
Aku dan arya akhirnya menjalin kerja sama,aku ingin mengembangkan apa yang ditinggalkan okan untukku.Aku ingin membuatnya bangga,aku yang bekerja sama dengan arya membuatku dan dia menjadi sering bertemu dalam urusan bisnis.Tidak butuh waktu lama arya pun meyatakan perasaannya padaku,bukan untuk berpacaran tapi kejenjang yang lebih serius lagi yaitu menikah dana ku pun menyetujui ajakan menikah dari arya.
"Aku menyukaimu,menikahlah denganku" kata arya sambil menggenggam tanganku.
"Menikah?apa tidak terlalu cepat?" tanyaku ke arya.
"Aku sudah tidak muda lagi dan rasanya tidak mungkin untuk berpacaran lagi,kau janda dan aku duda" arya pun menjelaskan maksudnya mengajakku menikah.
"Apa kau yakin dengan keputusanmu itu?" tanyaku lagi.
"Aku sangat yakin,menikahlah denganku" kata arya lalu mencium tanganku.
"Baiklah aku terima lamaranmu ini" jawabku.
__ADS_1
"Tapi tidak ada cincin yang mewakili"kata arya yang membuatku tertawa dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya itu.
"Kita bukan abg lagi arya" jawabku sambil tersenyum.
"Secepatnya kita akan menikah" jawab arya penuh keyakinan.
"Baiklah kau atur saja"jawabku.
Tiga bulan kemudian aku dan arya pun menikah dengan sederhana yang dimana kami hanya mengundang orang-orang terdekat saja.Butik yang aku miliki aku serahkan ke sabrina dan beberapa pegawaiku,sedangkan aku fokus di bisnis bersama kami.Aku selalu mendampingi kemana pun arya pergi,aku tidak mau lagi kehilangan pasanganku dan belajar dari pengalaman sebelumnya.
Arya begitu terpukul atas apa ayng terjadi dengan anak kesayangannya tapi itu bukan akhir dari segalanya karena aku dinyatakan hamil oleh dokter.Aku yang tidak menyadari hadirnya buah cintaku dengan arya,aku ditemukan pingsan dikamar.Arya pun mengantarku kerumah sakit karena khawatir terjadi sesuatu denganku tapi untung saja aku dan janin yang ada dikandunganku baik-baik saja.
"Apa hamil dok?"tanyaku bingung.
__ADS_1
"Iya bu" jawab dokter itu.
"Kau dengar itu?tuhan telah mengirim pengganti keenan untuk kita" jawab arya dengan wajah bahagianya.Aku pun tersenyum karena aku melihat wajah arya tersenyum bahagia mengetahui kalau aku tengah mengandung anaknya,aku berharap anak yang ada didalam kandunganku ini bisa mengobati luka dihati arya karena kehilangan keenan.
Kami pun segera pulang kerumah dan arya pun mengantarku sampai kamar,arya begitu perhatian begitu mendengarku sedang mengandung anaknya.Aku sangat senang diperlakukan bak ratu oleh arya,setiap jam nya arya yang sedang berada di kantor selalu menghubungiku mengingatkanku untuk makan,minum vitamin,jangan sampai kelelahan.Arya menjadi bawel kalau menyangkut anaknya tapi aku senang mendapatperhatian darinya walau pun sedikit berlebihan tingkah laku dan perhatiannya...
"Kau sudah pulang.aku akan menyiapkan minuman untukmu"aku pun berusaha bangun dari kasur.
"Jangan sayang,tetap disana biar nanti asisten rumah tangga yang akan menyiapkan semuanya" jawab arya.
"Baiklah aku akan menyiapkan air hangat untukmu"
"Jangan..sudah diam saja disana,jaga kandunganmu" tolak arya.
__ADS_1
"Kau berlebihan arya..ini bukan kehamilan pertama bagiku" jawabku mulai cemberut.