
Bimo darang ke butik, dia datang tidak sendiri melainkan datang bertiga.Dengan menggandeng selingkuhannya beserta tante rina bimo masuk keruang kerjaku.
"Mau apa kalian datang ke butikku? "
"Aku datang mau membawa anak-anak tinggal bersamaku"
"Apa!! "
"Ayo bimo kita ke atas bawa anak-anakmu pergi dari sini" kata tante rina.
"Kalian tidak bisa membawa anak-anak pergi karena aku yang telah melahirkannya" aku pun mencegah ketiga orang yang tidak berhati nurani itu.
"Aku papanya dan aku berhak atas ketiga anakku karena secara materi aku lebih mapan darimu" kata bimo.
"Tapi aku yang menggandung dan melahirkannya, kau hanya pria tukang selingkuh kau tidak berhak atas anak-anak" kataku dengan suara keras.
"Jangan dengarkan dia bim, cepat cari anak-anakmu" kata tante rina.
"Berhenti kataku, ini rumahku kalian tidak berhak masum tanpa seijinku atau aku akan menghubungi pihak kepolisian" gertakku.
"Kau.. " kata bimo yang tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
"Kita pergi bim, ingat kita akan bertemu dipengadilan" kata tante rina.
"Aku menunggu saat-saat itu tante" kataku.
"Aku akan menuntut hak asuh anak" kata bimo.
"Aku akan menuntutmu dengan kasus perselingkuhan" kataku dengan menatap tajam ke arah bimo bergantian ke arah selingkuhannya yang tidak lain adalah mantan pegawaiku yang hanya menunduk tidak berani menatap kearahku.
Bimo pun pergi dengan tangan kosong, tentu saja aku bisa melihat wajah memendam amarahnya. Aku pun menghubungi pemilik ruko untuk meminta ijin membuat pintu pengaman agar tidak ada yang bisa naik ke lantai dua,setelah mendapat ijin aku pun meminta bantuan pemilik rumah mencarikanku tukang. Semua itu aku lakukan agar bimo tidak bisa naik ke lantai atas dan merebut anak-anakku.
"Apa yang terjadi? " tanya okan setelah tiba dibutikku karena aku menghubunginya.
"Nanti aku ceritakan, tunggu aku diruanganku" kataku.
"Bagaimana? " tanya okan.
"Besok kami akan bertemu"
"Aku akan menemanimu"
"Tidak usah " tolakku.
__ADS_1
"Aku tetap akan menemanimu"
"Terserah kamu saja, oh ya aku sampai lupa memberimu minuman"
"Duduk saja biar aku yang akan membuatkan minuman" kata okan lalu bangun dari duduknya.
Setelah butik tutup dan para tukang pulang aku pun segera naik kelantai atas untuk melihat anak-anakku. Aku langsung memeluk satu per satu anakku,aku begitu takut kehilangan anak-anakku. Aku pun menceritakan apa yang terjadi ke mama,mengetahui apa yang dilakukan bimo mama marah.
"Lalu apa yang akan kau lakukan? " tanya mama.
"Aku sudah menghubungi pengacaraku dulu dan dia akan membantuku mendapat hak asuh anak"
"Apa kau yakin akan memenangkan kasus ini karena lawanmu kaya raya nak"
"Aku ibunya dan aku berhak atas ketiga anakku ma"
"Tapi bimo papanya"
"Aku tahu ma.. tapi aku juga tidak ingin berpisah dengan ketiga anakku" kataku
"Itu sebabnya kau membuat pintu pengaman? "
__ADS_1
"Iya ma.. karena tadi bimo beserta mamanya datang dan ingin menerobos ke lantai atas, aku takut mereka nekat membawa anak-anak pergi"
"Keterlaluan sekali mereka datang hanya ingin membuat onar" kata mamaku.aku hanya diam memikirkan langkah selanjutnya....