BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU

BERBAGI RANJANG DENGAN ADIKKU
Bab. 70.KACAU


__ADS_3

Ketika Vanesa sedang menangis dan meratapi semua kenyataan yang dialami tiba-tiba ponsel hp-nya berdering pada saat mencoba untuk mengabaikan dan tidak memperdulikan ponsel hp yang berdering akan tetapi ponsel itu seperti sedang ingin mengejeknya berkali-kali berdering dan berkali-kali berbunyi hingga membuat Vanesa sedikit kesal kemudian tanpa melihat layar langsung vanesha mereject panggilan tersebut.


bukannya telepon berhenti Tetapi semakin menjadi-jadi di mana telepon itu semakin berdering dan berdering seolah-olah tidak peduli jika Vanesa merijeknya berkali-kali Karena kesal dan geram akhirnya Vanesa mengangkat telepon yang berdering itu dengan mengusap air matanya terlebih dahulu.


baru juga telepon itu diaktifkan tanda sudah diterima meskipun Vanesa belum mengeluarkan suara terdengar suara dari seberang lebih dulu dengan tawa yang sangat keras seolah-olah Dia sedang mengejek Vanesa.


"Halo Suster, kenapa telpon ku kamu matikan terus apa ada masalah, atau jangan-jangan Suster cantikku lagi berduka nestapa hahahaha..., "


"Diam kau Bara! " geram Vanesa yang mana dia berniat hendak menutup dan mematikan ponsel hpnya karena Vanesa merasa malas dan tidak memiliki mood untuk berberdebat dengan pemuda yang dianggap nya sangat reseeh karena selalu mengaggunya tapi sebelum semua itu Vanesa lakukan.


Kembali terdengar suara tawa yang lebih keras dari sebrang yang mana sesungguhnya tanpa Vanesa sadari Bara bisa merasakan dan menebak apa yang sedang Vanesa Alami.


"Hahahah... apa Suster cantik ku sedang menanggis, oh ya jangan sekali-kali mematikan panggilan telepon ku karena jika kamu matikan malam ini juga Aku akan datang ke Rumah mu. "


"Kau mengancamku? "


"Bisa dibilang begitu dan bukankah Suster Nesa sudah hafal sifatku, Aku tidak pernah main-main dengan perkataan ku jadi jika Suster Vanesa tidak ingin Aku datang diam dan dengarkan saja telpon dariku, "


"Gilaa kau Bara, mau apa sih telpon Aku, cepat katakan apa tujuan mu ini sudah malam Aku mau tidur , "teriak Vanesa geram hatinya benar-benar kesal sudah sakit karena penghianatan sangat Suami kini kembali harus menghadapi cowok super reseeh dan tidak tau malu yang mana selalu saja mengaggunya.


" Tidur apaan kalau Nangis begitu!


"Deg..! Anak sialan ini tau dari mana kalau Aku lagi menangis." gumam Vanesa dalam hati yang mana buru-buru menyeka Air matanya dan menetralkan nada suaranya agar tidak terdengar habis menangis.


"Hahaha, tuh kan diem lagi, sudah tidak perlu bertanya dari mana Aku tau yang jelas Aku cuma mau mengatakan, Hei Suster cantikku kenapa kamu masih saja Bodoh dan mengapa pula kamu buang buang Air mata dengan sia sia, bukan kah Aku sudah pernah mengatakan juga pernah menjelaskan kenapa masih kaget juga sebenarnya kamu itu punya penyakit lemah hati apa ya? "


"Bara...! Diam kau kamu itu ngomong apaan sih anak kecil cepat tidur sana jangan mengaggu istri orang, "sinis Vanesa yang sudah kehabisan kata-kata untuk menghadapi sikap Bara yang super menjengkelkan.


"Haisss istri orang apaan, maksud dari Suster cantik ku Istri yang di duakan Suaminya begitukah? "ucap Bara tenang dan santai yang mana langsung membuat darah Vanesa bergolak hebat hingga lupa akan kesedihan nya yang mana kini berganti dengan perasaan kesal dan geram pada sosok pemuda yang bernama Bara.


" Bara...!sekali lagi bicara ngaco Aku matikan telpon nya. "ancam Vanesa yang mana hanya di jawab dengan suara gelak tawa untuk yang kesekian kalinya.


"Jangan coba-coba Nes, sekali saja kamu berani mematikan panggilan ini tunggu sepuluh menit Aku akan ada di Rumah mu tidak tidak bukan di Rumah mu tapi di dalam kamarmu, "


"Kau mengancam ku! "


"Terserah, apapun penilaian mu Aku tidak peduli."


"Kau benar-benar laki-laki brengsek dan menjengkelkan. "


"Hei apa Aku tidak salah dengar, kamu galak banget Nes, kamu bisa marah sebesar ini padaku Nes tapi mengapa sama Suami dan Adikmu kamu diam saja bagaikan kerupuk yang sudah amem itu, "


"Maksud mu apa? "


"Suster Vanesa yang cantik masak Aku juga yang harus memberi kan ide, konyol dan aneh sekali bukan, kamu yang di sakiti masak Aku juga yang ngajarin cara marah dan membalasnya, menangis itu percuma cengeng lemah dan bodoh kamu dihadapan mereka, itu adik kamu sudah benar-benar ngelunjak pasti Adik kamu juga yang ngodain suami kamu atau Suami kamu juga yang emang doyaaan dan ingin daun muda habisnya kamu kan sudah berasa daun kelor, hahahaha, "

__ADS_1


"Baraaa...! awas kalau ketemu aku bales kamu. "


"Oops, takut Suster hahahaha gimana sudah hilang kan rasa sedihnya, "


"Bara, kau! "


"Aku pinter kan Makannya hidup bersama ku saja meskipun rasanya sudah seperti daun keluar tapi percayalah Aku suka daun kelor, "


"Haiss, jangan ngarep kamu ya, siapa juga yang doyan bocah tengil seperti mu dan satu lagi apa kamu bilang tadi, Aku lemah, Aku cemen Aku bodoh dan Aku tidak berani membalas mereka enak saja kalau ngomong, Aku bisa lihat saja semuanya Akan menerima balasan dariku."seru Vanesa berapi-api dia benar-benar dibuat kesal oleh sikap Bara yang menjengkelkan.


Lagi-lagi terdengar suara tawa dari sebrang.


"Hahaha, bagus itu Baru Suster Vanesa yang cerdas."


"Cuih, Aku tidak bangga dengan pujian mu, cepatlah matikan telpon mu Aku mau tidur jangan lagi kamu mengaggu istri orang. "


"Istri yang di duakan Nonton, Hahahaha. "


"Kau...! " cepat katakan apa maumu Aku capek mau beristirahat."


"Aku tidak mau apa-apa Aku cuma merasakan perasaan ku tidak enak sejak sore untuk itu aku menghubungi mu Aku khawatir kamu kenapa napa dan ternyata benar kamu lagi sedih, Adikmu itu bener-bener keterlaluan NesNes jangan berikan peluang lagi bagi mereka dan, _


Belum juga Bara melanjutkan ucapannya.


" Hoeek...


" Nes, Vanesa kamu kenapa, apa kamu sakit? " tanya Bara dengan hati cemas.


"Bara, Aku...hoeek... hoeek.


" Bruuugh..!


"Tapi.. tapi... tap..!


Vanesa dengan cepat melemparkan ponsel halnya di atas Ranjang masih dalam keadaan menyala, sementara dirinya langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Vanesa memuntahkan yang ternyata cuma cairan. tubuh nya tiba-tiba terasa lemas tak bertenaga.


setelah beberapa saat perutnya serasa diaduk aduk Akhirnya Vanesa bisa bernapas dengan lega.


"Aku kenapa, mengapa tiba-tiba mual dan gejala-gejala ini seperti gejala-gejala orang yang sedang hamil jangan jangan Aku hamil tidak ini tidak boleh terjadi jika Aku hamil bagaimana bisa Aku meninggalkan Mas Rendra, Aku harus cepat melakukan cek siapa tau Aku salah.


Dengan cepat Vanesa berlari ke kota obat-obatan yang mana di tempat itu juga terdapat alat untuk tes kehamilan, setelah mendapatkan Vanesa segera berlari masuk ke dalam kamar mandi yang mana menutup nya juga dengan suara yang keras hingga membuat Bara yang masih bisa mendengar suara sedikit kaget.


"Nes, apa yang terjadi, Nes apa yang kamu lakukan, kenapa kamu membanting pintu, Nes jawab Aku, Nes Halo... Halo Nes, " Bara terus berteriak yang mana tidak akan mungkin di dengar dan di jawab oleh Vanesa karena ponsel hpnya Vanesa geletakkan di atas Ranjang sementara dirinya berada di dalam kamar mandi.

__ADS_1


Lain Bara lain pula dengan Rendra yang mana masih mengebor pintu akan tetapi tidak kunjung di buka, Rendra yang kini wajahnya sangat kusut dan kalut terlebih Rendra tidak bisa mendengar apapun dari luar semua karena ulah Rendra yang membuat kamar menjadi kedap suara.


"Nes please buka pintu nya kita bicarakan baik-baik, Aku akan jelaskan semuanya Ayolah Nes. Buka pintu nya, "teriak Rendra yang kala itu sudah merasa sangat frustasi bahkan kedua bola matanya sudah mulai ikut ikutan tidak bersahabat mau luruh saja Air matanya karena Apa yang ditakutkan selama ini akan segera terjadi dan hal buruk yang sangat tidak ingin Rendra alami akan segera dia alami.


" Dook.. dooook.... dooook! " Rendra terus mengedor gedor pintu kamar berharap Vanesa muncul dan membuka nya akan tetapi harapan ternyata tinggal harapan hingga ber menit-menit bahkan hampir setengah jam Rendra berdiri di depan pintu kamar Vanesa tidak kunjung membuka nya.


Rendra dan putus asa dan geram mengacak kasar Rambut nya kemudian karena kesal Rendra menendang pintu dengan kaki.


"Duuuuzzz..! buka Nes! jika tidak Aku akan dobrak pintu nya." teriak Rendra dari luar pintu.


Karena tidak ada sahutan dan tanda-tanda pintu akan dibuka Rendra sudah bersiap untuk mendobrak pintu kamar dan pada saat yang bersamaan Tubuh Rendra tiba-tiba di peluk dari belakang.


"Jangan Mas, Nanti kaki kamu terluka trus patah bagaimana Nasib Aku dan Anakmu masak punya Papa yang kakinya pincaang! "


"Haisss, ini cewek benar-benar tidak bisa memahami situasi sudah tau Aku pusing tujuh keliling dia enak enakan dan santai dasar gadis egois hanya memikirkan perasaan hatinya sendiri saja, apa dia tidak tau betapa takutnya Aku betapa sedihnya Aku, benar-benar Nih anak harus juga dikasih pelajaran. " Geram Rendra dalam hati yang mana dengan cepat membalikkan tubunya dan melepaskan pelukkan gadis yang ada di belakang nya dengan kasar.


"Lepaskan jangan macam-macam kamu Va, Aku lagi pusing pergi dan jangan mengagguku, "


"Mas, kenapa harus pakai mendobrak pintu itu akan merugikan kanu sendiri Mas, sudahlah jangan terlalu dipikirkan biarkan Mbak Nesa tenang dulu, Mas Rendra temani Aku saja kalau pusing biar Aku pijit biar pusingnya hilang."


"Astaga ini anak benar-benar tidak berprasaan dia tidak tau apa pura-pura tidak tau Aku itu lagi khawatir dan takut lihat dia sungguh tenang dan santai dasar bocah, " sungut Rendra dalam hati.


"Mas kenapa diam mau kan? "


"Ngak, '


" Idih galaknya, Mas tenang saja itu kita urus besok saja ini kan sudah malam lagi pula cepat atau lambat Mbak Nesa akan tau hubungan kita ini lebih baik lho biar Mas Rendra tidak terbebani. "


Mendengar perkataan Eva kedua bola mata Rendra mendelik seketika.


"Tidak terbebani gunduulmu itu, " sungut Rendra kesal yang mana dia langsung berjalan ke Ruang tamu dan duduk dengan berselonjor kaki. "


"Ihh, Mas Rendra ngomong nya kok begitu meskipun begini Aku ini juga istrimu lho Mas, apalagi Aku sedang mengandung anakmu, Mas harus membuat Aku senang dan tidak setrees agar Aku dan bayiku sehat "


"Sudah-sudah diam kembali kau ke kamarnu dan besok kamu harus pindah dari Rumah ini, Aku tidak mau hubungan ku dengan Vanesa semakin kacau gara-gara kamu, '


" Lho kok Aku yang disalahkan, ini kan salah Mas Rendra sendiri kan, "


"Sudah-sudah Va, jangan buat Aku semakin pusing, " geram Rendra yang mulai merebahkan tubuhnya di atas kursi sofa, " ingat ya diam jangan bicara lagi jika kamu berani bicara lagi Aku akan seeret kamu masuk ke dalam kamarmu, " ancaman Rendra yang mana langsung membuat Eva terdiam.


________


_________


Hai Assalamu'alaikum trimakasih untuk semua reader Berbagi Ranjang dengan adikku semoga semua dalam keadaan sehat.

__ADS_1


jika saya ada waktu insya Allah malam up lagi.


__ADS_2