
Robi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang yang mana di sampingnya Rendra duduk dengan bersedekap tangan di depan dada, Rendra masih merasa sangat kesal terhadap ucapan Robi yang sangat tidak sopan dan tidak bersikap baik pada istri keduanya.
Bagi Rendra, Robi terlihat sangat membenci Eva, mungkin semua itu dikarenakan Eva adalah salah seorang gadis yang telah membuat hati Vanessa bersedih, yang mana Vanessa adalah teman baik Robi.
Meskipun terlihat diam dan tidak peduli, Robi yang sesekali melirik pada Rendra yang duduk di sampingnya hanya bisa menggelengkan kepala melihat wajah tegang dan kesal Rendra terhadap dirinya.
Robi menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan.
" kamu benar-benar bodoh Rendra masih saja percaya bahkan sangat yakin jika istri keduamu itu sangat baik dan jujur padamu, lihat saja kali ini kamu akan melihat Faktannya Dan Aku yakin kamu Akan semakin menyesali semuanya." gumam Robi dalam hati.
tidak lama kemudian sekitar 1 jam kemudian akhirnya mobil Robi sampai di halaman pintu Rumah Sakit.
setelah memasukkan Mobilnya ke dalam garasi tempat parkir Robi dan Rendra keluar dari dalam mobil kemudian berjalan menuju ke ruang pribadi dokter Rendra.
Di sepanjang jalan lorong menuju ruang pribadi Rendra, beberapa karyawan dan rekan kerja dari dokter Rendra memberikan salam dan ada yang memberikan sapaan sedikit berbasa basi karena Sudan dua hari Dokter Rendra tidak masuk bekerja.
dengan perlahan lahan dokter Rendra membuka pintu ruangan tempatnya bekerja Robi mengikuti langkah kaki Rendra dari belakang.
Robi memilih berdiri untuk menunggu Rendra mengambil peralatan medis di dalam ruangannya, tidak lama kemudian Rendra sudah muncul sambil membawa beberapa peralatan yang di dalam tas hitamnya.
" Ayo kita pulang kita akan buktikan siapa yang benar di antara kita, "ucap Rendra dengan sangat dingin.
Robi Tersenyum miring mendengar perkataan dari Rendra yang mana menurut Robi Rendra benar-benar sangat keterlaluan karena Rendra begitu sangat membela Wanita itu Dan meyakini jika istri keduanya benar-benar tulus dan sangat mencintainya
Robi mendengus kesal kemudian setelah masuk ke dalam mobil keduanya Robi melajukan mobilnya menuju ke rumah Rendra.
mobil melaju dengan kecepatan sedang dan tidak menunggu lama akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Robi dan Rendra Akhirnya sampai di halaman pintu rumah Rendra yang begitu luas dan megah.
__ADS_1
setelah menyerahkan mobil kepada salah satu penjaga rumah Robi dan Rendra mulai masuk ke dalam Rumah.
Dengan menggunakan kunci cadangan Robi dan Rendra masuk ke dalam rumah.
Eva yang kala itu berada di ruang tamu sedikit terkejut ketika pintu rumah terbuka dengan sangat reflek Eva segera bangkit dari duduknya kemudian berteriak dengan sangat histeris.
"Mau apa kamu balik lagi? " tanya Eva dengan sinis.
Eva mengira yang datang dan masuk ke dalam rumah adalah Robi yang sangat menjengkelkan dirinya, akan tetapi ketika Eva berteriak dan menatap ke arah pintu Eva sedikit terkejut karena yang muncul bukanlah Robi akan tetapi Rendra sang suami.
"Kamu kenapa Va?"
"Mas Rendra, Aku pikir yang datang dia, Aku benci padanya Mas, "seru Eva sambil bergelayut manga di lengan Suaminya.
melihat pemandangan yang sangat memuakan Robi mencebik kesal kemudian memalingkan muka dan langsung duduk di ruang tamu tanpa melihat dua insan yang saling berpelukan.
seolah tersadar dari niatnya akhirnya Rendra membawa Eva masuk ke dalam kamar.
"Ayo, kita masuk, " ajak Rendra pada Eva.
Dengan senang dan menurut Eva mengikuti apa yang diperintahkan oleh Rendra suaminya kepada dirinya, Eva segera masuk ke dalam kamar kemudian diikuti oleh Rendra di belakangnya.
sampai di dalam kamar Rendra menyuruh Eva untuk berbaring, EVa yang tidak menyadari tujuan dari Rendra dengan senang hati langsung naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya dengan perasaan senang dan bahagia, Eva berpikir Rendra sedang menginginkannya.
Eva sedikit terkejut melihat Rendra menenteng satu tas hitam di dekat dan menaruhnya di atas ranjang di mana Eva mengetahui tas hitam itu adalah peralatan medis Rendra ketika bekerja sebagai seorang dokter.
wajah Eva yang tadinya ceria dan senang kini tiba-tiba berubah menjadi panik dan tegang.
__ADS_1
" Mas Rendra mau apa, "tanya Eva penasaran dan merasa cemas Karena kini Eva mulai menerka apa yang akan dilakukan Rendra kepadanya.
" Aku ingin memeriksa kandunganmu Apakah bayi kita dalam keadaan sehat atau bagaimana berbaring yang rileks."
Eva mendelik Dan langsung duduk dari tidurnya.
"Mas Aku baik baik saja tidak usah di priksa sendiri, besok Aku Akan pergi ke Dokter kandungan agar Mas tau kesehatan bayi kita,
"ucap Eva ketika Rendra hendak memeriksa kandungan nya.
" Aku itu seorang Dokter jadi Aku juga bisa, kamu tenang saja cepat berbaringlah. "
"Tapi Mas..! "
"Sudah kerjakan saja apa yang Aku minta. "
dengan perasaan cemas ragu Dan Panik serta tegang di dalam diri Eva akhirnya mau tidak mau Eva merebahkan tubuhnya di atas ranjang akan tetapi pikiran Eva mulai bekerja keras, Bagaimana caranya agar Rendra tidak sampai memeriksa kandungannya yang mana sesungguhnya Eva hanya berpura-pura dan dirinya tidak hamil.
" Aku tidak boleh diperiksa oleh Mas Rendra, jika Mas Rendra sampai memeriksa Aku maka tamatlah riwayatku dia akan mengetahui semuanya dan Rencanaku untuk menyingkirkan Mbak Nesa jadi kacau, Aku harus mencari cara Aku Harus berpikir keras bagaimana agar Mas Rendra tidak jadi memeriksa diriku."
ketika Rendra sudah mengeluarkan alat-alat medis dan hendak menaruh pada perut sang istri tiba-tiba Eva merasakan mual yang amat sangat sehingga dia tidak lagi terbaring akan tetapi langsung duduk dan turun Dari Ranjang kemudian lari ke dalam kamar mandi.
"Hoeeek... hoeeek.. hoeek.. Maaf Mas perutku mual sekali Aku ke Kamar mandi dulu. "
Rendra tidak bisa berbuat apa-apa ketika melihat Eva berlari menuju ke dalam kamar mandi selain menganggukkan kepala.
di dalam kamar mandi Eva menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan Eva menarik nafas lega .
__ADS_1
" Beruntung Aku punya ide mual kalau tidak tidak maka hari ini Mas Rendra akan mengetahui kebohonganku, Ini pasti ulah dari laki-laki Brengsek itu dia benar-benar ingin ikut campur tentang kehidupan Rumah tanggaku, Aku juga harus lebih berhati-hati padanya, sepertinya laki-laki Brengsek itu sedang mempengaruhi Mas Rendra tapi dia belum tahu siapa Aku, Dia pikir dia berhadapan dengan wanita biasa saja Enak saja, apa yang Aku ingin miliki maka tidak akan pernah mudahAku lepaskan, kita lihat saja permainan siapa yang lebih bagus Dan akan keluar jadi pemenangnya tidak akan kubiarkan semudah ini kamu bisa membongkar Rahasiaku. " ucap Eva dengan tersenyum miring.