
Eva keluar dari dalam kamar Vanesa dengan membanting pintu dengan sangat kasar dan tergesa-gesa serta sedikit berlari Eva berjalan menuju ke kamarnya di mana kala itu Rendra yang sempat melihat Eva berlari dengan sedikit tergesa-gesa menuju ke dalam kamarnya merasa aneh dan sedikit curiga padahal tidak seperti biasanya pergi dari kamar Vanesa dalam keadaan marah dimana yang sering terjadi setiap kali Eva keluar dari dalam kamar Vanesa dia selalu tersenyum dengan senang tapi hari ini yang terlihat sungguh sangat aneh dan membuat Rendra menjadi penasaran.
Rendra Yang penasaran tidak langsung mengejar Eva masuk ke dalam kamarnya akan tetapi Rendra masuk ke dalam kamar di mana Vanesa sedang duduk dengan membaca sebuah buku majalah di tangannya melihat Apa yang dilakukan Vanesa Rendra juga sedikit heran dan bingung karena selama ini Vanessa jarang sekali membaca sebuah buku apalagi terlihat sangat santai dan tenang Rendra melihat pancaran sinar kebahagiaan yang vanesa sembunyikan.yang beberapa hari terakhir ini jarang terlihat dan Rendra tidak mengetahui apa penyebabnya,
"Apa yang terjadi kenapa Eva kenapa keluar dari dalam kamarmu seperti sedang marah, "tanya Rendra pada Vanesa yang kala itu sibuk membaca buku, mendengar pertanyaan dari Rendra Vanesa tanpa menoleh menjawab pertanyaan Rendra
"Kenapa kau tanyakan padaku seharusnya kamu tanyakan pada Eva karena yang melakukan Eva Bukan Aku jadi pergilah ke kamarnya dan tanyakan padanya sinis Vanessa pada Rendra.
"Kau marah padaku, "
"Tidak, pergilah lagipula istri mu itu lagi hamil jadi kamu harus memberikan perhatian lebih kepadanya, "
"Apa kamu tidak keberatan? " tanya Rendra tak percaya sungguh bagaikan mimpi istri pertama tidak marah dan mengizinkan dirinya untuk tidur dengan Eva yang dalam keadaan mengandung.
"Tidal pergilah, "
Merasa bahagia karena sekarang dirinya tidak perlu mencuri curi waktu agar bisa menuruti kemauan bayi yang dikandung Eva, dengan sangat hati-hati dan Rendra hendak menciium kening Vanesa akan tetapi Vanesa beringsut mundur.
"Cepatlah pergi kasihan Eva menunggu mu, "
"Baiklah, Nanti setelah Eva tidur Aku akan segera balik ke sini. " ucap Rendra dengan perasaan senang Dan karena Vanesa tidak mau di kecuup nya makan Rendra bangkit dari tempat duduknya kemudian melangkah menuju ke dalam kamar Eva.
Dalam hati Rendra bertanya tanya karena sikap Vanesa terlihat manis dan tidak keberatan apabila Rendra menemani Eva untuk tidur, dalam hati Rendra bertanya-tanya.
"Apakah Vanesa mengizinkan dirinya untuk memiliki dua istri, " Bibir Rendra tersenyum kala hatinya menyakini sikap Vanesa sebagai sinyal lampu hijau di izinkan dirinya untuk berpoliigaami.
__ADS_1
Setibanya di dalam kamar Eva, Rendra terkejut dengan sikap Eva yang sedang marah marah bahkan segala yang ada di atas meja rias berserakan di lantai.
"Eva kamu kenapa? "
Eva yang kala iTunes sedang kesal Dan Marshall menoleh keep sumber suara.
"Mas Rendra kau kenapa ada disini? '
"Mau menemani kamu tidur lah, bayi kamu kan ingin aku tidur disampingnya, "
"Lalu Mbak Nesa bagaimana? "
"Dia tidak keberatan sudah Ayo tidur, " Rendra membimbing Eva Naik ke atas Ranjang untuk tidur.
Malam semakin larut lama kelamaan Eva pun tertidur, Rendra menarik napas legal karena dia bisa cepat balik ke kamar untuk bisa tidur bersama dengan Vanesa.
Dengan langkah sedikit cepat Rendra bergegas turun dari Ranjang kemudian langsung membuka pintu Dan keluar kamar.
"Ah lega akhirnya tidur juga dia, sungguh membosankan harus tidur selalu menemani Dan berpura pura perhatian, smoga Nesa belum tidur kangen banget ingin dimanja dia, "
Sampai di depan pintu kamarnya Rendra segera membuka pintu dan alangkah kecewanya Rendra ketika pintu kamar sudah terkunci dari dalam.
"Sial, kenapa pintunya di kunci apakah dia tidak tau Aku akan datang malam ini apa Nesa pikir Aku tidak akan balik ke kamar Bagaimana Aku bisa masuk kalo begini, kenapa Aku bodoh kan kunci cadangannya Ada juga yang di almari ruang tamu, biar Aku ambulance, smoga Nesa belum tidur kangen banget dimanja dia. "
setelah mendapatkan kunci pintu Rendra segera masuk ke dalam kamar dan ketika pintu terbuka Rendra menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan ada sedikit rasa kecewa karena dilihatnya sang istri sedang tertidur pulas.
__ADS_1
Ada keinginan Rendra untuk membangunkan Vanesa akan tetapi rasa tidak tega membuat Rendra membiarkan istrinya tertidur perlahan-lahan Rendra naik ke atas ranjang kemudian tidur di samping istrinya tangan Rendra melingkar pada pinggang ramping sang istri.
Vanesa yang belum tidur benar merasakan tangan Rendra melingkar padanya Ingin rasanya menghempaskan tangan itu jauh-jauh akan tetapi Vanesa tahan untuk tidak melakukannya karena Vanesa tidak ingin Rendra tahu jika dirinya sangat membenci dan berniat akan meninggalkannya.
Samar-samar Vanesa mendengar suara Rendra yang sedang bergumam dengan sangat Lirih.
"Kenapa kamu Cepat sekali tidur Nes, Padahal aku ingin bicara banyak denganmu Aku ingin bermanja juga denganmu tapi mungkin kamu sedang lelah sehingga kamu sudah tertidur kamu tahu Aku sama sekali tidak menginginkan ada orang ketiga di antara hubungan kita akan tetapi semua terpaksa terjadi karena ketidakjujuranmu padaku aku telah khilaf Aku menyakitimu dan aku menduakan cintamu, dan aku bersyukur ternyata kamu memaafkanku dan menerimaku Hal itu membuat aku senang, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada Diriku seandainya kamu meninggalkanku Jangan pernah tinggalkan aku karena aku sangat mencintaimu, "lirik Rendra sebelum tidur.
mendengar perkataan Rendra tiba-tiba hati Vanesa terenyuh hatinya yang tegar mulai melemah setelah mendengarkan dengkuran Rendra perlahan-lahan Vanesa balikan badannya tubuhnya menghadap pada sang suami.
ditatapnya wajah sang suami yang sedang tertidur pulas dengan suara dengkuran yang khas, perlahan lahan Vanesa membelai lembut Wajah sang Suami.
"Ini malam terakhir kita, setelah ini kita tidak akan pernah bersama, meskipun Aku bisa merampasmu dari Eva akan tetapi Bagaimana pun juga Eva itu saudaraku Putri dari seorang Ayah yang sangat baik kepadaku, Eva mencintaimu berbahagialah dengannya Tanpa Aku mungkin dengan cara seperti ini Aku bisa membalas Budi pada orang yang telah menyelamatkan Dan merawatku dengan penuh kasih sayang Ayah Eva telah berjasa padaku, Aku akan pergi dengan membawa satu kenangan terindah darimu lihatlah disini Ada malaikat kecil kita dia akan menemani ku menjadi kenangan terindah darimu, " lirih Vanesa dalam hating yang mana kemudian diapun tertidur dengan buliran bening Air mata yang menetes di pipi.
______
________
Suatu hubungan kehidupan dalam berumah tangga pondasinya Adalah kejujuran Tampa adanya itu maka biduk Rumah tangga yang kita bina akan hancur dan jika hal itu hancur haruskah kita menyalahkan salah satu diantaranya, bukankah itu adalah salah keduannya Dan keduannya pasti akan merasaakan resiko dari perbuatan mereka sama sama sakit Dan pastinya sama sama menderira batin.
smoga dalam kehidupan kita bisa selalu bersikap jujur pada pasangan kita agar tiada penyesalan pada akhirnya.
Mendekati tamat Dan in start Allah akan Ada season ke dua.
dari kisah Vanesa Dan Rendra.
__ADS_1