BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab. 69.HANCUR


__ADS_3

Eva merebahkan tubuhnya sambil mengulum senyum di mana kali ini dia mendapatkan Kemenangan Untuk yang kesekian kali Eva yakin sebentar lagi Rendra akan bisa dia miliki untuk sepenuhnya, sementara Rendra yang tidur disebelahnya mencoba memejamkan mata bukan tidur akan tetapi berusaha untuk mengusir rasa kegelisahan yang semakin hari semakin membuat dirinya tidak tentang.


Dalam keadaan yang gusar dan resah hatinya semakin bingung Rendra berkali-kali mencoba mengintip posisi Eva yang sedang tidur apakah Eva sudah tertidur pulas ataukah belum dengan cara sedikit mengangkat tubuhnya kemudian melihat Eva yang kalau itu posisinya sedang terbaring miring.


Sekali dua kali Rendra gagal dimana Eva ketika di intip justru tersenyum itu artinya belum tidur dan hal itu membuat Rendra semakin kesal dan kembali merebahkan tubuhnya tidur dibelakang Eva, karena permintaan Rendra yang tidak mengizinkan Eva untuk tidur menghadap padanya dengan alasan Rendra tidak bisa tidur jika Eva tidur nya menghadap padanya.


"Cepat tidur jangan senyum-senyum terus Aku harus cepat balik ke kamar nih, Kakakmu Nesa bisa curiga kalau lama begini, "sungut Rendra kesal dan sedikit emosi.


"Sabar dikit napa sih Mas, ini mata juga sudah kusuruh tidur tapi entahlah mengapa tidak mau merem juga, di peluk dikit Mas biar Aku dan bayimu bisa cepat tidur. "


"Haiss, menyebalkan sekali sih kamu itu, Aku tidak mau tau cepat tidur pokoknya pukul 11 aku harus balik ke kamar, Aku tidak peduli kamu sudah tidur apa belum. "


"Mas kok ngomong begitu sih Ini kan bawaan dari bayi anakmu juga dia yang ingin papanya ada di sampingku bukan keinginanku jadi mas Rendra jangan macam-macam ya? Mas Rendra harus menuruti semua apa yang diinginkan bayi kita dia itu anak kamu, jadi kamu harus menurutinya Kalau kamu tidak menuruti nanti dia akan marah menendangku, "


Rendra mencebik kesal karena Eva mengancam dengan alasan janin bayi yang dia kandung sementara Rendra merasa pusing karena Eva juga tidak mau dibawa ke rumah sakit kini Rendra mulai berpikir negatif tentang Eva istri keduanya.


"Kamu sudah periksa belum bayi kita dan bagaimana kata dokter, "tanya Rendra pada Eva yang mana Eva tidur dalam posisi miring membulatkan kedua bola matanya karena dia tidak menyangka jika Rendra menyinggung tentang periksa memeriksa yang mana Eva tidak mau jika dirinya diperiksa atau di bawah ke dokter karena sesungguhnya Eva hanya berbohong Jika dia sedang hamil.


"Mas Rendra Ini apaan sih untuk apa aku periksa aku kan tidak mau periksa Lagian Mas Rendra juga seorang dokter sudah tahu aku mual dan malas makan itu sudah bukti jika aku hamil lagi pula Lihatlah perutku juga sedikit gendut ucap memberikan penjelasan.


Rendra yang mendengarkan penjelasan Eva hanya meneguk ludahnya dengan kasar hatinya benar-benar kesal dan jengkel Ingin rasanya dia mengumpat dan memaki-maki gadis yang ada di sampingnya akan tetapi Rendra mencoba bersabar Rendra Maklumi karena Eva masih tergolong anak-anak di mana usianya yang masih sangat remaja dia tidak akan banyak memahami bahkan tidak memperdulikan tentang kesehatan apalagi kalau diajak ke rumah sakit sudah pasti Anak seumuran Eva akan menolak karena mereka tidak suka diperiksa ataupun pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri


waktu yang ditunggu telah tiba di mana jarum jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam seperti apa yang diucapkan Rendra pada Eva Rendra Bangkit Dari Ranjang kemudian melangkah ke pintu hendak pergi kembali ke kamarnya


"Mas kamu mau ke mana tega sekali meninggalkanku Aku kan belum tidur keluh Eva merasa kesal dengan sikap Rendra yang ingin pergi meninggalkan dirinya dikala dia belum tertidur


"peduli itu urusanmu bukan urusanku sekarang aku mau pergi ke kamarku aku capek aku lelah aku mau tidur ucap Rendra dengan tegas yang mana kali ini ucapannya sedikit kasar dan keras buat Eva merasa sangat geram dan kesal


dalam hati Eva tidak akan membiarkan Rendra pergi dari dalam kamarnya sebelum dirinya tidur dengan cara apapun Eva akan merayu dan membujuk Rendra agar mau kembali naik ke atas ranjang dan menemaninya untuk tidur

__ADS_1


ketika Rendra tidak memperdulikan apa yang Eva inginkan dan Eva kehendaki di mana Rendra terus melangkahkan kakinya menuju ke pintu tiba-tiba Eva mengeluh kesakitan sambil memegangi


"Aduh sakit Mas perutku sakit tolong aku, 'seru Eva pada Rendra yang mana ketika itu Rendra hendak membuka pintu sehingga Rendra kembalikan badan menoleh ke arah Eva di mana Eva sedang gangi perutnya sambil meringis dan mengeluh sakit Rendra merasa iba dengan apa yang dialami Eva sehingga dengan cepat Rendra berlari kemudian menghampiri istrinya


"Va apa kamu tidak apa-apa? VA. yang sakit sebelah mana, "tanya Rendra cemas dan sangat panik melihat wajah Eva istri keduanya meringis menahan sakit.


" coba kamu berbaring dan luruskan badanmu biar otot-otot yang tegang itu bisa sedikit rileks, "


" tapi ini sakit mas aduh sakit sekali Aku tidak tahan seru Eva sambil terus memegangi perutnya Rendra yang melihat hal itu menjadi sangat panik tanpa aba-aba lagi Rendra langsung menggangkat tubuh Eva Naik ke atas Ranjang.


"Mas Sakit, " keluh Eva sambil menangis yang mana semakin membuat Rendra kebingungan hingga tanpa sadar Rendra mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Iya Mas tahu Sabar ya,"Hibur Rendra pada Eva yang mana perlahan-lahan tangan Rendra membelai perut Eva. " ini sudah berapa bulan sih Va, Kenapa kamu merasa sakit seperti ini kalau kamu tidak mau dibawa ke rumah sakit besok kamu tes kehamilanmu itu benar-benar kamu hamil apa gimana karena aku juga tidak tahu kok kamu sudah merasakan kesakitan padahal usia kandungan kamu pasti masih baru berapa bulan. "


"Ngak taulah Mas, ini sakit sekali jangan membicarakan itu lagi, "


"Baiklah, sekarang bagaimana katakan padaku biar sakit kamu berkurang. "


"Sepertinya bayi kamu ingin dibrlai papanya sentuh dia disini Mas, " ucap Eva memberikan instruksi.


Rendra mau tidak mau menuruti apa yang di katakan Eva.


Setelah terjaga dari tidur dan tidak mendapati suaminya ada di dalam kamar Vanesa keluar mencari Rendra dan ternyata suaminya sedang lembur di Ruang kerjanya.


"Ini kesempatan Aku bisa tidur dengan Adikku sudah lama tidak tidur bareng dia, mumpung Mas Rendra sibuk dan berada di dalam Ruang kerja nya. " lirih Vanesa dalam hati yang mana Vanesa mulai membawa satu bantal kesayangan nya menuju kamar Eva.


"Tunggu, jika ternyata kamar Eva di kunci bagaimana kan Aku tidak bisa masuk, Aku cari kunci duplikat kamar Eva dulu, " bergegas Vanesa mengambil kunci duplikat kemudian pergi ke menuju kamar Eva.samar-samar ketika Vanesa sudah berada di depan pintu terdengar suara rintihaan Eva yang sedang kesakitan karena terkejut dan khawatir dengan cepat Vanesa membuka pintu dengan kunci duplikat yang dia bawa, ketika pintu berhasil dibuka, tampaklah Rebdra suaminya sedang membelaai bekasi perut Eva yang sedang terbaring.


Vanesa yang melihat pemandangan di depan mata langsung syook dan terhuyung kebelakang hingga bantal yang dia bawa jatuh.

__ADS_1


"Mas Rendra, Eva apa yang kalian lakukan? "


Baik Rendra maupun Eva yang tidak menyangka jika Eva akan datang krn kamar nya sedikit terkejut hingga tanpa sadar lupa dengan adegaaan pura-pura sakitnya.


"Mbak Nesa..?


" Nesa, " seru Rendra yang buru-buru bangkit dari Ranjang dan berjalan mendekati Vanesa yang berdiri dengan bergetar dan dengan mata yang berkaca-kaca.


"Nes, ini tidak seperti yang kamu bayangkan ini, _


" Plaaakk, " sebuah tamparan keras mendarat di pipi Rendra.


"Aku tidak menyangka kalian semua brengksek. "seru Vanesa yang kemudian berlari masuk kedalam kamar nya dan mengunci pintu dari dalam.


Tendra yang panik langsung mengejar.


" Nesa tunggu..!


"Nes Buka pintu nya semua bisa ku jelaskan. "


"Nesa....! "


"Tok...


" Tok..


"Tok.


Rendra berkali-kali mengebor pintu dengan mengetuk nya.

__ADS_1


"Nes... triak Rendra memanggil manggil nama istrinya.


Sementara Vanesa yang tidak menyangka jika Rendra dan adiknya benar-benar tega bermain di belakang mereka hanya bisa menangis dengan hati hancur.


__ADS_2