kesedihan di dalam hati Rendra yang mana dia ingin berlama-lama akan tetapi istrinya justru mengusir dirinya.


berkali-kali Rendra menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat kasar, ada perasaan marah dan sakit yang Rendra sembunyikan di balik senyumannya.


Karena belum apa apa istrinya sudah tidak lagi mengaggap dirinya Ada, bahkan dengan sangat bangga mengatakan jika dirinnya sudah janda.


Andai saja situasi tidak sekacau ini mungkin tangan Rendra sudah khilaf mencengkram dan menghabisi bibir Vanesa yang telah lancaang berani mengatakan jika dirinnya sudah janda, benar benar rasa sakitnya begitu dalam.


Seolah sedang tertusuk pisau yang sangat tajam, tak berdarah tapi sakitnya sangat luar biasa hingga tangan Rendra menggepal dengan sangat kuat di bawah meja, deru napas nya Naik turun dengan cepat.


Rendra terdiam untuk berpikir keras bagaimana agar dia bisa sedikit lama di tempat itu sementara Rendra melihat Vanessa sudah merasa sangat jenggah dan malas menemani dirinya, terbukti berkali-kali Vanessa melihat ke arah pintu dan jam dinding yang terpajaang di dinding tembok rumahnya.


"Aku haus apakah Aku boleh meminta minum , "


"Boleh, sebentar Pak."


Vanessa segera bangkit dari duduknya kemudian melangkah menuju dapur untuk membuatkan air minum kepada tamu yang ada di ruang tamu.


sementara Rendra berkali-kali mendengus kesal dan sedikit geram dengan sikap Vanessa yang begitu formalitas terhadap dirinya bahkan benar-benar menganggap dirinya seorang tamu asing yang tak pernah dikenalnya.


"Haiss... Pak lagi, ini istri benar benar tidak peka jika Aku itu suaminnya, Apa iya Nesa semudah itu di kelabui, Ah malang sekali Nasibku istriku sendiri tidak bisa menggenali dirikudiriku, itu artinya Aku tidak Ada di dalam hatinya huuufff.. menyakitkan. "Rendra mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


Di dapur Vanesa sedang membuatkan secangkir kopi, yang tak lama kemudian Vanesa keluar dari dapur dan memberikan nya pada Rendra..


" Minumlah, setelah itu cepat pergi Bukankah tugas Bapak untuk pendataan pasti masih banyak. "


Lagi lagi Rendra di buat terkejut dengan bahasa yang di ucapkan Vanesa kepadanya.


"Sial dia benar benar ingin menggusirku,"geram Rendra dalam hati.


" Iya, teimakasih, Kalau boleh tau mengapa anda memilih menjanda Apa anda tidak mencintai Suami Anda, "

__ADS_1


"Pak, bukankah saya Sudah bilang itu urusan pribadi saya, jadi maaf saya keberatan dengan pertanyaan Bapak. "


"Maaf bukan maksud saya ingin membuka luka pasti Anda sangat mencintai Suami Anda, " tanya Rendra memancing reaksi dari wanita yang Ada di depannya.


"Aku sama sekali tidak mencintai nya Aku membencinya Dan jangan membicarakan hal ini lagi, saya sangat sibuk cepatlah Bapak habiskan minumannya kemudian pergilah saya ingin sendiri."


"Apa sedalam itu bencimu padanya? "


"Pak, sudah cukup pergilah saya tidak mau ditanya Dan menjawab sesustu yang sangat Aku tidak suka. "ketus Vanesa dengan nada tinggi.


Rendra sedikit tertegun melihat emosi Dan kemarahan wanita yang Ada di depannya.


" Apa kamu sebenci itu padanya, tidakkah kamu mau memaafkannya, "


"Silahkan Bapak keluar dari Rumah saya," seru Vanesa dengan tatapan mata yang tajam, sangat terlihat jelas jika Vanesa tersingung dengan ucapan laki laki yang Ada di depannya.


Rendra menarik napas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar.


"Jika Aku tidak mau kau mau apa, "ucapan Rendra dengan berani.


"Bapak jangan kuraang ajar disini, "


"Siapa yang mau kurang ajar sin Nes, " Jawab Rendra dengan santai sambil menyeruput kopi buatan Vanesa.


sementara Vanessa yang mendengar perkataan dari Rendra sedikit terkejut wajahnya yang tadinya marah dan sedikit tegang tiba-tiba menatap lekat lekat wajah laki-laki yang ada di depannya yang mana sedang menyeruput kopi buatannya.


seolah memahami apa yang Vanessa tanyakan Rendra menatap sekilas dengan menyunggingkan sebuah senyuman kemudian menjeruput kembali kopi yang ada di depannya.


"Siapa kamu, bagaimana kamu bisa mengetahui Namaku, " satu pertanyaan yang membuat Rendra tersenyum sinis kepada Vanessa.


" Aku tidak percaya orang yang mencintaiku tidak pernah mengenaliku, "Sims Rendra dengan nada suara yang tenang.

__ADS_1


"Apa maksudmu Aku tidak mengerti, "


" kalau tidak mengerti tidak usah mengerti, Oh ya aku juga capek Aku mau istirahat sebentar dimana kamarmu Aku mau tidur sebentar. '


"Anda jangan kurang ajar Pak, pergilah sebelum saya berteriak Dan orang orang kampung sini Alan menghukummu, "


" coba saja kalau mereka berani menghukumku apalagi Mereka ingin masuk penjara semua dengan melarang suami istri bertemu. '


"A-apa..? " kamu bilang apa? "


Rendra tidak mendengarkan perkataan dan teriakan dari Vanessa setelah menyeruput kopi dan menghabiskannya Rendra segera masuk ke dalam salah satu kamar yang Rendra dugaa itu adalah kamar milik Vanessa kemudian dengan sangat santai dan tenang dan Rendra langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.


Vanesa panik karena tamu yang melakukan pendataan kepada dirinya justru masuk ke dalam kamar dan tidur beristirahat di dalam kamarnya dengan santai.


"Hei Pak, tolong pergi jangan macam macam di sini, "


"Haiss, Pak lagi.'


" Kalau tidak mau pergi saya Akan berteriak, " ancam Vanesa pada Rendra yang mana justru mendapaykan sambutan tawa dari Rendra.


Melihat Rendra justru tertawa Vanesa semakin kesal.


"Mengapa tertawa aps Ada yang lucu, "


"Tentu saja Ada, Cuba berteriaklah jika kamu berani, " ucapan Rendra menantang. " Tapi sebelum itu lihat Aku dengan back baik."


Rendra mulai melepas topi Dan kumis palsu yang di pakai untuk memenyamar Dan ketika sexual sudah terbuka Vanesa sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya hinggga dia menutup mulutnya dengan media telapak tangannya.


"Mas Rendra..! "


Bukannya menjawab Rendra justru menyungingkan sebuah senyuman.

__ADS_1


"Kalau Ada makanan tolong siapkan Aku sangat lapar. " ucap Rendra dengan santai, " oh ya jangan berteriak masak mau bilang disakiti suami, " ledek Rendra sambil menjatuhkan tubuhnya diatas Ranjang.


"Kau..! geram Vanesa kesal yang mana Vanesa langsung keluar , sementara Rendra tersenyum penuh kemenangan,


__ADS_2