
Wanita perkasa itulah sebutan yang cocok untuk mama susan karena dengan mudahnya dia menghempaskan tangan tante rina yang akan menamparnya.Tante rina pun pergi setelah diseret keluar oleh security atas perintah mama susan yang menggunakan kekuasaannya sebagai nyonya besar dirumah kami yang mengantikan posisi tante rina.
"Mama hebat aku tidak menyangka mama akan melawan singa betina itu"
"Singa betina?dia bahkan lebih mirip kucing gila bagiku" kata mama susan masih menahan amarahnya.
"Ada apa?aku seperti mendengar suara ribut-ribut"
"Tidak ada apa-apa,aku baru saja menyuruh security mengusir kucing gila yang berusaha masuk kerumah ini" mama susan pun mengedipkan sebelah matanya padaku dan aku pun membalas dengan senyum.
"Dimana kucing gila itu?"
"Sudah pergi ayo kita masuk"
Aku pun menceritakan semuanya pada bimo setelah kami berada di kamar,bimo pun tertawa mendengar semua ceritaku.Bukan hanya bimo bahkan aku pun tidak menyangka mama susan wanita lemah lembut bisa berubah menjadi sangat mengerikan ketika marah.Aku masih bisa mengingat bagaimana ekspresi tante rina ketika diusir mama susan,wajah menahan malu itu akhirnya pergi setelah security menyeretnya pergi.Setelah kejadian itu tante rina tidak berani lagi menginjakkan kakinya dirumah bahkan di kantor pun dia sudah tidak di ijinkan masuk lagi atas perintah papa mertuaku.
__ADS_1
Aku yang semula mengira tante rina telah menyerah mengusik kehidupanku dengan anaknya bimo ternyata aku salah,tante rina tidak menyerah.Selalu ada caranya untuk mengganggu kami,aku yang tengah menyiapkan pesta pernikahan kembali terusik namun lagi-lagi mama susan membelaku mati-matian.Siang ini aku dan bimo pun mengunjungi kediaman tante rina untuk meminta restunya karena sebentar lagi kami akan menikah karena bagaimana pun tante rina adalah wanita yang melahirkan dan membesarkan bimo itulah sebabnya kami harus menghormatinya.
"Bimo minggu depan akan melangsungkan pernikahan dan bimo harap mama memberi restu dan menghadiri pernikahan kami"
"Mama akan memberimu restu asal kau menikah lagi dengan wanita pilihan mama"
"Mulai lagi deh" kata bimo.
"Kalau kamu menyetujuinya maka mama akan menghadiri pernikahanmu dan memberi doa restu"
"Terserah mama mau hadir atau tidak,ayo sayang kita pergi" bimo pun menarik tanganku pergi dari rumah mamanya.
"Bagaimana?apakah sudah baikan?" tanyaku yang masih memeluknya dari belakang.
"Aku sudah baikan,terima kasih sayang"
__ADS_1
"Jangan marah lagi"
"Kita akan tetap menikah baik itu dengan restu mama atau tidak aku akan tetap melangkah" kata bimo lalu berbalik lalu menghadap kearahku dan dibawanya aku kedalam pelukannya.
"Ya jawabku"
"Tidak apakan kita menikah tanpa dihadiri mamaku?"
"Aku tidak masalah" kataku sambil menatap wajah bimo.
__ADS_1