
Hari ini aku dan mama susan memeriksakan kandungan bersama,sedangkan para suami tidak mau ketinggalan dan ngotot ingin ikut kami memeriksakan kandungan. Mama susan terlihat ragu untuk memeriksakan kandungannya, karena diusia tuanya itu dia mengandung.Ini merupakan kejadian langka bagiku yang dimana aku mengandung bersamaan dengan ibu mertuaku alias ibu sambung bimo.
"Mama malu"
"Tidak perlu malu ma ini sudah sewajarnya kita menikah lalu memiliki anak"
"Ya kalau usia mama masih muda sih tidak apa, mama sudah tidak muda lagi nak".
"Sudah ayo masuk dokter sudah menunggu didalam kita masuk bersama"
"Baiklah" dengan terpaksa mama susan masuk bersamaku untuk memeriksakan kandungan.
Aku yang sudah tidak tahan ingin tertawa begitu tiba dirumah dan mengunci kamar aku tertawa lepas bersama dengan bimo. Setelah puas kami pun saling pandang lalu tersenyum.
"Aku tidak menyangka diusiaku ini aku akan memiliki adik lagi"
"Usia anak kita dengan adikmu seusia, ha.. ha.. ha.. "
Aku yang sedang mengandung bimo melarangku untuk ke kantor dan aku hanya menuruti apa maunya saja, dirumah aku dan mama susan mengisi waktu luang dengan membuat berbagai macam kue. Kehamilan kami terbilang lancar yang dimana aku bisa beraktifitas seperti biasanya begitu juga dengan mama susan.
"Sayang apa yang kau lakukan? " suara bimo mengangetkanku.
"Buat kue sayang, kemarilah cicipi ini"
__ADS_1
"Aku sudah bilang jangan terlalu lelah ingat kamu sedang mengandung"
"Bim aku ini hamil bukan sakit, jangan mulai deh berlebihannya"
"Ini enak sayang"
"Mama susan yang membuatnya aku hanya bantu sedikit saja"
"Mama memang mama yang terbaik" bimo mengacungkan jempolnya ke ibu sambung yang baru saja dinikahi papanya.
"Mulutmu manis sekali"
"Dicariin ke kamar ternyata ada disini"
"Aah tidak.. tidak aku lelah aku mau kembali ke kamar saja"
"Pergilah nanti aku menyusul,mau aku buati minuman apa? "
"Teh saja"
"Baiklah tunggu aku dikamar"
Tengah malam aku dan bimo dikejutkan dengan suara dari samping rumah kami, kami pun berjalan perlahan mencari asal suara. Kami pun membuka pintu balkon dan menghidupkan lampu dan betapa terkejutnya kami papa dan mama susan sedang berusaha memetik buah mangga yang sedang berbuah namun belum matang.
__ADS_1
"Apa yang papa lakukan? "
"Ini bim mama ngidam makan mangga muda"
"Bim turun dong bantuin papamu nih dari tadi ngak berhasil petik mangganya"
"Baik ma aku segera turun"
"Sayang aku ikut"
"Pakai jaketmu diluar dingin"
Tengah malam kami melihat pemandangan yang membuat kami menahan air liur. Mama susan makan mangga muda itu dengan sangat lahap dengan bumbu rujak buatan mbok.
"Sayang kamu mau nak? "
"Ngak ma makasih aku tidak sanggup makan makanan asem, aku maunya makan makanan manis kayak coklat" kataku sambil bergidik melihat mama susan makan dengan santainya.
"Jangan banyak-banyak sayang nanti perutmu sakit"
"Ini permintaan anak kita, sudah diam saja biarkan aku menghabiskan makanan ini"
Aku dan bimo hanya tersenyum melihat keanehan mama susan, kami pun kembali ke kamar karena rasa kantukku mulai datang. Kami pun melanjutkan tidur kami dengan saling berpelukan, aku pun bangun seperti biasanya lalu turun setelah menganti pakaianku menuju ke dapur menyiapkan sarapan dengan dibantu mbok yang sudah ku anggap seperti keluargaku sendiri.
__ADS_1