BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab. 90.TERKEJUT


__ADS_3

Rendra memilih tidur di depan teras sebuah bangunan yang tempatnya berhadapan dengan tempat tinggal Vanessa di mana Dengan begitu Rendra bisa dengan sangat leluasa mengawasi keadaan rumah Vanessa.


di sisi lain Robi dan kedua orang temannya yang menjadi anak buahnya sudah jauh dari tempat di mana Rendra berada ketika dua anak buah Robi sudah turun dengan cepat Robi Memutar Balik mobilnya Kembali ke tempat asal mula di mana Dia meninggalkan Rendra di sana.


Ada sedikit perasaan tidak tega meninggalkan teman sekaligus Bos yang menjadi atasan di perusahaan yang dia tangani, meskipun jujur di dalam hatinya yang paling dalam Robi sangat kesal dan sangat kecewa dengan apa yang telah Rendra lakukan terhadap istrinya di mana Robi tidak pernah menyangka jika Rendra bisa berselingkuh dengan wanita lain, sedangkan Robi tahu jika Rendra sesungguhnya hanya mencintai Vanessa karena cinta mereka sudah tumbuh sejak mereka masih sama-sama duduk di bangku sekolah SMA.


dengan kecepatan tinggi Robi melajukan mobilnya menuju tempat di mana Rendra berada dan ketika mobil itu memasuki perumahan yang cukup sempit Robi melihat Rendra sedang duduk sambil memejamkan kedua bola matanya menghadap ke arah rumah berwarna biru yang ada di depannya di mana Di rumah itulah Vanessa memilih untuk tinggal.


Robi berjalan menghampiri Rendra yang masih tertidur pulas dengan posisi duduk Robi menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan.


" Dasar bodoh jika memang sudah berniat berselingkuh Kenapa pula masih menyakiti diri sendiri dengan tidur di tempat seperti ini Bukankah lebih baik dia harus pulang tidur enak bersama istri barunya, ngapain juga seperti ini bikin drama lagi, atau jangan-jangan Rendra sengaja agar aku merasa iba padanya Apa iya seperti itu, tapi sudahlah kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka lebih baik aku biarkan saja tertidur di sini atau Aku suruh dia pulang ya, "robi menepuk-nepuk pipi kanannya berusaha mencari jawaban apa yang sebaiknya dia lakukan.


" Lebih baik aku bangunkan saja dari pada dia tidur di depan teras seperti ini lagi pula meskipun rumah ini kelihatannya rumah kosong jika di dalamnya ada orang tidak enak juga, jika kita tidur di sini dan Rendra lebih baik Aku suruh pulang saja dia, Bukankah dia juga sudah tahu rumahnya Vanessa Aku suruh pulang saja, "gumam Robi dalam hati.


" Ren.. Rendra bangun! " seru Robi sambil menguncang tubuh Rendra.


Mendengar seruan dan guncangan dari Robi Rendra yang tadinya tertidur mulai membuka kedua bola matanya kemudian menatap Robi dengan memicingkan kedua bola matanya sambil mengerjakan dengan perlahan.


" kenapa kamu masih di sini Bukankah kamu sudah pergi, "tanya Rendra yang mulai sadar dari tidurnya.


" Apa Kamu pikir aku kan tega meninggalkan dirimu, cepat kita pulang dan kamu tidur di rumahmu,"seru Robi pada Rendra.


"Apa, pulang yang benar saja kamu menyuruh Aku pulang, istriku belum Aku temui, sudah mau pulang tidak, Aku tidak akan pulang Aku Akan menunggu disini. "


"Ren, kamu harus bisa bersabar bukankah kamu sudah tau tempat tinggalnya Vanesa jadi kamu bisa datang besok pagi lagi kan? "

__ADS_1


"Tapi Aku ingin bertemu sekarang, Aku sangat merindukannya Aku hampir seharian seperti orang gila mencarinya jika tidak bertemu Aku tidak akan bisa tidur, "


"Halah Alasan, tidak bisa tidur tapi bisa tidur dengan Wanita jalaang itu juga kan, "


"Robi, please mengertilah jangan meledekku ini semua juga salahmu, kamu kan yang dulu memberikan info dan vidio ketika Nesa dengan pemuda sialan itu dan ternyata semua info kamu sampah semua karena tidak benar. "


"" Lho kenapa Aku yang kamu salahkan, kan harus nya kanu mencari info sendiri biar menyakinkan Aku kan hanya melihat saat itu."


" sudah pokoknya aku tidak mau pulang ,"seru Rendra memutuskan.


" Jangan keras kepala apa kamu akan tidur di teras seperti ini jika pemilik rumah yang ada di dalam keluar rumah bagaimana, lagi pula kamu bisa datang besok pagi kan Sudahlah jangan kamu tinggikan egomu, Ayo kita pulang besok ke sini lagi ajak Robi dengan menarik tangan Rendra untuk bangkit berdiri Rendra yang bersikeras tidak mau tetap menolak dan berusaha melepaskan genggaman tangan Robi.


"Sudah kubilang, Aku tidak mau jsngan memaksaku, "


"Rendra, kamu sadar tidak keberadaanmu bisa mencurigakan Vanesa bisa bisa dia pergi lagi, '


"Apa yang ingin kau lakukan ini sudah malam. "


"Aku tau dan yang bilang pagi juga siapa, "


"Kamu keras kepala sekali Ren, ingat wanita jalaangmu juga sedang Menunggu mu kan, seingatku dia bilang sedang hamil apa tega kamu biarkan dia sendiri., "


"Untuk kali ini, Aku akan biarkan dia sendiri , sudahlah kamu jangan menyuruh Aku untuk pulang. "


"Tapi apa yang kamu lakukan itu sia sia, "

__ADS_1


"Apa maksudmu? '


lebih menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan.


" Kamu itu tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, '


" sudah jangan bicara berbelit belit Katakan saja apa yang kamu tahu, '


" Rendra ..Rendra , Aku kira kamu sangat mengenali Vanessa karena kamu Sudah bertemu dan berteman sangat lama akan tetapi ternyata berteman sangat lama tidaklah menjadi jaminan orang itu memahami dan mengerti sifat lawannya, apapun yang akan kamu lakukan tidak akan pernah merubah keputusan dan pendirian dari Vanessa kecuali satu. "


Robi menghentikan ucapannya wajahnya menatap langit-langit yang sudah gelap. melihat Robi dihapus aja Rendra Yang penasaran segera bertanya.


" Apa itu? "


" jika wanita yang ada di dalam rumahmu yang kini menjadi istrimu dia tidak hamil maka ada kemungkinan Vanesa bisa balik padamu, "


" Kamu gila bagaimana mungkin semua bisa terjadi sedangkan Eva sekarang benar2 sedang hamil dan Aku itu meskipun jelek begini Aku seorang Dokter Aku tidak akan bisa menelantarkan Anakku sendiri, meskipun Aku menyesal karena telah manaruh benihku padanya sudahlah jangan sneak in membuat tenant suasana Aku yakin Vanessa masih mencintaiku dan hanya Aku yang dia cintsi dan pastinya dia tidak akan pernah pergi dariku, "


"Ya.. ya terserah pemikiranmu sekarang kita pulang, jangan Ada di tempat ini bisa bisa warga menuduh yang tidak tidak karena kita tidur di teras orang Nanti urusan akan bertambah kacau, Ayo pergi, "


Rendra terdiam kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan yang mana artinya Rendra bersedia Diajak pulang untuk kali ini, tanpa menunggu perintah dan tanpa memerintahkan Robi untuk mengemudikan mobil Rendra sudah di belakang setir mobil di mana Rendra memilih menjadi pengemudinya.


diam-diam Robi tersenyum melihat bosnya yang sudah mau menuruti keinginannya hati Robi terasa sangat lega karena dia tidak akan menjadi bahan pergunjingan warga yang mungkin ada yang melihat mereka sedang berada di teras depan rumah orang.


Bibir Robi tersenyum manis Karena dia sudah berhasil membujuk Rendra. 10 menit kemudian senyum Robi menghilang begitu saja ketika tiba-tiba Rendra menghentikan mobil di depan sebuah rumah yang cukup besar dan masih menyala lampunya meskipun Hari sudah larut malam.

__ADS_1


senyum rapi berubah menjadi sebuah keterkejutan dan perasaan dan penuh? Mengapa Rendra berhenti di depan rumah itu terlebih tanpa bicara Rendra segera turun dari dalam mobil membuat Robi yang kala itu tertegun dan terkejut langsung membuka pintu dan berlari mengejar Rendra.


" Rendra Tunggu Kau mau ke mana seru Robi memanggil dari belakang yang mana seruan Robi tidak dihiraukan oleh Rendra karena Rendra tetap berjalan mendekati rumah yang masih menyala lampunya.


__ADS_2