BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab.32.JOMBLO BERKARAT


__ADS_3

Sampai di tempat yang sedikit sepi dari pengunjung Vanesa melepaskan genggaman tangan Bara dengan kasar.


"Sudah, lepaskan kita sudah tidak lagi di tempat ramai yang banyak orang jadi tidak perlu bergandengan tangan lagi." seru Vanesa menggingat kan sambil melepaskan genggaman tangan nya dari tangan Bara.


Bara meneguk ludahnya, dia sangat paham dan mengerti dengan sikap gadis yang ada di sampingnya, dingin acuh dan kasar tapi entah mengapa justru hal itu membuat dirinya tertarik, sejak pertama bertemu dengan tidak sengaja Bara sudah merasakan jatuh cinta.


Cuma sekali, bukankah itu adalah hal yang aneh cuma sekali bertemu tapi sudah langsung jatuh cinta, mungkin itulah yang sering dinamakan orang dengan, jatuh cinta pada pandangan pertama.


Kala itu Bara sedang menghadiri satu pesta yang diadakan teman-teman nya, karena bosan dan malas berlama-lama di Acara pesta temannya Bara ijin pada temannya untuk pulang lebih dulu, Ketika berada di jalan, dimana kala itu sedang macet, tanpa sadar Bara melihat seorang gadis yang sedang berjalan kaki sambil membawa payung di mana cuaca memang sedang mendung kelihatan nya akan segera turun hujan gadis itu terlihat baru pulang berbelanja tak lama kemudian turun hujan tak jauh dari situ tampak seorang wanita sedang mengedong seorang anak kecil berlari kecil berusaha menghindari hujan dengan tangan di taruh di atas kepala si anak mungkin dia bermaksud agar anaknya terhindar dari tetes Air hujan dan ketika wanita itu sedang berpapasan dengan gadis yang sedang membawa payung gadis itu menghentikan langkah kaki wanita yang berjalan dengan terburu-buru, gadis itu menyerahkan payung yang di bawahnya, awalnya sang wanita itu menolak tapi entah mengapa tiba-tiba mau menerima mungkin gadis itu memaksanya, dengan senyum penuh haru dan rasa trimakasih wanita itu menerimanya.


Gadis itu pulang dengan tubuh terkena air hujan, wajahnya terlihat cantik dan mengemaskan Ketika tetes demi tetes Air hujan membasahi tubuhnya, tanpa sadar Aku meneguk ludahku kemudian Ku nyalakan ponsel untuk memotret nya, hingga suara klakson mobil di belakang mengejutkan kegiatan ku, karena lampu sudah berwarna hijau dan waktunya untuk melanjutkan perjalanan, akhinya dengan perasaan kesal Aku melanjutkan perjalanan tapi karena masih penasaran dan ingin tau lebih banyak tentang gadis itu Aku memutar Arah dan membututi jejaknya tapi sayang, kala itu tidak lagi kutemukan bayangan dirinya.


Hingga satu hari Bara mendapatkan informasi jika gadis itu adalah kekasih dari Rendra Admaja temannya, sakit dan kecewa kala itu ketika mengetahui Rendra Admaja temannya akan segera menikah dengan gadis yang selama ini selalu menjadi jantung hatinya dengan terpaksa merelakan dan menerima kekalahan sebelum perang sebelum Gadis yang bernama Vanesa mengetahui tentang isi hatinya.


Waktu berlalu hari berganti dan yang paling tidak bisa di mengerti, Aku tidak lagi memiliki rasa tertarik pada siapapun, sehingga Aku menjadi seorang Jomblowan Abadi, bukan karena tidak laku akan tetapi lebih kepada tidak mau, banyak dari gadis gadis cantik sekampus yang kala itu mendekati dan ingin dekat dengan tapi entah mengapa tidak ada satupun yang menarik, hingga satu hari pergi bersama beberapa teman main motor yang mana tanpa sengaja terjadilah kecelakaan hingga membuat dirinya harus dilarikan ke dalam Rumah sakit'.


Awal masuk Rumah sakit sangat tidak menyenangkan bahkan kala itu tidak sudih di rawat ingin pulang bahkan dengan sikap Arogan akan membayar semua biaya nya yang penting bisa pulang.


Akhirnya pihak Rumah sakit mengalah dan meminta untuk tinggal satu hari, dengan berat hati akhir nya semua setuju tinggal di Rumah sakit satu hari, pada saat pemeriksaan sungguh diluar dugaan gadis yang selama ini Aku cari ternyata seorang Suster Rumah sakit, senang haru dan bahagia, itulah yang terjadi kala itu sehingga Aku memutuskan untuk tidak lagi tinggal satu hari tapi satu minggu.


Hal konnyol kembali kulakukan ketika sudah mendapatkan ijin untuk pulang dengan masih pura-pura belum sehat agar bisa berlama-lama dengan Suster Vanesa di mana kali ini setelah mengetahui jika sikap Rendra kepada istrinya sangat lah tidak baik maka dengan tekad bulat akan merampas Vanesa dari Rendra karena untuk kali ini Bara tidak akan diam mengalah seperti dua tahun yang lalu.

__ADS_1


"Hei.. mengapa justru melamun!Vanesa menjentikkan jarinya di depan muka Bara." sudah sana minggir dan pergi Aku mau belanja." ucap Vanesa menggingat kan hingga membuat Bara yang tadinya melamun menjadi terkesiap.


"Aku temani,"tawar Bara


"Tidak perlu Aku bisa sendiri, lebih baik kamu pulang, memangnya tujuan kamu kesini mau ngapain sih,"tanya Vanesa pada Bara yang mana pertanyaan Vanesa menbuat Bara tidak mampu untuk menjawab nya.


Karena sesungguhnya Bara sengaja membuntuti dirinya sejak dari Rumah sakit, hal itu dia lakukan ketika dia melihat orang yang membawa Vanesa masuk ke dalam mobil dan ketiika itu Bara kehilangan jejak dan akhirnya Bara memutuskan untuk kembali ke Rumah sakit dan bertanya pada pak satpam apakah Suster Vanesa ada atau tidak, ternyata katanya ada untuk itu Bara memutuskan untuk menunggu karena berniat akan mengajaknya untuk makan siang kala waktu istirahat, tapi yang terjadi justru Bara melihat Vanesa pergi dengan seorang sopir yang mana sebelumnya Vanesa selalu pergi dengan menggunakan taksi.


"Bara... kenapa diam lagi kamu itu dari tadi melamun saja, sudah minggir Aku belanja dulu." ucap Vanesa yang langsung masuk ke dalam Mall.


Bara yang melihat Vanesa langsung meninggalkan dirinya mendelik seketika.


Dengan sok perhatian Bara langsung mengambil apapun yang di beli Vanesa untuk dibawanya, karena Bara tidak akan tega melihat gadis yang dicintainya membawa barang berat.


Awalnya Vanesa tidak menerima bantuan dari Bara akan tetapi karena Bara begitu gigih dan tidak kenal lelah dalam mengganggunya akhinya Vanesa membiarkan bahkan tak lagi berpikir panjang setiap barang yang dia beli langsung dia berikan pada Bara.


"Aku Rasa cukup, Ayo ikut Aku ke kasir Aku mau bayar semuanya."Ajak Vanesa kemudian.


Setelah penjaga kasir menyebutkan nominal jumlah uang yang harus dia bayar kan dengan segera Vanesa mengeluarkan dompetnya akan tetapi Bara Lebih dulu menyodorkan kartu card nya.


"Pakai ini untuk membayar semuanya mbak,"perintah Bara pada sang penjaga kasir.

__ADS_1


"Tidak usah, ini saja Aku ada uang cas nya kok."jawab Vanesa menolak pemberian Bara.


"Simpan uangmu itu Nes, biar kali ini Aku yang bayarkan, Suami kamu kan galak dan pelit jadi simpan saja."


"Enak saja kalau ngomong suamiku pelit, ngak pelitlah orang dia baru ngasih uang banyak ke Aku."


"Oh ya, kalau tidak pelit itu patut di curigai pasti ada apa-apa nya kok sampai bisa baik begitu, kan selama ini dia begitu galak dana kamu."


"Bara...!" Vanesa berseru dengan nada penuh penekanan."Makin lama kamu semakin ngelantur terserah kamu kalau mau bayar saja habis itu cari Aku di toko kosmetik ada yang mau Aku beli juga di sana." ujar Vanesa yang tanpa menunggu, Bara yang sibuk melakukan pembayaran dan membawa barang dagangan nya.


Di tempat lain Vanesa sedang sibuk memilih lipstik dan parfum.Beberapa kali Bara harus meneguk ludahnya karena melihat Vanesa mencoba lipstik yang akan dia beli bibir ranum yang merah delima membuat semakin terpesona.


"Untuk apa sih beli lipstik segala memangnya lipstik kamu habis,"


"Ngak, tadi Mas Rendra meminta ku untuk beli jadi Aku beli.,'


"Oh, tumben perhatian ada apa?"tanya Bara penasaran.


"Bara, kamu itu mau tau saja, ini urusan Suami istri cowok jomblo berkarat seperti mu tidak usah kepo,"


"Haiss, ngatain Aku cowok berkarat apa dia ngak nyadar yang buat Aku jadi cowok berkarat kan dirinya gara-gara mencintai mu dalam diam Aku jomblo berkarat begini." keluh Bara dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2