Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Baju hamil...


__ADS_3

Semakin hari perutku semakin besar saja,dihari mimggu aku dan bimo pun merencanakan untuk pergi shoping membeli pakaian hamil. Aku pun mengajak serta mama susan, berempat kami pergi bersama ke mall terbesar dikota kami. Saat tengah asyik memilih pakaian wanota hamil dari belakang suara yang tidak asing lagi menyapaku.


"Tidak disangka kita bertemu lagi"


"Tante rina"


"Kau sedang hamil? "


"Ya ini sudah berjalan 4 bulan tante"


"Ayo sayang kita pergi dari sini"


"Tunggu dulu kau sedang hamil susan? "


"Ya.." jawab mama susan.


"Kalian berdua sangat kompak ya bahkan hamil pun bersamaan, duo badut yang sangat lucu"


"Apa katamu" mama susan mengangkat tangannya ingin menampar tante rina namun dengan cepat aku mencegahnya.

__ADS_1


"Ayo kita pergi ma tidak perlu menanggapi ocehannya"


"Dasar wanita ****** aku harus memberimu pelajaran karena berani mengabaikanku"


"Cukup ma!! " bimo pun membentak tante rina dengan sangat keras dan itu membuat semua orang melihat kearah kami.


"Bi-bimo.. " bibir tante rina pun bergetar melihat kedatangan anaknya.


"Aku tidak menyangka kau bisa bertindak kekanakan seperti ini, ayo bimo kita tinggalkan tempat ini" papa pun menarik tangan bimo pergi.


"Sial aku tidak menyangka mereka ada disini, baru saja aku ingin memberi pelajaran ke ****** itu" aku masih bisa mendengar apa yang diucapkan tante rina namun aku tetap jalan mengikuti keluargaku.


Kami pun pindah ke mall lain untuk mencari kebutuhan kami yang sempat tertunda lagi, aku senang suasana hati bimo dan papa sudah kembali ceria lagi. Berbagai macam model pakaian ibu hamil telah kami coba,setelah keranjang pakaian kami penuh kami pun segera pergi mencari makanan dan kali ini aku ingin makan chinese food. Air liurku serasa ingin menetes saja membayangkan capchai makanan kesukaanku,berbagai hidangan chinese food pun telah memenuhi meja kami dan aku makan dengan lahap.


Setibanya kami dirumah aku pun langsung menuju ke ranjang karena aku merasa sangat lelah, bimo yang telah berganti pakaian pun ikut bergabung naik ke ranjang diambilnya kakiku lalu dipijat dengan lembut.


"Capek ya sayang.. "


"Aku capek sekali, kau berbakat bim menjadi tukang pijat" candaku.

__ADS_1


"Maaf atas kejadian tadi ya? " kata bimo sambil memijat kakiku.


"Sudahlah sayang aku sudah melupakannya"


"Aku tidak mengerti apa yang membuat mama tidak menyukaimu? "


"Karena statusku dulu"


"Aaah itu bukan alasan, aku tidak perduli itu"


"Tapi mamamu mempermasalahkannya"


Aku yang merasa kelelahan pun tertidur lelap,aku terbangun dan bimo aku lihat tidur disampingku dengan suara dengkuran pelan. Aku pun turun dari ranjang, bersiap mandi lalu keluar setelah aku berpakaian tapi. Saat aku tengah asyik makan ponselku bergetar pesan singkat masuk ke ponselku dan aku lihat nama tante susan yang muncul. Aku pun meraih ponselku dan dengan cepat membaca isi pesan itu...


"Sampai kapan pun aku tidak akan mengakui anak yang ada didalam kandunganmu itu sebagai cucuku"


"Anakku juga tidak butuh pengakuan dari anda" aku yang terbakar emosi meletakkan begitu saja ponselku dimeja makan.


"Ada apa sayang? " tanya mama susan yang melihat perubahan di wajahku.

__ADS_1


"Tante susan mengirimiku pesan"


"Apa katanya? " aku pun menyerahkan ponselku agar mama susan bisa membacanya sendiri.


__ADS_2