
Vanesa yang kecewa dengan apa yang dilihatnya membuat air matanya kembali luruh kini kepercayaannya mulai sedikit memudar di mana tanpa sengaja Vanesa melihat dengan mata kepala sendiri seberapa besar perhatian suaminya kepada adiknya, kini Vanesa mulai bertanya tanya tentang foto dan video yang diberikan Bara kepadanya, Benarkah suaminya yang dianggap baik dan sempurna ternyata berkhianat dan berselingkuh di belakangnya dan hinanya benarkah Adiknya sendiri yang menjadi duri dalam biduk Rumah tangga nya.
Vanesa tidak bisa jika harus menuduh tanpa memiliki bukti, meskipun jelas jelas Vanesa melihat kemanjaan dan kemesraan Suaminya pada Adiknyad di depan mata, bukan kah so sweet tidak suka pedas dengan sangat peduli dibantu agar bisa makan tanpa harus kepedasan dan bukankah hal itu hanya bisa dilakukan seorang suami pada istrinya dan Eva itu kan hanya adik iparnya tapi perhatian Mss Rendra kenapa melebihi seorang kakak kepada adik.
"Berhenti didepan pak! " seru Vanesa kepada pak sopir taksi.
"Tapi Non, disini tidak ada Rumah Non mau kemana? "
"Di depan gang itu sudah banyak Rumah pak, "
"Oh, baiklah kalau begitu, " seru Pak sopir pada Vanesa ketika sopir taksi itu melajukan mobilnya Vanesa kembali melanjutkan perjalanan menuju ke gang di mana Lewat Gang situ terdapat sebuah rumah dan beberapa perkampungan rumah yang cukup padat.
lumayan jauh sekitar 300 meter Vanessa harus berjalan menuju gang yang ada di depan sana ketika Vanessa berjalan langit tiba-tiba mendung yang tak lama kemudian turunlah hujan Vanessa yang tidak membawa payung ataupun jas hujan berlari kecil menuju gang di mana terdapat satu rumah bercat kuning dengan tubuh basah kuyup Vanessa mengetuk pintu yang ada di depannya
"tok..
" Tok
"tok..
Tak lama kemudian terdengar suara pintu dibuka dari dalam ketika pintu sudah terbuka muncullah seorang gadis berparas cantik dengan berkulit kuning langsat membukakan pintu.
" Vanesa..!Kenapa kamu basah-basah seperti ini dan siapa yang mengantar kamu kemari, "tanya gadis itu ketika melihat Vanesa dalam keadaan basah kuyup.
" Aku sendiri, tadi Naik Taksi, "
" Kamu naik taksi berhenti di ujung jalan sana itu, harusnya kamu memilih jalan yang ke utara di sana bisa taksinya masuk ke dalam gang sini jadi kamu nggak perlu kehujanan seperti ini, ayo cepat masuk Nanti kamu sakit lagi, langsung aja kamu ke kamar mandi Aku persiapkan baju untukmu, "ucap salah satu teman Vanesa yang langsung mengantarkan Vanesa masuk ke dalam kamar mandi kemudian dia pergi masuk ke dalam kamar nya untuk mengambil baju bersih dan handuk untuk diberikan kepada Vanesa.
Tidak menunggu lama teman Vanessa sudah kembali lagi dan mengetuk pintu kamar mandi tempat Vanesa mandi.
"Tok..
" Tok..
"Nes, ini bajunya. "
"Iya, sebentar, "
Perlahan pintu kamar mandi terbuka, Vanesa menerima uluran baju dari temannya.
Kurang lebih tiga puluh menit Vanesa melakukan ritual mandi.
"Bagaimana, sudah segar kan, kenapa gak bawa payung juga sih kamu Nes, jangan mentang-mentang kamu istri Pak Dokter merasa aman dari gangguan sakit.
Vanesa hanya mengulum senyum.
" Ini teh hangat buat angetin badan kamu, tumben kesini ada masalah kah? "
Vanesa tersenyum kecut.
"Tidak ada, cuma mau main saja kesini apa itu tidak boleh, "
"Hmmm, cuma main, Nes kita itu berteman sudah sejak jaman SMA, jadi Aku hafal benar dengan tingkah lakumu, jadi percuma kamu berbohong karena hal itu ngak laku bagiku, sekarang cerita kan ada apa? "
"Sungguh tidak ada apa-apa kok Mir, kamu saja yang terlalu perasa, "
__ADS_1
"Ya, sudah kamu minum dulu gih, tehnya pumpung masih hangat. "
"Trimakasih, Mir. kalau malam ini Aku nginep di Rumah kamu boleh tidak?"
Mendengar perkataan Vanesa gadis yang bernama Mira menyunggingkan sebuah senyuman.
"Tuh kan, apa Aku bilang pasti kamu ada masalah, kalau tidak mana mungkin kamu mau nginep dirumahku, sudahlah Aku bukan orang lain bagimu kan, ceritakan lah Aku siap mendengar nya siapa tau Aku bisa memberikan solusi padamu, "
"A-aku, _
Vanesa menundukkan kepalanya wajahnya mulai berubah murung dan disudut matanya mulai terlihat ada genangan Air.
" Hei, ada apa? kenapa kamu menangis? "
"Aku bingung, Mir. Aku tidak tau harus bagaimana."
"Coba rileks dan cerita kan pelan-pelan. "
"Mas Rendra kemungkinan dia berselingkuh, "
"Apa? " Rendra berselingkuh. itu tidak mungkin Nes. Aku kenal Rendra dia cowok yang baik dan juga sangat setia, bagaimana mungkin dia selingkuh kalian saja berpacaran sudah lima tahun lebih, tidak mungkin itu Nes dan memangnya gadis mana yang bisa membuat Suamimu berpaling darimu? "
"Adikku, "
"What..! gilaa apa ya, yang benar saja kamu Nes, kok bisa dengan Adikmu jangan-jangan kamu salah tuduh, "
"Aku juga berpikir begitu, Aku tidak percaya Mana mungkin Mas Rendra menghianati Aku berselingkuh dengan Adikku, tapi ketika Aku melihat nya di Restoran Aku melihat Mas Rendra begi perhatian pada Adikku, kamu tau dia rela mensucikan kepiting pedas agar Adikku tidak kepedasan ketika makan bahkan mengijinkan makan milik nya."
"Cukup aneh dan mencurigakan juga tapi siapa tau apa yang dilakukan Rendra itu sebatas rasa sayang seorang kakak pada adiknya, kan dia itu adik kamu jadi Rendra memperlakukannya dengan baik agar tidak mendapat nilai buruk dari pandangan mu, "
"Itu dia yang membuat Aku bingung, tidak mungkin kan Mas Rendra berkhianat padaku apalagi dengan Adikku sendiri, tapi mengapa rasanya di hatiku ini terasa sakit, Aku sudah mencoba untuk tidak percaya tapi di hati serasa sesak dan sakit Aku takut jika ternyata semua itu benar, Aku takut Mas Rendra benar-benar memiliki hubungan dengan Adikku. "
"Kau benar, tapi kenapa dihati itu rasanya sangat sakit kalau melihat mereka? "
"Kamu harus kuat, harus tegar selama kamu belum mendapatkan bukti apa-apa jangan mengambil kesimpulan yang gegabah. "
"Trimakasih, hatiku sdikit lega semoga saja semua itu cuma fitnah dan tidak benar, mana mungkin Mas Rendra tega begitu padaku, begitu juga Adikku, mana mungkin dia menusuk kakaknya dari belakang, tapi apa Aku boleh menginap disini Aku masih merasa malas untuk pulang, "
"Tenang saja, boleh banget lagi pula Aku bisa punya teman maklum janda muda tanpa anak jadi hidup sendirian, "
"Kamu bisa saja, kan kamu bisa cari penganti , "
"Masih malas Aku masih mau menikmati hidup sendiri, sudah cepat diminum tehnya biar anget Aku buatkan makan siang, "
Mira langsung pergi kedapur setelah Vanesa menganggukkan kepala nya.
Di sisi lain Rendra yang mengejar mobil taksi yang ditumpangi Vanesa kehilangan jejak di persimpangan jalan.
"Sial, kemana taksi itu membawa Nesa, mana sekarang hujan lagi, apa mungkin Vanesa sudah ada di dalam Rumah, Aku coba cari dulu jika tidak bisa menemukan taksi itu Aku akan pulang ke Rumah, mana hujan nya deras sekali bagaimana juga dengan Eva apa dia sudah pulang, dia kan lagi hamil bagaimana ini, Aku kirim pesan saja supaya dia cepat pulang Aku juga tidak mau kenapa napa dengan bayinya, bagaimana pun juga yang ada dalam perut nya adalah anakku. "
Rendra mengeluarkan ponsel hpnya dan mengirim pesan pada Eva setelah semua beres kembali Rendra melajukan mobilnya menembus derasnya hujan yang kala itu sedang menguyur bumi.
Rendra berputar-putar hingga beberapa jam akan tetapi taksi yang ditumpangi Vanesa tidak juga dia temukan akhirnya Rendra memutuskan untuk kembali ke rumahnya, karena dia berpikir mungkin Vanesa sudah pulang ke Rumah meskipun di dalam hatinya yang paling dalam Rendra merasakan jika Vanesa pasti belum pulang ke Rumah dimana perasaan hatinya merasakan resah dan khawatir bahkan was-was.
Rendra melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi dia berharap agar cepat sampai di dalam Rumah dan bertemu dengan Vanesa istrinya, sungguh hatinya bagaikan tercabik-cabik melihat sikap Vanesa yang mulai terlihat berbeda. Rendra merasakan ada pancaran mata kecurigaan yang tersembunyi disana sesuatu hal yang membuat Rendra merasa takut.
__ADS_1
Tidak berapa lama mobil pun sudah sampai di depan halaman Rumah dimana langsung dibuka kan oleh pak mamad.
Setelah menyerahkan kunci mobil Rendra bergegas masuk ke dalam Rumah tapi sebelumnya Rendra bertanya bpada pak mamad apakah Vanesa sudah pulang ke rumah atau belum.
Ada perasaan kecewa ketika Pak mamad mengatakan jika Vanesa belum pulang yang sudah pulang Adiknya.
"Non Nesa belum pulang Dengan, yang baru saja datang Non Eva dia pulang dalam keadaan basah kuyup kelihatan nya sedang kedinginan.
Mendengar hal itu Rendra segera berlari masuk kedalam Rumah Rendra juga sangat khawatir jika terjadi apa-apa dengan Eva karena keadaan Eva yang kini sedang mengandung anaknya.
Dengan menggunakan kunci cadangan Rendra masuk ke dalam Rumah.
" Va, kamu dimana? "karena tidak ada jawaban kembali Rendra berteriak.
. " Eva, kamu ada dimana? " seru Rendra untuk yang kedua kali sambil melangkah menuju ke dalam kamar Eva yang ternyata tidak ditutup.
Eva yang baru saja selesai dari dalam kamar mandi tertegun melihat Rendra Suaminya sudah berdiri di dalam kamarnya.
"Ada apa sih Mas, teriak-teriak segala? "
"Kamu tidak apa-apa kan, pak mamad bilang kamu kehujanan, "
"Iya, tidak apa-apa aman Mas santai saja. "
"Syukurlah kalau begitu bikin jantungan saja, Eh ini apa-apaan kenapa kamu pakai baju Vanesa, cepat lepas Nanti Vanesa marah, "
"Ngak mau, ini bagus, "
"Tidak bisa cepat lepas kamu tidak boleh pakai baju itu, "
"Mas, Aku sebenarnya juga tidak mau tapi sepertinya bayi kita yang mau jadi bagaimana dong, "
"Aku belikan yang baru, "
"Tidak mau Aku mau yang ini, "
"Bagaimana kamu bisa mendapatkan nya, "
"Tadi masuk kamarmu dan buka-buka baju Mbak Nesa, "
"Astaga Vanesa, itu tidak boleh Nanti kalau Vanesa tau bagaimana? "
"Mas Rendra tenang saja Aku ngak keluar kamar tapi inget Nanti malam bobo temani Aku, entar Aku tidak bisa tidur kalau Mas Rendra ngak datang. "
"Iya-ya, kamu istirahat saja kalau begitu, "
Rendra buru-buru keluar dari dalam kamar Eva wajahnya semakin kusut menunggu kedatangan Vanesa yang tak kunjung pulang.
Rendra yang resah menunggu kepulangan dari Vanesa istrinya mondar-mandir bagaikan setrikaan berjalan membuat Eva yang sengaja mengintip dari balik pintu menjadi gemas.
"Mas ngapain mondar-mandir begitu, mandi sana? "
"Nunggu istriku lah, kamu ngapain keluar, masuk sana kalau bisa ganti tuh bajumu, "
"Mbak Nesa sudah gede Mas entar juga balik sendiri mungkin lagi di Mall bersama dengan teman-temannya barangkali, "
__ADS_1
"Sudah diam kamu masuk sana jangan pedulikan Aku, "
"Iih, galak banget baru juga ditinggal beberapa jam sudah seperti cacing kepanasan ini belum seberapa Mas karena Aku akan buat kamu dan Mbak Nesa tidak lagi bisa bersama dan perut pura-pura ini, Aku rasa akan menjadi senjata yang Ampuh untuk itu, huuuff enak saja mau membagi cinta dan menjadikan aku cuma istri kedua, Aku akan jadi istrimu satu-satunya bukan Mbak Nesa kita tunggu saja kamu pasti akan Aku miliki seutuhnya. "Gumam Eva bermonolog sendiri.