
Senyum tersungging dari bibir Vanesa yang kini hatinya sedang di selimuti rasa bahagia, bagaimana tidak seorang Adik yang dia sangka marah karena beberapa Minggu yang lalu ngambek gara-gara dia tidak meminjam kan uang dan setelah Akan memberi sang Adik menolak, tiba-tiba datang memberikan suprise dengan datang langsung menjenguknya, sungguh hati Vanesa terasa lega dan bahagia ternyata sang Adik tidak marah padanya, ternyata sang Adik masih sangat sayang padanya, dalam hati Vanesa berjanji akan membuat Adikknya betah dan senang di Rumah nya.
Vanesa meminta pada pak sopir untuk berhenti sebentar, Vanesa turun membeli beberapa makanan ringan agar Eva betah bisa bersantai sambil nyemil, tak lupa Vanesa juga membeli buah durian kesukaan EVa sang Adik sejak kecil sangat suka dengan buah Durian, Alpukat dan juga anggur hijau. Vanesa membeli banyak makanan ringan dan buah hari ini hanya untuk membuat sang Adik bahagia.
Merasa semua sudah terbeli dan lengkap Vanesa meminta pak sopir untuk cepat mengantarnya pulang, bahkan karena rasa rindu yang sangat Vanesa meminta pada Pak Mamat sopir pribadi yang di minta suaminya untuk mengantar berbelanja agar melajukan mobilnya dengan sedikit cepat.
"Pak, lebih di percepat ya Aku sudah tidak sabar ingin segera sampai di Rumah."
"Baik Non,"
Pak Mamat mulai mempercepat laju mobil kendaraan nya, Pak Mamat ikut tersenyum senang dalam hati.
"Wah, rupanya Non Vanesa sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Boss, sudah beberapa bulan mereka tidak saling bersama dan terlihat sedikit tegang rupanya kini sudah mulai naikkan, syukurlah Aku jadi ikut senang, Aku kasian sama Non Vanesa sejak tiga bulan lalu Boss tidak mengijinkan Aku mengantarnya, Boss meminta Aku pergi ke Rumah satunya bekerja dan mengurus disana sementara Non Vanesa di suruh Naik angkot atau taksi tiap hari terkadang Aku ingin mengantar Non Vanesa secara diam-diam tapi rupanya Boss paham sehingga dia mengancamku jika berani mengantarnya dan entah angin apa yang kini membuat Boss berubah tiba-tiba beliau memanggilku dan meminta ku untuk mengantar Non Vanesa berbelanja, rupanya setelah Boss pergi Bali hatinya mulai sehat buktinya dia mulai perhatian lagi sama Non Vanesa, ah jadi kepo, pasti mesra nya Ketika mereka bertemu Nanti tapi sayangnya Aku di suruh balik ke Rumah yang satunya setelah mengantar Non Vanesa jadi Aku tidak bisa melihat kemesraan mereka, sungguh Boss dan Non Vanesa adalah pasangan yang serasi Boss sangat tampan dan Non Vanesa sangat cantik." gumam pak sopir Mamat dalam hati.
Tak lama kemudian mobil pun sampai di halaman Rumah yang besar dan mewah bisa di bilang Masion sedangkan Rumah satunya tidak terlalu besar akan tetapi juga tidak kalah bagus dan mewahnya.
Dokter Rendra Admaja selain memiliki kekayaan dari hasil kerjanya sebagai seorang Dokter, dia juga seorang pimpinan perusahaan terkemuka yang mana perusahaan itu adalah milik sang Papa yang di wariskan padanya. Dokter Rendra, bekerja di dua tempat dengan dua hal yang berbeda tidak lah mudah akan tetapi karena Dokter Rendra memiliki satu asisten pribadi yang sangat dia percaya bahkan untuk urusan perusahaan semua di serahkan pada sang Asisten pribadi nya sehingga Dokter Rendra hanya melakukan tugas ringan seperti mengecek dan memutuskan menerima ataupun menolak bergabung dengan perusahaan lain.
Vanesa segera turun dari dalam mobil di ikuti dengan Pak Mamat yang mengeluarkan semua barang bawaan nya dari dalam bagasi dan membawanya masuk ke dalam Rumah.
Ketika Pak Mamat hendak pulang kembali ke Rumah satunya Vanesa memberikan pak Mamat dua buah durian dan beberapa makanan kaleng untuk Pak Mamat bawa dan makan di Rumah.
"Pak Mamat trimakasih sudah mengantar, ini ambil dan bawa pulang."
__ADS_1
"Tidak usah Non, trimakasih.'
"Ah Pak Mamat tidak perlu sungkan begitu ayo Ambillah, orang bilang tidak boleh menolak Rejeki lho," ucap Vanesa sambil tersenyum.
Akhinya Pak Mamat menerima, pemberian Vanesa dengan wajah berbinar senang.
"Trimakasih, Non,"ucap pak Mamat seraya pergi pamit pergi. Vanesa mengagguk senang kemudian berjalan menuju ruang Tamu.
"Va....! dimana kamu kakak sudah pulang nih?' teriak Vanesa karena dia yakin sang Adik sudah sampai dan berada di dalam Rumah, hal itu terbukti dengan adanya satu buah koper berwarna pink tergeletak sembarangan di Ruang tamu.
Vanesa segera mencari keberadaan sang Adik yang dia yakini pasti ada di sekitar Rumah dan ternyata benar setelah mencari dengan menggelilingi Rumah akhinya Vanesa menemukan sang Adik lagi berenang di kolam yang ada di belakang Rumah.
Melihat hal itu senyum kebahagiaan tersungging dari bibirnya, dengan lantang Vanesa berteriak karena sang Adik seperti nya tidak mengetahui kehadiran nya karena dia sedang Asik berenang.
Mendengar teriakan sang Kakak Eva pun menoleh dan menghentikan renangnya, dengan senyum tersungging di bibir Eva menepi mendekati sang Kakak.
Mbak Nesa..!Eva segera Naik kepermukaan dan memeluk Kakaknya, sang Kakak sangat senang dan terharu hingga tak terasa menitikkan air mata bahagia, tapi berbeda dengan Eva yang juga memeluk sang kakak bibir nya tersenyum miring dalam pelukan sang Kakak.
"Aku sangat merindukanmu, Va,"lirih Vanesa dengan tulus Ketika memeluk sang Adik.
Eva Tersenyum miring ketika mendengar perkataan sang Kakak.
"Aku juga sangat merindukan mu Mbak," jawab Eva,"Suka-suka kamulah Mbak, Aku datang kan bukan untuk menemuimu, tapi untuk bertemu dengan Suamiku dan Aku tidak mau Suamiku selalu dekat denganmu, untuk itu Aku datang" gumam Eva dalam hati yang mana sangat berbeda dengan apa yang terucap dari mulut nya.
__ADS_1
"Ya, sudah, Mbak pergi masak dulu untuk makan malam kita, Suami Mbak tadi meminta Mbak untuk masak."tutur Vanesa menjelaskan seraya melepaskan pelukannya.
"Mas Rendra akan makan malam di Rumah ya Mbak?"
Vanesa mengeryitkan dahinya dia tidak menyangka jika Adiknya mengetahui nama Suaminya.
"Eva..! kamu tau dari mana nama suami Mbak Itu Mas Rendra?'tanya Vanesa ingin tau sehingga dia menatap wajah cantik Adiknya dengan tatapan penuh intens.
Sedikit gelagapan dan gugup itu lah yang terjadi ketika Vanesa bertanya seperti itu, tapi bukan Eva kalau tidak mampu mengatasi keadaan, dengan penuh percaya diri Eva menyungingkan sebuah senyuman.
"Masak Mbak lupa, kan dari cerita Mbak Nesa dulu ketika Mbak memberitahu ku jika sedang menikah, masak Mbak lupa."jawab Eva menjelaskan.
"Oh, dulu Aku pernah bilang ya, maafkan Mbak benar-benar lupa."ucap Vanesa dengan mimik wajah menyesal.
Eva tersenyum sambil mengagguk.
"Tidak apa-apa Mbak, Nanti Eva yang masak ya Mbak Aku bisa bikin masakan yang enak lho."tawar Eva pada Vanesa.
"Ah, yang benar kamu bisa masak, Va?"
"Idih diragukan, kita buktikan saja Mbak bagaimana?" tantang Eva pada Vanesa
"Boleh, akan Aku beri kesempatan kamu untuk masak," putus Vanesa yang kemudian masuk ke dalam untuk membersihkan diri kemudian menuju dapur untuk memasak, begitu juga dengan Eva dia segera menyudahi acara renangnya, hatinya berbunga-bunga karena hari ini dia akan membuat masakan yang spesial dan enak untuk sang Suami tercinta, sekaligus memberikan kejutan atas kedatangan nya, Eva yakin Suaminya Rendra akan sangat senang apalagi Eva juga sudah mempersiapkan diri untuk memberikan pelayanan pada sang Suami malam ini.
__ADS_1
"Ini kejutan yang akan membuat dirimu bahagia Mas Rendra suamiku, kita akan menikmati malam hoot lagi, pasti kamu akan puaas dan bahagia,"gumam Eva dalam hati.