
Aku yang mendapat pertanyaan dari okan hanya bisa diam dan mengalihkan perhatianku ke arah lain untuk menutupi rasa maluku yang sekaligus kebingungan karena tidak tahu harus menjawab apa karena aku juga memiliki rasa dengannya.
"Jawab aku lily" kata okan yang membalik kan tubuhku agar berhadapan dengannya.
"Aku tidak bisa menjawabnya sekarang karena saat ini aku sedang dalam proses perceraianku dengan bimo" kataku dengan melihat mata okan.
"Aku akan menunggu dan mari kita lalui ini bersama, aku akan terus berada disampingmu" kata okan lalu memelukku.
"Sebaiknya kita pulang secepatnya karena aku takut ada yang mengabadikan kebersamaan kita" kataku mengingatkan okan.
"Kau benar, maafkan aku dan mari kita pulang"
Aku dan okan pun segera pulang sebelum ada yang melihat kebersamaan kami. Sepanjang perjalanan aku dan okan pun hanya diam,kami larut dalam pikiran kami masing-masing.Tanpa terasa kami pun sampai didepan butik...
"Wah.. wah... wah... lihat siapa ini? " kata tante rina.
"Mau apa anda kemari? " kataku tanpa mau menyebut nama tante rina lagi.
"Hebat sekali ya kamu, masih sah istri bimo tapi keluyuran bersama pria lain" kata tante rina.
__ADS_1
"Bagaimana dengan bimo yang masih sah suamiku tapi menjalin hubungan dengan wanita lain yang bahkan tidak hanya sekali" kataku sambil melipat tanganku sambil menatap tante rina.
"Bagi pria sukses seperti bimo memiliki istri lebih dari satu itu hal biasa" kata tante rina yang tidak mau kalah.
"Oh ya... lalu bagaimana perasaan anda jika anda berada diposisiku? apakah anda akan menerima semua perlakuan pasangan anda? " tanyaku lagi.
"Kau... dasar kau wanita kurang ajar" tante rina pun mengangkat tangannya ingin menamparku.
"Singkirkan tangan kotormu dari anakku" mama keluar untuk membelaku karena sedari tadi mama melihat kedatangan tante rina.
"Ibu dan anak sama saja, dasar perempuan tidak tahu malu" maki tante rina.
"Anda yang tidak tahu malu berani-beraninya datang kesini untuk membuat onar, aku tidak segan-segan untuk melaporkan anda ke pihak berwajib karena anda telah mengusik ketenangan kami" kata mamaku lalu tante rina pun pergi.
"Apa kau baik-baik saja nak? " tanya mama setelah aku melepas pelukanku ke mama.
"Aku baik-baik saja ma" kataku.
"Sebaiknya kamu masuk nak" kata mama.
__ADS_1
"Saya permisi tante " okan pun berpamitan sama mama.
"Baiklah nak okan, hati-hati dijalan dan sering-seringlah mampir.
"Baik tante saya permisi" okan pun pergi meninggalkan butikku.
Aku yang sedang bersantai diruang kerjaku pun dikejutkan dengan panggilan telepon dari ranti. Ranti mengetahui apa yang baru saja terjadi dan ranti mengetahui itu semua dari okan yang merupakan sepupunya. Okan menceritakan semuanya pada saat dia mengunjungi ranti dirumah kedua orang tuanya.
"Keluarga seperti apa yang kita hadapi sekarang ini mbak?" kata ranti.
"Entahlah ranti, mbak juga tidak mengerti" jawabku.
"Kita harus saling mendukung satu sama lainnya mbak" kata ranti.
"Tentu ranti, bagaimana denganmu? " tanyaku.
"Aku baik mbak dan aku mantap akan untuk berpisah dengan bimo" jawab ranti.
"Apakah bimo sudah tidak mengunjungimu lagi untuk memperbaiki hubungan kalian? " tanyaku.
__ADS_1
"Aku sama sekali tidak mengharapkan kehadirannya mbak, bagiku tanpa dia itu lebih baik" jawab ranti.
"Kau benar ranti, kita akan lelah karena bimo akan terus mengulangi perbuatannya" jawabku