BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab.42. KESAL


__ADS_3

Karena Rendra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi maka tidak menunggu lama akhirnya mobil yang dikendarai Rendra bersama Eva sudah sampai dan memasuki halaman rumah megah, dimana Rendra dan Vanesa tinggal.


Rendra langsung masukkan mobilnya ke dalam bagasi setelah itu keluar dari dalam pintu mobil tanpa membukakan pintu mobil untuk Eva, sikap Rendra yang acuh dan dingin membuat Eva sedikit kesal, melihat sikap sang suami yang begitu dingin sedingin kulkas tujuh pintu ketika berada di dalam rumah seolah-olah di antara mereka tidak ada hubungan sama sekali hal itu membuat darah Eva semakin mendidih kebencian, kecemburuan serta ambisi untuk memisahkan Rendra dan Vanesa semakin menjadi menjadi.


"Kurang ajar, enak saja mengacuhkan Aku," Sungut Eva kesal yang mana dirinya terpaksa membawa sendiri belanjaan yang baru saja dibelinya dan kebetulan belanjaan yang dibeli Eva sangat banyak sehingga dia membawanya dengan sedikit kerepotan, akan tetapi Rendra tidak peduli akan hal itu dia terus berjalan menuju pintu hanya membawa satu tas kecil masuk ke dalam rumah.


Dengan menggunakan kunci cadangan tanpa mengetuk pintu Rendra sudah bisa membuka pintu, keadaan Rumah kala itu sangat sepi lampu sudah dipadamkan hal ini menandakan bahwa sang penghuni Rumah sudah tertidur, ada rasa kecewa dalam diri Rendra karena sang istri tidak menunggunya pulang, tanpa menoleh ke belakang di mana Eva dengan susah payah membawa belanjaan bajunya Rendra langsung masuk ke dalam kamar.


renda membuka pintu dengan perlahan-lahan dia khawatir Vanessa akan terkejut tanda berharap bahwa wanita belum tidur hanya berbaring akan tetapi dugaan rendah ternyata salah ternyata Vanessa benar-benar sudah tertidur dengan sangat pulas kira-kira menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan hatinya sedikit sedih dan kecewa pasalnya dia berharap malam ini dia bisa menghabiskan malam bersama sang istri akan tetapi yang terjadi justru istrinya sudah tertidur dengan pulas.


Setelah mengganti baju Rendra langsung Naik ke atas Ranjang dan mencoba menyentuh punggung sang istri yang ketika itu sedang berbaring dengan posisi menghadap ke kanan.


Rendra berharap jika Vanesa belum tertidur dengan pulas sehingga dia bisa berbincang dan juga bisa memberikan baju yang telah dibelinya, meskipun sedikit ragu Rendra berusaha memanggil lirih istri nya.


"Nes, Apa kamu sudah tidur," tanya Rendra dengan penuh hati hati satu pertanyaan yang setelah beberapa menit tidak mendapatkan satu jawaban apapun sehingga membuat laki-laki bertubuh tinggi kekar dan berkulit putih itu menarik nafas panjang dan menguruskannya dengan perlahan kemudian dengan kedua tangan di atas untuk tidur dengan wajah lurus menatap langit-langit kamar Rendra berusaha memejamkan kedua bola matanya.


Ada sedikit kekecewaan yang terpancar dari dalam wajahnya ketika Rendra berusaha untuk bisa terlelap, dia ingin memberikan kejutan sebuah baju yang sederhana tetapi sangat indah pada Vanesa sang istri, akan tetapi ternyata sang istri telah tertidur dengan pulas.


Ketika Rendra berusaha memejamkan kedua bola matanya tiba-tiba kembali ponselnya bergetar.

__ADS_1


"Drrrt.....Drrrtt...Drrrrt....!"dengan malas akhirnya Rendra meraih benda pipi yang ada di atasn arkas, kemudian Rendra mulai membuka dan membaca satu buah pesan yang masuk.


"Mas datang ke kamarku cepat aku tunggu ya ( EVA).


Rendra mendengus dengan kesal ketika membaca satu pesan masuk yang ternyata dari Eva yang memintanya untuk datang ke kamarnya.


"Ngapain sih, Eva, nyuruh aku masuk ke dalam kamarnya juga, ini kan sudah malami, lebih baik aku abaikan saja dan aku pura-pura sudah tertidur."guman Rendral dalam hati.


baru saja Rendra meletakkan benda pipi di atas markas dan naik lagi ke atas ranjang untuk tidur di samping Vanesa Lagi-lagi ponsel Rendra bergetar.


"Apaan sih, ganggu amat Rendra kembali lagi berjalan menuju meja tempat benda pipi dia letakkan. sekali lagi Rendra membuka isi pesan yang laki-laki juga dari Eva.


Dengan geram Rendra meletakan benda pipih itu kembali ke atas Narkas, kemudian langsung berjalan menuju pintu, kali ini Rendra tidak lagi mengabaikan apa yang dikatakan Eva dengan cepat Rendra berjalan menuju kamar Eva, setelah sampai di depan kamar Eva, tanpa mengetuk pintu dan Rendra langsung membukanya.


Mendengar suara pintu terbuka dengan cepat Eva menoleh dan menghampiri Rendra yang baru saja datang, senyum dan wajah ceria Eva sangat terlihat jelas tanpa ragu dan tanpa malu Eva langsung memeluk sang suami, kemudian membantu Rendra untuk duduk di tepi ranjang sementara Eva berjalan ke pintu dan menguncinya dari dalam, Rendra sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Eva.


"Kenapa pintunya dikunci?" tanya Rendra dengan wajah tidak suka.


"Tentu saja aku tidak mau ada orang lain masuk dan mengganggu kita karena malam ini Mas Rendra harus tidur bersamaku," jawab Eva

__ADS_1


Hendra menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan hatinya sangat kesal dan geram.


"kamu jangan gila bagaimana mungkin Aku bisa tidur di kamarmu, Nesa akan curiga dan mencari ku karena Aku tidak ada disampingnya."Sungut Rendra kesal dan geram, sementara Eva tersenyum senang bahkan dengan santai Eva mengambil baju-baju pilihannya dan menunjukkan pada sang suami.


"lihat Mas bajunya menurut kamu mana yang bagus, besok Aku mau ikut Mas Rendra ke Rumah sakit, Aku mau menemani Mas Rendra bekerja di sana, meskipun Aku hanya menunggu," ucap Eva dengan penuh semangat.


sontak saja ucapan Eva yang ingin pergi ke rumah sakit untuk menemaninya bekerja membuat Rendra mendelik seketika.


"Kamu jangan macam-macam Aku tidak akan mengizinkan kamu pergi ke Rumah sakit, ingat kamu besok hanya harus tinggal di Rumah kalau kamu tidak mau menuruti perintahku maka lebih baik kamu pergi dari Rumah ini,"seru Rendra dengan nada emosi, hatinya begitu kesal dan geram karena semakin lama Eva semakin melonjak dan semakin lama Eva semakin membuat dia tertekan.


"Kita lihat saja Apakah Mas Rendra bisa melarangku atau tidak Sekarang sudah malam ayo kita tidur," ajak Eva yang kemudian menarik suaminya naik ke atas Ranjang.


"Aku tidak mau Aku mau kembali lagi ke kamarku kamu tidur saja sendiri.' ucap Rendra seraya turun dari Ranjang dan berjalan menuju pintu.


"Tunggu..! jika Mas Rendra berani melangkah keluar dari kamarku, maka jangan salahkan Aku jika Aku juga akan pergi ke kamarnya Mbak Nesa dan tidur bersama kalian disana," ancam Eva pada Rendra.


"Kauuu...! Rendra mengangkat tangannya dan mengarahkan jari telunjuknya ke arah wajah Eva, tapi sedetik kemudian Rendra menurunkan tangan nya kemudian menarik dengan keras tangan Eva kemudian mendorong tubuh Eva jatuh ke atas Ranjang." Cepat tidur," seru Rendra yang kemudian juga ikut tidur disamping Eva dengan posisi membelakangi tubuh Eva.


rasa kesal dan kecewa karena Rendra tidur dengan membelakangi dirinya bukan memanjakan dirinya membuat Eva geram dan ingin sekali protes pada suaminya akan tetapi keinginan itu dia tahan kemudian bibirnya membentuk sebuah senyuman.

__ADS_1


"Untuk kali ini tidak masalah dia tidur membelakangi ku tapi tidak untuk esok hari, setidaknya malam ini Mas Rendra tidak bersama dengan Mbak Nesa,"gumam Eva dalam hati sambil menyunggingkan sebuah senyuman licik di bibirnya.


__ADS_2